Goodbye Summer [2]

goodbye-summer

By YUFIKEE

Tittle : Goodbye Summer

Cast : Park Sunyoung (Luna f(x)), Do Kyungsoo (D.O EXO-K)

Genre : Romance, school Life

Lenght : Series

Rating : PG 13

Disclaimer :  Inspired from my own experience and F(Amber, Krystal, Luna) Ft D.O EXO-K song Goodbye Summer

Credit art : PRISKILA

Prev : [1]

===

Kyungsoo memandang sekeliling lapangan sekolahnya. Matanya dengan lincah menelusuri setiap sudut yang di tatapnya. Tak hanya matanya yang sibuk bekerja, pikiran namja itu juga terkuras saat ini. Bahkan Kyungsoo sedang melawan pikirannya tersebut.

“Kyungsoo-a, kenapa masih disini? Bukankah tadi bel sudah berbunyi?” sebuah suara berhasil menyadarkan Kyungsoo. Kyungsoo beralih ke arah suara tersebut. Jongin, teman satu kelasnya.

“Oh.. .. Ne Jongin-a”

Kyungsoo berjalan beriringan bersama Jongin memasuki kelasnya. Tanpa sadar mata Kyungsoo menelisik ke dalam kelas Sunyoung saat ia melewati kelas yeoja tersebut. Kosong. Bangku yang di duduki Sunyoung masih kosong. Tak bisa di pungkiri oleh Kyungsoo, bahwa ia cukup mengetahui alamat Sunyoung, tempat duduknya bahkan kesukaannya. Kyungsoo mengetahui hal itu.  Itu semua di dapati Kyungsoo secara tidak langsung saat ia masih satu kelas bersama Sunyoung.

“Apa yang kau lihat?” sebuah pertanyaan singkat dari Jongin membuat Kyungsoo gugup setengah mati. Apa yang kau lakukan Do Kyungsoo?

Jongin memerhatikan arah tatapan Kyungsoo. “Kau mencari Sunyoung, ya?”

Kyungsoo semakin gugup dan salah tingkah. Pertanyaan tanpa ekspresi dari Jongin kali ini memang berhasil membikinnya menjadi aneh. “Ti.. tidak, aku hanya melihat-lihat, apa tidak boleh?” sahut Kyungsoo sedikit sengit. Sebenarnya Kyungsoo berusaha menutupi rasa gugupnya saat ini.

Jongin mengangguk pelan “Lagipula Sunyoung tak hadir hari ini, sepertinya ia masih sakit” Jongin kembali berucap. Jongin tahu Kyungsoo berusaha menutupi keingin tahuannya tentang Sunyoung.

Kyungsoo hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia masih sakit?

Mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju kelas mereka yang tepat berada di samping kelas Sunyoung.

===

Kyungsoo mencoba berkonsentrasi dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh para juri yang ada dihadapannya. Kyungsoo sedang mengikuti seleksi olimpiade nasional di sekolahnya. Walaupun masih seleksi, ia tetap harus menampilkan yang terbaik agar poinnya semakin banyak.

Namun kali ini, Kyungsoo kehilangan konsentrasinya. Bukan karena soal yang di tanya begitu sulit. Kyungsoo bahkan bisa saja dengan mudah menjawab pertanyaan itu tanpa harus berpikir keras.

Berkali-kali Kyungsoo mencoba fokus, namun selalu gagal. Park Sunyoung. Yeoja penganggu itu yang membuat pikirannya kacau balau. Yeoja itu tak hadir hari ini. Entah kenapa Kyungsoo merasa aneh.

Jika saat Sunyoung selalu membawa spanduk saat ia mengikuti olimpiade memang membuat Kyungsoo jengkel dan malu. Tapi, jauh di dalam hatinya ia senang dengan dukungan yang di berikan Sunyoung. Jujur itu sedikit berpengaruh untuknya.

Kali ini Sunyoung tak hadir. Ia tak bisa mendengar teriakan keras Sunyoung yang selalu berucap ‘KYUNGSOO KAU PASTI BISA’ atau ‘AKU MENDOAKAMU DISINI’. Kyungsoo juga tak bisa melihat spanduk yang bertuliskan ‘KYUNGSOO YANG TERBAIK’. Dan entah kenapa hal itu membuat Kyungsoo kurang bersemangat.

