By My Side [I]

by-my-side_yufikee_melurmutia

Yufikee

By My Side

Cast : Park Sunyoung (Luna (f(x)), Do Kyungsoo (D.O (EXO))

Genre : Romance

Rating : PG-15

Disclaimer : Inspired by my own experience and the other things

Credit art : Cafe Poster by Melurmutia

Sequel of : Goodbye Summer

===

Park Sunyoung berkali-kali mencoba melupakan segala pembicaraannya bersama eomma tadi siang. Otaknya mulai tidak merasa betah dengan kalimat basi yang tentu saja menjadi andalan nyonya Park untuk beradu argumen dengan Sunyoung.

Sunyoung sudah juga mengeluarkan segala spekulasinya agar bisa membantah ucapan eommanya tersebut, tapi itu hanya bisa membuat suasana semakin kacau dan tentu saja berapi-api.

Sunyoung membuka sebuah laporan keuangan butiknya yang baru saja ia terima dari Yeonji –salah satu pegawainya. Sunyoung cukup merasa lega saat melihat laporan itu menunjukkan perubahan yang positif, setidaknya ia masih bisa beralasan untuk mengembangkan karirnya lagi jika kembali berdebat dengan kasus yang sama bersama eommanya.

“Kudengar kau kembali membuat eommamu naik pitam?” suara itu masuk begitu saja bersamaan pintu ruangan kerja Sunyoung juga terbuka tanpa ketukan terlebih dahulu.

Sunyoung mendecak. Inilah kebiasaan sahabatnya. Masuk tanpa permisi.

“Choi Jinri sudah berapa kali kukatakan agar mengetuk pintu dulu sebelum kau masuk!” bentak Sunyoung yang dibalas acuh oleh Jinri. Sunyoung semakin kesal jika ia sudah bertemu Jinri dengan sifat menyebalkannya.

“Ayolah Sunyoung, ikuti saja kencan buta yang telah dipersiapkan oleh eommamu” Jinri menjatuhkan badannya pada sebuah sofa soft pink yang tak jauh dari tempat duduk Sunyoung.

“Mengikuti kencan buta? Kau gila!” respon Sunyoung begitu menyindir dan negatif

Sunyoung menaruh sebuah ice coffe dan dengan segera Jiri menyeruput minuman tersebut.

“Tidak jika untuk wanita berusia 27 tahun sepertimu, Park Sunyoung” balas Jinri dengan nada intimidasi. Semenjak Jinri di terima di salah satu kantor kepolisian Seoul dan menjadi seorang kriminolog membuat Jinri dapat berkata kritis dan menyudutkan lawan bicaranya.

Sunyoung mendecak pelan. Apa menyandang status sebagai wanita berusia 27 tahun adalah hal yang mengerikan? Bagaimana mungkin ia akan mengikuti kencan gila jika ujung-ujungnya pria itu juga tak bisa menarik simpati darinya?

“Jinri, aku bukan wanita tua yang tak laku! Kau masih ingat bukan dengan Lee Jonghyun yang mengirimkanku sebuket bunga ke sini?” Sunyoung kembali mencoba mematahkan argumen Jinri dengan mengingat dan mengungkit kembali kisahnya dengan beberapa pria yang menyukainya akhir-akhir ini.

“Ya aku tahu dan dengan bodohnya kau menolaknya!”

Sunyoung terdiam. Ia akan selalu kalah dalam perdebatan yang juga ia lakukan bersama eommanya. Sunyoung tak punya alasan untuk menerima cinta Jonghyun, menerima perhatian lebih Minseok ataupun memberikan suatu hubungan serius bersama Woohyun. Tidak ada.

“Aku akan selalu kalah dalam hal ini” Sunyoung mengalah dan terduduk diam di tempatnya

Jinri mengeluarkan sebuah undangan dan mengulurkannya kepada Sunyoung. Surat itu tampak sedikit menarik di mata Sunyoung yang tengah memikirkan ide untuk kencan buta.

“Apa ini?” tanya Sunyoung saat undangan itu telah beralih ke tangannya.

“Undangan reuni sekolah” ucap Jinri singkat

Sunyoung tercenung. Reuni sekolah?

