Our Fate (Chapter 2)

 CYMERA_20130901_125130

TITLE : Our Fate | Chapter 2 || AUTHOR : Jungli || MAIN CAST : Amber Liu Josephine . Kris(EXO) Choi Sulli , Lay (EXO) || OTHER CAST:  Search by yourself J || GENRE: Romance , Sad|| RATING: T || DISCLAIMER: This is my first FF , I made it by my self . Hope you like it J

 

@Incheon Airport

“Waaa! Seoul! Bogoshipda!”  ujar sulli sambil meregangkan otot-ototnya.

 “Ya! Jangan seperti itu! Bajumu terangkat!”tegur gadis pucat disebelahnya sambil mengambil koper.

 “Onnie, kenapa kau tiba-tiba ingin pulang ke Seoul?”

“Sulli-a. Kau sudah 20 tahun! Bersikaplah dewasa! Jangan seperti anak kecil! Aku pulang untuk memenuhi janjiku pada seseorang, dia pasti sudah menunggu lama.”jawab Amber sambil mencubit pipi putih sulli.

”Heuungg, aku tau onnie, tapi inilah diriku. Aku tidak akan dipanggil Giant Baby jika aku tinggi dan bersikap dewasa. Nanti malah dipanggil Giant Lady lagi! Cukup Giant Baby saja. Kkkkk~”bela sulli sambil menggembungkan pipinya. Setiap orang yang melihatnya pasti akan gemas dengan kelakuan gadis ini.

“Arasseo uri Ttullli(Sulli) lakukan sesukamu. Bagiku kau tetap adikku”ujar Amber sambil mengelus kepala adik kesayangannya itu.

 “Memang kau berjanji dengan siapa onnie? Apakah orang itu penting? Gara-gara onnie aku harus pindah kuliah. Padahal disanakan aku sudah banyak teman.”

“Maaf sulli-a, gara-gara onnie kau jadi kerepottan seperti ini. Janji ini sebenarnya sudah 2 tahun yang lalu. Pasti dia sudah menunggu sangat lama. Hahaha.”-amber tertawa miris.

 “Aku hanya bercanda onnie, jangan bersedih seperti itu. Onnie sama sekali tidak merepotkanku. Onnie pasti lelah, kita pulang ke apartemen yang sudah kita beli dan beristirahat. Kajja! Aku sudah tidak sabar melihat tempat tinggal baruku.”ajak Sulli. Amber hanya mengikuti apakata Sulli dan mulai berjalan mencari taksi.

“Apa kau masih menungguku?”

 

Kris POV

Arrghh! Aku menggeram kesal. Segala hal yang kulakukan pasti akan teringat dengan gadis tomboy itu. Kenapa aku masih tidak bisa melupakannya? Apa yang salah denganku? Gadis itu telah meracuniku. Ya, meracuni pikiranku dan juga hatiku. Tak bisa kupungkiri aku merindukannya. Airmata mengalir dari mataku. Apa salahku amber-a, aku selalu mencintaimu. Tapi kenapa kau meninggalkanku? Apa salahku? Jebal Amber-a jangan seperti ini.

FLASBACK

Seorang laki-laki jangkung berjalan memasuki SMA terkenal di Seoul itu. Namanya Wu Yi Fan atau biasa dipanggil Kris. Ia baru pindah dari China karena masalah bisnis orangtuanya. Meskipun ia orang China, ia lancar berbahasa Korea karena ibunya asli orang Korea. Di rumah Kris selalu diajari bagaimana berbahasa korea yang baik oleh ibunya.

Kris berjalan dengan santai. Semua perempuan berdecak kagum melihat ketampanan Kris. Kris tidak terlalu peduli dengan tatapan gadis-gadis itu, toh dia bersekolah hanya untuk belajar bukan?

@Kelas 12-4

“Hey! Amber! Kau sudah dengar beritanya?”tanya teman sekelas amber yang bernama Victoria. Amber berdecak kesal karena pagi-pagi sudah diganggu oleh si ratu gosip kelasnya.

“Tau apa Vic-a? Aku sedang membaca buku, bisakah kau tidak menggangguku?”.

“Hehe, aku tahu. Tapi aku punya berita bagus! Sepertinya kelas kita akan kedatangan murid baru dari China! Dan mereka bilang, murid baru itu tampan Amber-a!”cerita Victoria sambil menepuk-nepuk bahu Amber.

