Fangirling

Title                                       : Fangirling

Author                                  : Liana D. S.

Main Casts                          : f(x) Victoria, Amber, Luna, Sulli, Krystal

Genre                                   : Comedy, Romance (?)

Rating                                   : PG-13

Summary                             : Idola juga bisa mengidolakan orang lain. Ini adalah sebuah fakta tak terungkap dari girl group f(x) tentang hobi mereka yang—ternyata—sama dengan cewek-cewek lain di hampir seluruh bagian dunia.

Disclaimer                          : Tidak ada satu pun cast atau lagu dalam FF ini yang saya ciptakan atau menjadi milik saya.

***

Krystal memang masih kecil. Setidaknya itu yang ada di pikiran Victoria. Si magnae cantik itu sekarang sedang sesenggukan di kamarnya (hanya) karena ia mengetahui Suho membocorkan hubungan rahasianya dengan Krystal saat trainee dulu. Suho membocorkan itu pada Lay, sesama 91-line di EXO. Ini hasil curi-curi dengar Krystal dari dorm EXO. Dia ‘kan malu. Memang Krystal mengakunya sudah putus dengan Suho setelah f(x) debut, tetapi isi hati orang siapa tahu, sih?

“Hei, Krystal sayang, Eomma sudah buatkan makanan nih… Keluar yuk, sebelum Sulli menghabiskan semuanya…” bujuk Victoria sekali lagi setelah mengetuk pintu kamar Krystal.

Shireo!” Suara Krystal bercampur dengan isakan.

“Ada burrito nih!” Sulli dengan mulut penuh makanan mencoba membantu leadernya membujuk Krystal. Burrito adalah makanan kesukaan gadis magnae itu—yang sebenarnya tidak ada di meja makan sekarang.

“Aku tidak mau makan! Suho-oppa jahat!!!”

Memang apa hubungannya Suho yang jahat dengan makanan?, pikir Victoria. “Krystal sayang, kalau menangis terus nanti matanya bengkak, lho. Nanti jadi tidak cantik.”

“Biar!”

Banyak orang beranggapan magnae girl group tidak pernah merepotkan leadernya. Hukum ini tidak berlaku lagi di f(x). Victoria menghembuskan napas panjang. Dia sebagai leader harus menjaga semua ‘anak’nya, tak terkecuali si magnae manja nan cengeng satu itu, jadi dia tak mau menyerah dulu sampai Krystal mau keluar. “Nanti kalau kamu tidak ma—“

“Woi, Krystal, ada MV EXO nih! Suho-oppa keren sekali.”

Glk! Victoria, Luna, dan Sulli langsung melayangkan death glare pada namja…ehm, yeoja yang sedang duduk bersilang kaki di depan televisi. Suara berat nan santai itu pasti berasal dari dia. “Amber-eonni, jangan bicara yang malah membangkitkan tangisan Krystal dong!” Luna panik setengah mati. Dengan cueknya, Amber, si yeoja cantik yang entah kenapa jadi agak tampan setelah f(x) debut, malah membesarkan volume suara televisi.

Partnya tepat.

“Ije deoneun saranghaneun beopdo ijeotgo
Baeryeohaneun mamdo irheotgo
Deungeul dollin chaero saragagi bappeungeol

Suara bening Kim Joonmyun malah membuat tangis Krystal meledak. Victoria menepuk dahinya. “Bisakah kau tidak menambah berat masalahku, Amber? Kemarin menghabiskan makanan untuk satu grup, sekarang bikin Krystal tambah parah.” katanya. Amber memutar matanya malas. Dia sebenarnya tak enak sudah membuat Eomma jadi susah, tetapi masalah Krystal ini juga bikin dia kesal. Masa menangis hanya karena ditinggal cowok? Apalagi sebenarnya, si cowok masih suka pada Krystal. Bagi Amber, menangis hanya karena cinta itu nggak banget. Hidup ‘kan bukan seperti drama Korea, untuk apa jadi cengeng?