“Ada apa? Kau akan pergi bukan?” tanya Jinri kemudian setelah melihat reaksi Sunyoung tyang tak bisa ia pastikan sendiri.

“Apa aku harus ikut?” tanya Sunyoung dengan nada pelan. Undangan ini mengingatkannya pada sebuah kenangan yang ia usahakan untuk melupakannya walaupun hingga saat ini tak berhasil sama sekali.

Jinri menatap Sunyoung mengerti akan perasaan sahabatnya ini “Tentu, dan kau harus mencari pasangan untuk hari itu”

===

Pada hakikatnya melakukan sebuah aktivitas itu pada waktu pagi hari. Berbeda dengan Kyungsoo yang memilih memulai aktivitasnya pada malam hari. Pria itu melirik  arlojinya memastikan jam keberangkatannya ke Seoul. Setelah hampir 10 tahun hidup sebagai bagiian dari negara Austria, Kyungsoo akhirnya kembali ke negara asalnya.

“Sudah waktunya” ucap Kyungsoo pada dirinya sendiri.

Langkah kakinya juga diiringi dengan sebuah senyuman yang selalu terukir di wajahnya. Selama ia berada di Austria, banyak yang berubah dari diri Kyungsoo.

‘Akan kuperlihatkan sesuatu yang baru untukmu, Seoul’

===

Sunyoung mengutak-atik beberapa email yang ia terima. Beberapa ada dari rekan kerjanya walaupun yang mendominasi adalah teman sekolahnya dulu, seperti Krystal, Sehun, Hara dan beberapa teman seangkatannya.

“Semuanya tentang reuni sekolah” keluh Sunyoung seorang diri

Selama ini hal yang lain yang selalu ia hindari selain kencan buta adalah reuni sekolah. Tak pernah ia berpikiran akan pergi ke acara itu dan menyandang status wanita karir yang hampir menginjak usia 27 tahun tanpa seorang pasangan. Memalukan.

Belum lagi hal yang akan ia ketahui jika ia mengkuti acara tersebut. Bagaimana jika ia bertemu dengan Kyungsoo? Bagaimana jika ia hingga saat ini masih menyimpan rasa yang dulu untuk Kyungsoo? Bagaimana jika Kyungsoo sudah memiliki seorang pendamping atau dalam arti kata yang buruk adalah seorang istri? Segala kemungkinan terburuk itu melayang-layang di sekitar kepala Sunyoung.

Mengikuti reuni sekolah membuatnya merasakan situasi terjepit. Jika ia tak membawa pasangan bisa jadi ia akan di olok-olok oleh teman-temannya yang hampir rata-rata sudah memiliki sebuah hubungan serius dengan pasangannya.

Sunyoung bisa saja membawa salah satu dari ‘pengagum’nya itu untuk di ajak ke acara reuni, namun ia bukan tipe wanita yang selalu melakukan hal licik dan menyakiti hati orang seperti itu.

“Ah,, benar-benar merepotkan! Aku harus melakukan sesuatu untuk hal ini”

Sunyoung pun dengan segera meraih ponselnya yang tak berada jauh dari jangkauannya. Dengan ligat tangan dan jemarinya bekerja sama mengetik sebuah pesan singkat untuk Jinri. Ini sebuah rencana.

===

Kyungsoo membuka kedua matanya saat secercah cahaya mampu memasuki pupil matanya dengan sempurna. Lelah perjalanan tadi malam telah membayar semuanya hanya dengan memasuki ruangan apartemen barunya di Seoul.

Kyungsoo melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Membasuh dengan sigap wajah ngantuk yang masih terlihat jelas. Tak ada yang terlalu berubah dari wajahnya sejak ia meninggalkan Korea.

Kedatangannya datang atau bisa di sebut kembali ke Korea bukan hanya sebatas merindukan keluarga atau pun hal yang lain yang menyangkut orang tuanya. Reuni sekolah. Hal itu yang membuat seorang Do Kyungsoo yang saat ini tengah sukses sebagai seorang CEO di perusahaan ternama Korea yang bekerja sama dengan negara Austri rela pulang dan meninggalkan setumpuk laporan pekerjaan di meja kerja.

