By My Side [II]

by-my-side_yufikee_melurmutia

Quimbkee

By My Side

Cast : Park Sunyoung (Luna (f(x)), Do Kyungsoo (D.O (EXO))

Genre : Romance

Rating : PG-15

Disclaimer : Inspired by my own experience and the other things

Credit art : Cafe Poster by Melurmutia

Sequel of : Goodbye Summer

I

===

Suasana di acara reuni sekolah itu tampak begitu menarik, tapi tidak untuk Park Sunyoung. Sedari tadi matanya selalu mewanti-wanti kedatangan seseorang. Seseorang yang membuatnya gugup setengah mati, meski seseorang itu belum bertemu dengannya secara langsung.

Sunyoung semakin gugup saat ia harus bertemu dengan seseorang itu dengan membawa Minhyuk sebagai pasangannya. Salahkanlah kenekatannya mengajak Minhyuk yang baru kenal selama seminggu dan berani membawanya di acara yang akan membuatnya menjadi perbincangan hangat oleh teman seangkattannya dulu.

“Kau lama menungguku?”

Sunyoung menoleh ke asal suara. Minhyuk tampak memamerkan senyuman ramahnya yang membuta gadis itu kembali membalas sanyuman itu.

“Tidak, kurasa kau benar-benar membutuhkan waktu ke kamar kecil cukup lama” balas Sunyoung dengan sedikit candaan. Keduanya tergelak. Bahkan, Minhyuk sempat sedikit terbahak mendengar ucapan Sunyoung barusan.

“Kau sepertinya mencari seseorang?” Minhyuk kembali mengangkat suaranya sambil sesekali memerhatikan sekeliling ruangan.

Sunyoung tersentak. Ia merasa ketahuan. “Ya, aku mencari Jinri” ucapnya berusaha berbohong

“Bohong! Aku tahu kau bukan mencari Jinri. Jika kau menjari Jinri, kau pasti akan kesana” Minhyuk berkata dengan kemapanan disetiap katanya, pria itu juga menunujuk sebuah meja panjang besar yang diisi dengan beberapa orang yang mungkin teman angkattanya Sunyoung.

Sunyoung terpaku. Apa Minhyuk baru saja mengeluarkan cara kerjanya sebagai seorang Jaksa dihadapannya? Jika iya, Minhyuk memang pantas menyandang status Jaksa terkenal yang saat ini melekat padanya.

Melihat reaksi diam dari Sunyoung, Minhyuk dapat menyimpulkan bahwa gadis itu memang bukan mencari Jinri.

“Biar kutebak, apa itu cinta pertamamu?” lagi-lagi Minhyuk menjadi sosok yang serba tahu. Sunyoung terperangah. Minhyuk baru saja mengatakan hal yang sebenarnya.

“A..Ani!” bantah Sunyoung dengan segera. Wajahnya sudah cukup menahan malu karena ketahuan oleh Minhyuk.

Minhyuk tampak terkekeh pelan “Jadi aku benar, ya? Siapa namanya? Apa kalian sudah sempat berhubungan?” seperti tak mendengar bantahan yang di ajukan Sunyoung, Minhyuk malah semakin membuat spekulasi tersendiri dan juga tepat sekali.

Sunyoung menghela nafas, sepertinya berhadapan dengan seorang jaksa dan berbohong adalah hal yang memalukan.

“Baiklah, kau benar. Aku mencari seseorang dan bisa dibilang dia itu cinta pertamaku” Sunyoung berucap  dan mencoba mengingat setiap kejadian yang terjadi saat ia masih sekolah.Mengingat kembali saat ia mengejar Kyungsoo dengan tanpa menahan rasa malu dan selalu berakhir dengan tatapan dingin Kyungsoo.