Untuk menebus kesalahannya, tanpa basa-basi, Amber berkata keras, “Ya sudah, kalau tidak mau nonton, channelnya kuganti. Kuhitung sampai tiga, nih.”

Amber mengarahkan remote controlnya ke layar televisi. Suara maskulinnya memenuhi dorm yang kala itu tegang gara-gara tangisan Krystal. “Satu!”

Krystal masih terisak-isak.

“Dua!”

Krystal mulai tenang.

“Dua setengah!”

Krystal belum juga keluar. Amber meletakkan jarinya di atas tombol bentuk panah ke kanan.

“Dua tiga perempat!”

Kamar Krystal sunyi. Victoria harap-harap cemas. Sulli, yang berniat ingin menghabiskan makan siang jatahnya Krystal, mengurungkan niatnya. Krystal mungkin akan keluar.

“Dua tujuh perdelapan!”

Klek!

Victoria tersenyum lebar ketika pintu terbuka dan kepala magnaenya menyembul dari dalam. Wajah Krystal tertutup separuh dengan bantal, rambutnya kusut, dan matanya bengkak. Dalam langkah malas, ia berjalan dan duduk di samping Amber. Amber nyengir kuda, bangga. Coba kalian lakukan caraku dari tadi!, katanya dalam hati.

“Urin deo isang nuneul maju haji anheulkka
Sotonghaji anheulkka
Saranghaji anheulkka
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo MAMA, MAMA

Suasana sunyi. Mata Krystal terfiksasi ke layar televisi, terutama pada sosok namja tampan berkulit putih bersuara emas yang tubuhnya tak terlalu tinggi itu (untuk tidak bilang pendek). Dasar Krystal si ABG labil. Bilangnya benci, ternyata masih ada perasaan. Sok-sok menangis karena tak suka, tetapi begitu mantan pacarnya muncul di televisi, langsung menatapnya tanpa berkedip sedikit juga sampai lagu berakhir. Mata Krystal pasti perih saat MV’ MAMA’ selesai.

“Careless, careless
Shoot anonymou
s, anonymous
Heartless
, mindless
No one who care about me

Lambang EXO menutup MV ‘MAMA’. Krystal sekarang sudah tidak lagi menutup wajahnya dengan bantal. Mukanya agak merona. Luna dan Sulli, tak peduli apa yang akan terjadi jika mereka mengerjai Krystal, langsung sibuk menggodainya. “Cie, cie! Ya ampun, Krystal, mukamu kok merah? Itu gara-gara menangis atau…. ehem, ehem, gara-gara namja di MV ya?”

Krystal mempoutkan bibirnya. Ia sudah bersiap masuk kamar lagi ketika Amber menarik bagian belakang baju Krystal. “Mau ke mana? Eomma sudah masak, tahu. Ayo, cepat makan!”

Amber adalah namja…salah, yeoja terkuat di kelompok, jadi kalau otoritasnya ditentang, mungkin Krystal bisa celaka. Menuruti kata sang Appa, Krystal duduk di depan Sulli, lalu meraih jatah makan siangnya yang sudah tersentuh sedikit oleh sumpit Sulli. Ia makan dengan lahap. Menangis ternyata bisa bikin lapar. Sekarang, gadis Choi-lah yang memanyunkan bibirnya. Aku ‘kan ingin makan itu tadi, batinnya.

Selagi para yeodongsaengnya makan, Amber mengganti-ganti channel dengan tampang bosan. Dia sudah selesai makan dari tadi, jadilah dia duduk di depan TV dengan Victoria saja, yang berniat makan belakangan. “Jangan diganti cepat-cepat, Amber. Siapa tahu ada iklan home shopping yang lewat.” kata Victoria, persis seperti ibu-ibu yang kebanyakan uang. Victoria memang hobi belanja sih. Amber berdecih. “Aku tidak mau nonton iklan ahjummaahjumma begitu.”

“Iiih, aku bukan ahjumma, tahu!”