Kyungsoo tersenyum begitu memikirkan rencana yang akan ia kerjakan saat reuni itu berlangsung.

Kyungsoo mengutuki otak, pikiran dan juga hatinya yang selama 10 tahun ini tak mau bekerjasama dengan dirinya untuk masalah melupakan sosok Park Sunyoung. Wanita pengganggu saat ia masih sekolah dan dengan tanpa perasaan Kyungsoo mengabaikannya begitu saja tanpa mengetahui dampak rasa sakit hati yang ia rasakan sekarang.

“Park Sunyoung, tak peduli kau tengah menyandang status istri seseorang, bagiku yang terpenting kau harus ada di sisiku walau itu hanya semenit”

Kyungsoo menyeringai singkat. Ia tahu betul idenya ini adalah sesuatu yang gila dan harus di hindari. Namun ia berjanji setelah ia mengatakan perasaannya pada Sunyoung, maka Sunyoung boleh kembali bersama pendampingnya jika ia memang sudah memiliki pendamping tentu saja.

===

Bagi seorang Park Sunyoung yang terbodoh adalah menunggu seseorang kenalan orang tuamu dengan maksud menjengkelkan dan kau bisa sebut itu dengan kata-kata mengerikan ‘kencan buta’

Ini sudah cukup lama Sunyoung tak mau mengikuti kencan buta seperti ini. Namun eomma selalu memaksanya untuk sekali ini. Sunyoung juga sedikit penasaran dengan seseorang yang akan menjadi pasangan kencannya kali ini. Eomma mengatakan bahwa ia adalah seorang jaksa di pengadilan Seoul, keluarganya juga terpandang dan melihat tingkah eomma yang histeris saat mengatakan bahwa sosok pria ini seperti titisan dewa.

“Maaf membuatmu menunggu lama, Park Sunyoung-ssi” suara berat itu masuk begitu saja saat Sunyoung termenung dengan bosannya.

Sunyoung menoleh melihat pemilik suara bariton tersebut. Tampan. Eomma benar, pria ini tampan. Sunyoung juga dapat mencium aroma mint dari tubuhnya yang membuatnya segar. Pakaian formal dan rapi juga terlihat jelas. Sebuah kacamata hitam dengan min yang lumayan –menurut Sunyoung- bertengger manis di hidungnya yang mancung. Hampir seperti titisan dewa.

“Ehem..” pria itu berdehem cukup keras saat Sunyoung hanya menatapnya diam.

Sunyoung kembali menguasai dirinya “Apa kau yang bernama Kang Minhyuk?” tanya Sunyoung kemudian

Minhyuk menjatuhkan dirinya tepat di depan kursi Sunyoung. Pria itu sedikit terkekeh saat Sunyoung ragu menanyakan namanya.

“Apa kau tak melihat fotoku sebelum datang ke cafe ini?” tanya Minhyuk sedikit retoris.

Sunyoung menghela nafas. Apa yang harus ia jawab? Sejujurnya ia bahkan baru mengetahui nama pasangan kencan butanya ini tiga jam yang lalu. Jika ia mengatkan hal jujur seperti itu, bisa di pastikan Minhyuk akan memberinya cap sebagai wanita sombong.

“Aku termasuk orang yang pelupa” jawaban aman. Setidaknya itu mampu membuat Minhyuk tak menanyakan hal yang berkaitan dengan hal seperti itu.

“Jujur saja aku cukup tertarik denganmu saat ini juga” ucap Minhyuk kemudian

Sunyoung bingung. Wanita itu mencoba mengerti arti dari ucapan yang di lontarkan oleh Minhyuk

“Maksudmu?”

“Sebelum aku melihatmu secara langsung, aku belum setertarik ini padamu” kemudian Minhyuk tersenyum singkat.

Lagi-lagi Sunyoung mengangkat alisnya sebagai alini tak mengerti.

Minhyuk yang melihat raut bingung Sunyoung menjelaskan maksud dari perkataannya tadi.

