Shadows

shadows-ff-scarlettli

Title : Shadows

||Author : Scarlett Li ||

||Length : Ficlet, 1800+ w||Rated : PG 13||

||Genre : AU, Mystery, Romance, Fantasy||

|| Main Cast : Jung Soojung, Choi Minho ||

||Support Cast : another member of SHINEE||

Desclaimer : Inspired by some fanfiction in ghost-mystery-genre, and full of my imagination about another life.

Summary : Sebenarnya ia juga tidak ingin hidup seperti ini. Ia bahkan tidak mau dikatai masih bisa menerima takdir, walaupun memang demikianlah kenyataannya.

∞shadows∞

“Hmm, yang ini. Juga yang ini. Ah, apalagi?”

Seorang pria dengan postur tubuh sempurna ditambah dengan ketampanan wajahnya kini sedang memegang dua buah daging kaleng yang berbeda merek. Pria itu mengerucutkan bibirnya, bingung. Sementara gadis di belakangnya tersenyum lebar. Ia terkikik melihat tingkah pria itu.

Entah sudah berapa lama gadis itu menguntitnya, tetapi pria itu tetap tidak menyadarinya. Dan gadis itu juga berharap pria itu tidak menyadarinya juga.

“Ah, ini saja.” katanya akhirnya lalu memasukkan salah satu daging kaleng kedalam keranjang. Dan berjalan menuju kasir. Dan gadis di belakangnya mengikuti. Tetap saja.

“Totalnya lima puluh lima ribu won.”

Pria itu merogoh sakunya dan memberikan beberapa uang lembar. Sementara gadis di belakangnya menatapnya, menunggu.

“Terimakasih telah datang.”

Pria itu mengangguk sekilas lalu keluar dari minimarket itu dengan membawa satu kantong plastik.

“Nona, ada yang bisa saya bantu?”

Gadis itu menatap penjaga kasir, lalu tersenyum menggeleng dan pergi. Berjalan mengikuti langkah pria tadi. Sementara pria tadi sedang merogoh kantung jaket hangatnya lalu mendekatkan ponselnya ke telinganya.

“Ya, aku tahu. Sebentar lagi aku akan datang. Baguslah. Kututup telfonnya. Aku sedang kesana. Ya, aku tahu.”

Pria itu menjauhkan ponselnya lalu mengantonginya. Lalu berjalan melewati jalanan yang ramai. Pria itu sesekali mengeratkan jaket hangatnya. Dan gadis itu tetap mengikutinya.

Hingga sampai di depan sebuah apartemen.

Pria itu menekan beberapa tombol lalu terdengar suara verified dan pria itu masuk. Dan lagi, gadis itu mengikutinya.

“Hai. Wah, sudah berkumpul rupanya. Jinki hyung sudah datang?”

“Tentu saja, dia berada di kamar mandi. Kau saja yang terlalu lama,” seorang pria berambut blonde berjalan mendekati pria itu dan mengambil kantong plastiknya. “Biar aku saja yang masak. Kau nonton saja bersama mereka.”

Pria itu mengangguk lalu duduk disamping Lee Taemin. Dan mulai menikmati menonton sebuah acara tv. Sementara gadis itu diam. Tetap berada di tempatnya.

Kim Jonghyun yang baru sadar kehadiran Choi Minho meninju pelan bahunya. “Kau darimana—” ia terdiam. Matanya menangkap seorang gadis berdiri canggung di dekat pintu.

“Hei, Minho-ya, Kau jahat sekali.”

Minho menatap Jonghyun bingung. Keningnya berkerut. “Apa?”

“Kau—” Jonghyun terdiam. Ia tahu ada ayng salah, tetapi akhirnya ia menghela napas menghela nafas lalu menggeleng, “Tidak ada.”

“Hmm?” Minho terdiam sejenak, lalu tertawa dan meninju bahu Jonghyun. “Kau ini kenapa sih?”

Hyung! Jangan berisik!” Taemin melirik kedua hyungnya lalu memperbesar volume suara tv.

Ya, Siapa yang memperbesar volume suara? Berisik! Kecilkan,” Kibum yang sedang berada di dapur berteriak.

“Mereka berisik, aku jadi tidak bisa konsen menonton,” Taemin menggerutu

“Hei, jangan menyalahkan kami,” Jonghyun membela diri.

“Sudahlah, Taemin, kecilkan volumenya!”

“Tidak mau! mereka masih berisik,”

“Kami tidak berisik lagi!”

“Aku tidak peduli,”

Ya! Aku tidak peduli kalian berisik atau tidak, tapi kecilkan volume tvnya!”

“Tidak mau!”

Kibum berjalan cepat menuju Taemin dan merebut remote tv. “Kecilkan!”