“Orang yang dipanggil Eomma itu sudah jelas bisa dipanggil ahjumma juga, ‘kan? Sudah, jangan pasang tampang sok imut begitu. Temani saja yang lain makan sana!” kata Amber saat Victoria mulai pasang aegyo. Jempolnya mulai memencet tombol remote dengan lebih agresif, hingga…

Cuz I can’t stop thinking ’bout you girl
feng kuang bu yi bu neng shi qu ni
No I can’t stop thinking ’bout you girl
wo zhi yao wo men xin jin jin xiang yi
Cuz I can’t stop thinking ’bout you girl
bu yao liu wo gu dan zai zhe li
No I can’t stop thinking ’bout you girl
ni zhi shu yu wo rang wo shu yu ni

“Oh?” Victoria menatap kaget layar televisi. Ada acara musik lain dan yang diputar adalah MV Super Junior-M, ‘U’. Wajahnya mencerah.  “MV ini sudah lama sekali! Aku ingat mengambil peran di dalamnya. Sungguh nostalgik.” komentar Victoria. Amber kelihatannya tak peduli. Ia masih asyik menatap satu personel yang jadi biasnya.

Mochi.

“Amber?” Victoria baru menyadari bahwa mata anak lelakinya…, salah, anak perempuannya sedang terfokus ke satu arah. Dilambai-lambaikannya tangannya di depan Amber, tetapi Amber tak terpengaruh. Dia hanya senyum-senyum saat memandangi si namja Lau bermata ‘lebar’ itu (ya, ‘lebar’ sekali: 0,5 cm). Ketika Victoria mengikuti arah pandangan Amber, Victoria langsung ber-‘oh’ ria. Sekarang, giliran dia yang bercie-cie. “Astaga, ternyata anakku yang tomboy ini jatuh cinta juga, toh? Sama Henry Lau si magnae Super Junior-M? Ya ampun, kenapa kau tidak bilang, sih?”

Telinga Luna, Sulli, dan Krystal langsung berdiri. “Apa? Amber-eonni suka cowok?”

Amber hanya berdecak kecil. Wajahnya tidak flushing seperti Krystal tadi, sebaliknya malah tampak cuek, tetapi ia tetap tersenyum. “Memangnya kenapa? Masa aku harus suka Krystal, lalu jadi pacarnya Krystal, begitu? Suho-oppa bisa marah padaku.”

“Kami anggap itu sebuah pengakuan, lho!” Krystal, dengan suara sengaunya, mulai merecoki kakaknya.

“Memang. Aku suka Henry-oppa, kok.”

“Yah! Amber-eonni jangan blak-blakan begitu dong! ‘Kan jadinya tidak seru!” protes Sulli.

“Ck, tadi kalian memintaku mengaku, sekarang malah tidak suka kalau aku mengaku. Mau kalian apa, sih? Dasar anak-anak labil.” Amber membesarkan volume TV sambil menyilangkan sebelah tangannya di belakang kepala. Luna manyun. “Amber-eonni sok dewasa, padahal ‘kan Vic-eonni yang paling tua di sini.”

“Hei, siapa yang kalian maksud ‘tu—“

Amber mendorong Victoria—yang hendak protes pada Luna tentang ‘ketuaannya’—ke samping. “Aku tidak seperti kalian yang mudah galau begitu hanya karena cinta. Kalau memang suka, ya bilang, terus kalau berbalas, tunggu dia datang ke rumah orang tuamu untuk melamarmu.”

Whoa. Itu prinsip yang keras, bahkan Victoria yang bisa dibilang paling dewasa (baca: tua) pun tidak berkutik mendengar pernyataan Amber ini. Mereka menatap Amber dengan intens dan yang ditatap tak berespon. Mata Amber cukup terpuaskan dengan wajah lucu si mochi made-in-Toronto. Menyadari tatapan member f(x) lain padanya, Amber terkikik dalam hati.

Padahal aku sendiri belum menyatakan perasaanku pada Henry-oppa dan juga tidak akan berani, tetapi mereka langsung serius begitu aku mengatakan hal tadi, hehehe….

