[Special Post for Luna’s Birthday] My Sweet Guardian

My Sweet Bodyguard

Judul :

My Sweet Bodyguard

Author :

J Lu

Cast :

–          Park Sunyong f(x) as Luna ( Prime Minister’s Daughter )

–          Kim Joon Myeon EXO as Suho ( Bodyguard )

–          Wu Yi Fan EXO as Kris ( Bodyguard Leader )

–          Kim Jongin EXO as Kai ( Bodyguard )

–          Do Kyungsoo EXO as D.O ( Bodyguard )

–          Xi Luhan EXO as Luhan ( Bodyguard )

–          Oh Sehun EXO as Sehun ( Bodyguard )

–          Song Qian f(x) as Victoria ( Woman Bodyguard )

–          Park Jungsoo SJ as Leeteuk ( Prime Minister )

–          Etc.

Length :

Oneshot

Genre :

Romance, AU

Rating :

T

Author Note :

Fanfic gak jelas, pairing asal, beberapa typo, dll

Luna side all

 

 

“Lunie, aku tahu aku hanya bodyguard mu, t-tapi bukan berarti a-aku tak memiliki perasaan padamu. S-saranghae, Lunie..”

~oOo~

 

Anyeonghaseo! Namaku Luna Park. Aku adalah seorang putri tunggal dari seorang perdana mentri yang hebat. Namanya Leeteuk Park. Bukannya aku sombong ya, tapi aku hanya bangga saja punya seorang appa yang hebat dan ia sangat sayang dengan keluarganya, dan semua orang.

“Selamat pagi, Appa….”, ujarku pada appaku di ruang makan. Eommaku sudah meninggal ketika aku berumur 4 tahun, ketika eommaku melahirkan adikku. Dan adikku juga ikut bersama eomma.

“Pagi, Lunie…”, jawab appaku.

“Ayo cepat sarapan.”, ujar appa. Aku lalu segera duduk dan makan sambil berbincang dengan appa.

“Ya sudah. Ayo berangkat..”, ujar appa ketika kami selesai makan. Aku lalu segera masuk ke mobil. Aku bersekolah di Seoul International High School.

 

Sesampainya di sekolah, aku segera menuju ke kelasku. Aku segera duduk dan membuka bukuku. Aku mengecek apa semua PR sudah ku kerjakan atau belum. Umm, tinggal PR Bahasa Inggris no 5 yang belum. Umm, mungkin Krystal tau jawabannya.

“Krystal – ah…”, panggilku pada Krystal.

Waeyo, Lunie?”, Tanya Krystal balik padaku.

“Kau tahu jawaban soal no 5 Bahasa Inggris?”, tanyaku pada Krystal.

“Kau tidak tahu? Kan jawabannya ‘Aku tak bisa menemukannya, karena aku terlalu sibuk dan lelah mengurusi namjachingumu yang selalu mengikutiku kemanapun’ hanya tinggal kau bahasa Inggriskan. Itu ada di buku halaman 512.”, jawab Krystal.

“Umm, apa ‘I can’t find it, because I’m too busy and tired to take care of your boyfriend that always followed me everywhere’ seperti itu?”, tanyaku lagi.

‘I can’t find it, because I was too busy and tired of taking care of your boyfriend who always follows me everywhere’ seperti itu, Lunie..”, ujar Krystal padaku.

“Oh, begitu. Gomawo..”, ujarku pada Krystal. Aku lalu segera menulis apa yang Krystal katakan tadi. 5 menit kemudian, bel masuk berbunyi.

Pelajaran pertama diisi oleh Han Seonsaengnim. Kulihat Han Sonsaengnim datang dengan seorang namja. Sepertinya ia murid baru.

“Anak – anak, perkenalkan ini murid baru di kelas kita. Namanya Suho Kim.”, ujar Han Seonsaengnim memperkenalkan murid baru itu.

“Suho imnida..”, ujar namja itu memperkenalkan dirinya.

“Kau bisa duduk di bangku belakang nona Luna Park, di sana…”, ujar Han seonsangnim sambil menunjuk ke bangku di belakangku. Ia lalu segera menuju tempat duduknya.

“Baiklah kita mulai pelajarannya….”, kata Han Seonsaengnim memulai pelajaran.

 

~oOo~

Kring….!

Bel pulang berbunyi. Aku segera menuju ke gerbang, menunggu jemputanku datang.

Oh, Kang ahjussi menelpon. Dia adalah sopirku.

Anyeong, Kang ahjussi ?”, ujarku setelah mengangkat telepon.

Oh, agassi. Sepertinya saya akan terlambat menjemput agassi, di dekat Sungai Han sedang ada festival. Saya sekarang masih terjebak macet, agassi…”, ujar Kang ahjussi.

