Our Fate (Chapter 4)

request-cover-our-fate-jungli

TITLE : Our Fate | Chapter 4 || AUTHOR : Jungli || MAIN CAST : Amber Liu Josephine . Kris(EXO) Choi Sulli , Lay (EXO) || OTHER CAST:  Search by yourself J || GENRE: Romance , Sad|| RATING: T || DISCLAIMER: This is my first FF , I made it by my self . Hope you like it J

 

Author POV

“Hey, Amber apakah kau dan Kris berpacaran?”tanya victoria pada amber yang sedang duduk di kantin, menikmati makan siang yang baru saja dia beli. Amber menatap horror Victoria, kesal dengan Victoria yang selalu mengganggunya.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa pedulimu?”

“Aku hanya bertanya saja~ Lagipula kalian berdua terlihat seperti berpacaran. Sedari tadi di kelas jika kuperhatikan, dia selalu menatapmu. Jika dia menyukaimu dan memintamu untuk menjadi kekasihnya apakah kau akan menerimanya?”

“Entahlah~”

“Lagipula kalian juga pasangan yang cocok. Aku akan mendukungmu jika kau berpacaran dengannya.”

“Terserah~”.

 

Amber POV

“Mau pulang bersama?”tanya Kris padaku. Aku hanya menatapnya heran, Kris mengajakku pulang?

“Kenapa kau tiba-tiba mengajakku pulang bersama? Apakah rumahmu searah denganku?”tanyaku padanya sambil merangkul tasku.

“Hanya sedang ingin saja, lagipula ada sesuatu hal yang ingin kubicarakan denganmu”. Aku menatapnya bingung, dan menggangguk tanda menerima tawarannya untuk pulang bersama.

Author POV

“Jadi, kau ingin mengatakan apa?”tanya amber sambil menendang batu kecil yang ia temukan di jalan. Kris hanya diam, meraih tangan amber dan mengaitkan jemarinya dengan jemari amber dan tersenyum.

“Aku akan mengatakannya jika sudah sampai di rumahmu. Apakah rumahmu masih jauh?”

“Tidak, hanya beberapa meter lagi. Kau lihat rumah putih disana? Itu rumahku”. Kris mengarahkan matanya kearah yang ditunjuk amber dan mengangguk.

 

Kris POV

Apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah aku hanya harus mengatakan bahwa aku menyukainya? Bagaimana jika dia menolakku? GOD!

“Kris”. Aku tersadar dari lamunanku begitu mendengar amber memanggilku dan mengibaskan tangannya tepat di depan wajahku, melihat rumah amber yang sudah berada di hapanku.

“Apa yang ingin kau katakan padaku?” tanyanya padaku. Aku menarik napas dalam, mengepalkan kedua tanganku. Menatapnya dalam.

“Aku menyukaimu”

 

Auhtor POV

Amber membelalakkan matanya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Bingung, itu yang ia rasakan sekarang. Sesaat kemudian Amber meninju pelan bahu Kris, menganggap perkataan Kris hanya sebuah candaan.

“Kau bercanda? Jangan bercanda denganku Kris!”

“Aku serius! Apakah mukaku terlihat sedang bercanda? Aku benar-benar menyukaimu Amber-a”. Amber hanya diam, masih ragu dengan perkataan Kris yang terlalu mendadak.

“Mungkin terdengar aneh dan terlalu mendadak, tapi aku benar-benar menyukaimu. Meskipun kita baru mengenal satu sama dalam waktu beberapa hari aku merasakan sesuatu yang berbeda jika bersamamu. Dan meskipun kau menyebalkan, cerewet, dan keras kepala. Aku menyukaimu” Kris mengucapkannya sambil menatap Amber dengan muka yang bersungguh-sungguh.

“Kau serius?”tanya Amber.

“Eo, kau hanya perlu menjawabnya saja”.

“Aku.. aku..”

“Sepertinya aku juga menyukaimu Kris”.

“Benarkah?” Kris memeluk amber senang. Hanya dengan jawaban itu dapat meyakinkan Kris bahwa Amber juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.

“Masuklah, kau pasti lelah. Aku pulang dulu, mulai hari ini dan seterusnya kau milikku Amber baby~”. Kris mengecup pelan pipi Amber. Amber hanya tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.

