Feeling Stored (Chapter 2/ END)

feelings stored

Feelings Stored  Storyline by ainayanf [2nd Section/Final Section|

with Krystal Jung and Choi Minho as main cast|

and Choi Sulli as Other Cast|

friendship,romance, fluff, a bit of comedy  Genre|

Teenager Rating|

Twoshot Length|

[inspired by f(Krystal, Luna and Amber) feat EXO K’s D.O –Goodbye Summer]

Happy reading!

Something I know, that I’m falling in love with you ,      Both of Them

 

 

 

 

—–

“O-oke, jadi aku akan bernyanyi. Eum, ta-tapi suaraku tidak bagus, teman-teman jadi tolong bantu aku.”

Tepat setelah cheese cakeku habis, kata Taemin aku dipanggil oleh Qian Seonsaengnim. Yang membuatku harus duduk di atas kursi dengan gitar di tangan. Di tambah rasa gugup dan takut. Keringat dingin yang terus mengucur dari keningku menandakan bahwa aku grogi , takut, gugup atau apapun itu namanya.

Namun, melihatnya berada di antara kerumunan murid-murid dengan secercah senyum manis membuatku merasa sedikit lebih tenang.

Ia bukan hanya sekedar sahabatku, Ia moodbosterku, Ia.. ah aku tidak tahu dengan apa aku harus mendeskripsikan dia.

Aku merasa seperti Mark Sheehan sekarang, guitarist dari band The Script yang lagunya malam ini akan ku bawakan. Dengan sebuah gitar hitam yang siap kupetik.

I could talk all day long about the news, givin’ you the current affairs or my views.
I could talk all night long about a song, givin’ you the pointers on where you’re goin’ wrong.
I could talk all year long about the net, sendin’ you the links I think you haven’t seen yet.
I’d like to tell you things that I think you’ve never heard but there are no words.

Aku tersenyum kecil, melihat respon teman-temanku yang tidak menyoraki atau melempariku dengan kaleng coke—seperti di khayalanku tadi.

Aku juga melihatnya tersenyum ke arahku dengan mengepalkan tangan kanannya, dan dapat kutangkap bahwa dia berkali-kali mengucapkan kata ‘fighting

I could talk all day long about dreams, sewing up your heart so you never see a seam.
I could talk all day about politics, all of the corruption, clean hands, dirty tricks.

Teman-teman mulai bertepuk tangan, sebelum bagian reff pertama ku nyanyikan. Oh aku bersyukur, bahwa mungkin, penampilanku ini tidak terlalu buruk.

But what can I say about something that blows me away without it soundin’ like another cliché?
From what I’ve seen and I’ve heard, when it comes to you, baby no, there are no, there are no words.
There are no words.
Yeah I swear this much is true, there ain’t no word in this world that describes you.


              Aku melihatnya dan Sulli saling menautkan tangan, dan hanya Ia yang nampak hafal lyric lagunya.

I could talk all day long about life, after so many wars how we’re all still alive.
I could speak all night long about the world, how it took me thirty years just to find one girl.
I could shoot shit for days all about guitars, a Gibson or a Fender, it depends on who you are.
But when I try to say somethin’ that you never heard, there are no words

Aku melihatnya didorong oleh Sulli dan juga teman-teman agar lebih dekat ke arahku.

“Minho! Hanya Krystal saja tuh yang hafal lyric lagunya. Kalian duet saja!” seru Sulli diikuti anggukan teman-temanku.

Berkali-kali Ia mengatakan ‘shireo’ namun, sama sekali tak digubris oleh Sulli, bahkan tatapan tajam khasnya pun tak membuat Sulli berhenti ‘mendekatkannya’ ke panggung.

I could burn your ear off all about space and why we have a moon, why the moon has a face.
If the earth is spinnin’ why we all stay in place
Why we can’t walk walk, it’s gotta be a space race.

