Our Fate (Chapter 5)

request-cover-our-fate-jungli

TITLE : Our Fate | Chapter 5 || AUTHOR : Jungli || MAIN CAST : Amber Liu Josephine . Kris(EXO) Choi Sulli , Lay (EXO) || OTHER CAST:  Search by yourself J || GENRE: Romance , Sad|| RATING: T

 

Fashback End

Sulli POV

Hahh, “lingkungan baru, tempat baru, teman baru, guru baru”. Aku benci jika harus pindah dari sekolah lamaku. Aku rindu Jiyoung sahabatku. Tapi mau bagaimana lagi, aku sudah berjanji pada onnie bahwa aku akan menjaganya. Sepertinya kami akan menetap lama di Seoul.

Kulangkahkan kaki ku memasuki sekolah baruku “Seoul Art School”, sekolah yang cukup terkenal di Seoul karena fasilitasnya yang memadai. Tidak sembarang murid bisa diterima di sekolah ini, hanya orang yang berbakat, pintar, dan berprestasi yang dapat diterima disini. Dan aku? Aku menerima beasiswa yang mereka tawarkan jauh sebelum aku mendaftar di sekolah ini. Karena tidak ada pilihan lain dan juga tidak ingin merepotkan amber onnie, aku menerima untuk bersekolah disini. Lagipula aku juga harus berhemat untuk biaya pengobatan onnie, warisan peninggalan kedua orangtuaku saja sudah mulai menipis.

Baru beberapa langkah aku berjalan, seseorang menabrakku dari belakang, dan terjatuh tepat di depanku. “Bodoh”ucapku sambil berjalan mendekatinya, berniat membantunya.

Author POV

“Kau tidak apa-apa?”tanya Sulli, mengulurkan tangannya tepat di depan wajah laki-laki itu. Lay meraihnya dan berdiri,

“Aku tidak apa-apa. Terimakasih”. Sulli tersenyum memperhatikan lelaki di hadapannya yang sedang membersihkan bajunya yang koot karena jatuh tadi.

“ Kau baik-baik saja? Sikumu berdarah, biar ku obati.”ucap Sulli mengajak Lay duduk di salah satu bangku yang terletak di tepi lapangan. Sulli membuka tasnya mengeluarkan air putih, tissu, beserta plester untuk menutupi luka Lay. Lay hanya memandang Sulli kagum, baru pertama kali ia diperlakukan oleh wanita seperti ini, tersenyum memandang wajah Sulli yang membuat detak jantungnya berdetak cepat.

‘Apakah ini yang dimaksud jatuh cinta pada pandangan pertama?’

***

“Kenapa kau begitu terburu-buru?”tanya Sulli, menempelkan plester di siku lay dan tersenyum,

”Selesai~”

“Aku ada piket pagi ini dan aku harus.. ASTAGA! Aku sudah terlambat! Pasti aku dimarahi habis-habis oleh ketua piket! Aku pergi dulu, terimakasih sudah membantuku”. Lay berlari meninggalkan sulli yang belum sempat menjawabnya sama sekali. Lay membalikkan badannya dan melambaikan tangannya ke arah Sulli.

“SIAPA NAMAMU? NAMAKU LAY!”

“CHOI SULLI!”

“CHOI SULLI? SULLI-YA, GO MA WO”

Sulli melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Lay yang sudah tidak terlihat lagi sosoknya, mengambil tasnya dan berjalan mencari Ruang Kepala Sekolah.

 

Amber POV

Hahh, bosan jika terus berada di apartemen. Sulli pergi ke sekolah dan disinilah aku, duduk di taman yang jaraknya tidak jauh dari apartemen yang aku dan sulli tempati. Duduk tenang menikmati angin yang berhembus pelan membelai rambutku. Aku merasa lelah dengan penyakit ini. Lelah jika terus berada di ruangan yang berbau obat-obatan, aku menghela napas, andai Kris ada disini, seberapa lama aku masih bisa bertahan? Aku hanya ingin hidup bahagia bersama orang yang kusayangi, apakah itu salah?

‘Aku merindukanmu Kris. Maafkan aku tidak menepati janjiku’

 

Kris POV

LELAH. Ya, itulah keadaanku saat ini. Mengerjakan bertumpuk-tumpuk tugas kuliah yang tak ada habisnya. Kubuka jendela kamarku dan menghirup udara pagi yang segar. Aku mengarahkan mataku ke arah taman yang tak jauh dari apartemenku.

