Be Romantic

be-romantic-vi-storyline

Be Romantic

Written by Vi

Starring F(x) Sulli | EXO-M Lay

Rated for Teen

Romance

.

.

Dicslaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama, and my imagination

Sorry for bad fanfic and story

Poster by LeeYongMi @ cafeposterart.wordpress.com

Published in ESFF & SEA&F with other cast

*****

Sulli melangkahkan kakinya menuju sebuah mall , ia memasuki gedung bertingkat itu dengan pelan.

“Dimana Lay menungguku ?” gumam Sulli sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, iapun memutuskan untuk menghubunginya daripada ia tak tahu jalan.

Ketika Sulli menyalakan ponselnya ia dapat melihat sebuah pesan masuk di ponselnya.

“Lay ? Di kafe milik Suho ?” batin Sulli ketika membaca pesan masuk itu. Iapun segera menutup ponselnya dan melangkah menuju kafe milik salah satu temannya itu.

Setelah ia sampai di depan kafe milik Kris , iapun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kafe sederhana itu. Matanya menelusuri tiap-tiap sudut kafe itu dan ia menemukan sosok kekasihnya yang bernama Lay itu.

“Lay !” sahut Sulli  cukup keras. Beruntung saja kafe itu tidak begitu ramai sehingga tak banyak orang yang mendengar teriakan Sulli.

“Nah , Luhan , ini kekasihku yang kuceritakan. Hmm , namanya Choi Sulli , dipanggil Sulli,” kata Lay sambil menunjuk kearah Sulli.

“Ah , Lay. Siapa dia ?” tanya Sulli bingung. Lay tertawa kecil dan merangkul Sulli , beberapa saat kemudian ia mengusap rambut Sulli lembut.

“Ia Luhan , teman lamaku di China,” jelas Lay. Sulli mengangguk mengerti lalu mendengus kesal, ia hafal betul sikap Lay sekarang ini , sikap romantis seperti ini hanya ia tunjukkan ketika ada temannya yang ingin mengenal Sulli. Dan sikap romantis ini akan hilang seketika saat temannya pulang.

“Ah , salam kenal Sulli-ssi , aku teman Lay sejak ia masih SD. Apa ia merupakan seorang kekasih yang romantis ?” tanya Luhan dengan nada meledek. Sulli memutar matanya lalu memaksakan sebuah senyuman , “ia tak se-romantis yang kau pikirkan, Luhan-ssi,” kata Sulli. Namun Luhan malah menganggap jawaban Sulli itu sebagai sebuah candaan.

“Ah , mianhae. Aku harus pulang , ada tugas yang harus dikerjakan. Sampai jumpa Lay ! Sulli-ssi ! Nikmati kencan kalian !” seru Luhan sambil berlari keluar dari kafe milik Suho. Sulli mendesah kasar, kencan ? Yang benar saja , bahkan Lay tak pernah mengajaknya berkencan sebelumnya dan sikapnya pun tidak romantis.

“Ah, Luhan sudah pulang. Sudah ya , Sulli-ya. Aku ada urusan, sampai jumpa,” kata Lay sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Sulli. Sulli menatap tajam kearah Lay dan menahan tangan lelaki itu , ia ingin mengeluarkan seluruh kekesalannya pada sikap Lay selama ini.

“Tunggu !” sahut Sulli. Lay menolehkan kepalanya kearah Sulli dan menatap gadis itu seolah berkata ‘apa’

“Lay , mengapa kau .. Kau tak pernah bersikap seperti itu jika hanya berduaan denganku ?” seru Sulli. Matanya berkaca-kaca dan Lay yang melihatnya pun terkejut , padahal setahunya Sulli bukan tipe gadis yang mudah menangis seperti ini.

“Sulli , apa maksudmu ?” tanya Lay gugup , raut khawatir tampak jelas di wajahnya.

“Kau tak pernah bersikap romantis jika hanya berduaan denganku , tapi jika di depan orang kau selalu menunjukkan bukti bahwa kita adalah sepasang kekasih dengan bersikap se-romantis mungkin padaku. Apa kau hanya mempermainkanku ?” kata Sulli setengah berteriak.

“Sulli , aku .. Ak-” kata-kata Lay terpotong karena Sulli terlebih dahulu meninggalkannya. Namun Lay ingin menjelaskan semua alasan dibalik itu.

“Sulli , aku tak bisa bersikap romantis jika sedang berduaan karena aku terlalu malu dan suasana terlalu canggung ! Tapi aku mencintaimu !” seru Lay yang sukses membuat Sulli menghentikan langkahnya.

“Benarkah ?” tanya Sulli. Lay mengangguk , kejujuran tersirat di mata lelaki itu.

“Tapi mengapa kau baru mengatakannya sekarang ?” tanya Sulli.

“Aku kan sudah bilang kalau aku pemalu , maka itu aku sulit mengatakannya,” jawab Lay.

“Dan mulai sekarang , aku akan bersikap romantis seperti yang kau minta , aku akan berusaha untuk menjadi kekasih yang baik,” kata Lay mantap. Sulli tersenyum mendengarnya , iapun menggenggam tangan Lay.

“Baiklah , aku juga akan berusaha, Lay,” kata Sulli.

Mulai sekarang mereka akan memperbaiki hubungan mereka agar menjadi lebih romantis layaknya kekasih.

END

Mian gaje , wkwk, pls komen ya ! :)

One thought on “Be Romantic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s