             “Hyaa! Ini microphone buat Krystal!” Jiyoung tampak tergesa-gesa berlari dari belakang panggung.  Krystal pun  meraih microphone itu dengan ragu.

Namun, akhirnya Ia tetap menyanyikan kelanjutan lagunya itu. Sedang aku hanya mengiringinya dengan gitar.

But what can I say that’s gonna blow her mind away?
Gotta write a classic not a throwaway.
All I’ve seen, all I’ve heard, when it comes to you there are no, there are no, there are no words.
There are no words.
Yeah I swear this much is true, there ain’t no word in this world to describe you.
Yeah I swear this much is true, there ain’t no word in this world that describes you.

Suaramu bagus Klee.

There are no words to describe or define what’s inside you, your feeling, your vibe
Believe me I’ve tried to break you down to a science
(I) See you in my mind and I open my mouth and it’s silence
I can articulate a Shakespeare poem

Aku memulai bagian rapp yang dinyanyikan Mark Sheehan bukan Danny O’Donoghue seperti partpart sebelumnya.

Krystal mencoba mengimbangi rappku, namun sepertinya Ia kalah cepat.
Aku menatapnya dalam, seolah-olah menyanyikan lagu ini untuknya.

Even though know I didn’t know him I can see where he was goin’
And where he’s comin’ from I can even catch his flow and then I think of you
I don’t know where this metaphor is goin’
Cuz there ain’t no words you can understand, only lovers can
You can ask the professor and the madman
If they couldn’t find the words, no one can
All I’ve seen, all I heard
When it comes to you there’s just no, just no words

Entah kenapa aku merasa begitu takut untuk menatapnya, aku merasa jantungku sedang tidak beres. Aku merasa bahwa aku sakit, sering kali ketika aku menatapnya seketika itu juga wajahku memanas.

Yeah I swear this much is true, there ain’t no word in this world that describes you
That describes you.
Yeah I swear this much is true, there ain’t no word in this world that describes you.
There ain’t no
There ain’t no
”  

 

Aku tersenyum lebar pada penjuru penonton, lalu aku membungkuk sembilan puluh derajat seraya berkata “Terimakasih!”

 

Ia sendiri juga membungkuk, lalu buru-buru turun dari panggung. Yang langsung disoraki ‘cie’ oleh teman-teman.

――

“Krys, bagaimana rasanya duet dengan si ‘dia’?” tanyanya jahil. Seketika aku tersedak coke yang sedang kuminum.

“Puas kau Choi Sulli?” tanyaku sinis.

“Puas? Sangat! Sangat puas malah! Aku melihat jelas ada chemistry di antara kalian berdua tahu!”

 

mollayo.”

“mulai deh molla-molla- molla lagi!”

――

“Aaa, Soojungie!” Jessica yang baru saja pulang—setelah Ia menginap dua malam di rumah temannya setelah acara kampusnya yang membuatku menjadi satu-satunya anggota Keluarga Jung tiga hari lalu. Ia segera memelukku erat dan mengecup kedua pipiku sayang.

“Bagaimana Prommu? Aku jadi iri, aku ingin merasakan Prom ala High School lagi.”

“ya, begitulah.” balasku singkat-seadanya.

“Begitulah bagaimana? By the way who is your couple in Prom?” tanyanya kembali dengan aksen khas US yang kental.

“Choi Minho.”

really? He’s your best friend right? and, he is handsome right?”

mwoya? Handsome?”

“Tolerable.” tambahku cepat.

“Soojungie you must see your face in mirror now! Your face now just like a boiled crab HAHA!” goda Jessica sebelum Ia mencolek pipiku jahil.

Shit!” umpatku dalam gumaman.

――

Benar saja, pasangan Taemin dan Sulli mengenakan sunglasses couple seperti yang Sulli ceritakan hari itu.

Aku masih belum mendapat pasangan untuk duduk bersama di bus. Dengan sabar aku menunggu, murid yang belum datang untuk meminta mereka menjadi pasangan dudukku.