“Tidak mau!”

Tiba-tiba, Jinki keluar dari kamar mandi dengan badan dan rambutnya yang basah dan handuk putih yang hanya menutupi sebagian tubuhnya. Ia menatap empat orang itu bingung. “Ada apa?”

Sementara Kibum menjelaskan duduk permasalahannya—sambil setengah berteriak—kepada Jinki yang tidak mengerti apa-apa, sementara Minho tertawa. Dan disaat itu, Jonghyun melirik dekat pintu.

Dan gadis itu sedang tersenyum menahan tawa. Tetapi berikutnya, gadis itu tertawa.

∞shadows∞

“Hah. Lelahnya.”

Gadis itu menatap Minho, lalu tersenyum lebar. Ia berdiri tepat disamping pintu. Dan menatap Minho yang kini terbaring dengan menutup kedua matanya. Tampak begitu tenang.

Perlahan gadis itu mendekati Minho, ia tersenyum saat melihat wajah tenang Minho saat tidur dalam dekat. Ia… menyukai wajah itu. Tanpa sadar kini gadis itu sudah berjonkok di samping tempat tidur Minho.

Ia tersenyum lebar, lalu berbisik. “Hai.”

∞shadows∞

“Sudah siap kan? Ayo!”

“Ah, akhirnya aku boleh jalan-jalan juga.” Taemin tersenyum senang.

Minho langsung merangkulnya. “Tentu saja. Setelah mengalami cacar seminggu, kau juga baru boleh mandi kan?”

Mata Taemin menyipit, lalu memukul Minho. “Ya, hyung!” sementara Minho terkekeh.

Tiba-tiba Kibum langsung menyeletuk. “Eh, tapi itu benar kan? Kau terisolasi seminggu. Baru kemarin saja kuberi izin untuk menonton diluar kamarmu.” katanya, dan Jonghyun terkekeh.

Taemin mengerucutkan bibirnya. “Ya, hyung! Kenapa tidak ada yang berkomitmen denganku sih.”

Jinki yang sedari tadi diam langsung menepuk bahu Taemin. “Kau tenang saja, eh, memang semuanya benar kan?”

Dan ketiga orang disana langsung tertawa. Sementara Taemin merengut kesal. “Ah, aku dipojokkan lagi!”

Dan gadis yang terdempet disamping Taemin tersenyum. Dan kini Jonghyun mengawasinya. Gadis itu.

Gadis itu yang kini berada disamping Minho dan tersenyum kepada Jonghyun yang menatapnya dengan mata menyipit.

Dari isyarat matanya saja, Jonghyun sudah menyatakan bahwa ia tidak suka dengan keberadaan gadis itu.

∞shadows∞

“Hah, lelah sekali.” Minho menggerakkan kepalanya. “Aku tidur duluan ya. Lelah sekali.”

Jonghyun mengangguk sementara matanya mengawasi gerak-gerik gadis itu yang kini mengikuti Minho. Jonghyun menghela napas lalu menyeruput tehnya. Dan gadis itu tiba-tiba keluar lagi. Ia terlihat menghela napas lalu tersenyum lebar saat menangkap mata Jonghyun. Jonghyun menatapnya tidak senang, lalu berdiri dan berjalan ke arah balkon.

Dan dari tatapannya, ia menyuruh gadis itu untuk mengikutinya.

Gadis itu mengerutkan kening, bingung. Namun akhirnya selanjutnya gadis itu berjalan mengikuti Jonghyun yang kini sudah duduk di kursi dan menyeruput tehnya tenang di tengah malam yang dingin itu.

“Siapa kau?” tanya Jonghyun akhirnya.

“Ah, aku Soojung. Jung Soojung.” katanya sedikit menunduk lalu mengulurkan tangannya. Jonghyun menatap tangan gadis itu agak ragu. Mengerti keadaan itu, Soojung menurunkan tangannya sambil tersenyum tipis.

Jonghyun berdehem lalu kembali menatap keluar taman. “Kenapa kau mengikuti temanku?”

Soojung terdiam sejenak, lalu tersenyum. “Dia pria yang baik.”

Jonghyun menghela napas. “Jika kau manusia pasti kau sudah kuusir.” gumamnya. “Lalu kenapa kau berani sekali berada disini? Kami laki-laki semua. Hah, minimal kau.. tahulah… sesuatu yang tidak bisa perempuan tahu begitu saja.”

Soojung tersenyum meringis. “Maafkan aku untuk hal itu.” gadis itu menatap ke arah langit-langit. “Aku masih belum bisa menerima takdir.”

“Dan itulah alasan kenapa aku benci orang yang sudah mati tetapi masih berkeliaran.” kata Jonghyun dingin. “Kalian itu menakutkan bagi orang-orang yang masih hidup.”