Minhyuk mengangguk paham. Cerita klise siswa sekolah. Minhyuk mencoba mencari topik lain setelah melihat wajah Sunyoung yang tampak tidak menyenangkan. Minhyuk tak tahu apa yang terjadi saat Sunyoung dibangku sekolah, tapi ia menebak bahwa Sunyoung sepertinya menjalin hubungan yang kurang baik dengan cinta pertamanya itu.

Mata Minhyuk sedikit terkejut saat seseorang yang berdiri diambang pintu dengan tatapan yang menatap lurus kearah gadis yang ada disampingnya, Sunyoung. Dia menoleh ke arah Sunyoung yang masih tertunduk, sepertinya gadis itu tidak sadar akan tatapan pria itu yang mengarah kepadanya.

Dengan rasa penasaran yang menggelitik, Minhyuk mencoba membawa Sunyoung dalam pembicaraan yang ia bangun “Apa cinta pertamamu itu adalah pria dengan mata besar dan dengan wajah yang susah di artikan?”

Sunyoung mengernyit mendengar pertanyaan aneh dari Minhyuk. Ia tak percaya bagaimana bisa pria ini mengucapkan ciri-ciri Kyungsoo tanpa ia mengatakannya sedikit pun.

“Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu?”

Minhyuk menunjuk ke arah tempat pria itu berdiri dengan jari telunjuknya “Apa pria diambang pintu itu orang yang kau cari?”

Sunyoung mengarahkan pandangannya ke arah yang menjadi topiknya bersama Minhyuk.

Tepat.

Itu benar-benar Do Kyungsoo.

Apa yang harus ia lakukan?

===

Sunyoung berharap malam cepat datang dan digantikan denganhari dimana ia tak bisa bertemu lagi dengan Minhyuk dan juga Kyungsoo.

Sudah masuk acara inti. Menurut undangan yang diterima oleh Sunyoung pukul 9 malam adalah puncak acara reuni tersebut. Dalam acara tersebut, hanya teman seanggkatan mereka yang boleh mengikuti acara inti. Sunyoung mencoba menebak acara inti tersebut. Apa yang akan dilakukan oleh teman-temannya?

Sunyoung melihat Jinri yang menyenggol lengannya pelan. Inilah si pembuat ulah sesungguhnya. Merencanakan dia harus pergi bersama Minhyuk dan menyuruh priaitu pergi saat sudah memasuki acara inti. Memalukan!

“Apa reaksi Do Kyungsso saat melihatmu bersama pria tampan bernama Minhyuk tadi?” cerocos Jinri kencang. Rasa penasaran Jinri mengingatkan Jinri pada seorang tokoh komik yang dibacanya akhir-akhir ini.

“Aku hanya melihat Kyungsoo tertawa puas bersama Jongin, tidak lebih dari itu”

Jinri menganga tak percaya. Tidak mungkin Kyungsoo mengeluarkan ekspresi senang seperti itu.Setahunya tadi, Chanyeol mengatakan bahwa Kyungsoo sangat tak menyukai pria yang bersama Sunyoung.

“Kau yakin? Hanya itu?” Jinri kembali bertanya

Sunyoung menggeleng melihat tingkah temannya ini. Sunyoung bahkan tak yakin bahwa Howon betah dengan gadis secerewet Jinri.

Sepertinya Sunyoung beruntung, karena saat itu juga Suho—ketua OSIS mereka dulu, memberi instruksi untuk duduk di sebuah meja panjang.

Sunyoung sedikit terkejut saat menyadari bahwa yang duduk disebalah kirinya adalah seseorang yang membuatnya tak bisa berkata-kata, Kyungsoo.

Sunyoung hanya bisa menunduk. Ia bingung harus bersikap seperti apa dihadapan Kyungsoo. Sunyoung ingin sekali menatap wajah pria itu dengan lebih lekat dan lebih lama, tapi mulut Jinri yang terlalu lancar berbohong itu bahkan bekerja sama dengan Minhyuk mengatakan bahwa ia dan Minhyuk sudah bertunangan. Dan.. Sunyoung tak mau menjadi wanita yang kegenitan menggoda—walaupun hanya memandang, pria lain saat statusnya sebagai seorang wanita yang sudah bertunangan.

