The Same Dream

thesamedream

The Same Dream

Written by Vi

Starring F(x) Sulli | EXO-K Baekhyun

Rated for General

Life | little bit –romance– maybe

Disclaimer: I just borrow the cast

.

.

Note: inspired by other ff,manga, anime, japanese drama, and some of them are from my imagination

Sorry for bad fanfic and story

*****

Jinri , seorang novelis terkenal tengah berjalan di jalanan yang dipenuhi oleh salju , kedua kakinya melangkah dengan pelan di jalanan tersebut. Jinri melangkah memasuki sebuah taman , taman tersebut tak ditumbuhi oleh bunga-bunga ataupun rumput dan pohon karena sekarang adalah musim salju tetapi Jinri datang ke taman ini hanya untuk melihat salju sambil duduk di bangku taman itu sambil berusaha mencari ide untuk novel terbarunya.

 

“Hahh .. Udaranya dingin sekali,” gumam Jinri sambil menggosokkan kedua tangannya lalu mengeratkan jaket putih yang tengah ia kenakan.

 

 

 

“Dingin ?” tanya seorang lelaki yang tiba-tiba menghampiri Jinri , suara lelaki itu sukses mengagetkan Jinri.

 

“Y-ya , udaranya memang dingin,” jawab Jinri terbata-bata , ingin rasanya Jinri segera kabur dari tempat itu karena setahunya ia tak pernah mengenal lelaki ini dan keluarganya selalu mengingatkan Jinri untuk tidak berbicara dengan orang asing.

 

“Tak perlu memandangku dengan tatapan seperti itu , lagipula mengapa kau menjauh ketika aku duduk disampingmu ?” tanya lelaki itu , Jinri merasa cemas dengan dirinya sendiri karena lelaki ini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“Tidak , bukan apa-apa,” jawab Jinri , iapun berdiri dan berniat untuk kabur saat itu juga namun lelaki itu menahan tangannya.

 

“Ya ! Lepaskan !” teriak Jinri namun bukannya melepaskan tangan Jinri, lelaki itu malah tersenyum dengan senyuman polosnya.

 

“Mengapa harus kulepaskan ? Aku butuh teman,” kata lelaki itu. Jinri terdiam sejenak kemudian menatap lelaki itu dan benar saja , mata lelaki itu menyiratkan kejujuran dan rasa kesepian , perlahan Jinri berjalan kembali ke tempat duduknya.

 

“Kau ini , kenapa kau begitu polos huh ?” tanya Jinri sambil melepaskan tangannya dari tangan lelaki itu.

 

Lelaki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan kebingungan , ia tak mengerti maksud perkataan Jinri.

 

“Aku ? Polos ?” tanya lelaki itu sambil menunjuk dirinya sendiri. Jinri mengangguk.

 

“Ya, asal kau tahu ya , orang-orang itu tak pernah berani menyapa orang yang tak dikenalnya secara langsung. Dan kau ? Kau bahkan berani memegang tanganku,” kata Jinri sambil meniup-niup tangannya bekas tarikan lelaki itu.

 

Mianhae , tanganmu sakit ya ?” tanya lelaki itu , Jinri menggeleng , sebenarnya ia meniup tangannya bukan karena tangannya sakit , ia hanya ingin membersihkan tangannya karena lelaki itu memegangnya dengan tangan berdebu tadi.

 

Aniyo , kau memegangku dengan tangan berdebu tahu ! Dan akhirnya tanganku menjadi ikut-ikutan berdebu !” jawab Jinri.

 

“Hey , kita belum berkenalan,” kata lelaki itu , Jinri tak menghiraukan perkataannya dan sibuk mengurusi tangannya yang berdebu gara-gara lelaki aneh ini.

 

“Aku Byun Baekhyun, salam kenal,” kata lelaki itu dengan ramah , Jinri tak tega jika ia harus membiarkan lelaki polos ini berbicara padanya tapi tak ia hiraukan maka ia memutuskan untuk menjawab ucapan lelaki itu.

 

“Aku Choi Jinri,” jawab Jinri dengan nada dingin , meski Jinri menjawab dengan  nada dingin tapi tetap saja lelaki itu masih tersenyum dengan senyuman polos yang menghiasi wajahnya.

 

Jinri kebingungan karena sedari tadi lelaki ini tak henti-hentinya tersenyum , ia masih tak tahu apa yang disenangi oleh lelaki aneh bernama Byun Baekhyun ini. Jinri pun memutar bola matanya dan menatap Baekhyun  dengan tatapan tajamnya.

