[Special Post for Luna’s Birthday] Relationship

relationship

Judul: Relationship

Author: BabyHyunnie

Main Cast: Park Sunyoung & Park Chanyeol

Minor Cast: Do Kyungsoo, Kim Yesung & Choi Sulli

Genre: Angst, Family, Friendship, Romance

Rating: PG-13

Word : 1,876 Word

Summary: Park Sunyoung mempunyai sudara kembar bernama Chanyeol, ia sangat dekat dengan Chanyeol hingga akhir hayatnya dimana ia mengalami kecelakaan beruntun.

Disc : ALL CASTS ARE NOT MINE, I JUST THE OWNER OF THIS STORY

Author’s Note: nggak tahu inspirasinya darimana tiba-tiba aja muncul ketika lihat makanan -_- wookie, mungkin ini gak bakal nguras air mata namun ini cuma menguras baju kalian /abaikan/ HAPPY READING & TYPO BETEBARAN (MAKASIH BUAT ADMINDEUL BUAT PUBLISH NIH FF /shout) maaf tittle, summary sama isinya beda abisssss… habiss ngerjai nih ff sekitar jam 12 malem…

.

STORY BEGIN

.

“Sunyoung….”

Suara itu mengalun dengan indah di telinga wanita berambut coklat yang di kuncir menggulung –meskipun begitu masih ada rambut yang keluar-keluar dari gulungan tersebut-, matanya yang sedari tadi terpejam tiba-tiba terbuka, ia sedikit terkejut namun bibirnya mengulum senyuman cerahnya, tangannya bergerak menuju lehernya yang di rankul oleh oppanya tersebut, perlahan tapi pasti pasti kepalanya dijatuhkannya ke tangan oppanya, dan tangannya mengelus pelan tangan namja itu Park Chanyeol, namja itu bahkan tersenyum melihat Sunyoung begitu bahagia bisa menyenderkan kepalanya di tangannya, tangan lelaki iti kini mengelus pelan bahu Luna

“ada apa oppa kesini? Tidak biasanya” suara itu mengalun indah dari mulut Park Sunyoung yang berupa bisikan pelan, Chanyeol dengan segera bangkit dari posisinya dari memeluk Sunyoung dari belakang menuju tepat di depan Luna yang sedang duduk di kursi rodanya,..

“tidak apa-apa? Apakah aku menganggumu? Apakah aku memang tak boleh mejenguk yeodongsaengku sendiri hmm?” ucap Chanyeol yang telah mematahkan hati Sunyoung, betapa Sunyoung membenci kata-kata yang dilontarkan oleh oppanya tersebut, hubungan antara ia dan Chanyeol hanya sebatas oppa dan dongsaeng, apakah Chanyeol tak merasakan apa yang tengah ia rasakan? Apakah memang cinta antara ia dan Chanyeol memang tak pernah satu? Mengapa tuhan begitu tak adil padanya!

“ah, bagaimana dengan kakimu, sudah agak baik kan? Aku mengkhawatirkanmu saat kau kecelakaan dengan namjachingumu itu Kyu… Kyu…” ucap Chanyeol seolah mengingat nama namja yang hampir menghilangkan nyawa yeodongsaengnya

“namanya Kyungsoo, oppa dan ia bukan namjachinguku” jawab Sunyoung dengan cepat seolah lelah dengan perdebatan yang ia lakukan dengan Chanyeol setiap hari, yah, Sunyoung mengalami kecelakaan bersama temannya Kyungsoo gara-gara rem mobil Kyungsoo blong dan membuat kakinya patah, beruntung ia dan Kyungsoo masih hidup dan ia bersyukur ia tak lumpuh seperti apa yang ia pikirkan selama ini, hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan kakinya, Sunyoung menatap Chanyeol yang ada di depannya sedang menghadap kearah luar sana, pemandangan yang hijau menyambut matanya, pemandangan segar yang menenangkan jiwa dari perihnya sakit hati kecil yang menerima kenyataan bahwa ‘ia mencintai oppanya’.

“sekarang aku tahu mengapa kau menyukai tempat ini dan tak mau pindah ruang inap” ucap Chanyeol dengan tegas mengalihkan perhatian Sunyoung saat itu juga.

“tempat ini begitu damai dan tentram, jauh dari kebisingan walaupun jauh untuk mencapainya namun rasa puas akan selalu ada jika kita membuka jendela kamar ini dan menatap luar ruangan ini” lanjut Chanyeol membuat Sunyoung mau tak mau mengulum senyum cerahnya mendengar perkataan oppanya yang diluar karakter oppa yang ia kenal, tawa tak henti-hentinya ia keluarkan, membuat Chanyeol hanya mendengus sebal.