Berbeda dengan Kyungsoo, pria itu tampak terlihat sumringah walaupun dalam hatinya ia merasa sakit hati dengan kenyataan yang ia dengar. Sunyoung tampak begitu manis dalam balutan dress pastel yang dikenakannya dan seharusnya ialah yang mendampingi Sunyoung dengan berdiri di samping Sunyoung. Namun, Jongin selalu mewanti-wantinya agar tidak bertindak gegabah dan membuat kekacauan di acara reunian mereka.

Kyungsoo ingin sekali membawa Sunyoung mendekat padanya. Mengatakan pada wanita itu bahwa ia sangat merindukannya. Melihat Sunyoung bersama seorang pria tampan sangat membuat hatinya kalut dan kacau. Dan, ia sepertinya tak terlalu pandai menyimpan ekspresi dihadapan Park Chanyeol, terbukti karena Chanyeol sempat memergokinya saat menatap Sunyoung lekat.

“Jadi , ayo kita main Truth Or Dare. Ingat setiap peserta wajib mengikuti setiap perintah yang disuruh” suara Suho tampak semakin berwibawa setelah ia menjabat sebagai salah satu staff di kementrian.

“Oke siapa takut!” balasan yang terdengar enteng itu berasal dari Oh Sehun yang saat ini diketahui Kyungsoo sebagai salah satu pebisnis muda yang sukses.

Ada rasa takut yang dirasakan oleh Kyungsoo dan Sunyoung. Mereka sama-sama berharap perputaran roda itu tidak berhenti di depan mereka. Sunyoung menoleh sekilas ke arah Kyungsoo dan betapa kagetnya ia saat mengetahui bahwa Kyungsoo juga tengah menatapnya.

Rasa canggung, gugup dan salah tingkah mendominasi keduanya.

Kyungsoo berinisiatif untuk membuka perbicaraan mereka. “Hei, Bagaimana kabarmu, Park Sunyoung?” Kyungsoo juga tak melupakan menambahkan sebuah senyuman disela pertanyaan basa-basinya.

“Baik, dan aku tak percaya kau mengingat nama panjangku” Sunyoung berusaha mengendalikan keadaan kakunya dengan menyambut ramah pertanyaan Kyungsoo.

“YAK! Kalian berdua, jangan sibuk sendiri, permainannya akan dimulai!” sebuah kalimat dengan nada sedikit membentak dari Minseok membuat Kyungsoo dan Sunyoung segera beralih ke arah permainan.

“Maaf” Kyungsoo masih sempat untuk menyampaikan maafnya dan Sunyoung merasakan sebuah cubitan kecil dilengannya dari Jinri. Sunyoung hanya membalas dengan decakan tak jelas.

Permaianan pun di mulai. Mereka semua tampak was-was dan menunggu dimana roda itu akan berhenti.

Stop.

Roda itu berhenti tepat di hadapan Jongin. Suho melihat Jongin dengan raut yang sangat usil.

“Jongin-a, kau pilih Truth or Dare?”

Kyungsoo dapat melihat Jongin sedang memilah-milah pilihannya. Kyungsoo sangat tahu, Suho adalah orang tercerdik di angkattan mereka dan tentu saja Jongin harus bertinda tepat.

“Aku pilih Dare!”

Semuanya bersorak saat Jongin memilih dare, bahkan mereka sudah berdiskusi tantangan yang akan diberikan kepada Jongin.

“Baiklah, kau harus mengungkapkan cinta kepada salah satu wanita di angkatan kita ini yang dulu kau benci atau kau tak menyukainya” Suho dengan bangganya mengatakan tantangan kejam itu tanpa masalah.