“Oh, gwenchana. Aku akan menunggu, ahjussi jangan khawatir.”, jawabku.

Ne, agassi. Saya tutup telponnya.”, jawan Kang ahjussi.

Setelah memutus telepon dari Kang ahjussi, tiba – tiba saja ada sebuah mobil lewat dan orang di dalamnya melemparkan dengan sekotak telur ke arahku. Aku reflek segera memejamkan mataku. Aku merasa ada yang memelukku. Betapa terkejutnya aku ketika kubuka mataku.

“Hah?! Suho – ssi, gwenchana?!”, tanyaku panik, setelah tahu bahwa Suho melindungiku.

“Umm, gwenchana..”, jawabnya.

“Kau menunggu jemputanmu?”, tanya Suho sambil melepas jaketnya yang terkena pecahan telur.

Ne. Tapi mungkin sedikit telat karena di dekat Sungai Han macet.”, jawabku.

“Bagaimana kalau biar aku cuci saja jaketmu? Sebagai balas jasa kau sudah, err..melindungiku..”, ujarku malu – malu.

Aniyo, nan gwenchana.”, jawabnya menolak permintaanku.

Ada pesan masuk dari Kang ahjussi

.

 

From : Kang ahjussi

Masih terjebak disini agassi, agassi sebaiknya pulang dengan teman agassi saja, tapi hati – hati.

 

To : Kang ahjussi

            Ne, ahjussi…

 

“Umm, dia masih terjebak macet.”, ujarku pada Suho.

“Bagaimana kalau saya mengantar anda, agassi?”, Tanya Suho padaku.

Yaa, jangan memanggilku seperti itu..”, protesku.

“Kau mau tidak? Atau kau ingin di sini sendirian ?”, ujar Suho.

“Aku ikut denganmu saja..”, jawabku. Aku lalu segera menuju ke tempat parkir. Wow, mobil Suho sangatlah mewah. Sebuah mobil sport keluaran terbaru berwarna biru.

“Hei, kau kenapa? Kenapa bengong seperti itu?”, tanya Suho ketika melihatku yang terbengong melihat mobilnya.

“Umm, tidak. Ayo!”, ujarku lalu masuk ke mobilnya.

“Rumahmu dimana?”, tanya Suho.

“Kau tahu rumah besar di sebelah apartemen Seoul High ? Itu rumahku..”, jawabku.

“Oh, rumah itu. Baiklah.”, jawab Suho. Ia lalu meluncur menuju rumahku.

Selama perjalanan, kami diikuti oleh 4 orang misterius yang mengendarai motor besar.

“Mereka siapa? Dari tadi mengikuti kita terus..”, ujarku pada Suho. Ia nampak nyantai saja.

“Kencangkan sabuk pengamanmu..”, ujarnya lalu menambah kecepatan. Kulihat jarak kami dengan orang – orang tadi sudah semakin jauh. Setelah sekitar 30 menit-an, kami sampai di rumahku.

“Kau tidak mampir?”, tanyaku.

Mianhe, tapi aku ada urusan lain.”, jawab Suho.

Gomawo, kau mau mengantarku dan soal tadi, terima kasih banyak juga.”, ujarku lalu membungkukkan badan.

Gwenchana..”, jawabnya sambil tersenyum.

“Yasudah, aku pulang dulu ya, bye..”, ujarnya sambil melambaikan tangannya dan melaju pergi. Aku lalu segera masuk ke rumah.

“Oh Lunie, kau sudah pulang. Kemarilah, ada hal penting yang ingin appa bicarakan padamu.”, ujar appa ku ketika aku masuk. Aku lalu duduk di sebelahnya.

“Perkenalkan, ini Tuan Kris Wu. Dia adalah ketua Tim Bodyguard keluarga kita.”, ujar appa memperkenalkan namja tinggi yang duduk di depannya.

Bodyguard?”, tanyaku heran.

Appa terlambat memberitahumu. Sepertinya kelompok itu sudah mulai beraksi..”. ujar appa padaku.

Mianhe, kau sepertinya bingung. Kau tahu Perdana Mentri sebelum ayahmu? Dia dendam dengan ayahmu. Dan sepertinya pasukannya sudah mulai bergerak.”, jelas Tuan Wu.

“Umm, Tuan Wu. Lalu apa hubungannya denganku?”, tanyaku tidak mengerti.

“Hahaha, panggil saja aku Kris. Nah, sasaran balas dendamnya adalah kau. Aku tadi mendapat laporan dari agenku, bahwa kau dilempar dengan sekotak telur.”, ujar Kris.

“Umm, tapi ada yang melindungiku. Teman baruku..”, jawabku tersenyum.

“Baiklah Nona Park, ikutlah denganku.”, ujar Kris.