“Aku rasa kita memiliki masalah yang sama sehingga kita bisa terjebak dalam kencan buta yang bodoh ini, namun kita bisa ambil sisi positifnya dari kencan buta ini”

“Sisi positif?” tanya Sunyoung ragu

“Ya, bagaimana kalau kita mulai dengan berteman?” tanya Minhyuk lalu mengeluarkan senyumannya tulus.

Sunyoung akhirnya tersenyum. Sepertinya Minhyuk bukan tipe pasangan kencan butanya yang dulu-dulu.

“Baiklah, aku setuju”

===

Kyungsoo tak menyangka perubahan diri yang terjadi pada diri seorang Kim Jongin. Jongin telah berhasil membuktikan kata-katanya bahwa ia akan menjadi seorang pengacara negri yang bertugas melayani masyarakat dengan kemampuan minim jika terjerat sebuah kasus hukum.

“Pengacara Kim Jongin. Aku rasa akan terdengar geli jika aku mengucapkannya saat 10 tahun yang lalu” celoteh Kyungsoo kemudian

Mereka saat ini tengah berada pada sebuah restoran China cepat saji di salah satu wilayah Myeongdong. Ini kali pertama mereka bertemu setelah hari kelulusan itu.

Jongin terkekeh pelan saat mendengar ucapan Kyungsoo yang ia tangkap sebagai ucapan cemooh untuk dirinya 10 tahun yang lalu.

“Tapi aku rasa panggilan itu sangat pantas untukku saat ini , CEO Kyungsso” jawab Jongin di selingi seringaian khasnya.

Keduanya tertawa. Jika 10 tahun yang lalu mereka hanyalah seorang siswa dengan angan-angan dan tekanan pendidikan, namun sekarang mereka tengah sukses dengan karir yang dimilik oleh mereka masing-masing.

“Akhir pekan ini akan ada reuni sekolah, kau harus ikut” Jongin bberucap seraya menyeruput sebuah minuman arak khas China yang membuat ia harus sedikit bisa menahan rasa asam yang di hasilkan oleh minuman tersebut.

Kyungsoo hanya menggangguk “Ya aku akan datang tentunya. Aku merindukan suasana Daegu. Selama ini aku hanya berkeliling sekitar Seoul, jadi aku ingin menghabiskan akhir pekanku di Daegu”

“Bagus! Kau akan membawa pasangan? Ku dengar hampir seluruhnya akan membawa pasangan masing-masing” ucap Jongin lagi.

Kyungsoo terdiam. Pasangan? Selama ini ia bahkan menutup diri dalam hal mencari pasangan.

Melihat raut Kyungsoo yang sedikit aneh, Jongin kembali bersuara “Jangan bilang kau tidak memiliki pasangan?”

Kyungsoo tertawa singkat “Ya, sayangnya yang kau bilang itu adalah kenyataannya, Jongin-a”

Jongin menatap Kyungsoo tak percaya “Apa? Bagaimana bisa? Kurasa bule-bule Austria cantik”

Kyungsoo mendecak kemudian dengan ringan tangannya memukul bahu Jongin.

“Dasar! Aku tidak menyukai wanita yang tingginya hampir sama  atau bahkan lebih tinggi dariku” bela Kyungsoo

Jongin mendecak “Jangan bilang kau masih …..” Jongin mennggantungi ucapannya

Kyungsoo yang mengerti maksud dari perkataan Jongin tadi hanya tersenyum hambar

“…kau masih menyukai Park Sunyoung?” lanjut Jongin kemudian

Kyungsoo mengalihkan pandangannya menatap luar jendela “Ya aku masih memiliki perasaan itu hingga kini”

Jongin terdiam. Ia pernah mendengar sebuah ungkapan jika pria sulit untuk melupakan cinta pertamanya, dan ia menemukan kebenaran kata-kata itu di depannya. Kyungsoo yang sulit melupakan Sunyoung, cinta pertamanya.

“Kyungsoo-a, carilah wanita yang lain” ucap Jongin sedikit pelan

“Wae? Ada yang salah?”  tanya Kyyungsoo bingung

“Ku dengar Sunyoung telah memiliki tunangan, dan aku tak mau sahabatku menjadi perebut calon istri orang lain” jawab Jongin pasti

Kyungsoo mendengus pelan. Matanya menatap Jongin menantang “Bagaimana jika aku tidak mau?”