MV selesai. “Yah, kok habis sih…” Amber mengeluh dengan suara yang masih maskulin. Ia memencet-mencet tombol remote di televisi dengan random. Victoria, memiliki maksud lain, segera merebut remote televisi dari tangan Amber, lalu menggeser-geser Amber dengan pinggulnya supaya ia bisa menguasai area depan televisi. “Sekarang giliranku! Minggir, minggir!”

Wajah Amber menceng-menceng tak jelas ketika ia terus-menerus digeser Victoria sampai akhirnya jatuh dari sofa. “Oi, Eomma, sakit tau!”

Victoria, dengan wajah imutnya yang biasa, meleletkan lidahnya ke arah sang ‘anak’ dan kembali fokus ke depan televisi. Gadis itu (atau wanita itu? hehe, maklum tua) hendak memencet tombol remote, tetapi ternyata setelah MV ‘U’, yang diputar adalah…..

Why so serious?
romiowa julliet, seulpeun reobeuseutoriga a, aniya
da jal doel geoya
‘gyeolguk haepi ending’eul aneun neon yeonaesoseol maeniak

Seperti video yang sedang dipause, Luna dan Sulli berhenti dari aktivitas mereka ketika mendengar lagu di televisi. Luna terpaku dengan mulut menganga dan sumpit yang sudah terarah ke mulutnya, sedangkan Sulli terlihat seperti hamster: pipinya gembung karena mulutnya penuh makanan yang berhenti dikunyah. Hanya mata mereka yang melirik ke arah televisi.

“Meonjiman pulsseokdaedeon simjang, enjineul Re-New
Pitgi eopdeon naui ipsuri dasi bulgeun keolleo rujeu
Baby nal eotteoke saenggakhae? Baby eotteoke saenggakhae?
urin dareuji anha beolsseo darmagago inneungeol

Tuing! Pluk!! Bruk, bruk!!

Sumpit-sumpit terlempar dan mendarat mulus dalam mangkuk nasi, seiring dengan dua pemiliknya yang melaju meninggalkan meja makan (Krystal sampai terbelalak melihat sumpit Sulli yang mendarat tegak lurus, menancap di atas nasi). Dua gadis itu langsung memeluk televisi bersamaan. Victoria dan Amber kaget tak kepalang. “Apa yang kalian lakukan? Menyingkir dari situ!!” protes mereka, tetapi Luna dan Sulli enggan melepaskan pelukan mereka dari televisi. Masih dengan mata terfokus ke layar, mereka berteriak kegirangan (tentu saja saat ini, Sulli sudah menelan makanannya; kalau tidak, hm… bisa bayangkan nasi di mulutnya bermuncratan ke mana-mana).

“Onew-oppa!!!”

“Minho-oppa!!!”

Nah, ‘kan? Sekarang, anak-anak kecil jadi ikutan fangirling gara-gara SHINee. Victoria menghembuskan napas keras. “Hei, kalian, minggirlah! Aku tidak bisa mengganti channelnya!!” Victoria berusaha mengganti channel televisi dengan remote control, tetapi karena sensornya terhalang badan Luna, ia jadi tidak bisa melakukannya. Luna dan Sulli pun tidak berniat menyingkir. Luna ngefans berat dengan Onew, sedangkan Sulli tidak bisa berhenti memikirkan Minho sejak menjadi lawan mainnya di ‘To The Beautiful You’. Luna ikut-ikutan menyanyi jika ada part Onew di MV ‘Why So Serious’ itu (iya deh, mentang-mentang lead vocal terus nyanyi seenaknya *loh?*), sedangkan Sulli, dengan bibirnya yang seksi itu, mengirimkan ciuman jauh untuk Minho. Amber ternganga ketika Sulli mendaratkan bibirnya di monitor televisi. “Yah, monitornya jadi basah deh kena liurmu, Sulli. Cepat lap!”

Sulli memanyunkan bibirnya ke arah Amber. “Amber-eonni diam! Biarkan Minho-oppa merasakan ciumanku!!” katanya, lalu kembali menciumi Minho yang berkali-kali muncul.

