S T O I C

[FICLET] S T O I C

Tittle : STOIC

Author : BabyHo

Casts : Jung Soojung (FX), Kim Jongin (EXO)

Genre : Hurt, Family, Romance

Rate : Teen

Length : Ficlet [+900 words counted]

PS : saya tidak merajai apa-apa selain alur cerita dan poster diatas

.

.

.

.

Jung Soojung mendesah pelan. Didepannya duduk Kim Jongin dengan tampang sarkastisnya. Sungguh, dia tidak menyukai Jongin dengan tampang seperti itu. Soojung melempar tatapan tajam kepada Jongin, dan reaksi Jongin tidak jauh-jauh dari tersenyum sarkastis. Jongin jelek.

“Kau mau bicara apa? Jangan mengomentari tampangku, sejatinya sudah begini!”

Soojung menggeram kecil. Jongin tidak bisa sabar. Apa Jongin merasakan apa yang Soojung rasakan? Dua anak manusia berbeda jenis berdua diruangan kecil ditemani lampu temaram, bagaimana Soojung bisa bicara  dengan dada bergemuruh? Ya, walaupun Jongin tidak begitu menarik untuk ‘diterkam’, dan ia yakin Jongin juga tidak begitu menarik untuk ‘menerkam’ nya.

“Dalam hitungan ketiga kalau kau tidak berbicara maka aku akan pergi. Sat …”

“Iya, bawel! Lagian, peka sedikit dengan makluk yang bernama perempuan, dong!” protes Soojung sambil mengebelakangi surai merahnya yang jatuh-jatuh menutupi wajah dinginnya. Jongin memutar mata bulatnya.

Jongin memundurkan kursinya lalu menaikkan kedua kakinya diatas meja. Telunjuknya mengetuk-ketuk kecil arloji mahal ditangan kirinya. “Tik tok!

Cih! Sok keren! Cibir Soojung. “Jongin, kamu serius gak berusaha cegah Kim ahjussi dengan eomma ku? Pernikahan mereka tinggal menghitung hari, dan k-kamu … kamu santai-santai terus kerjanya!!” Soojung agak sedikit ngotot. Dan reaksi Jongin sudah pasti Soojung tahu –datar.

Jongin ditatap jawab-aku-hitam oleh Soojung. Pemuda berkulit tan itu menurunkan kakinya dari atas meja kemudian berdiri dan mendekati Soojung. Soojung sedikit bergidik ketika jemari Jongin menari disekitar surai merahnya. Lehernya terasa kaku saat terpaan nafas bau mint keluar dari mulut Jongin. Kedua tangan kokoh Jongin melingkari lehernya. Soojung kaku.

“Hmm, memang kenapa kalau abeoji dan Jung ahjumma menikah? Toh, kita akan jadi kakak-adik yang heboh nantinya, it’s good.”

Soojung memutar kursinya hingga berhadapan dengan Jongin. Soojung menatap dalam mata gelap Jongin. Soojung terlalu tajam menatap mata dark brown ‘calon kakak’ nya. Bahkan gadis itu tidak sadar jarak wajahnya dengan wajah Jongin hanya tinggal dua jengkal. Soojung menunduk memutuskan tatapannya yang begitu dalam dan tajam, kristal asin mulai jatuh dari sudut matanya membasahi seragam rok kotak-kotak merah.

Jongin meraih dagu Soojung membuat ‘calon adik’ nya menatap iris kelam Jongin. Soojung menggigit bibirnya berusaha agar tidak mengeluarkan suara isakkan, dia tidak ingin −setidaknya− terlihat lemah dihadapan Jongin. Tapi Soojung tidak bisa. Jongin sendiri yang membuat Soojung terlihat lemah dihadapannya. Soojung runtuh. Gadis belia itu tidak dapat menahan segala sesak didadanya. Ini terlalu menyakitkan.

“Terisaklah.” Jongin berlutut, tangannya merengkuh tubuh mungil Soojung yang masih terduduk dibangku kayu. “Jangan tambah sakitmu, terisaklah, demi … kakakmu.”

Soojung terisak. Soojung sesak, begitu pula Jongin. Tapi yang namanya laki-laki, pasti bertingkah sok kuat dihadapan gadis manapun. Jongin bahkan tidak meringis saat dadanya nyeri terkena pukulan meronta dari Soojung. Jongin bahkan tidak melakukan apa yang hatinya suruh, semua tersembunyi dibalik wajah datarnya. Pemuda itu terlalu menuruti egonya untuk tidak terlihat lemah.

“Kau sendiri suruh aku terisak untuk tidak menambah rasa sakitku .. T-tapi, kau sendiri .. Bagaimana denganmu, Kim Jongin? Kau sendiri sakit –aku tahu itu, kak, kenapa kau memendamnya? Aku tidak mengerti kamu, Jongin!! Sungguh, .. kamu bodohh!!”