“Aishh! Jangan berlebihan! Terus kalau dia murid baru dan tampan apa yang mau kau lakukan? Kau sudah punya Changmin. Sadarlah Vic!”-Amber meringis kesakitan karena pukulan Victoria di bahunya.

“Aku hanya bercerita~ Kkk~ Lagipula dia pasti duduk disebelahmu, karena di kelas ini cuma bangku disebelahmu yang kosong. Kau sangat beruntung Amber-a~”goda victoria sambil mengedipkan matanya ke Amber.

 “Ishhh! Daripada kau mengatakan hal yang tidak penting, lebih baik kau kembali ke tempat dudukmu saja!”usir amber.

Amber POV

TETTTT TETTTT TETTTT

Argghhh! Baru saja aku ingin melanjutkan membaca bukuku. Ini semua gara-gara Victoria, menceritakan hal yang tidak penting. Membuat moodku jelek saja. Aku memasukkan bukuku ketika melihat Jung Songsaenim berjalan masuk dengan seseorang, dia pasti anak baru yang diceritakan victoria tadi. Memang tampan sih! Tapi aku lebih tampan, heheheh. Aku kan pangeran di sekolah ini. Bagaimana tidak disebut pangeran? Meskipun aku perempuan, aku menggunting rambutku menjadi pendek hanya dengan alasan mengubah image. Tapi hasilnya? Aku malah menjadi pangeran kelas dan dipuja-puja oleh gadis-gadis di kelasku.

 

Author POV

“Anak-anak mohon perhatiannya! Kita kedatangan murid baru dari China. Silahkan memperkenalkan dirimu nak”ucap sang guru mempersilahkan kris untuk memperkenalkan dirinya. Kris hanya mengangguk dan tersenyum.

“Annyeonghasseyo, jo neun Kris ibnida. Bangapseupnida!”-kris memperkenalkan dirinya dengan singkat.

“Kris kau duduk disana. Di barisan 1 paling ujung dengan amber”

Kris mengarahkan matanya ke arah yang gurunya arahkan. Kris mengangguk dan berjalan mendekati mejanya.

 

Amber POV

“Dan juga amber, ajaklah Kris berkeliling sekolah saat istirahat nanti. Agar dia lebih tahu seluk beluk sekolah kita” tambah jung songsaenim. GOD! HELP ME!

“Tapi songsaenim, saat istirahat nanti saya punya urusan lain. Suruh yang lain saja.”-aku menolaknya, semua gadis di kelasku menatapku tidak percaya.

“Kau ingin mendapat nilai C di sikapmu karena kau menolak permintaan gurumu ini Amber-a?”-Jung songsaenim memberikan tatapan ‘death glare’-nya.

 “Arasseo songsaenim! Jangan menatapku seperti itu!”. DAMN! Aku hanya ingin melanjutkan membaca bukuku saja saat istirahat nanti! Membuang waktuku hanya untuk lelaki tidak penting yang mulai duduk di sebelahku. Menaruh tasnya dan mulai mengambil buku tulisnya. Sikapnya yang dingin saja sudah membuatku tidak ingin mendekatinya, seperti ada sesuatu yang berbeda dari dirinya.

 

Author POV

Jung songsaenim memulai pelajarannya. Semua murid mulai berkonsentrasi mendengar pelajaran yang diberikan.

“Hey! Kau tidak punya buku pelajaran bukan ? Kita bisa melihatnya berdua.”-tawar amber sambil menggeser buku pelajarannya.

“Tidak, terimakasih.”-tolak Kris. Amber hanya diam, kesal dengan teman sebangkunya yang satu ini. Amber mulai berkonsentrasi mengikuti pelajaran,duduk memelototi papan tulis berharap bisa mengerti rumus-rumus kimia yang bisa membuat kepalanya pecah.

“Jika kalian sudah mengerti, kalian bisa mencoba mengerjakan soal di halaman 28. Eumm, saat istirahat nanti kumpulkan dengan amber. Karena saya ada urusan dengan kepala sekolah, saya harap kalian dapat mengerjakannya dengan tertib. Jika saya mendengar laporan bahwa kelas kalian ribut, siap-siap dengan hukuman yang saya berikan!” ujar jung songsaenim.

“Ne? Kenapa saya lagi songsaenim? Bukankah anda menyuruh saya untuk membawa Kris berkeliling sekolah?”-amber merasa kesal dengan gurunya yang satu ini.