Mungkin aku harus berjalan-jalan sedikit untuk menghilangkan rasa lelahku. Kuregangkan otot-ototku, mengambil jaketku dan mulai berjalan menuju ke taman.

 

Author POV

Kris berjalan dan duduk di bangku yang terletak di taman. Menutup matanya menikmati angin yang menyelimuti dirinya. Matanya terbuka perlahan dan membulat ketika melihat seorang gadis yang duduk di bangku tepat di hadapannya. Air mata menggenang di pelupuk matanya. Sosok yang selalu ingin dilihatnya muncul di depannya. Kris berdiri, ingin menggapainya kembali. Langkahnya terhenti mengingat semua perbuatan gadis itu padanya. Apakah ia harus melepasnya?

Gadis itu ikut berdiri, tersenyum ketika merasakan angin yang menerbangkan rok selutut yang ia pakai, merapikan rambut panjangnya yang tergerai bebas tertiup angin.

‘Amber?’ batin Kris, memegang dadanya yang terasa sesak. Amber mulai berjalan meninggalkan taman, melangkahkan kakinya sembari menendang pelan batu yang ia temukan. Kris sangat ingin memeluknya saat ini juga, Kris berlari mengejar amber.

 

Amber POV

Langkahku terhenti ketika seseorang memelukku dari belakang.

“Hey~”.

Orang yang memelukku hanya diam, beberapa detik kemudian terdengar isakan kecil.

“Kenapa kau meninggalkan ku dan kembali lagi? Kau tau, aku merindukanmu. Mana janjimu? Aku bisa gila karena terus memikirkanmu. Jelaskan padaku Amber-a, kenapa kau tiba-tiba menghilang? Apakah aku melakukan kesalahan?”

Amber diam, sesaat kemudian matanya ikut basah oleh airmata.

“Kenapa kau masih membutuhkan penjelasan dariku? Aku tidak pantas untukmu Kris.”

Kris mempererat pelukannya, takut kehilangan gadis itu lagi.

“Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu? Siapa yang mengatakannya? Siapa yang berani mengatakan seorang Amber tidak pantas untukku? Apakah kau tidak mencintaiku lagi?”

Amber menahan tangisannya, menutup mulutnya mencegah suara isakkan keluar dari mulutnya.

“Kau hanya perlu menjelaskannya padaku”, Kris melepas pelukkannya, membelai rambut amber lembut. Menunggu jawaban.

“Apakah kau masih membutuhkan penjelasan? Aku tidak mencintaimu! Tidak sadarkah dirimu Wu Yi Fan? Kau membuatku muak, muak dengan sikapmu yang menyebalkan”

Amber berlari meninggalkan Kris, menutup hidungnya yang sedari tadi sedari tadi mengeluarkan tetesan darah. Menghapus airmatanya yang tidak bisa berhenti mengalir. Langkah Amber melambat, jatuh terduduk di teras apartemennya.

“Aku tidak ingin kelihatan lemah, maafkan aku Kris, maafkan aku, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Ini yang terbaik Kris, untukku dan untukmu. Amber menghapus airmatanya dengan tangan yang berlumuran darah, menghapus kasar hidungnya yang masih mimisan.

“Kenapa ini semua begitu menyebalkan!”

Pandangannya sedikit demi sedikit mulai kabur, amber menghapus airmatanya lagi, lelah. Lelah dengan kondisi tubuhnya yang seperti ini. Amber menarik napas dalam, merasa tidak sanggup lagi, amber menutup pelan matanya dan tidak sadarkan diri.

****

Kris menangis mendengar perkataan Amber. Sakit, itu yang ia rasakan saat ini. Hatinya terpukul dengan perkataan amber yang tidak mencintainya lagi. Kris mengacak rambutnya kesal, airmata tidak bisa berhenti mengalir dari airmatanya.

“Aku selalu menunggumu, berharap suatu saat nanti kau pulang dengan senyumanmu itu dan berkata bahwa kau masih mencintaiku dan menjelaskan semua alasanmu yang pergi meninggalkanku.”

Kris menghela napas berat, berjalan pulang menuju ke apartemennya.

 

Sulli POV

Aku melangkahkan kaki ku mengikuti guru yang akan menjadi wali kelasku. Aku mengecek penampilanku, merapikan rambutku dan tersenyum ramah memasuki kelas baruku.