Amber POV

Aku melangkahkan kakiku menuju kerumahku setelah Kris pergi. Aku memang menyukai Kris. Apakah Kris benar-benar menyukaiku apa adanya? Atau dia hanya bermain-main denganku? Aku mengacak rambutku, pusing semua hal yang terlalu mendadak. Kurasakan sesuatu mengalir di hidungku, DARAH?

“Kenapa akhir-akhir ini aku jadi suka mimisan? Padahal kondisiku terlihat baik-baik saja. Apakah aku sakit? Mana Mungkin! Akukan orang selalu menjaga kesehatan.”batinku.

Kuambil tissu dari tasku dan mengelap darah yang masih terus mengalir. Mengusir pemikiran bodoh dari otakku.

“Amber baby~” Aku menghentikan kegiatanku begitu mendengar suara yang sangat ku rindukan.

“Mom? Dad? Oh My God!”

 

Author POV

Amber berlari memeluk kedua orangtuanya begitu  melihat kedua orangtuanya berdiri di depan pintu dengan koper-koper mereka.

“Kalian sudah pulang!”ucap Amber senang, melompat-lompat seperti anak kecil.

“Ya.. kami pulang Amber baby~ Oh My God! Apa yang terjadi dengan hidungmu? Kau mimisan Amber baby? Apakah kau terlalu kelelahan?”tanya ibu Amber yang khawatir begitu melihat hidung amber. Ayah Amber mendekati Amber, menempelkan punggung tangannya ke dahi Amber.

“Aku tidak sakit Dad! Aku baik-baik saja. Ini hanya mimisan biasa. Setiap orang pasti pernah mimisan bukan?”

“Apakah kau terlalu lelah? Atau kurang makan? Bukankan bibi lee sudah ayah suruh untuk mengurusi jadwal makan pagi dan siang?”tanya ayah Amber khawatir.

“Bibi lee sudah melakukannya dengan baik dad. Percayalah padaku.”ucap amber berusaha meyakinkan kedua orangtuanya. Ayah amber hanya mengangguk tanda mengerti.

“Beristirahatlah Amber, dad takut kau sakit.”

“Arrasseo dad, aku akan baik-baik saja.”ucap Amber mengecup kedua pipi orangtuanya dan berjalan ke kamarnya.

“Mom, aku mau makan masakanmu malam ini. Buatkan yang banyak~”ucap Amber yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

“Siap, Amber baby~ Beristirahatlah.”ucap ibunya, tersenyum. Amber ikut tersenyum, menutup pintu kamarnya.

 

Amber POV

Aku terbangun dari tidurku begitu merasakan seseorang memanggilku dan mengguncang bahuku pelan.

“Amber baby~ bangunlah, Omma sudah siapkan makan malam.”

“Eo”ucapku, bangun dari tidurku dan menuju kamar mandi.

 

Auhtor POV

“Eomma masak apa?”tanya Amber pada ibunya yang sedang menyiapkan makan malam di meja makan.

“Sup rumput laut, mumpung ayahmu sedang berulang tahun. Duduklah, semuanya sudah siap”

“Oh My God! Bagaimana mungkin aku bisa lupa?”ucap amber sambil memukul pelan dahinya.

“Aku tidak mempersiapkan apa-apa untuk appa. Bagaimana ini?”

“Sudahlah amber, lagipula appa sudah tua. appa tidak membutuhkan apa-apa. Asalkan keluarga kita bahagia, itu sudah cukup.”

“Tapi ini hari spesial appa, lain kali akan kuberikan. Bagaimana keadaan sulli di jepang?”

“Sulli baik-baik saja. Semakin hari dia semakin cantik amber-a. Kau pasti akan jatuh cinta padanya jika kau melihatnya.”

“Aku masih normal omma! Apakah dia sangat cantik? Padahal terakhir kali aku bertemu dengannya dia anak yang cupu. Aku merindukannya omma.”

“Haha, kami tau amber baby~ Tunggu saat liburan musim panas eo, omma akan membelikanmu tiket untuk berlibur disana”

“Benarkah ? Hahhh~ Aku jadi ingin mendengar suaranya. Nanti sehabis makan aku akan meneleponnya~”

 

Sulli POV

Aku terbangun begitu mendengar hpku berdering. Amber onnie?

“Yo, Amber!”ucapku senang.

“Sulli-yaaa~ kau tidak akan percaya jika aku mengatakan suatu hal padamu.”

“Hal apa? Onnie mendapatkan pacar?”tanyaku.