“Bukankah kamu bisa sekalian memperlihatkan ruangan saya amber-a?”. Amber hanya memilih diam.

 

Amber POV

TTEEETTTT! TTTEEEEETTT!

Akhirnya! Bel berbunyi juga! Sedari tadi aku menahan malu karena perutku yang terus berbunyi sepanjang pelajaran, semoga saja teman sebangkuku tidak mendengarnya. Huhhh, satu demi satu buku tulis terkumpul di mejaku, membuat tumpukan setinggi wajahku, aku mendengus kesal mulai menghitung buku tulis di depanku memastikan jumlahnya pas. HEY! Kurang satu! Siapa yang belum mengumpulkannya? Membuat urusanku bertambah saja. Merepotkan jika harus menagih tugas seperti ini! Aku melihat sekelilingku, melihat siapakah yang belum mengumpulkan tugas. Mataku terarah pada teman sebangkuku yang tertidur, MWO?! TERTIDUR?!

Author POV

Amber menghela napas, menahan kesal pada kris yang tidur dengan polosnya. Kesal karena waktu membacanya diganggu, kesal karena jung songsaenim yang membuatnya kesal, dan kesal karena perutnya yang benar-benar menyiksanya. “Hey!”-Amber menepuk pundak Kris pelan. Kris mengerjapkan matanya, meregangkan otot-ototnya, menatap amber bingung.

“Tugasmu Kris, tugasmu”              

“Tugasku? Tugas apa?”-kris balik bertanya, membuat amber semakin kesal dengan sikapnya yang tak peduli.

“Tugas apa kau bilang? Tugas kimia! Yang tadi songsaenim suruh! Cepat kumpulkan! Aku lapar dan mau makan!”amber benar-benar merasa kesal sekarang, untung di kelas hanya ada mereka berdua. Jika tidak, Amber dan Kris akan menjadi tontonan yang menarik bagi teman sekelas mereka.

 

Kris POV

“Aku tidak mengerjakannya, apa masalahmu? Kenapa kau berteriak seperti perempuan? Kau laki-laki bukan? Jadi santai saja!”kataku kesal pada laki-laki cantik yang ada disampingku ini. Berani sekali dia membangunkanku dan berteriak padaku.

“MWO?! Laki-laki?”

“I Y A! Memangnya kau banci? Hah?!”

Amber POV

Laki-laki? Dia mengira aku laki-laki? Hey! Dia tidak menyadari aku perempuan? Bagaimana mungkin? Aku diam menatapnya bingung. GOOD! Berarti dia melihatku sebagai perempuan dan tidak akan menganggapku lemah. Aku tersenyum, tanda kemenangan terlihat jelas di wajahku. Kemenangan sebagai laki-laki. Oh, Thanks GOD! Dia menganggapku laki-laki!

KRRREEEUKKK

GOD! Perutku! Benar-benar sakit sekarang, bagaimana tidak? Dari kemarin malam aku tidak makan apapun karena orangtuaku yang pergi mengunjungi adik perempuanku di Jepang. Ya beginilah, nasib orang yang tidak bisa memasak. Aku tidak mau makan makanan instan. Jadi, aku memilih kelaparan daripada harus makan makanan yang tidak sehat. Hidup sehat harus dimulai dari kecil bukan?

“Ya sudahlah jika kau tidak mengerjakannya, toh itu bukan masalahku.”

Kris hanya diam, tidak peduli dengan amber dan mulai melanjutkan tidurnya.

 

Author POV

Amber berjalan menuju ke kantor jung songsaenim yang terletak di lantai 3 sekolahnya. Berjalan menahan sakit di perutnya yang benar-benar menyiksa sekarang. Amber mengecek jam tangannya berharap masih ada waktu untuk ke kantin, amber menatap jam tangannya kecewa. Waktu istirahat hanya tinggal 3 menit lagi dan itu bahkan tidak akan cukup untuk ke ruangan jung songsaenim dan kembali ke kelas tepat waktu.

“Hey! Amber!”-panggil seorang gadis, berlari kecil ke arah Amber dengan senyuman.

“Ooh, krystal-a”

“Kau sedang kerepotan sepertinya, mau kubantu onnie?”

“Eo, bantu aku membawakn ini ke ruangan jung songsaenim”-amber tersenyum pada Krystal-adik kelasnya. Krystal hanya mengangguk, mengambil sebagian buku tulis yang ada di tangan amber.