Sementara Jongin menjadi kaku sesaat. Permintaan macam apa itu, pikirnya. Memang saat ia masih sekolah,  Jongin sempat mengatakan bahwa ia tidak menyukai—sebenarnya tidak terlalu, Hyena gadis kutu buku, Jongin hanya tak suka dengan gaya gadis itu yang menurutnya Nerd dan Geek. Bukan tipenya sama sekali.

Kyungsoo dan Sunyoung tak terlalu memedulikan teriakan teman-teman mereka yang lain yang saat ini tengahh menertawai Jongin yang tengah menjalankan tantangannya.

Permainan itu berjalan sangat seru hingga roda itu tepat berhenti di hadapan Sunyoung. Semuanya terdiam.

Kyungsoo juga merasa sedikit tegang saat roda itu berhenti di hadapan Sunyoung.

Sunyoung bingung, ia menatap Jinri yang terlihat tergelak singkat padanya sambil berbisik “Jalani saja permainannya”

“Sunyoung-a, Truth or Dare?” kali ini yang menanyakannya adalah Kris. pria yang cukup baik padanya. Sunyoung yakin jika saja a memilih Dare maka hal aneh harus ia jalani maka…

“Aku pilih Truth!” jawabnya tegas

Tepukan heboh semakin terdengar. Kyungsoo hanya tersenyum singkat saat Sunyoung dengan berani memilih Truth.

Seringaian dari Kris mulai terlihat. Sepertinya ia baru saja akan menanyakan hal yang tidak-tidak dan membuat Sunyoung berpikir dua kali untuk pilihannya.

“Semua dari kita hampir tahu bahwa kau adalah seorang gadis yang terobsesi padamKyungsoo, dan aku akan bertanya, apakah kau masih menyimpan perasaan pada Kyungsoo atau aku akan menjelaskan pertanyaan ini dengan kalimat ‘apakah kau masih mencintai Kyungsoo’” semuanya terpaku mendengar pertanyaan dari Kris. banyak yang tak percaya si pendiam Kris dapat menanyakan pertanyaan yang pasti membuat Sunyoung sulit untu menjawabnya.

Kyungsoo juga dilanda rasa penasaran. Ia tak bisa menyembunyikan rasa penasaran dan takutnya saat ini. Penasaran dengan jawaban Sunyoung nanti dan takut kecewa jika tak sesuai dengan harapannya.

Berbeda dengan Kyungsoo, Sunyoung merasa sangat terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulut pria dingin nan pendiam seperti Kris. ia juga tak menyangka pertanyaan Kris membuat seluruh temannya menjadi sosok pendiam yang mungkin penasaran dengan jawaban yang akan ia lontarkan nanti.

Dengan sekuat keberanian Sunyoung menjawab, “Tentu saja, sebagai seorang teman lama”

Sunyoung tersenyum menatap Kris seperti mengatakan jawabannya adalah jawaban terbaik yang tak pernah di tebak oleh Kris sebelumnya.

Kyungsoo tersenyum pilu. Jawaban Sunyoung tak bisa sepenuhnya membuat Kyungsoo merasa sedikit lega. Teman lama? Status apa itu?

Jinri tak kalah terkejutnya dengan jawaban Sunyoung. Menurutnya Sunyoung tak jujur dalam menjawab pertanyaan Kris.

Kyungsoo mendapat pandangan iba dari Jongin, namun Kyungsoo membalas dengan tatapan yang bisa di artikan oleh Jongin seperti ‘Tidak Masalah’

Seolah permainan ini hanya untuk Sunyoung, permainan pun dihentikan dengan alasan waktu yang sudah terlampau malam.

Dan, Kyungsoo hanya mampu menatap Sunyoung yang tengah menelpon seseorang yang ditebaknya adalah tunangan Sunyoung.  Ia semakin merasa ingin mendapatkan sisi perhatian Sunyoung seperti masa sekolah. Dan ia akan melakukan itu.

===

“Apa yang aku lakukan, Choi Jinri? Aku benar-benar bodoh mengatakan dengan bangganya bahwa aku mencintai Kyungsoo sebagai teman lama. Jawaban bodoh” rutuk Sunyoung berkali-kali.