“Kyaa!! Sulli, kenapa kau cium Onew-oppa-ku?!”

Karena Minho munculnya sebentar-sebentar dan bergantian dengan member lainnya (dan kecepatan Sulli dalam mencium tidak begitu tinggi), walhasil Sulli salah mendaratkan ciuman… ke biasnya Luna, si leader Lee Jinki alias Onew.Tentu saja Luna kesal.

A-aniyo!! Aku maunya mencium Minho-oppa tadi! Iiih, mana mau aku mencium Onew-oppa? Aku tidak mau tertular penyakit ‘Onew condition’ yang aneh!”

“Apa kau bilang? Penyakit? Oppaku yang sekeren itu kau bilang berpenyakit? Dasar kau!!!”

Ya!! Kalian mengganggu sekali!!” Victoria segera beranjak dari duduknya. Sebelum duo Shawol itu bergulung-gulung di depan televisi gara-gara perkelahian atas nama bias, Victoria sudah terlebih dulu memisahkan mereka. Sang Eomma menarik kerah belakang baju Luna dan Sulli ke atas, layaknya seorang ahjumma hendak membuang anak kucing bandel yang masuk sembarangan ke apartemennya. Victoria lalu mendudukkan Luna dan Sulli di kursi makan mereka.“Ayo, cepat habiskan makanan kalian!!”

“Yah, Eomma, jangan diganti channelnya, please! Jangan di—“

Pik!

Victoria menekan satu tombol remote control dan menemukan satu channel yang diinginkannya.

Channel home shopping.

“Kyaa!! Harga satu cooking set hanya segitu? Asyik!! Aku cepat pesan, ah!”

Empat adik Victoria hanya bisa memutar bola mata mereka. “Eomma, kembalikan Onew-oppa-ku….” mohon Luna sambil beringsut di kaki eommanya. Sulli ikut-ikutan. “Eomma, Minho-oppa belum selesai kuciumi….”

Victoria hanya berdecak. “Jangan berisik!”

Eomma….”

Sekeras apapun Luna dan Sulli meminta, Victoria tidak akan menghiraukan mereka—karena teleponnya sudah diangkat dan ia sedang menyampaikan pesanannya: satu cooking set berharga murah yang baru saja ia lihat di televisi. Eomma Vic kadang agak aneh; di saat semua adiknya sibuk fangirling,dengan kata lain menggilai personel boy group, sang eomma malah menggilai cooking set. Kalau ada istilah fanboying untuk cowok yang menggilai personel girl group, fangirling untuk cewek yang menggilai personel boy group, apa istilah untuk Victoria? Fancooking? Fanshopping? Ah, entah….

***

Ternyata, Victoria punya rahasia sendiri soal fangirling. Jangan kaget. Tante cantik satu ini perempuan juga. Tidak salah ‘kan kalau dia juga mengidolakan satu personel boy group? Akan tetapi, fangirling ala Vic-eomma agak berbahaya dan hanya untuk wanita yang cukup umur. Cara fangirlingnya juga tidak blak-blakan seperti keempat adiknya tadi. Fangirling ala Victoria dilakukan secara diam-diam, malam-malam, dan gelap-gelapan. Apa Victoria suka aktor film horor?

Tidak. Victoria memang duduk di depan televisi sekarang, tetapi televisi dalam keadaan mati dan dia menghadap ke laptopnya yang menyala. Headset terhubung ke laptop yang sekarang memutar MV sasaran Vic-eomma.

 “Ullyeo peojineun eumage matchwo
Everyone put your hands up and get your drinks up
on sesangi hamkke michyeo
Everyone put your hands up and get your drinks up”

Nah, ‘kan? Boy group satu ini, 2PM, adalah boy group yang jadi seleranya wanita dewasa (terutama dengan MV ‘Hands Up’ yang… yah, tahu sendiri seperti apa). Bagaimana tidak? Mulai dari fashion dan MV mereka yang sangat ‘lelaki’ (kadang ada yang semi-rated M), personelnya yang well-built (muscular, maksudnya), dan walaupun mereka juga sering nge-troll di show, setidaknya mereka lebih terlihat dewasa dari boy groupboy group sekarang yang personelnya masih muda, bertampang imut, dan berpostur kecil atau tinggi-kurus. Itu boy group tipikal idola remaja, bukan idola ahjum—ups. Lupakan.