“Cepat sana, ikutlah dengan Kris..”, ujar appa ku. Aku lalu berjalan di belakang Kris. Setelah melewati lorong panjang, Kris membawaku ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan luas itu ada banyak sekali peralatan bodyguard, mulai walky-talky dan semacamnya. Juga ada sebuah televisi 50 inch beserta sofanya. Di situ duduk 4 orang namja yang tengah berbincang. Ketika aku dan Kris masuk, mereka lalu menghentikan kegiatan mereka.

“Wah, ini dia Nona Park. Hyung kita itu beruntung..”, ujar salah seorang namja berparas cantik.

“Iya, hyung kita itu beruntung sekali..”, jawab namja yang berkulit gelap.

“Sudah, perkenalkan diri kalian pada Luna!”, bentak Kris pada mereka.

Anyeong, Xi Luhan imnida..”, ujar namja cantik tadi, Luhan namanya.

“Aku Kai.”, ujar namja yang berkulit gelap.

“Aku Sehun, kembarannya Luhan hyung.”, ujar namja yang lain lagi. Dia memang hampir mirip dengan Luhan.

“Aku Kyungsoo, panggil saja D.O.”, ujar namja yang memiliki mata bulat besar.

“Sepertinya masih kurang satu..”, ujar Kris.

“Siapa?”, tanyaku pada Kris.

“Kau pasti mengenalnya..”, jawab Kris.

“Hei, Nona Park. Kau mau tahu namanya? Namanya Kim Joon Myeon..”, ujar Luhan padaku. Siapa Kim Joon Myeon?

“Apa dia yang menjadi bodyguard pribadiku?”, tanyaku.

Ne. “, jawab Kai. Ia lalu mendekatiku.

“Tapi orang bernama Kim Joon Myeon itu tak lebih tampan dariku..”, ujar Kai pede.

“Siapa bilang, Kkamjong!”, teriak seorang namja yang baru saja datang. Suho!

Anyeong, Luna. Kita bertemu lagi..”, sapa Suho padaku.

“Jadi siapa Kim Joon Myeon itu?”, tanyaku masih bingung.

Aigoo, Luna. Aku Kim Joon Myeon, Suho itu nama kerenku, hahaha..”, ujar Suho sambil tertawa.

“J-ja-jadi, k-k-kau yang..”, ujarku terbata – bata.

“Iya, aku yang jadi bodyguard mu, jangan shock begitu.”, ujar Suho lalu membawaku duduk di sofa.

“Kau masih SMA, tapi sudah jadi bodyguard?”, tanyaku heran.

“Umm, lebih tepatnya menyamar.”, jawab Suho.

“Aku bodyguard pribadimu sekarang, Luna. Ini nomor teleponku, kalau kau membutuhkanku ketika aku tak ada”, ujar Suho.

“Baiklah, gomawo.”, jawabku. Aku lalu segera keluar dari ruangan itu dan menuju ke kamarku.

 

~oOo~

2 bulan berlalu, hal – hal yang tidak diinginkan sering terjadi. Tapi untung ada Suho, aku masih bisa terhindar. Mulai dari insiden tepung, insiden pelemparan tomat dan sebagainya. 2 bulan itu juga, ia selalu memperlakukanku dengan manis. Aku ingin ini dia turuti, aku ingin kesana juga dituruti, aku serasa jadi princess kalau di dekat Suho.

 

Hari ini aku pulang sore. Fiuh, lelahnya. Kulihat Suho menungguku.

“Kau terlihat lelah, bagaimana kalau kita jalan keluar? Kalau cemberut kau jelek, tapi kyeopta..”, ujar Suho ketika aku mendekat. Ia juga mencubit kedua pipiku.

Kyaa, Suho – ya, sakit…”, ujarku. Ia lalu melepas cubitannya dan menarikku masuk ke dalam mobilnya.

 

Suho membawaku ke Lotte World. Wah, aku sudah lama tidak kesini.. Ketika aku akan membeli tiketnya, Suho sudah memberiku sebuah tiket.

“Suho – ya, kau membelikanku tiket?”, tanyaku tak percaya.

“Untuk hari ini biar aku yang traktir, hari ini aku banyak uang…”, jawabnya pede. Dasar dia, Hum, aku akui aku tertarik dengannya. Ia periang, baik, perhatian, manis dan ia bisa membuatku tersenyum. Aku mencintai Suho.

Setelah puas berkeliling, aku dan Suho duduk di sebuah bangku.

“Tetaplah disini, aku akan membeli minuman…”, ujar Suho lalu berlalu. Aku lalu tersenyum. Bahagia sekali rasanya. Walaupun dia bodyguard ku, tapi ia memperlakukanku seperti yeojachingunya..