“Dasom-ah! Duduk denganku yuk!” seruku, ketika melihat Dasom yang baru saja turun dari picantonya.

“Oh, boleh-boleh.”

Aku pun menggandeng tangan Dasom, Ia terlihat casual dengan Cat Tee dan Distressed Skinny Jeans.

Sedang aku mengenakan Red square knit jumper dan faux leather trimmed hotpants. Benar-benar style yang santai untuk acara yang cukup santai ini.

――

“Aku boleh pindah tidak?”

“pindah? memangnya kenapa? Lalu, aku dengan siapa?”

Jebal  Krystal-ah!” Ia malah menunjukkan tatapan memelasnya.

“Kau memang mau duduk dengan siapa? Lalu aku bagaimana?”

“eum, a-aku duduk dengan Myungsoo. Kau? K-kau nanti akan duduk dengan seseorang. Dah Krystal Jung!”

Tanpa persetujuan dariku, Ia segera bangkit dari kursinya, lalu berlalu ke bagian belakang.

Aku mendengus setelah samar-samar mendengar percakapannya.

“Dasom-ah. Ini dua lusin macaroonnya untukmu. Anyway, terimakasih banyak ya! Kau baik sekali.”

“ah nde Sulli-ya. Aku juga senang dapat membantumu, terimakasih ya macaroonnya!”

“Sialan Choi Sulli! bisa-bisanya kau menyogok orang seperti itu!!”

Mau tahu siapa yang jadi teman dudukku untuk dua jam ke depan? Choi Minho.

Ternyata Myungsoo—pasangan duduk Minho sebelumnya juga disogok oleh Taemin. Taemin menyogoknya dengan voucher gratis main bowling.

Dasar pasangan gila!

――

“Sulli-ya, tidak menyangka ya.. minggu depan sudah kelulusan..”

Sulli mengulum senyum kecil yang terpaksa. “Iya, perasaan baru kemarin kita kelas sepuluh.”

Krystal membiarkan angin menyapu permukaan wajahnya lembut dan membuat anak rambutnya ikut bergerak. “Sulli-ya, gonna miss you so much.”

nado Krys.” Sulli mengusap pelan rambut Krystal yang masih basah akibat main di Pantai tadi.

“tapi.. Sulli lebih sayang Taemin.” ujarnya spontan yang membuat Krystal menjitak kening sahabatnya itu.

Dasar Choi Sulli!! Bisa-bisanya Ia mengatakan hal seperti itu pada sahabatnya sendiri!, dengus Krystal dalam hati.

Baru saja Ia ingin mengomelinya, namun Sulli sudah tidak ada di tempatnya membuat Krystal bangkit untuk mengejarnya.

――

“Klee, ini.” ucapnya seraya menyodorkan segelas Macchiato yang masih mengepulkan asap . Ah, Macchiato favoriteku. Aku mendekatkan wajahku ke bibir gelas, menghirup dalam aroma Macchiato panas ini. Lalu menyesapnya secara perlahan.

Minho tampak duduk di sampingku, Ia juga menyesap Macchiato favoritenya. Ah, bukan favorite kami maksudnya. Aku merasa seperti déjà vu, ah ini memang benar penah terjadi, dua tahun yang lalu. Hanya latar tempat dan waktunya saja yang berbeda.

“Klee kau merasa dingin?” tanyanya.

“sedikit.”

“Padahal kau sudah memegang Macchiato panas.”

molla.” Aku hanya mengeratkan cardigan berwarna cream yang ku kenakan.

“Kalau begini, apa aku sudah membuatmu merasa hangat?” Ia menggenggam erat telapak tangan kiriku.

Di saat seperti inilah, aku merasa bahwa aku ingin mati.

eung.” Kau sudah membuatku merasa hangat sekaligus membuat jantungku ingin lepas.

“Klee, kita akan selalu bersahabat ‘kan?”

“Klee!”

“hah? iya?” Aku terbangun dari tidurku.