“Bagaimana kau bisa menebaknya?”tanyanya padaku, aku hanya tertawa memikirkan wajahnya yang kaget karena dugaanku yang benar.

“Memang sudah saatnya kau punya pacar onnie~ Lagipula kau cantik. Hanya saja sifatmu onnie~ Apakah dia tampan? Baik? Bagaimana ciri-cirinya? Ceritakan padaku onnie~”

“Bisakah kau bertanya satu-satu? Aku pusing harus menjawab yang mana.”

“Hehe~ Ceritakan saja onnie, akukan pendengar yang baik.

 

Amber POV

“DIA MENCIUM PIPIMU?!?!”. Aku menjauhkan hpku dari telingaku, suara sulli benar-benar bisa membuat telingaku tuli.

“Yeah~ Apakah menurutmu dia serius denganku?”tanyaku padanya.

“Mungkin saja onnie~ Lagipula dia pacar pertamamu bukan? Apakah kau juga yang pertama untuknya?”

“Aku tidak tau~ Aku hanya merasa ini terlalu cepat saja.”

“Jalani saja dulu hubungan kalian onnie~ Mendengar cerita onnie tentang dirinya, aku yakin dia orang yang serius. Apakah onnie menyukainya?”

“Aku menyukainya, hanya sajaa… Ahh. Sudahlah. Kau ada sekolahkan besok? Jaga dirimu~ Aku menyayangimu~”ucapku sambil mematikan telepon tanpa mendengar jawaban sulli. Jika aku tidak mematikannya dia pasti akan bertanya lebih banyak lagi. Dan itu hanya akan membuatku pusing. Aku memejamkan mataku berusaha untuk tidur. Aku tersenyum begitu mengingat kejadian tadi siang. Dan terlelap.

 

Kris POV

Aku berbaring memandangiku hpku.

“Kenapa aku tidak meminta nomornya?!”gerutuku pada diriku sendiri. Baru beberapa jam setelah kejadian itu, aku sudah merindukannya.

“Aku menyayangimu amber-aa~ Jangan mengecewakanku.” Aku menutup mataku, mencoba untuk tidur.

 

Amber POV

“Kalian besok akan pergi ke China? Pergi lagi?! Meninggalkanku lagi?!”amber menyuap roti bakar buatan ibunya, sarapan sebelum sekolah.

“Kami hanya 3 hari disana Amber-a, tidak akan lama. Kau bisa menjaga diri bukan? Lagipula ada bibi lee disini. Dia akan omma suruh membuatkanmu makan malam juga.”

“Bukan itu masalahnya omma, kalian baru pulang kemarin, aku sangat kesepian disini omma. Tak bisakah salah satu dari kalian tetap disini?”tanyaku sambil meminum susu coklat yang sudah disiapkan.

“Mianhae Amber-a, appamu mempunyai urusan mendesak disana, dan juga kau tahu sendiri keadaan appamu bukan? Penyakit asmanya bisa kambuh tiba-tiba, omma harus berada disisi appamu untuk menjaga kesehatannya”Aku hanya mengangguk sedih dan tersenyum pada eomma.

“Eomma harus cepat kembali ya, Aku tidak mau kesepian lagi disini”ucapku memeluk eomma erat.

“Kami akan segera kembali Amber-a”ucap appa sambil mengelus rambutku, memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Aku melepaskan pelukanku, mencium kedua pipi orang tuaku, berniat untuk berangkat kesekolah.

“Eomma, Appa, Aku berangkat dulu. Sampai jumpa!”

“Hati-hati Amber baby~”

 

Auhtor POV

“Kenapa aku begitu gugup? Aku hanya harus bersikap biasa dengannya.”ucap Amber berjalan menaiki tangga menuju ke kelasnya yang terletak dilantai 2. Sesampainya di kelas, Amber melihat Kris yang duduk dibangkunya, menatapnya dan tersenyum. Amber membalas senyuman kris, mengusir rasa gugupnya.

“Tidurmu nyenyak?”tanya Kris.

“Tentu saja, semalam aku bermimpi indah”

“Benarkah? Apakah kau memimpikanku?”.

Belum sempat Amber menjawab pertanyaan Kris, terdengar suara anak laki-laki yang berteriak memanggil namanya di lapangan sekolah. Amber mengarahkan matanya ke arah luar jendela, begitu juga dengan Kris.

“What the hell!”ucap Kris begitu melihat orang yang sedari tadi meneriakkan nama Amber. Amber menatapnya bingung.