‘Sial, walaupun ia tak hadir, ia selalu menggangguku’

Kris yang melihat kyungsoo yang tak fokus dari kursi penonton menatapnya heran “Ada apa dengannya?” gumamnya seorang diri. Tidak mungkin Kyungsoo kalah, namja itu bahkan sudah menghabiskan separuh waktu tidurnya untuk mempersiapkan olimpiade ini. Kris mencoba mencari hal ganjil saat ini. Tiba-tiba ia tersenyum, ia tahu yang kurang saat ini yang membuat Kyungsoo hanya bisa menyabet 4 pertanyaan. Park Sunyoung. Kris yakin ketidakhadiran Sunyoung yang membuat Kyungsoo tak fokus saat ini.

===

Jinri mengajak Sunyoung yang keadaannya cukup membaik kesebuah restoran China. Sebelumnya mereka sempat berencana untuk makan disitu.

Sunyoung dengan langkah semangat memasuki restoran tersebut, Jinri juga tak kalah semangatnya dari Sunyoung.

Setelah memesan dan mengambil tempat duduk yang nyaman Jinri mencoba membuka pembicaraan.

“Kau tahu sesuatu yang besar terjadi tadi di sekolah” Jinri berucap dengan nada yang sukses membuat Sunyoung penasaran.

“Apa yang terjadi? Song saengnim terjatuh saat memarahi siswanya?” tanya Sunyoung antusias

Jinri menggeleng cepat “Bukan, tapi yang lebih besar dan hebat daripada itu”

Sunyoung mengerutkan keningnya. Ia mencoba menerka-nerka berita besar yang akan membuat Jinri seheboh ini. Jang ahjussi menikah? Atau Amber memakai rok saat sekolah? Atau sesuatu yang lain?

“Aku tidak tahu, memangnya apa?” tanya Sunyoung akhirnya menyerah untuk menerka.

Jinri mendekatkan wajahnya ke wajah Sunyoung “Kyungsoo . . . .Tidak. . . berhasil . . . mengikuti . . ,olimpiade. . . Nasional. Dia kalah untuk pertama kalinya”

Sunyoung terbelalak. Ini memang berita besar. Kyungsoo kalah? Hal itu tak pernah terjadi. Selama mereka bersekolah, Kyungsoo selalu berhasil memenangkan semua pertandingan olahraga maupun di bidang akademik. Bahkan Kyungsoo masih menjadi siswa baru ia telah mampu menyaingi, Cho Kyuhyun yang saat itu berstatus Senior mereka yang paling pintar.

Sunyoung menggeleng perlahan “Bagaimana bisa?”

Jinri tersenyum puas “Tentu saja. Aku bahkan menunggu Kyungsoo itu semakin terpuruk”

Sunyoung memukul pelan dahi Jinri “Kau jahat”

Jinri meringis pelan dan mengelus dahinya tadi “Kau tahu apa penyebab Kyungsoo kalah?”

Sunyoung menggeleng “Tentu saja tidak”

Jinri tersenyum singkat “Banyak gosip yang bilang Kyungsoo kalah karena kau tak hadir saat itu?”

Sunyoung menganga. Benarkah? Kyungsoo kalah di akibatkan karena ia tak hadir? Sunyoung berdoa agar gosip itu benar adanya.

“Tidak mungkin!” balas Sunyoung cepat

“Aku juga tidak terlalu yakin, tapi Kris bilang ia selalu melihat posisimu saat olimpiade itu berlangsung dan lagi pula Jongin tadi mengatakan padaku bahwa tadi pagi ia memandangi bangkumu yang kosong” jelas Jinri sambil sesekali menganggukkan kepalanya.

Sunyoung terdiam. Apakah usahanya sebentar lagi akan berhasil?

===

Sunyoung masih memikirkan obrolannya tadi bersama Jinri di restoran China tadi. Ia akui, ia senang mendengar gosip yang beredar tersebut. Tak jarang Sunyoung tersenyum sendiri mendengar setiap kata dari Jinri yang mengatakan bahwa Kyungsoo merindukannya.

Sunyoung membuka sebuah kotak ukiran dan membukanya. Ia mengambil sebuah gelang yang terbuat dari kerang kecil. Gelang tersebut ia buat sendiri saat ia liburan bersama keluarganya ke pulau Jeju. Sunyoung ingin sekali memberikan gelang tersebut kepada Kyungsoo dan berharap Kyungsoo ingin mengenakannya. Sunyoung tersenyum manis. Ia berencana memberikan gelang tersebut besok sebagai permintaan maaf karena tak hadir saat Kyungsoo mengikuti seleksi olimpiade.

“Aku harap kau menerimanya, Kyungsoo-a” Sunyoung tersenyum dan meletakkan kembali gelang tersebut kedalam kotak ukiran tadi.