Kejadian itu sudah lewat seminggu, namun Sunyoung tak bisa benar-benar melupakan kejadian memalukan saat ia secara tak langsung mengungkapkan cinta pada Kyungsoo. Hei, dia bukan lagi gadis remaja saat sekolah, ia tak akan mau lagi bersikap seperti gadis yang mengejar cinta dan sekarang prinsipnya adalah pria lah yang mengejar wanita.

Jinri mendengus kesal mendengar celotehan Sunyoung yang tak berhenti, “Sudahlah, kau sendiri yang melakukannya dan ingat jangan pernah untuk menyesalinya!”

Sunyoung meringis mendengar jawaban Jinri yang tak mendukung sama sekali. Ia kembali terduduk dengan posisi yang lunglai sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Aku malu, andai saja aku tak datang di acara reuni tersebut” ucapnya lirih

Tiba-tiba pintu ruangan Sunyoung berbunyi dan menampilkan seorang gadis yang bekerja bersama Sunyoung.

“Ada apa, Mihwa?” tanya Sunyoung pada gadis itu.

Minhwa menunduk sekilas lalu menjawab, “Ada seorang pria yang ingin berjumpa dengan eonni”

“Apakah orang itu Minhyuk?” tanya Sunyoung penasaran

“Bukan, dia bilang eonni sangat mengenalnya” pernyataan dari Mihwa membuat dahi Sunyoung dan Jinri berkerut

“Hm,, jadi sekarang kau memiliki penggemar misterius, Sunyoung?” goda Jinri sambil mencolek dagu Sunyoung.

Sementara Sunyoung larut dalam kebingungan dan rasa penasaran.

===

Jongin menghela nafasnya berkali-kali saat Kyungsoo dengan sengaja menyogoknya dengan sebuah action figure Dragon Ball keluaran terbaru.

“Kau bisa dikenakan sanksi karena perbuatan suapmu Do Kyungsoo” ucap Jongin lirih.

Ia tak bisa mengingkari bahwa ia sangat menginginkan action figure itu.

“Hei, Ayolah, kau hanya perlu memberikan alamat butik Sunyoung padaku dan aku akan memberimu boneka keras ini, jika tidak aku tak segan menghancurkan tokoh Dragon Ball kesayanganmu Kim Jongin” ancaman Kyungsoo terdengar begitu mengerikan ditelinga Jongin. Bagi Jongin action figure sama saja dengan separuh jiwa senangnya.

“Kau mengerikan” ringis Jongin singkat.

Kyungsoo terkekeh “Jadi, kau mau kan bekerja sama denganku?”

“Kau berjanji tak akan menghancurkan hubungan Sunyoung dengan tunangannya?”

Kyungsoo berdecak sebal “Aku janji”

“Walaupun aku tak percaya pada janjimu itu tapi action figure itu benar-benar merayuku untuk melakukan itu. Baiklah aku akan memberikan alamat butik Sunyoung”

Kyungsoo tersenyum saat rencananya berhasil. Ia hanya ingin melihat reaksi Sunyoung saat dia mengunjungi wanita itu. Dan Kyungsoo merasa sangat tidak sabar.

TBC

Annyeong~~~ sudah lama setelah keluarnya part 1 dan part dua ini benar-benar lama keluarnya. Aku harap masih ada yg nunggu nih ff dan gomawo

9 thoughts on “By My Side [II]

  1. Thor, wajib lanjut nih..
    Ffnya bagus bgt, makanya aku malah galau pas baca kata-kata ‘TBC’ (?) pokoknya wajib lanjutin ya thor (y)

  2. waaaa….
    tmbh seru… good job authornyaaaa…
    akhir2 ni jd suka sm si D.O
    suaranyaaaa…
    matanyaaa…
    ㅋㅋㅋㅋ
    author fightiiiiing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s