“Kau kenal dia? Kenapa dari tadi dia memanggil namaku?”

“AMBER LIU! SIAPA YANG BERNAMA AMBER LIU?!!”teriak laki-laki asing itu lagi.

“Dia sahabatku. Kemarin aku menceritakan tentangmu padanya, GOD! Apa yang dia lakukan ?”ucap Kris sambil berjalan keluar kelas begitu juga dengan Amber.

“AMBER LIU! AMBER LIU!”

“Apa yang kau lakukan disini Lay?!”

“AM,… Oh~ Hyung! Aku hanya sedang mencari gadismu. Aku ingin melihat wanita yang bisa membuatmu jatuh cinta”ucap laki-laki yang bernama Lay itu sambil memeluk Kris. Kris melepaskan pelukkan Lay, menatapnya dingin.

“Kau mencariku?”

Mata Lay terarah pada Amber dan menatap Amber bingung

“Aku mencari seorang yeoja yang bernama Amber Liu, bukan seorang namja! Apakah kau mengenal Amber Liu? Bisa kau tunjukkan padaku yang mana orangnya?”ucap Lay sambil memegang bahu Amber erat.

“Dia yang bernama Amber, BODOH!”ucap Kris sambil memukul kepala Lay. Lay meringis memegang kepalanya dan menatap Amber tidak percaya.

“Dia? Dia? DIA HYUNG?! KAU MENYUKAI SESAMA JENIS? ASTAGA HYUNG APA YANG KAU PIKIRKAN? MASIH BANYAK WANITA DI LUAR SANA HYUNG! SADARLAH HYUNG! SADAR!” Lay menarik kerah baju Kris dan mengguncang-guncang tubuh Kris. Kris memutar kedua bola matanya dan kembali memukul kepala Lay.

“Dia yeoja bodoh! Jaga kata-katamu!”ucap Kris. Lay melepas cengkramannya dari kerah baju Kris dan berjalan ke arah Amber yang berada di belakang Kris, Amber hanya tersenyum canggung menatap Lay.

“Yeoja? Kau yeoja? Astaga maafkan aku noona!”ucap Lay sambil membungkuk sopan  ke arah Amber.

“Tidak apa-apa. Kau sahabatnya Kris? Perkenalkan namaku Amber Liu, kau bisa memanggilku Amber. Apakah kau seangkatan dengan kami? Kenapa kau memanggilku noona?”

“Aku kelas 10 noona, dan aku adalah sahabat tuan Kris yang angkuh ini. Apakah noona kekasihnya?”

“Mungkin bisa dibilang begitu.”ucap amber sambil tersenyum canggung, menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Kris hanya tersenyum melihat tingkah amber, merangkulkan tangannya di bahu amber.

“Kau sangat cantik noona! Maafkan aku yang salah sangka menganggapmu namja”ucap Lay, meraih tangan Amber dan saling bersalaman. Amber hanya tersenyum dan mengangguk.

“Kau mengingatkanku pada adik perempuanku Lay-a, dia juga gadis yang ceria. Sama sepertimu.”

“Benarkah? Kau bisa menganggapku adik perempuanmu amber noona. Aku sangat merestui jika kau berpacaran dengan Kris hyung.”

“Lepaskan tanganmu Lay!”geram Kris pada Lay yang masih menyalami Amber, Lay hanya tersenyum menatap sahabatnya, dan mengedipkan matanya.

“Oooh~ Hyung! Kelihatannya kau sangat menyukainya. Aku bahagia jika kau bahagia hyung!”ucap Lay sambil menepuk-nepuk bahu Kris dan berlari menjauhi Kris, takut dengan tatapannya Kris.

“Aku ke kelas dulu hyung! Amber noona SARANGHAEYO!”

“MWORAGO?! YA ! LAY”teriak Kris pada Lay yang sudah berlari jauh sambil melambaikan tangannya dan tertawa.

“Sudahlah Kris. Ayo ke kelas”ucap Amber, meraih tangan Kris menggandeng Kris menuju ke kelas. Kris tersenyum menatap Amber, mengacak pelan rambut Amber.

 

TBC

 

Note: Selesai jugaa part 4 nyaaa! Hehehehe. Ditunggu ya lanjutannya! Terus author mau bilang terimakasih sama teman author yang uda bantuin dan mendukung author. Special thanks~ (HD). Maaf kalau ff nya jadi ga jelas gini L

5 thoughts on “Our Fate (Chapter 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s