“Euumm, onnie.”panggil Krystal pelan.

“Eungg?”

“Aku ingin minta bantuan onnie. Aku berharap onnie mau membantuku”-Krystal menatap amber penuh harap.

“Bantu apa krystal-a? Aku akan membantumu semampuku. Kau sudah kuanggap adikku dari pertama kali kau masuk bukan?”Amber tersenyum pada krystal. Krystal mengangguk malu, tersenyum.

“Onnie, aku mau onnie membantuku. Hari minggu nanti aku ada kencan dengan Minhyuk, tapi aku malu jika hanya kami berdua. Onnie mau membantuku? Menemaniku pergi kencan, DOUBLE DATE! Bagaimana onnie? Bantu aku eoh? Onnie boleh mengajak teman laki-laki onnie. Semua biayanya akan kutanggung.”

 

“Ne?! Kencan? Aku tidak bisa Krystal-a”-amber menolak pelan, kalau dalam masalah kencan ini, amber menolak. Krystal hanya mengangguk sedih.

 

“Begini saja, aku akan menyuruh Luna dan Jonghyun untuk ikut denganmu. Bagaimana? Luna juga pasti senang bisa double date. Itu pasti akan menjadi hal yang menarik bagi Luna.”

 

“Luna onnie? Boleh! Gomawo amber onnie, kau penyelamatku. Hehehe”kata krystal sambil melompat-lompat seperti anak kecil, mengingatkan amber pada sulli-adiknya yang sekarang ada di jepang.

 

“Nah, sudah sampai. Gomawo Krystal-a”

 

“Aniyo, aku yang berterimakasih onnie. Gomawo onnie. Hehe.”-Krystal menaruh buku tulis di meja jung songsaenim dan membungkuk ke Amber sebagai tanda terimakasihnya pada amber.

 

KRINGGG KRINGGG

 

 

Amber POV

Hahhh, bel sudah berbunyi, tidak ada waktu untuk ke kantin, tidak ada waktu untuk makan. Apa kutahan saja rasa laparnya? Kupandangi koridor sekolah yang mulai sepi. Berjalan sambil memegang perutku yang menyiksa. Rasanya aku ingin menangis, GOD! Andai saja orangtuaku disini. Aku tidak akan kelaparan seperti ini. Sesampainya di kelas aku membungkuk pada jung songsaenim yang sudah kembali dari “URUSAN”nya yang menurutku tidak penting itu.

 

“Hey Amber! Kau kenapa?”

“Tidak ada apa-apa songsaenim, ada yang salah denganku?”tanyaku seraya mengecek penampilanku.

 

“Tidak, hanya saja kau kelihatan err- pucat? Kau sakit?”

Amber hanya tersenyum, menandakan dia baik-baik saja kemudian berjalan ke bangkunya.

 

Author POV

 

Kris melihat teman sebangkunya, bingung.

‘Apa dia sakit? Tapi apa peduliku? Lagian dia memang laki-laki yang menyebalkan.’-batin Kris.

Amber meminum air yang dibawanya, berharap dapat mengurangi rasa sakit.

 

“Amber, tolong kerjakan soal yang ada di papan tulis!”

“Ne?! Ah , ne songsaenim.”jawab amber seraya berdiri.

Kris melihat teman sebangkunya, matanya seketika membulat melihat suatu bercak di celana amber. Spontan dia mengambil jaketnya dan melilitkannya ke pinggul amber.

 

TBC

Note : Kkk~ akhirnya selesai juga, maaf ya kelamaan. Habis banyak tugas. Hehe. Di tunggu ya part 3 nya J

 

9 thoughts on “Our Fate (Chapter 2)

  1. o.k..o.k !!!
    good..good..good…
    wlaupun msih krg puas bca.na tpi FF.na …………
    BAAAGGUUUUUSSSS (^0^)
    o.k… di tggu chapter slnjuuut.na ^^
    FIGTHING (^_^)

  2. Woo!
    Hi author,ak reader bru disini.
    Sumveh nyari ff krisber skrang lumayan susah.eh pas buka ni page ketemu ma ff krisber yg keren ini.
    Oke.plz update as soon as u can.cz i luv it

  3. wah baru nemu ff krisber chaptered d nh wp xD sugoi haha
    tp thor, tolong jgn sering2 ganti POV, jd bingung soalnya. Fighting ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s