Tiba – tiba saja datang dua orang berpakaian serba hitam menuju ke arahku. Mereka lalu membekap mulutku dengan sapu tangan.

Semakin aku berteriak sekuat tenaga, semakin aku kehilangan kesadaranku,

“Mundur, atau yeoja ini akan kutembak !”, ujar namja yang membekapku.

“Apa yang kalian inginkan dari Lunie, ha?”, ujar Suho. Suho datang!

“Mau kau bodyguard nya, namjachingu nya tidak akan pengaruh. Kalau kau mau yeoja ini kembali, katakan pada Perdana Mentri Park untuk mundur.”, ujar namja yang satu lagi. Dengan sisa tenagaku, aku berusaha melepaskan diri. Aku lalu berlari sekuat tenaga. Kulihat Suho berusaha menahan dua namja tadi. Tapi, tiba – tiba namja yang satu lolos. Ia akan menembakku. Aku memejamkan mataku, dan…..Duarr

Aku sangat kaget ketika kubuka mataku. Suho melindungiku. Bahkan ia masih tersenyum padaku.

“S-Suho – ya…”, ujarku sambil menitikkan air mata.

Gwenchanayo, Lunie. A-a-aku ingin m-mengatakan sesuatu p-padamu…”, ujar Suho. Kulihat Kris, Luhan, Sehun, Kai dan D.O juga dengan beberapa polisi berhasil menangkap dua namja sialan itu. Suho lalu jatuh dan aku memeluknya sambil terduduk.

“Lunie, aku tahu aku hanya bodyguard mu, t-tapi bukan berarti a-aku tak memiliki perasaan padamu. S-saranghae, Lunie..”, ujarnya. Ia lalu meraih tengkukku, dan ia mengecup bibirku, agak lama dan akhirnya ia tak sadarkan diri..

“Suho – ya…!”, teriakku sambil menangis.

 

~oOo~

 

Aku dan appa sekarang ada di pemakaman. Ada Kang ahjussi, Kris, Luhan, Sehun, Kai dan D.O. Dan semua maid di rumahku juga hadir. Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan dalam hidupku. Aku kehilangan orang yang paling aku sayangi.

“Anyeong, apa kau tenang disana? Aku baik – baik saja disini, jadi jangan menghawatirkanku.Disini aku, appa dan semuanya baik – baik saja …”, ujarku. Aku lalu meletakkan bunga kesukaannya, yaitu bunga Krisan putih.

Eomma, aku sayang eomma..”, ujarku lalu meninggalkan area pemakamannya. Hari ini adalah hari peringatan kematian eomma dan dongsaeng ku.

“Kau tidak ke rumah sakit ? Suho merindukanmu..”, ujar Luhan padaku.

Ne. Aku setelah ini akan ke rumah sakit.”, jawabku sambil tersenyum. Syukurlah, ternyata luka tembak Suho tidak separah yang aku kira.

Aku lalu segera meluncur ke rumah sakit, diantar Kang ahjussi. Dengan membawa sebuket bunga mawar merah, aku menuju ke kamar inap Suho.

“Anyeong, Suho – ya..”, ujarku ketika aku masuk ke kamarnya. Kulihat ekspresi bahagia terpancar dari wajah angelicnya. Ia lalu memelukku.

Gwenchana? Neo gwenchana?”, tanyanya.

“Aku baik – baik saja, Suho – ya..”, jawabku. Ia lalu melepas pelukannya. Ia lalu beralih memegang tengkukku, dan menciumku. Tiba – tiba saja Kris datang.

“Oh,uh, mianhe. Aku datang disaat yang tidak tepat..”, ujarnya lalu keluar dari kamar inap Suho. Kudengar suara gaduh Luhan dkk diluar.

“Lunie..?”, panggil Suho.

“Umm, waeyo Suho – ya?”, tanyaku. Ia lalu mengeluarkan kotak kecil berwarna merah. Ia lalu membukanya, dan isinya adalah sepasang cincin.

“Lunie, maukah kau menikah denganku? Tapi setelah kau lulus.”, ujar Suho. Ia melamarku.

“Mm, ne Suho – ya. Nado saranghae..”, jawabku lalu memeluknya. Ia lalu memasangkan cincin itu di jemariku.

Gomawo, Lunie..”, ujar Suho.

“Aku menikah dengan bodyguardku. Sulit dipercaya..”, ujarku menggodanya.

“Ayo, kita keluar. Kita harus memberitahukannya pada appamu dan staf bodyguard yang lain..”, ujarnya lalu menarikku keluar. Aku hanya pasrah dan menundukkan kepalaku. Aku malu!

 

THE END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “[Special Post for Luna’s Birthday] My Sweet Guardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s