===

Sunyoung tergesa-gesa memasuki gerbang sekolahnya. Ia terlambat bangun pagi ini. Sepertinya memimpikan Kyungsoo menjadi kekasihnya membuat Sunyoung betah tidur berlama-lama. Gelang yang akan di berikannya pada Kyungsoo tanpa ia ketahui terjatuh saat ia baru menginjak halaman sekolahnya.

Sunyoung mengambil nafas panjang saat ia berhasil masuk kedalam kelasnya sebelum Kim saengnim masuk. Jinri tersenyum melihat kehadiran Sunyoung, ia pun menepuk bangku di sebelah tempat duduknya. Itu bangku Sunyoung sendiri.

“Kau hadir juga” ucap Jinri saat Sunyoung baru saja duduk. Sunyoung membalasnya dengan sebuah senyuman ‘Tentu saja, aku sangat merindukan suasana sekolah”

Jinri mendengus “Cih, itu bukan alasan yang sesungguhnya”

Sunyoung tertawa mendengar ucapan Jinri tersebut. Baru saja ia ingin mengatakan sesuatu kepada Jinri, tapi Kim Saengnim telah hadir dan membuat Sunyoung wajib bersabar agar bisa mengatakan sesuatu itu kepada Jinri.

===

“Kyungsoo-a!” Chanyeol berteriak memanggil Kyungsoo yang sedang berisitirahat disebuah kursi di taman sekolah. Kyungsoo menoleh “Ada apa?”

Chanyeol mengambil alih kursi yang ada di samping Kyungsoo. Ia menyeruput dengan seenaknya minuman Kyungsoo yang membuat Kyungsoo memukul cukup kuat lengan Chanyeol. Chanyeol hanya membalas dengan tawanya yang lebar.

“Ah… rasanya segar sekali sehabis berolahraga dan meminum minumanmu” seru Chanyeol kesenangan. Kyungsoo hanya mampu menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Chanyeol yang terbilang langka ini.

Kyungsoo kembali meyeruput minumannya yang telah diminum Chanyeol setengahnya tadi.

“Sunyoung sudah hadir, Kyungsoo-a” ucap Chanyeol yang membuat Kyungsoo menghentikan kegiatan minumnya. Kyungsoo menatap tajam Chanyeol seolah berkata ‘Aku tak peduli’ tapi di dalam hatinya ia cukup penasaran akan hal itu.

“Apa urusannya denganku?” tanyanya sinis

Chanyeol menoleh ke arah Kyungsoo “Bukankah selama ini  kalian berpacaran?”

Kyungsoo melotot mendengar ucapan tersebut “Siapa bilang? Aku tak akan mau berpacaran dengan yeoja pengganggu dan seberisik Park Sunyoung!” balasnya sengit

Chanyeol menganga. Bukankah selama ini banyak gosip yang beredar bahwa Sunyoung dan Kyungsoo berpacaran? “Benarkah? Jadi selama ini aku salah?” tanya Chanyeol memastikan. Chanyeol wajar saja tak mengetahui hal ini, Chanyeol masih beberapa bulan ini tercatat sebagai siswa di sekolah Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk mantap “Tentu saja”

Chanyeol mengangguk pelan detik berikutnya namja itu tersenyum dan menatap Kyungsoo yang berada di sampingnya “Kalau begitu tidak masalah jika Dongwoon mendekati Sunyoung, kan?”

Kyungsoo terkesiap. Dongwoon? Si anak Taekwondo dari kelas 3-5? Apa dia menyukai Sunyoung?

“Mak. .maksudmu?” tanya Kyungsoo ragu-ragu

“Selama ini banyak yang mengira kau dan Sunyoung berpacaran karena kalian berdua hampir terlihat selalu bersama sehingga membuat Dongwoon tak mau mendekati Sunyoung” jelas Chanyeol.

Kyungsoo berdebar dan ia sedikit gugup “Jadi . . . intinya?”

“Intinya, Son Dongwoon sudah cukup lama ini menyukai Park Sunyoung dan dia ingin Sunyoung juga mengetahui hal itu”

Seketika itu juga Kyungsoo merasa sedikit tidak rela.

===

“Apa yang kau cari?” tanya Jinri saat melihat Sunyoung tengah memporak-porandakan seluruh isi tasnya. Sunyoung membongkar satu per satu barang yang di bawanya.

“Gelang, gelang yang akan aku berikan pada Kyungsoo” jawab Sunyoung tanpa menoleh sedikit pun ke arah Jinri. Wajah Sunyoung terlihat panik. Ia bahkan sudah berkali-kali mengobrak-abrik seluruh isi tas nya.