===

Minhyuk terlihat memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah butik kecil yang ramai dikunjungi. Sunyoung turun dari mobil Minhyuk dan melangkahkan kakinya memasuki butik tersebut.

“Ini butikku. Tidak terlalu besar tapi aku harap kau nyaman berada disini” Sunyoung berucap.

Minhyuk mengikuti langkah Sunyoung di belakangnya. Matanya menelisik setiap sudut ruangan tersebut. Sunyoung sepertinya benar-benar meniti karirnya dengan baik.

“Kau mengelolanya dengan baik” puji Minhyuk kemudian

“Terimakasih pujianmu” Sunyoung tersenyum.

Mereka memasuki ruangan pribadi milik Sunyoung. Minhyuk pun hanya mengikutinya.

“Ini ruanganku” Sunyoung pun mempersilahkan Minhyuk untuk masuk. Namun sebuah suara mengagetkan Sunyoung maupun Minhyuk

“Sunyoung-a” panggil Jinri kegirangan

Sunyoung melototkan matanya pada Jinri. Minhyuk yang melihat Jinri seperti itu hanya memasang raut tak paham.

“Siapa dia?” tanya Jinri saat sadae bahwa ada seseorang di antara mereka.

Minhyuk yang mengerti segera memperkenalkan dirinya “Kang Minhyuk”

Jinri mengangguk dan juga memperkenalkan dirinya “Choi Jinri, sahabat Sunyoung”

Sunyoung berjalan menghampiri mejanya.

“Omong-omong, Minhyuk-ssi, kau kah yang di kenalkan oleh eomma Sunyoung?” tanya Jinri kemudian

“Ya”

Jinri pun meninggalkan Minhyuk yang duduk sendirian di sofa. Jinri menghampiri Sunyoung yang tengah sibuk membuat dua minuman yang sepertinya untuk Jinri dan juga Minhyuk.

“Sunyoung-a, kehadiran Minhyuk mempermudah rencana kita” bisik Jinri. Minhyuk tak boleh tahu dengan hal ini.

“Maksudmu?” tanya Sunyung penasaran. Bahkan ia menghentikan sebentar kegiatannya

“Aku sudah mengatakan pada semua teman-teman sekolah bahwa kau telah memiliki seorang tunangan” bisik Jinri lagi

Sunyoung terkejut “APA???”

Jinri tak meresepon keterkejutan Sunyoung itu sebagai tanda bahaya “Dan satu lagi…”

Sunyoung menghela nafas panjang sebentar

Jinri pun melanjutkan ucapannya tadi “…Kyungsoo sepertinya akan hadir di acara reuni tersebut”

Saat itulah Sunyoung merasa di jungkir balikkan. Ia tak mau pergi ke reuni tersebut. Tapi semua itu sepertinya gagal, mengingat Jinri lah yang membuatnya terjepit dengan situasi.

TBC

Hollaaaaa chingudeul, part 1 untuk by my side hadir… gimana?? Bagusan mana dari goodbye summer????

Aku harap chingudeul semua mau berbagi ide dan aku juga menerima kritikan dalam bentuk ucapan sopan yang membangun. Sekian YUFIKEE ps : kunjungi ya heheh

15 thoughts on “By My Side [I]

  1. Sempet nggak baca ff ini karena sibuk tapi pas baca lagi…. ;;A;; entahlah, padahal aku belum baca goodbye summer yang terakhir. Kk~ tapi sepertinya aku sudah memperkirakan yang terjadi sebelumnya. lanjutkan, thor’-‘)9999

  2. Aaaaa… Ga bca part 4 soal’y di protect.😀
    Baru nemu wp-nya, jadi rada gimana gtu reader baru langsung minta pw. haha.
    intinya di tunggu chap brkt’y. Disini ngenes bgt si dyo, tapi stuju bgt klo dia ngmong ke luna biar udh ada minhyuk jg. soalnya luna buat dio, minhyuk buat krystal. *efek nonton the heirs*

  3. Pingback: By My Side [II] | F(X) FANFICTION INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s