“Kita akan selalu bersahabat kan?” tanyanya mengulang pertanyaannya.

“mungkin?” jawabku asal. Untuk saat ini iya, tapi untuk ke depannya aku berharap kita lebih dari sahabat.

“Hoam.” Aku menguap lagi, mataku kembali tertutup. Lalu, terbuka lagi begitu aku sadar bahwa ini bukan tempat yang tepat untuk tidur dan aku masih menikmati bintang bersama Minho.

――

“Klee?”

“Klee? Yaa, Ka—“

Pantas saja dari tadi tidak menyahut dia tertidur dengan posisi memeluk kakinya yang terpasang skinny jeans putih.

“Klee, bolehkah aku berharap lebih atas hubungan kita?” gumamku tak bersuara.

――

“Hah? Sahabat jadi cinta?”

ne.”

“k-kau menyukai Krystal Jung?!!”

Yaa, Lee Taemin shut up your mouth now! Or I will kill you right now!” Ancamku dengan pandangan membunuh.

Taemin mengangakat kedua tangannya seperti buronan polisi.

“Jadi benar kau suka pada Krystal?” tanya Taemin dengan suara lebih pelan.

“tidak tahu.” Aku mengangkat bahuku, bukannya tidak mau memberi tahunya. Karena aku memang benar-benar tidak tahu, bimbang, bingung atau apalah itu namanya.

“Sudah nyatakan saja perasaanmu pada dia!”

“Tapi aku sahabatnya Taem.”

“kenapa dengan label ‘sahabat’ hm?”

“a-apakah ini wajar? seperti yang di film atau cerita-cerita. ‘Sahabat jadi cinta’?”

“Apanya yang tidak wajar? Wajar saja! Cinta kan tidak memandang apapun Tuan Choi.”

“mungkin?”

“Sudahlah, tinggal nyatakan perasaanmu saja padanya. Apa susahnya?” tanya Taemin seperti mendesak.

“Sangat Susah!! Aku takut jika aku menyatakannya, hubunganku dan dia malah merenggang.”

“Tapi Krystal terlihat menyukaimu.”

“baru ‘terlihat’ Taem, belum tentu.”

Taemin hanya menghela nafas pasrah.

“Aku akan memendamnya saja.”

“Aku tidak bisa memaksamu jadi terserah kau saja.”

――

Batinnya bergejolak ketika Minho menangkupkan kedua tangannya di pipi putihnya.

Minho sendiri jantungnya berpacu lebih dari batas normal. Ia hanya ingin, keadaan ini dapat berlangsung lebih lama.

Krystal awalnya menunduk, akibat terlalu gugup berdekatan dengan Minho seperti ini, namun akhirnya Ia kembali menatap wajah Minho juga.

Manik mata dari keduanya saling menatap intens. Dalam sebuah  tatapan yang berlangsung lama ini mereka saling mengungkapkan.

Aku mencintaimu Choi Minho. Bukan rasa cinta sebagai sahabat namun rasa cinta sebagai artian yang lain.  Maaf, tapi memang inilah yang kurasa.

Klee, aku tahu mungkin ini tidak masuk akal. Sahabat jadi cinta, namun inilah yang kurasa sekarang. I feel in love with you Klee.

Mengungkapkan yang mereka rasakan, walau hanya dalam diam.

Mungkin, memang jalannya harus begitu.

END

Haii! Nai’s back with MinStal fanfict yeaaa~ ini terinspirasi dari lagu Goodbye Summer x)) Itu lagu sumpah kece banget, tapi artinya ‘nyess’ banget gimana gitu, kayanya lagunya nai banget(?) abaikan yang tadi please. So, nai mengharapkan apresiasi dari kalian semua untuk comment baik itu kritik maupun saran. Karena commentnya kalian itu semangat buat nai(^^) btw. H-8; Mianhae also Gomawo *bow

 

 

 

 

 

 

One thought on “Feeling Stored (Chapter 2/ END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s