“Aku tahu.” Soojung tersenyum kecil. “Aku pernah ditakuti anak kecil karena aku tembus pandang, aku pernah dikejar oleh anjing, aku pernah membohongi orang yang bisa melihatku, aku pernah—” Soojung menghela napas. “Semua yang kulakukan itu… aku bahagia.”

Jonghyun menatap wanita itu kosong. Awalnya ia membenci tentang kehadiran wanita yang sudah tak bernyawa itu.

Tetapi semuanya berubah saat ia melihat senyum tulusnya. Senyum yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

∞shadows∞

“Hm? Hari ini kau mau kemana?” Minho mengerutkan kening saat Taemin sudah menyeletingkan jaketnya. Ia juga sudah memakai topi.

“Mau menghirup udara segar di pagi hari. Aku masih merasa sesak.”

“Oh.” Minho mengangguk lalu meneguk perasan jeruk yang sudah disiapkan Kibum. “Jangan terlalu lama berada diluar. Bekas cacarmu masih agak terlihat.”

“Ya, aku tahu.” kata Taemin malas. Ia mengambil botol minum dan menaruhnya di saku jaketnya. “Tolong bilang pada semuanya aku jogging dulu.”

Minho mengangguk lalu terdiam sejenak dan tiba-tiba memanggil Taemin yang sudah hendak menutup pintu flat dan bersiap pergi.

“Ada apa lagi sih hyung? Aku mau pergi sebelum matahari benar-benar sudah terik.” gerutu Taemin, sementara Minho tersenyum.

“Aku ikut.”

Dan itu sebuah bencana bagi seorang Taemin yang berencana jogging sendiri.

∞shadows∞

“Harusnya aku langsung pergi saja saat kau bertanya tadi.” gerutu Taemin tidak jelas. Sementara Minho merangkul Taemin lalu tersenyum.

“Aish. Masa kau begitu pada hyungmu sendiri.”

Alhasil, bukan olahraga kecil atau semacam lari kecil yang mereka dapat. Puluhan fans? Ya, seperti itu. Jadi Taemin juga terkena imbasnya. Mereka malah hampir tidak bisa melaksanakan lari pagi karena hampir setiap langkah mereka terhenti oleh orang-orang yang meminta foto, tanda tangan, dan lainnya. Ia juga sebenarnya mendapatkannya sih, tetapi, jika ia melakukan lari pagi sendiri, setidaknya semuanya tidak begitu terhambat seperti sekarang ini.

“Habis ini kita ke—”

Belum sempat Minho melanjutkan perkataannya Taemin menoleh cepat lalu segera memotong. “Ah, tidak-tidak hyung. Tidak mau. Kau tahu perasaanku sedang buruk karena gagalnya lari pagi hari ini?”

Aigoo, kau ini. Hal seperti itu saja di permasalahkan. Besok kutemani lagi lari pagi. Bagaimana?”

“Tidak mau!”

∞shadows∞

Jonghyun keluar dari kamarnya dengan wajah yang masih agak lusuh dan rambutnya pun masih berantakan. Ia mengacak-acak rambutnya lalu menguap. Tetapi saat ia hendak berbelok menuju kamar mandi ia tersentak kaget saat menemukan Soojung tengah menonton tv.

Ya, ya, ya. Apa yang kau lakukan?”

Soojung menoleh lalu tersenyum lebar. “Selamat pagi.” sapanya. Jonghyun menghela napas lalu menatap gadis itu malas.

“Apa yang kau lakukan?”

“Oh? Sedang menunggu Minho pulang.”

Jonghyun mengerutkan kening bingung. “Memangnya dia kemana?”

“Dia diajak pergi Taemin pergi. Lari pagi.”

“Oh.” Jonghyun mengangguk-angguk sementara Soojung berbalik badan dan menonton acara kartun pagi.

“Soojung-ssi.”

Soojung menoleh. “Ya?”

“Sampai kapan kau berada disini?”

“Itu…”

∞shadows∞

“Harusnya aku membeli minuman dingin sebelum kembali.”

“Tidak baik habis olahraga minum dingin.”

Taemin mendengus kesal. “Olahraga apanya? Kita hanya berjalan berkeliling tidak karuan karena fans seperti itu.”

Minho menoleh lalu memukul pelan bahu Taemin. “Hei, berjalan saja sudah dianggap olahraga.”

“Aish, tidak tahu.”

“Kau ini.”

Taemin terlebih dulu membuka pintu flat dan masuk. Sementara Minho menutup pintu.

“Tetapi lebih baik jika kau segera keluar. Ini tidak baik untukmu, kau tahu?”

Hyung.” Taemin menoleh pada Minho. “Siapa yang Jonghyun hyung bicarakan?”