Soojung berteriak kencang memekakan telinga. Dan bodoh, sungguh sungguh sungguh teramat bodoh. Jongin tetap tidak bereaksi apapun kecuali mengusap lembut punggung sang adik. Soojung benar, Jongin sangat bodoh. Jongin bodoh, karena tidak mengakui perasaannya pada Soojung. Jongin bodoh, karena tidak bereaksi apa-apa saat Kim ahjussi melamar Jung ahjumma. Jongin bodoh, karena tidak menuntut saat ayah dan calon ibu nya menentukan hari pernikahan mereka. Jongin bodoh, karena tidak –lebih tepatnya mencoba untuk tidak– mengerti Soojung. Jongin bodoh, karena ia tidak melakukan apapun dan memasang senyum palsu untuk ayah dan calon ibu barunya.

“Jung, .. biarkan mereka bahagia.” Lembut. Tapi entah kenapa terasa menyakitkan untuk Soojung. Sontak gadis itu melepas paksa pelukan Jongin yang perlahan mengendur.

“Mereka? Bahagia? Tujuan hidup mereka adalah membuat hidup kita bahagia, lalu apa salahnya membatalkan pernikahan mereka agar kita … BAHAGIA??!!” pahit. Soojung tahu, lidah Jongin terasa pahit setelah apa yang dikatakannya barusan. Menyakitkan. Tapi Soojung juga tahu, Jongin tidak akan memedulikan rasa pahit itu.

“Aku tahu dari dulu kau ingin sekali mendapatkan figur seorang ayah dalam kehidupanmu, begitu juga aku, Jung. Aku ingin kasih sayang seorang ibu.” Soojung melihatnya, setetes air jatuh membasahi pipi Jongin. “Kumohon, sayangilah aku sebagai seorang kakak.”

Tidak!

Tidak akan pernah!!

Aku tidak bisa!!!

“Kumohon, Jung. Aku akan mencoba hal yang sama, … dik!”

Hentikan!

Jongin, hentikan!!

Kau menyakitiku!!!

Soojung berdiri. Air matanya jatuh terus menerus tanpa jeda. Bibirnya memerah bekas gigitan giginya yang begitu keras. “AKU MUAK!! JANGAN BERSIKAP SOK TEGAR!!!”

Soojung membentak Jongin. Soojung sudah kesetanan. Soojung sudah gila. Dan kembali, Jongin sendiri secara tidak langsung adalah dalangnya.

“Baik, kalau kau ingin aku menyayangimu –bukan mencintaimu–, kak! Aku tidak akan mendengarkanmu seperti kau tidak mendengarkanku! Dengarkan saja pastor berbicara didepan altar ditengah-tengah abeoji dan eomma.”

Soojung melangkahkan kakinya menuju pintu. “Silahkan membisu, silahkan jadi tuli, silahkan jadi buta! Aku tidak akan ada disisimu, seperti kau tidak ada disisiku!!”

BLAM!!

Pintu tertutup. Jongin runtuh saat itu juga. Sakit. Jongin terlalu bodoh untuk menahan rasa sakitnya. Ia terlalu bodoh untuk menahan kakinya yang pernah melangkah mendekati kamar Soojung yang berhiaskan suara isakkan dan derai air mata. Jongin sakit.

Dan dia berdiri, melangkah gontai mencoba meraih gagang pintu. Butuh puluhan kali mencoba untuk membuka pintu ebony, tangannya sangat lemas. Kim Jongin melangkah, dia melangkah kembali menjadi Kim Jongin yang semula. Pemuda stoic dan sok keren, menutupi rentetan insiden menusuk hati antara dia dan sang adik. Dan hal terbodoh, berpura-pura bahagia dihari pernikahan ayah nya dengan ibu Soojung. Jongin memang bodoh. Dan Soojung menunggu, menunggu kapan ketabahan seorang Kim Jongin dapat runtuh? Jongin terlihat sangatlah tabah –menyedihkan.

FIN

.

.

.

Don’t forget to leave a comment or like if you want. Love, BabyHo^^~

Don’t forget to visit cryandsmilebaby.wordpress.com

7 thoughts on “S T O I C

  1. halo~ aku komen yaa’-‘ ini keren sekali~ ^^ Aku suka alurnya. tetapi perlu beberapa hal yang (mungkin) kamu ubah^^

    pertama, kurangi penggunaan kata/bahasa asing. walaupun itu kadang membuat ff menjadi unik, tetapi kadang reader (mungkin) terganggu karena mungkin mereka nggak ngerti arti dari yang kamu maksud dan harus translate dulu. jadi itu agak merumitkan (aku juga mengalami soalnya.__.) jadi usahakan mengurangi menulis bahasa asing yaa

    kedua, sebenernya aku udah suka cara kamu menjelaskan keadaan (aduh gimana ngomongnya ya? pokoknya begitu >< oke, sekian dari aku. maaf kalo saran aku ini terlalu banyak gimana-gimana dan ini terlalu banyak komentarnya *bow* tapi kuharap itu berguna^^

  2. Waah, sayang ya. Bagus-bagus begini tapi ujung-ujungnya sad end, tapi gapapa, aku tetep suka! Kalau bisa sequel ya, hihi, gomawo

  3. Hadudududu KAISTAL AGAIN AND IT’S SAD HUHUHUHHUHU T.T
    Thor, /maaf ye manggilnya thor/ ane suka amat ama gaya tulisan mu. Keren, serasa baca novel teenlit /apadeh?/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s