Jinri mendekat “Apa kau yakin tadi sudah membawanya?” tanya Jinri memastikan Sunyoung

“Aku yakin. Sangat yakin” jawab Sunyoung mantap

Jinri menghela nafas sebentar “Mungkin saja gelang tersebut jatuh di suatu tempat”

Sunyoung terhenti. Ia mencoba mengingat-ingat tempat kemungkinan gelang tersebut terjatuh. Detik berikutnya ia langsung menarik tangan Jinri keluar kelas menuju gerbang sekolah.

Sunyoung dan Jinri sudah hampir mengeluarkan keringat di sekitar dahi mereka. Gelang yang di cari Sunyoung itu ternyata tidak ada.  Sunyoung menghela nafas panjang “Bagaimana ini, Jinri-a?” ucapnya frustasi

Jinri mendekat kepada Sunyoung “Sudahlah, mungkin saja gelang tersebut tak ingin berada di tangan namja angkuh seperti Do Kyungsoo”

Sunyoung menatap tajam Jinri yang menghina Kyungsoo “Kyungsoo tidak seperti itu!” belanya

Jinri mendecak sebal saat Sunyoung memberikan tatapan itu padanya “Baiklah” Jinri mengalah.

Jinri berjalan ke arah Sunyoung dan menarik tangan Sunyoung.

“Hei, kita mau kemana?” tanya Sunyoung

“Kantin. Aku lapar setelah mencarikan gelang untuk si Kyungsoo tersebut” jawab Jinri sedikit ketus. Sunyoung tersenyum mendapati tingkah Jinri ini.

Mereka berjalan ke kantin dengan sedikit obrolan ringan yang di keluarkan oleh Jinri. Baru saja mereka melintasi taman sekolah. Mereka mendengar beberapa namja berbicara. Salah satunya Kyungsoo.

“Dimana kau mendapatkannya?” terdengar suara berat dari seorang Kris.

Sunyoung dan Jinri berhenti. Ini adalah permintaan Sunyoung. Sunyoung tidak bermaksud ingin menguping pembicaraan mereka, hanya saja ia ingin melihat Kyungsoo, karena kemarin ia tak bertemu dengan Kyungsoo.

“Apa? Gelang ini?” tanya Kyungsoo sambil menunjukkan sebuah gelang yang terbuat dari kerang kecil. Bentuknya begitu unik.

Sunyoung terkesiap. Matanya membesar saat Kyungsoo memperlihatkan gelang tersebut. Itu gelangnya. Gelang yang ia buat sendiri untuk Kyungsoo.

Kris mengangguk “Ya, gelang itu”

Kyungsoo menatap penuh binar gelang yang ada di tangannya tersebut sambil tersenyum manis. Sunyoung yang melihat senyuman tersebut merasakan debaran kencang di tubuhnya. Kyungsoo jarang sekali memperlihatkan senyumannya, terutama di depan Sunyoung.

“Aku mendapatkannya di luar gerbang sekolah. Gelang yang unik, bukan?” jelas Kyungsoo senang

Kris mengangguk “Ya, unik sekali. Aku ingin sekali memberikan gelang seperti itu pada Taeyeon noona”

Sunyoung yang mendengar pembicaraan tersebut tersenyum sumringah. Ia menarik Jinri untuk mengikutinya ke arah Kyungsoo dan Kris.

Kyungsoo langsung menghilangkan senyumannya saat ia melihat Sunyoung yang tersenyum manis padanya saat ini. Sementara Jinri menatap jengkel Kyungsoo.

“Kyungsoo-a, kau menyukai gelang tersebut?” tanya Sunyoung masih dengan senyuman manis yang terpasang di wajahnya.

Kyungsoo menautkan kedua alisnya “Apa urusannya denganmu?” tanyanya sengit

Kris menghela nafas melihat tingkah temannya ini jika sudah bertemu dengan Sunyoung. Wajah Kyungsoo akan terlihat sangat menjengkelkan.

“Itu gelang yang aku buat sendiri, gelang tersebut memang ingin ku berikan padamu tapi sepertinya ia terjatuh dan aku tak menyangka bahwa kau sendiri yang menemukannya” jelas Sunyoung

Kyungsoo menatap Sunyoung tajam. Matanya beralih menatap gelang tersebut “Jadi ini gelangmu?”

Sunyoung mengangguk penuh senyum “Ya, itu gelangku yang akan aku berikan padamu, Kyungsoo-a”

Kyungsoo terkekeh sekilas lalu ia menarik tangan Sunyoung dan meletakkan gelang tersebut di tangannya “Aku tak ingin menerimanya”

Sunyoung terkejut. Senyum di wajahnya telah luntur oleh kata-kata Kyungsoo tadi. Jinri dan Kris yang sedari tadi hanya sebagai penonton terkejut dengan tindakan Kyungsoo.

