Our Fate (Chapter 6)

request-cover-our-fate-jungli

TITLE : Our Fate | Chapter 5 || AUTHOR : Jungli || MAIN CAST : Amber Liu Josephine . Kris(EXO) Choi Sulli , Lay (EXO) || OTHER CAST:  Search by yourself 🙂 || GENRE: Romance , Sad|| RATING: T

 

Author POV

“Kris?”ucap Sulli pelan. Lay menatap bingung Sulli, “kau mengenalnya?”

“Anniyo!”Sulli mengelak dan menggelengkan kepalanya cepat.

“Lay, sepertinya aku harus pulang dulu. Aku harus memasak untuk onnieku! Annyeong!”Sulli berlari, menutupi wajah dengan kedua tangannya saat melewati Kris. Lay hanya menatap Sulli bingung, menggaruk kepalanya.

“Bukankah dia tidak bisa memasak?”

“Lay” panggil Kris pelan. Lay menatap Kris, tersenyum.

“Ada apa dengan wajahmu itu hyung? Kau habis menangis? Matamu terlihat sembab” tanya Lay khawatir. Kris menghela napas berat, mengusap kedua matanya pelan.

“Aku bertemu Amber.”jawab Kris pelan. Lay membulatkan matanya senang, memegang bahu Kris erat.

“Amber noona sudah kembali dari Jepang, hyung? Dimana kau….”Lay menutup mulutnya cepat, menggigit bibirnya. Menatap polos ke arah Kris yang sedang menatapnya tajam.

“Kau merahasiakan sesuatu dariku? Amber? Di Jepang? Bagaimana kau bisa tahu? Jadi selama ini kau tahu dan tidak memberitahuku? SAHABAT MACAM APA KAU INI?!?!?” Kris meraih kerah seragam Lay, mencengkramnya kuat.

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan hyung, aku…” Lay mengepalkan tangannya erat, merasa bersalah.

“TIDAK SEPERTI YANG AKU PIKIRKAN?! BAGAIMANA BISA, BAGAIMANA BISA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU?”

“Aku.. aku tidak bisa memberitahumu hyung. Aku punya alasan tertentu. Percayalah padaku hyung, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kris memutar matanya kesal, melayangkan tangannya ke arah wajah Lay berkali-kali.

BUG!

“BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN HAL INI PADAKU?”

BUG!

“MEMBUATKU TERLIHAT SEPERTI ORANG BODOH YANG TERUS MENCARINYA! BERHARAP IA KEMBALI SELAMA 2 TAHUN INI!”

BUG!

“BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN HAL INI PADAKU LAY?! JAWAB AKU?!”

Lay meringis, mengusap sudut bibirnya yang robek karena pukulan Kris.

“Dengarkan aku dulu hyung, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan sesuatu darimu!”

“TIDAK BERMAKSUD? CIHH! KENAPA KALIAN BERDUA MELAKUKAN INI PADAKU?! KAU TAU KALAU AKU SANGAT MENCINTAINYA! APAKAH KALIAN MENGKHIANATIKU?” Kris mengacak rambutnya kasar, menatap Lay dengan tatapan benci.

“MULAI HARI INI! KAU ZHANG YI XING! KAU BUKAN SAHABATKU LAGI! AMBIL SAJA BEKASKU ITU, AMBER NOONAMU ITU! JANGAN PERNAH LAGI KALIAN BERDUA MUNCUL DI HADAPANKU!”ucap Kris, berjalan pergi.

“Aku benar-benar tidak bermaksud hyung”ucap Lay pelan, mengusap airmatanya pelan.

‘Noona, maafkan aku karena tidak menepati janjiku’batin Lay, mengejar Kris dan memukulnya tepat diwajahnya.

“DENGARKAN AKU HYUNG! AMBER NOONA MENINGGALKANMU KARENA PENYAKITNYA! DIA TIDAK MAU KAU SEDIH JIKA TAHU KALAU DIA SAKIT!!”

Kris tersungkur ke tanah, menatap Lay tidak percaya.

“Amber? Sakit?”

“AMBER NOONA TERKENA PENYAKIT KANKER DARAH HYUNG! DIA TAKUT KAU AKAN MENINGGALKANNYA JIKA KAU TAHU BAHWA DIA SAKIT!”teriak Lay kencang.

“Amber?  Sakit kanker? Bagaimana bisa kau tidak memberitahuku?! Aku tidak akan pernah meninggalkannya hanya karena alasan itu! Sekarang dimana Amber? Dimana dia?!” tanya Kris, mencengkram bahu Lay kuat. Lay menggeleng lemah, menatap sedih ke arah Kris.

“Aku tidak tahu hyung, Amber noona tidak pernah mengabariku setelah ia pergi ke Jepang. Maafkan aku hyung, maafkan aku.”