“Perhatian semuanya! Kita kedatangan murid baru.”

“Annyeonghasseyo, jo neun Choi Sulli ibnida. Aku pindahan dari Jepang, mohon bantuannya”

“Choi Sulli?!”teriak seorang laki-laki yang baru saja tiba di depan kelas, aku tersenyum padanya.

“Lay~”

 

Lay POV

“Aku tidak menyangka kita sekelas, bahkan tadi aku tidak tau bahwa kau murid baru di sekolahku. Sepertinya kita berjodoh, HAHAHAHA”ucapku sambil menyodorkan sekaleng minuman bersoda pada Sulli yang sedang duduk di kursi tua yang diletakkan di atap sekolah kami.

“Dan aku pikir kau adalah adik kelasku, sikapmu tidak memperlihatkan bahwa kau anak kelas 3”ucapnya sambil tersenyum padaku, senyuman yang selalu membuat jantungku berdetak cepat. Aku tersenyum menatapnya, mengacak pelan rambutnya.

“Jangan mengacak rambutku! Aku murid baru disini, bersikaplah yang baik padaku”gerutunya sambil mempoutkan bibirnya. Aigoo! Apakah dia tidak menyadari bahwa sikapnya juga seperti anak kecil? Aku terkekeh pelan melihat Sulli yang merapikan rambutnya.

“Kau percaya adanya cinta pada pandangan pertama?”tanyaku padanya.

Sulli berhenti merapikan rambutnya, menatapku heran. Sedetik kemudian dia tersenyum menatap langit, berpikir.

“Karena aku belum pernah merasakannya, mungkin tidak. Aku tidak pernah percaya ada orang yang dengan mudahnya jatuh cinta pada seseorang dalam sekali pertemuan. Menurutku itu hal yang aneh. Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Apakah kau pernah merasakannya?”

“Entahlah~ Mungkin iya mungkin tidak. Tetapi jika aku merasakannya, aku tidak akan pernah melepaskannya.”ucapku sambil menggenggam tanganku, sulli terkekeh melihat tingkahku.

“Pfff, bagaimana jika gadis itu sudah bersuami ataupun sudah memiliki kekasih? Kau akan tetap mengejarnya?”tanyanya sambil memandangku lucu.

“Apakah kau pikir aku segila itu? Tentu saja tidak!”

“Jadi?”

“Jika gadis itu jodohku, kuharap tuhan akan mendekatkannya denganku. Jika tidak aku akan menyerah.”

“Jadi kau sedang mengalami ‘cinta pada pandangan pertama’ sekarang?”tanyanya, mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Aku hanya tersenyum menanggapinya, meraih tangannya, mengajaknya kembali ke kelas.

 

Author POV

“Sulli-ya, ingin pulang bersama?”tanya Lay pada sulli yang sedang merapikan buku-bukunya. Sulli hanya mengangguk ke arah Lay dan tersenyum.

“Apakah rumah kita searah?”

“Aku tinggal di daerah gangnam, bagaimana denganmu?”jawab Lay.

“Aku juga! Astaga! Berarti kita bisa pulang pergi ke sekolah bersama setiap hari.”ucap Sulli sambil merangkul tasnya senang. Lay hanya terkekeh dan mengangguk.

“Kajja!”

 

Sulli POV

“Kau tinggal dengan orangtuamu?”tanya Lay padaku. Aku menggeleng pelan dan menghela napas berat.

“Aniyo, aku tinggal dengan onnieku. Orangtuaku sudah lama meninggal.”

Lay menepuk pelan bahuku, meremasnya pelan.

“Maaf Sulli-ya.”

“Tidak apa-apa Lay”Aku tersenyum miris. Apakah amber onnie baik-baik saja di rumah? Aku sangat mengkhawatirkannya.

 

Author POV

Lay menggaruk tengkuknya, merasa canggung. Sesaat kemudian matanya terarah pada Kris yang sedang berjalan tidak jauh darinya dan sulli.

“Kris Hyung!”teriak Lay. Sulli membulatkan matanya begitu mendengar nama tersebut.

‘Kris?’ucapnya pelan.

 

TBC

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Our Fate (Chapter 5)

  1. hah perasaan aku aja atau nih fic emang lebih banyakin kisah sulli ama lay yah. padahal inikan ficnya krisber. tp ya sudahlah kan author yg punya cerita
    sebenernya pingin minta lebih fokusin ke krisber nya sih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s