“A . .Apa?” tanya Sunyoung gemetar

Kyungsoo melepaskan tangannya di tangan Sunyoung dan tersenyum sinis kepada Sunyoung “Dengar baik-baik Park Sunyoung, Aku tak akan pernah menggunakan apapun itu darimu, sampai kapanpun”

Sunyoung terbelalak. Begitu juga dengan Kris dan Jinri. Kyungsoo mengucapkan kata-kata kejam untuk Sunyoung. Tanpa sadar mata Sunyoung sudah menahan tangis. Jinri bahkan mengumpat-umpat tak jelas. Sedangkan Kris menatap Kyungsoo tak percaya.

“Waeyo? Kenapa kau tak mau?” tanya Sunyoung berusaha menahan tangisnya yang mungkin saja jatuh. Kyungsoo sedikit terkejut saat melihat mata Sunyoung.

Kyunngsoo membuang muka kepada Sunyoung. Entahlah, ia tak ingin melihat Sunyoung seperti itu “Karena aku… aku tak akan pernah menyukaimu”

Sunyoung akhirnya menangis. Pertahanannya runtuh. Jinri terkejut melihat Sunyoung dan segera memeluk Sunyoung “Sudahlah” Jinri pun memberikan tatapan tajam tersebut untuk Kyungsoo. Namun Kyungsoo tak menghiraukannya

Kris berusaha menahan amarhnya saat ini. Ia ingin sekali menghancurkan wajah Kyungsoo yang terlihat tak berdosa itu.

Jinri membawa Sunyoung untuk meninggalkan Kyungsoo namun Sunyoung menghentikannya

Snyoung mendekat ke arah Kyungsoo sambil menghapus jejask air matanya. Ia menatap tepat di manik mata Kyungsoo

“Do Kyungsoo, aku mohon dengarkan aku kali ini. Aku menyukaimu sudah lama, kau adalah cinta pertamaku aku begitu menyukaimu saat baru pertama kali melihatmu. Aku tahu kau tak pernah baik saat aku ada di dekatmu, banyak yang menyuruhku menyerah untuk mendapatkanmu tapi aku tak mau. Aku yakin suatu saat kau baik padaku, aku bertekad aku akan menyerah saat di hari kelulusan akan menyatakan perasaanku ini padamu jika aku kembali di tolak olehmu,…” Sunyoung menggantungkan ucapannya

Kyungsoo terdiam

“….Tapi, kali ini aku benar-benar menyerah. Mulai saat ini aku menyerah untuk mendapatkanmu Do Kyungsoo, selamat tinggal” Sunyoung pergi yang di ikuti Jinri di belakangnya.

Kyungsoo terdiam. Jangan. ‘ Jangan menyerah untuk mendapatkanku Park Sunyoung’.

TBC

Huwaa gimana lanjutannya? Jelek ya chingudeul?? Mian jika memang tak memuaskan. Aku udah berusaha sekuat mungkin agar FF ini gak aneh. Oiya, bagi yang belum tahu profil lengkap tentang aku cukup kunjungi Yufikee. Aku ngak mau di panggil thor, author chingu bisa panggil Yufi. Aku 96line, kalo ada yang lebih muda panggil kakak atau eon atau noona, kalau yang lebih tua bisa panggil Saeng atau Yufi juga boleh gomawo~

20 thoughts on “Goodbye Summer [2]

  1. itu kyungsoo nya makin lama makin pengen ditabok aja!!! rese banget jadi cowok ….
    itu pokoknya kyungsoo harus tanggung jawab udah bikin nangis anak orang … eh, btw dilanjutin ya ff nya😀

  2. aku panggil yufi ya? soal.a aku 95line..hehe..
    ngakak pas bgian amber pke rok.. xD
    ih kyungsoo makin lama makin nyebelin..
    tuh kan bikin sunyeong nyerah..
    ah… g sbar nunggu lanjutan.a…
    keep writing…

  3. Pingback: Goodbye Summer [3] | F(X) FANFICTION INDONESIA

  4. Aaaaa ff dua bias
    Ada kris dan sulli juga yg notabene bias kedua di masing2 grup
    Klo goodbye summer lagunya sad ending gtu
    Smoga ff ini gak terlalu sad :‘)
    Mau bac prt selanjutnya dlu ^^

  5. Pingback: Goodbye Summer [4] END | F(X) FANFICTION INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s