Untuk masalah bias, sebenarnya mudah saja menebaknya. Sama seperti Sulli yang terjebak pada suatu keadaan mirip cinta lokasi di ‘To The Beautiful You’, Victoria juga terjebak pada seseorang yang jadi ‘lawan mainnya’ di ‘We Got Married’. Yup, KhunToria! Bias Vic-eomma adalah seorang pemuda Thailand yang lebih muda satu tahun darinya, Nichkhun Buck Horvejkul alias Nichkhun.

Uuh, kenapa sih di MV ini Nichkhun harus dipegang-pegang banyak cewek? Mana ceweknya seksi-seksi semua, lagi, Victoria meremas-remas bajunya dengan agak kesal, tetapi apa boleh buat? Ia sudah berniat akan menikmati marathon MV 2PM dari awal hingga akhir, tak boleh ada yang terlewat, jadi MV yang ‘itu’ juga harus ditonton.  Sesekali, Vic menunduk dan melihat perutnya, berharap itu perut masih rata…

…dan memang masih rata. Tenang, Vic-eomma, dengan dancemu yang tak karuan energiknya itu, kau pasti akan tetap berperut rata…

…sampai setelah punya anak. Biasanya setelah melahirkan, orang akan jadi gemuk, tetapi tidak apa-apa. Melahirkan anak Nichkhun mungkin tak akan terasa sesakit yang Vic pikirkan—dan tidak akan menimbulkan efek samping kegemukan jika Vic masih sering menari. Apalagi kalau anaknya tampan atau cantik, wuih… efek samping-efek samping tadi tak akan penting lagi.

Lho? Kenapa Victoria jadi berpikir tentang anaknya Nichkhun?  Apa yang kupikirkan, sih? Jangan berpikir yang aneh-aneh, Victoria tersipu-sipu sendiri. Nah, lihat bagaimana jadinya jika seorang wanita dewasa macam Victoria fangirling?

Eomma, apa malam adalah waktumu fangirling?”

Deg! Untung, refleks kaget Victoria bukan melempar laptop, melainkan hanya membalikkan tubuh dan melihat cewek bermuka dinosaurus di belakangnya. “Astaga, Amber!!” Victoria segera menutup lid laptopnya dan melepas headsetnya, “Apa yang kau lakukan di sini? Cepat tidur!”

“Aku takut tidur sendirian. Karena kau tidak kembali-kembali ke kamar, makanya aku ke sini.” Amber beralasan, mulutnya membentuk sebuah cengiran. Victoria sudah terlalu paham apa arti cengiran itu. “Kau datang ke sini cuma mau menggangguku yang lagi fangirling, ‘kan? Kau tak sepenakut itu untuk tidur sendiri.”

“Ketahuan, ya?”

“Ya sudah, sana, cepat kembali tidur. Anak kecil sepertimu tidak boleh menonton MV bertema dewasa seperti ini.” Victoria memasang kembali headsetnya dan membuka lid laptopnya, lalu memutar videonya kembali. Amber tidak beranjak. Ia jadi ikut menonton video itu, ingin mengetahui bagaimana selera fangirling Victoria. “Eeeh, jadi Eomma beneran suka sama Nichkhun-oppa?” komentarnya kemudian.

“Ish. Terus kenapa kalau aku suka beneran pada Nichkhun-oppa?” kata Victoria dengan wajah yang mulai panas. Amber nyengir lagi. “Wah, asyik, akhirnya aku, Luna, Sulli, dan Krystal dapat ayah baru dari Thailand.”