Minho melirik Jonghyun lalu kembali pada Taemin. “Tidak. Masalahnya, dengan siapa dia berbicara?”

“Oh, kalian sudah pulang?”

Minho dan Taemin menoleh kaget lalu Minho berdeham dan buru-buru mengganti sepatu olahraganya menjadi sandal rumah. “Ya.” kata Minho gugup. Ia langsung menuju dapur dan membuka lemari es dan mengambil air mineral disana. Dan selanjutnya Taemin melakukan hal sama.

Sementara Jonghyun menghela napas berat lalu menatap Soojung. “Ini buruk.” gumamnya.

∞shadows∞

Minho mengeringkan rambutnya yang basah karena baru saja selesai mandi, bergiliran dengan Jinki. Ia masuk ke kamarnya lalu menaruh handuknya ke atas kasur dan selanjutnya ia menjatuhkan tubuhnya dan berbaring disana.

“Melelahkannya.” ia menutup matanya sejenak, mencoba untuk menenangkan dirinya.

“Hai.”

Minho membuka matanya kaget. Matanya terbelalak saat menemukan seorang gadis.. tunggu. Apa? Seorang gadis? Di flatnya? Ini tidak mungkin.

Ia pasti hanya berhalusinasi karena ia kelelahan dengan jadwal latihannya yang agak di perbanyak dan ia juga harus membantu Kibum bergilir memasak tadi. Atau ia memang sedang mengalami vertigo?

Tetapi sepertinya ia tidak punya penyakit vertigo.

“Aku… Jung Soojung. Maaf baru menemuimu sekarang.”

Oke, sekarang Minho mulai takut. Pasalnya, Jinki tidak memperbolehkan keberadaan wnita di flat ini karena alasan yang cukup logis. Jadi… siapa gadis ini?

Apakah dia penguntit?

Gadis itu perlahan mendekat Minho membulatkan matanya kaget. “Tunggu. Jangan bergerak. Tetap disitu.” katanya sambil menunjuk tempat asal gadis itu. Gadis itu membulatkan matanya kaget, tetapi akhirnya ia mundur. Minho menghela napas.

“Siapa kau? Kenapa kau bisa berada disini? Darimana kau bisa masuk?”

“Namaku Jung Soojung. Aku… memang sudah berada disini sejak lama. Beberapa minggu yang lalu… bersamamu.”

“Apa?” Minho mengernyitkan kening bingung. Ia tidak pernah merasa pernah bersama gadis ini. Bertemu saja ini yang pertama kalinya, wajahnya tidak familiar dalam ingatan Minho.

“Yah, kau memang tidak menyadarinya, hanya satu temanmu yang menyadarinya.” Soojung tersenyum manis di akhir kalimat. Kerutan di kening Minho semakin terlihat jelas, tetapi lama-lama kerutan itu memudar digantikan dengan mulut pria itu yang membulat besar.

Bibirnya terasa kelu.

“K-kau… Jonghyun… yang tadi.. pagi itu… kau?”

Soojung tersenyum sementara Minho tidak bisa berkata-kata lagi.

“Aku adalah penggemar beratmu. Aku… menyukaimu.” gadis itu menunduk walaupun Minho sempat melihat gadis itu tersenyum malu.

Hari semakin malam, dan sinar bulan masuk ke kamar Minho dari jendela. Dan tepat mengenai gadis itu. Dan cahaya itu…menembus gadis bernama Jung Soojung itu.

Semuanya terasa begitu aneh bagi Minho.

 ∞shadows∞

Halo~ Setelah beberapa lama nggak ngepost dan ff ini mengendap di fileku, akhirnya bisa di lanjut dan berakhir di post juga. Gimana dengan ff ini?

Ditunggu komentarnya, dan lainnya. Terima kasih banyak sudah membaca ff agak absurd ini.-.vv ^^ *bow*

9 thoughts on “Shadows

  1. Ini menyedihkan,penggambaran soojung yang di ceritakan cukup jelas,aku suka cerita ini oiyaa aku nemu beberapa typo tadi😀 hehe ^^

  2. slalu suka sm ff yg cast ny krys…
    minstal oke juga sih.. myungstal juga.. kaistal.. hyukstal.. kykny smua yg hubny sm krys.. wkwk
    ff nya bagus author-nim
    pnggambarn krys jelas.. bahasany jg bagus.. diksiny keren.. alurny runtut.. jempol deh buad author nim..
    dtnggu ff laainnya..
    fightiiiingg

  3. ceritanya lucu menyeramkan ^^ si jong kayak punya cenayang ya bisa liat hantu, ffnya unik aku suka aplgi castnya minstal, sering” nulis ff minstal yaa, keep writing! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s