“Bagaimana bisa kau membiarkan Amber menderita sendirian? Kenapa kau sama sekalli tidak memberitahuku? Aku harus mencarinya, dia tidak sekuat itu untuk menahan penyakitnya sendirian. Astaga Amber baby! Aku harus menjaganya Lay, aku harus menemukannya!”ucap Kris.

“Kau berjanji akan menjaga onnieku?”tanya seorang gadis yang mulai berjalan mendekati Kris dan Lay.

“Kau akan menjaganya?”

“Sulli? Amber noona itu onniemu?”tanya Lay, menatap Sulli bingung.

“Jawab aku Kris oppa, kau akan menjaga dan menerima onnieku apa adanya?”tanya Sulli lagi, menghapus airmatanya yang mulai mengalir.

“Aku akan menjaganya! Aku berjanji!”ucap Kris lantang. Seulas senyum terukir di wajah Sulli.

‘Onnie, Aku tidak ingin kau menahannya sendirian lagi, kau harus bahagia onnie!’batin Sulli.

 

Sulli POV

“Kau tidak apa-apa?”tanyaku pada Lay. Lay menggeleng pelan dan menggenggam tanganku erat.

“Bisakah kau memberitahuku dimana Amber sekarang?”

“Aku akan mengantarkanmu oppa, tapi bagaimana dengan Lay?”

“Bawalah dia ke mobilku, aku masih kesal dengannya.”ucap Kris oppa dingin. Aku hanya mengangguk pelan dan memapah Lay, mengikuti langkah Kris oppa yang berjalan menuju ke mobilnya.

“Bukankah tadi kau bilang kalau tadi pagi kau bertemu dengan onnieku?”tanyaku, mengeluarkan kotak P3K, dan mulai mengobati luka Lay.

“Aku bertemu dengannya, bertanya alasannya kenapa dia meninggalkanku begitu saja. Tapi dia malah berlari meninggalkanku”ucapnya pelan, dan mulai menyalakan mesin mobilnya, menatapku.

“Ke daerah Gangnam, aku dan onnieku menyewa apartemen disana.”

Kris oppa hanya menggangguk pelan dan mulai menjalankan mobilnya. Aku mengalihkan mataku ke arah Lay yang sekarang terduduk lemah di sampingku.

 

Author POV

“Sulli-ya, Kris hyung membenciku”ucap Lay menggenggam tangan sulli erat. Sulli menatap sedih ke arah lay, menepuk tangan Lay pelan.

“Tenanglah Lay, dia hanya butuh waktu untuk mengerti semua ini. Dia terlalu terbawa emosi.”jawab sulli, mengelap keringat Lay dengan tissu.

Lay mengangguk pelan dan tersenyum, menggosok pelan sudut bibirnya yang robek.

“Yang mana rumahmu?”tanya Kris.

“Sedikit lagi, setelah sampai di perempatan belok kiri. Rumahku yang berwarna putih.”

“Stop!”ucap Sulli, membuat Kris memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah yang ukurannya lumayan besar.

“Kau disini saja Lay, aku akan segera kembali.”ucap Kris melepas sabuk pengamannya dan berjalan keluar begitu juga dengan Sulli.

Kris dan Sulli berjalan mendekati pagar halaman rumah tersebut yang sedikit terbuka.

“Apakah Amber onnie sedang pergi keluar?”tanya Sulli membuka pagar rumah tersebut untuk Kris. Kris hanya mengangkat bahu, tanda bahwa ia tidak tahu. Mata Kris membulat ketika melihat sesosok gadis yang terbaring di depan teras rumah tersebut.

“Amber?”ucap Kris pelan, mengenali bahwa gadis itu adalah Amber. Sulli menatap Kris bingung, mengarahkan matanya ke arah teras rumah.

“Amber onnie?”

Kris berlari mendekati amber begitu juga dengan Sulli. Kris meraih tubuh Amber, memeluknya erat.

“Amber?”tanya Kris, mengelus dan menepuk pelan pipi amber.

“ASTAGA AMBER ONNIE! KRIS OPPA BAWA AMBER KE RUMAH SAKIT SEKARANG!!”teriak Sulli, airmata mulai mengalir dari mata gadis itu. Kris mengangguk panik, menggendong tubuh Amber dan berlari menuju mobil.

“Hati-hati!”ucap sulli, membantu Kris mendudukkan Amber di kursi penumpang.

“Amber noona?”panggil Lay panik. Mendekatkan tubuhnya ke arah Amber yang duduk di depan, tepat di sebelah kursi pengemudi.

“Apa yang terjadi dengan Amber noona hyung?”tanya Lay panik, Kris hanya menggeleng pelan, menyalakan mesin mobilnya dengan wajah yang tidak kalah panik.

Sulli mengerluarkan beberapa lembar tissu dari tasnya, mengelap pelan wajah Amber yang pucat.

“Onnie, kumohon sadarlah. Sadar dan tersenyum padaku, bilang bahwa kau baik-baik saja. Hiks..”