“ahh, kau ini merusak suasana saja, oh iya ada salam dari Sulli, ia berkata ‘Sunyoung unnie semoga kau cepat sembuh’ begitu katanya, haa… dasar walaupun ia sudah dewasa namun ia begitu kekanak-kanakkan, iyakan Sunyoung? Dasar sahabatmu yang satu itu, sudah berani merebut hati oppamu ini, gomawo Sunyoung-ah kau telah memperkenalkannya padaku” ucap Chanyeol membuat Sunyoung membeku, saat ini Sunyoung tak tahan untuk menahan tangisnya, sungguh ia sakit untuk mendengar bahwa oppanya sedang memuji sahabatnya sekaligus tunangannya di depan Sunyoung yang mencintai oppanya tersebut, sungguh ini lebih sakit daripada saat kakinya yang belum terbalut apa-apa saat kecelakaan disentuh oleh seseorang.

 

****

 

TIK TOK

TIK TOK

TIK TOK

Jam dinding berdenting dengan pelan, tak mempedulikan keadaan Sunyoung yang kosong, matanya menatap kedepan, malam itu begitu gelap, cahaya remang-remang berasal dari cahaya bulan tak mampu menyinari ruang inap Sunyoung yang begitu kosong walaupun ada Chanyeol yang menemaninya, jam diniding yang menunjukkan pukul dua pagi tersebut membuat Chanyeol masih terlelap dalam mimpinya, MIRIS, Sunyoung hanya bisa menatap oppanya hanya dalam keadaan ia tengah tetidur dengan pulas, tangan Sunyoung tergerak menuju rambut coklat Chanyeol, mengelusnya dengan pelan dan mendekatkan wajahnya ke arah puncak kepala Chanyeol, dihirupnya pelan aroma rambut Chanyeol yang mungkin tercampur dengan Gatzby yang selalu ia pakai, ia cium pelan kening Chanyeol sambil memejamkan mata meresapi setiap detik kenikmatan ketika ia mencium kening oppanya tersebut

“… nyam… nyam… Sulli-ah berhenti mencium keningku chagi, aku lebih suka kau memberiku kisseu… nyam… nyam…”  igau Chanyeol, memberhentikan kegiatan Sunyoung mencium Chanyeol lebih lama lagi, Sunyoung tiba-tiba menjauhkan mukanya dari muka Chanyeol, bulir air matanya berlomba untuk keluar sekuat tenaga ia membekap mulutnya yang sudah penuh dengan isak tangisnya, dengan perlahan ia turun dari ranjang tidurnya

BRAK

Ia terjatuh, Sunyoung terjatuh yang membuat mau tidak mau isak tangis yang ia tahan keluar begitu saja, Chanyeol yang terbangun langsung terkejut menemukan yeodongsaengnya terjatuh di bawah, di lantak keramik yang dingin, dengan gagah Chanyeol menggendong Sunyoung ala bridal style  membawanya ke ranjang tidurnya kembali, namun Sunyoung masih tidak bisa  memberhentikan tangisannya, isak tangisnya begitu kuat untuk malam pukul setengah tiga pagi, Chanyeol membawa Sunyoung menuju pelukkannya yang biasanya Sunyoung akan menenangkan Sunyoung, dengan sekuat tenaga yang Sunyoung bisa, ia memukul dada Chanyeol, Chanyeol yang merasakan Sunyoung memukulnya hanya bisa pasrah, setelah Sunyoung tenang, Chanyeol segera menjauhkan badannya yang basah akibat air mata Sunyoung dan langsung menatap Sunyoung

“JIKA KAU INGIN SESUATU, KAU BISA MEMBANGUNKANKU, JANGAN MEMBUATKU KHAWATIR SEPERTI INI” teriak Chanyeol marah dengan yeodongsaengnya, suara derap langkah mengantarkan kaki itu menuju ruang inap Sunyoung, terlihat Kim Yesung uisa terlihat gusar menatap pasiennya, Park Sunyoung, Chanyeol yang melihat Yesung uisa langsung meminta maaf dan langsung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, terlihat Yesung uisa langsung memeriksa keadaan Sunyoung langsung, helaan nafas tercekat di dalam diri Chanyeol, ia mengumpat dirinya sendiri mengapa ia bisa lalai menjaga yeodongsaengnya sampai menangis sesegukkan begitu, tanpa ia ketahui alasan Sunyoung sendiri sakit hati akan perkataan Chanyeol yang terus tergiang di kepalanya