Tiba-tiba, Victoria teringat dengan khayalan liarnya sebelum ini. Wajahnya memerah sampai telinga. “A-apa maksudmu?”

“Ck. Jangan begitu. Kalau memang suka ya menikah saja. ‘Kan cinta sejati tidak peduli aturan manajemen?” kata Amber. Ingat ‘kan aturan SM Entertainment yang tidak memperbolehkan artis-artisnya pacaran (apalagi menikah, ya langsung dikeluarkan)?

“Tapi, ‘kan, tapi…. ah, sudahlah! Itu ‘kan masih jauh! Sudah, sana tidur lagi!” Victoria mendorong-dorong Amber menjauh, berniat melanjutkan fangirlingnya, tetapi Amber membandel. Dia ingin mengerjai wanita satu ini. “Sudah, jangan sembunyi-sembunyi begitu kalau mau fangirling. Kalau siang-siang saja, kau pura-pura jatuh cinta pada channel home shopping. Begitu malam, tontonannya langsung MV dewasa begitu.”

Victoria membuang muka. “Aku ‘kan ingin memberi contoh yang baik pada kalian agar tidak jadi penggemar yang kelewat fanatik. Kalau aku lakukan fangirling di siang hari, kalian akan mencontohku dan semakin menggilai bias kalian, ‘kan? Nanti hasil kerja kita tidak bagus kalau kita fangirling sampai kelewatan.”

“Bilang saja kau tidak mau dibilang ABG labil gara-gara fangirling di depan yang lainnya.”

“Kau juga! ‘1-4-3’ itu sebenarnya adalah peluang yang kau terima agar kau bisa fangirling tanpa disadari yang lain, ‘kan? Aku tahu! Dasar modus!” tuduh Victoria. ‘1-4-3’ itu lagu terbarunya Henry sebagai solois, kolaborasi dengan Amber di rap. Amber membuka mulutnya, protes. “Itu, ‘kan….”

….

“…benar sih.” Amber mengusap-usap bagian kepalanya sambil nyengir kuda. Victoria langsung menimpuk kepala Amber dengan bantal sofa. “Sudah, sesama fangirl yang hobi fangirling diam-diam, kita harus saling toleransi. Kau tidak membocorkan rahasiaku, aku tidak membocorkan rahasiamu. Sana, pergi tidur, aku akan menyusul kalau aku sudah selesai marathon MV-nya.”

Amber akhirnya mau juga meninggalkan Victoria. Ia sudah kehabisan kata-kata untuk menjahili Victoria, rupanya. Akan tetapi, ketika Amber sudah siap membuka pintu kamar, ia menghentikan tangannya sendiri dan berbalik.

Eomma,” Amber nyengir evil, “kalau dipikirkan, aku ini masih lebih beruntung dirimu dalam hal fangirling.”

“Heh? Kenapa?”

“Kalau aku dan Henry-oppa memang jauh, tetapi kau? Kau bahkan sudah menikah dengan biasmu, sayangnya itu cuma menikah bohongan. Status palsu itu lebih menyakitkan, lho.”

Duak!!

Eonni? Ada apa?” Luna dan Sulli terbangun mendengar bunyi sesuatu menumbuk pintu kamar Amber. Di depan televisi, Victoria terlihat garang, dengan sebelah sandal rumahnya di tangan. Sandal rumahnya yang sebelah lagi ada di depan pintu kamar Amber yang tertutup. Bisa ditebak kira-kira apa yang baru saja Victoria lakukan. Sang leader tersenyum pada Luna dan Sulli seolah-olah tak ada apa-apa. “Maaf, aku mengganggu tidur kalian. Tidak ada hal yang penting, kok. Tidurlah lagi; aku juga akan tidur.”