Kris memandang sedih ke arah Sulli, menepuk pelan rambut gadis itu.

“Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja.”ucap Kris, meraih tangan amber dan menggenggamnya erat.

 

Amber POV

Aku terbangun begitu merasakan seseorang mengelus pelan rambutku, mencium hangat punggung tanganku. Aku membuka mataku pelan, menatap ke arah seseorang yang sedang tersenyum memandangku.

“Kris?”ucapku pelan, begitu menyadari bahwa Kris lah yang sedari tadi membelai pelan rambutku.

“Kau sudah bangun? Biar kupanggilkan dokter.”ucapnya pelan, melepas tangannya dan berjalan keluar.

“Kenapa aku bisa ada disini lagi?”kesalku begitu menyadari bahwa aku sedang terbaring di rumah sakit.

“Amber onnie~~~”

Aku mengarahkan mataku ke arah pintu dan mendapati Sulli yang berlari mendekatiku dengan wajah sembabnya.

“Ada apa dengan wajahmu itu Sulli-ya?”tanyaku padanya yang sedang memelukku erat.

“Onnie~~ Aku cemas denganmu!”ucap Sulli sambil menangis, memelukku lebih erat. Aku tersenyum, menepuk pelan punggung Sulli.

“Jangan menangis Sulli-ya, aku masih belum meninggal”

Sulli melepas pelukannya, menatap horror.

“Kenapa onnie berkata seperti itu lagi?! Aku cemas denganmu onnie!!”

Aku hanya terkekeh menanggapinya, menggapai tubuhnya dan memeluknya erat.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Sulli ya. Percaya padaku.”ucapku pelan, Sulli mengangguk, melepas pelukanku dan memandang wajahku.

“Kenapa kau memandangku seperti itu, dan kenapa Kris berada disini?”tanyaku pelan, belum sempat Sulli menjawab seseorang membuka pintu kamar.

“Amber noona~~”

“Lay?!”

Lay tersenyum, berjalan mendekatiku dan memelukku erat. Sulli hanya melihat sambil terkekeh-kekeh.

“Kenapa kau bisa ada disini? Dan apa yang terjadi dengan wajahmu?”tanya panik dan bingung.

“Kris hyung memukulku, noona~~”jawabnya manja.

“Menjauhlah dari Amber, Lay.”

Aku mengarahkan mataku ke arah Kris yang datang dengan seorang dokter. Lay hanya mengangguk pelan dan berjalan mendekati Sulli.

“Anda sudah merasa baikan nona Liu?”tanya dokter itu.

“Ne, aku sudah merasa baikkan. Bisakah aku pulang sekarang?”jawabku tanpa basa-basi,

“Tidak bisa nona Liu, anda harus menjalani pengobatan kemoterapi agar kanker di dalam tubuh anda bisa jinak.”

Aku  menatap Sulli tidak percaya, KEMOTERAPI?

“Tidak, aku tidak ingin menjalani perawatan tersebut! Aku tidak mau rambutku rontok dan menahan sakit. Sulli-ya, jelaskan pada dokter ini bahwa aku tidak mau! Aku sudah merasakan sakit dengan penyakit ini, jangan menambahnya lagi!”tolakku tegas.

“Kau harus menjalani perawatan ini, supaya kondisi mu membaik.”ucap Kris pelan.

“Tidak! Aku tidak mau! Jangan memaksaku! Biarkan aku hidup seperti ini! Dan kau juga, jangan pernah kau mendekatiku!!”gerutuku kesal.

“Onnie…”

“Aku ingin pulang! Aku ingin pulang! Sulli-ya bawa aku pulang! Aku muak berada disini! Aku baik-baik saja!”

“Amber,…”

“DIAM KAU DIAM!! JANGAN PERNAH MENYEBUT NAMAKU!! Sulli yaa jebal! Aku ingin pulang.”

“Onnie, kondisimu belum pulih, kau harus beristirahat onnie.”

“Aku ingin beristirahat di rumah! Bukan disini!”

“Noona.. Untuk sementara kau harus dirawat disini. Hanya beberapa hari.”ucap Lay.

“Ne, nona Liu. Setidaknya kau harus dirawat selama beberapa hari, untuk meyakinkan bahwa kondisimu sudah pulih.”

Aku menghelas napas dan mengangguk pelan. Keadaan ku terlalu lemah untuk menyangkal lagi. Sulli membaringkan tubuhku pelan dan menyelimutiku.

“Tidurlah onnie, beristirahatlah. Jika kau butuh apa-apa panggil saja aku.”

Aku mengangguk pelan, memejamkan mataku.

“Beristirahatlah Amber, aku mencintaimu.”

 

TBC

 

 

8 thoughts on “Our Fate (Chapter 6)

  1. Krisssssssssssssssssssssssss jahat banget kasihan My Lay dipukuli hiks hiks

    Amber smoga cepet sembuh,, Kris harus jaga Amber
    Lanjoooooooooooooot
    >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s