 “… nyam… nyam… Sulli-ah berhenti mencium keningku chagi, aku lebih suka kau memberiku kisseu… nyam… nyam…”

 

****

 

Hari ke duapuluh delapan ia menetap di rumah sakit ini, sedikit perkembangan terjadi di kakinya, ia bisa berjalan meski di bantu oleh oppanya, siapa lagi jika bukan Sunyoung, ia menatap sedih ke depan sekarang Sulli, sang sahabat ada di depannya… bermesraan dengan Chanyeol tanpa mempedulikan hati Sunyoung yang sakit

“Sunyoung unnie, ini Milk shakemu sebelum es yang ada di dalam cupmu mencair” ujarnya mengingatkan Sunyoung kebali ke keadaan semula –dunia nyata-, Sunyoung yang hanya celengak-celinguk menatap chingunya itu dengan pandangan bingung…

Unnie” satu kata itu sukses menumpahkan seluruh Milk Shake yang sengaja dibeli Sulli karena ia tahu Sunyoung sangat menyukainya, tumpah di muka Sulli, tepat pada saat itu Chanyeol datang dan menata terkejut apa yang Sunyoung lakukan terhadap Sulli

“Sunyoung, ada apa denganmu?” ucap marah Chanyeol yang meledak-ledak, Sulli yang diam tak begerak pun shock ada apa dengan sahabatnya itu?

Mianhae oppa, aku tak sengaja tadi, sungguh!”

geojimal!

“sungguh, oppa percayakan padaku?” ucap Sunyoung seolah menahan tangisnya yang sebentar lagi meledak…

“lalu mengapa kau membasahi wajah Sulli” ucap Chanyeol mulai melunak

“aku… aku… aku tadi melamun oppa” ucapnya hingga membuat Chanyeol mengulum senyum dan memeluk yeodongsaengnya

he’ehm” suara deheman itu keluar dari mulut Sulli, mungkin sedikit cemburu, Chanyeolpun memeluk Sulli sebentar

“Sulli-ah Mianhae…

Ne, Gwechanayo Unnie, aku yang salah soalnya aku jelas-jelas tahu kalau Unnie tak bisa di kejutkan dan langsung menumpahkan segala sesuatu jika unnie memgang benda, eh! Malahan aku mengagetkan Unnie” ucap Sulli panjang lebar, sembari menunjukkan senyumnya, senyum di wajah Sunyoung memudar ketika senyum Sulli di tunjukkan kepada Chanyeol, ia merasa jealous pada Sulli.

 

****

 

YAY! Chukkae Sunyoung, Saengil Chukkae Hamnida….” kata itu di lontarkan oleh oppanya, Park Chanyeol, ia sebagai orang yang pertama kali mengucapkan itu, ia pernah berkata pada Sulli, yang harus pertama kali mengucapkannya ulang tahun saat ia berulang tahun kedua puluh satu yaitu kekasihnya, namun ternyata oppa tercintanya yang mengucapkannya dalam benak Sunyoung ia ingin menjadi kekasih hatinya Chanyeol, namun mimpi itu ia buang, ia menatap lekat pada oppanya yang sedang menyanyikan lagu Happy Birthday padanya

“nah, sekarang Park Sunyoung harus meniup lilinnya sebelumnya kau harus memajatkan permohonan di usia mu yang kedua puluh satu ini” ucap sang oppa, Sunyoung mentap miris kue tart yang ada didepan, ia pejamkan matanya dengan perlahan dan kemudian menangkupkan tangannya, ia memohon sesuatu saat memejamkan mata, kemudian ia membuka mata dan meniup seluruh lilin yang ada di hadapannya

“apa yang kau pinta?” tanya Chanyeol penasaran karena Sunyoung begitu lama memanjatkan permohonannya

“kebahagian atas sebuah hubungan” ucap Sunyoung dengan termangu, Chanyeol hanya mengangguk-anggukkan tanpa mengerti apa maksud di balik itu semua

ah, iya, Sunyoung-ah minggu depan aku akan menikah dan kau akan merias Sulli, dan kau harus tampil cantik saat itu, semula aku ingin dua bulan kedepan namun kupikir-pikir sebaiknya aku mempercepatnya karena kakimu sudah sembuh jadi tak apa-apakan?” petir itu menyambar hati Sunyoung, hati nuraninya mencelos mendengar kata-kata oppanya, mengapa seperti ini? Ingin Sunyoung menampar wajah Chanyeol dan pergi jauh dari hadapan lelaki itu namun apa daya, hanya ketegaran hati yang membuat ia kuat namun itu semua runtuh…

“ARGH….”