Luna dan Sulli beringsut kembali ke kasur mereka masing-masing setelah sang leader menjawab pertanyaan mereka. Senyum Victoria memudar perlahan. Ia menghembuskan napas panjang. “Padahal kupikir kalau fangirling malam-malam tak akan masalah. Ternyata, malah sebaliknya….” gumamnya sambil mematikan laptopnya. Gagal sudah rencananya marathon MV malam ini. Sambil menenteng laptopnya, Victoria jadi kepikiran, apakah fangirling cuma buat adik-adiknya—anak-anaknya ‘kan maksudnya?—yang masih muda-muda? Kalau sudah seusia dirinya, apa harusnya bukan fangirling, tetapi…. menikah?

Ah, Victoria jadi doki-doki lagi. Pokoknya ini semua gara-gara Amber! Rencana fangirlingku jadi hancur deh! Awas kau, Amber!, batin Victoria, berusaha mengenyahkan berbagai pikiran liar yang muncul lagi di otaknya.

Sementara itu, Amber, di dalam kamarnya (yang juga kamar Victoria), hanya terkikik membayangkan sandal rumah Victoria yang gagal mendarat di dahinya. Untung, refleks Amber cepat, jadi ketika ia melihat tanda-tanda Victoria akan melempar sandal, ia sudah menghindar ke dalam kamar.

***

Sementara itu…

“Suho-hyung!!! Cepat, sini, cepat!!!”

“Ada apa sih, Baekhyunnie? Aku ngantuk….”

“Aduh, cepat sini!! Krystal, Krystal…..”

“Eh, ada apa dengannya?!”

“Di-dia topless!”

“Apa?!?! Jangan bodoh!!!!”

Hehehe, membodohi Suho-hyung itu sangat menyenangkan.

***

TAMAT

 

 

 

 

6 thoughts on “Fangirling

  1. “kata Victoria, persis seperti ibu-ibu yang kebanyakan uang.”. ngakaaaaaaakkkk😄

    “Memangnya kenapa? Masa aku harus suka Krystal, lalu jadi pacarnya Krystal, begitu? Suho- oppa bisa marah padaku.”
    Yep, good words, Ber. Lagian soojung is too fabulous for bopung kayak lo #dibacok

    Aaaah kerenkeren! Asli bikin ngakak!😄
    Suka cara lo ngegambarin Amtoria disini thor haha😄
    Yah sulli juga sih, luna sama krystal juga. Ahhh semuanya deh!😄
    Seneng sumpah baca ff OT5 model begini, dan sayangnya jarang nemu ff ot5 yg ‘normal’ huhuhu😥

    Makasih banyak ya thor uda bikin dan share ni ff <3333

  2. arigatou gozaimashu! matur suwun #halahapaini.

    satu reviewer di sini merupakan keajaiban buat saya ^^
    emangnya di situ amtorianya ada ya? saya g sadar, hehe, saya sukanya china-line sama 94-line f(x) *luna mutung*

    saya bakal coba bikin OT5 lagi, tapi masih belum dapat ide, ditunggu ya, ehe😀

    • ah….author ja’at, luna bias gue tauuuuu😥 (stelah si bopung amber)

      Haha gak lah~ kidding😄 Author bae kok, bae bgt malah, apalagi kalo beneran mau bkin story ot5 lagi, ahahahaha #modus #diulek

  3. Aku sukaaaa karakter Victoria sama amber juga manja-manjanya Klee :3 keren. apalahi cara ibu-ibu berfangirling itu ah~ bisa jadi salah satu contoh nih hihihihihi (eits gua bukan ibu-ibu yah).

    Amber i love you lo judes begini itu sifat kesayangan gueee aduh. “bapak” satu ini ada aja cara buat ngatasin soojung. muach<3

  4. Thor,,, INI FF YANG BISA BUAT GUE KETAWA KETIWI KEDUA SETELAH FF SOMPLAK. Srius lohh lucu ameet di FF muehehehehehhe ngoeheheheheh buakakakkaka *gila

  5. Thor ini keren banget. Daebaaaaak!! Aku pengen request nih boleh? Pengen ff kryber dong. Aku kryber shipper nih hehehe. Mau kryber yg yadong juga gpp *plaaaakkk* Pokoknya main cast nya krystal amber dan saling jatuh cinta gitu wkwk. Thx thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s