Rasa sakit di sekitar perutnya tiba-tiba terasa, entah apa yang terjadi Chanyeol yang semula menganggap ini lelucon tiba-tiba menjadi panik menemukan Sunyoung sudah terbujur kaku di ranjang tidurnya, dengan segera ia menekan tombol nurse call yang ada di ruang inap Sunyoung, Yesung uisa tiba tepat waktu, dan dengan segera ia memeriksa Sunyoung dengan berhati-hati, ia letakkan tangannya di pergelangan tang Sunyoung, dengan langkah setapak Yesung uisa menepuk bahu  Chanyeol seakan mengatakan ‘yang tabah nak’ Chanyeol yang mengerti segera menutup mulutnya, menggelengkan kepalnya pelan dan memegang bahu Yesung uisa

“katakan uisa, ini semua bohongkan?” marah Chanyeol

“maaf, Sunyoung-ssi mengalami perpecahan pembuluh darahnya yang mengakibatkan kematian seperti bom waktu yang entah kapan meledaknya, maafkan kami, kami sudah semaksimal mungkin menolongnya, namun… mungkin kehendak tuhan berkata lain” ucap Yesung uisa meninggalkan Chanyeol dalam keterpurukkannya

 

****

 

Seusai pemakaman Sunyoung, kini tinggallah Sulli & Chanyeol, Sulli yang sedari tadi menangis kencang sementara Chanyeol menangis dalam hati

Mobil yang membawa Chanyeol kembali ke rumah mereka dulu, rumah yang sudah lama ia tinggali karena ia memilih tinggal di apartemennya, ia memasuki tubuhnya ke dalam kamarnya, kamar yeodongsaengnya, ia tatap foto-foto usang yang berderet di sekitar diniding biru muda tersebut, ia tersenyum kecil, perubahan mereka dari kecil hingga sebesar ini, dengan iseng, Chanyeol melepaskan foto-foto mereka dari framenya, iapun melihat-lihat namun ia tak sengaja menemukan tulisan, lalu ia perhatikan pada foto yang yang lain, terdapat kalimat-kalimat juga, iapun mulai membacanya

‘ini aku dan Chanyeol oppa, aku harap aku dan dia bersama selamanya’

‘dasar PARK CHANYEOL jelek, ia sengaja jauh dariku’

‘kembaran yang tak sopan, itulah Park Chanyeol’

‘he’s my Channie’

‘Sulli kau terlalu dekat dengan oppaku TToTT’

‘YAY! Aku menang terimakasih oppa’

‘ini aku, Umma, Appa & Oppa’

‘wahhh Ahjussi & Ahjummah buat adik baru, sepertinya Chanyeol oppa tak setuju’

‘dia Chanyeol kembaranku’

‘senyummu selalu menawan’

‘mengapa? Kau pergi, tak tahukah kau bahwa aku kesepian?’

‘mengapa kau masih bisa tertawa bodoh?’

‘saranghae Chanyeol oppa’

Chanyeol tersentak kaget ketika ia membaca kalimat di foto tersebut, ia balik foto tersebut itu fotonya ketika ia sedang latihan basket bersama teman-temannya

‘Saranghae oppa, tahukah kau mengapa aku mempunyai perasaan terlarang ini?’

‘mengapa tak bisa ku tahan air mata ini, saat kau dengan bangganya memamerkan Sulli sebagai kekasihmu?’

‘yeongwonhi saranghae’

Chanyeol mengerti sekarang, mengapa disaat ia membicarakan Sulli, Sunyoung terlihat murung, ketika ia berdekatan dengan Sulli, Sunyoung selalu cemburu dan bahkan Sunyoung selalu menangis jika menyamai Sulli dengan Sunyoung, bulir air mata itu jatuh dari mata Chanyeol, dan ia mengerti sekarang perasaannya kepada Sunyoung, persaan sakit ketika ia sakit, nyaman ketika ada dia, ternyata Chanyeol selama ini ‘terus mencintai Sunyoung, walaupun ia tak mengakuinya’ nasi sudah menjadi bubur, ada hal yang perlu disesali karena hanya kata terlambat namun tak ada lagi kesempatan kedua bagi Chanyeol yang ingin membebaskan perasaan itu, karena Sunyoung telah pergi ke tempat yang lebih indah sekarang.

 

END

4 thoughts on “[Special Post for Luna’s Birthday] Relationship

  1. Pingback: Relationship | Under Co.

  2. Pingback: Relationship | Babyhyunnnie's Home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s