 

“Sebenarnya apa yang kau senangi sih ? Mengapa kau terus-terusan tersenyum seperti itu ? Apa ada yang aneh disini sampai-sampai bisa membuatmu tersenyum tanpa henti ?” kata Jinri kesal , Jongin melirik kearah Jinri kemudian mengambil sesuatu dari tas ransel yang dibawanya , dari penampilannya sih sepertinya Baekhyun adalah seorang pelajar.

 

“Ini , kau pembuat buku ini kan ?” tanya Baekhyun sambil menunjukkan sebuah buku dengan sampul berwarna putih kepada Jinri, sontak kedua mata Jinri membulat.

 

“Bagaimana kau tahu ? Kalau kau hanya melihat nama pengarangnya bagaimana bisa kau tahu akulah Jinri yang menulis buku itu ?” tanya Jinri  sambil membulatkan matanya.

 

“Wah , rupanya aku benar ya ? Kau Jinri si pengarang novel ini ? Ternyata kau lebih cantik daripada yang ada di foto ya,” kata Baekhyun secara blak-blakkan.

 

“Hah ? Foto ?” tanya Jinri dengan ekspresi bingungnya, setahunya ia tak pernah membagi fotonya kepada pembaca novelnya. Jongin pun beralih membuka buku novelnya dan membuka halaman paling belakang.

 

“Ini kan biodata pengarangnya !” sahut Baekhyun sambil menunjukkan halaman itu, Jinri buru-buru merebut buku novel itu lalu membaca halaman terakhir tersebut.

 

“Tak kusangka akan ada pembaca yang mau membaca halaman ini, kupikir percuma saja aku menulis halaman terakhir ini,” kata Jinri sambil menggeleng heran karena biasnaya pembaca tak pernah memperdulikan halaman biodata pengarangnya.

 

Baekhyun tersenyum lembut pada Jinri dan mengambil kembali novel miliknya , “aku suka membaca biodata pengarang karena aku ingin tahu bagaimana menjadi seorang novelis , tapi biasanya pengarangnya tak pernah menuliskan itu,” kata Baekhyun lirih.

 

“Cara menjadi seorang novelis ?” tanya Jinri heran , Baekhyun mengangguk.

 

“Aku kan ingin menjadi seorang novelis kelak,” kata Baekhyun riang. Ia kembali membuka ranselnya dan mengeluarkan beberapa lembar kertas dari mapnya lalu menyodorkan kertas-kertas itu pada Jinri.

 

“Ini contoh cerita yang kukarang,” kata Baekhyun sambil tersenyum  ,Jinri  ingin mengetahui kemampuan menulis lelaki aneh didepannya ini maka ia mengambil kertasnya dan membaca tiap kata yang ditulis oleh lelaki itu , kedua matanya membulat ketika melihat cerita yang Baekhyun tulis cukup menarik untuk dibaca. Jinri membaca tiap lembar kertas yang ditulis oleh Baekhyun  dengan teliti hingga akhirnya ia selesai membaca karangan Baekhyun.

 

“Bagaimana ? Apa aku memiliki bakat untuk menjadi novelis ?” tanya Baekhyun yang dipenuhi oleh rasa penasaran.

 

“Y-ya, ceritamu menarik juga,” kata JInri sambil mengembalikan lembaran kertas milik Baekhyun itu.

 

“Jinri-ssi , maukah kau membantuku untuk menjadi seorang penulis novel ?” tanya Baekhyun, ia berharap Jinri  akan menjawabnya dengan kata ‘ya’ namun rupanya jawaban Jinri tak sesuai yang ia harapkan , Jinri menolak mentah-mentah permintaan Baekhyun dengan sebuah gelengan.

 

“Ya ! Waeyo ?” tanya Baekhyun sambil mencibir.

 

“Aku juga sibuk , Baekhyun-ssi. Aku tak bisa membantumu tapi aku bisa memberimu semangat lewat novel-novelku,” kata Jinri sambil tersenyum,Baekhyun tak mengerti maksud dari perkataan Jinri tapi ia hanya tersenyum.

 

“Benarkah ?” tanya Baekhyun. Jinri mengangguk.

 

“Kita memiliki mimpi yang sama yaitu sebagai novelis , maka kita harus saling memberi semangat , bukankah begitu ?” tanya Jinri , ia merasa kegirangan karena ia berhasil menemukan seorang pelajar yang ingin menjadi novelis sekaligus inspirasi novelnya.

 

“Jinri-ssi , aku pulang dulu ya ! Aku ada urusan,” seru Baekhyun. Jinri mengangguk dan melambaikan tangannya.

 

“Mengapa pelajar lelaki itu menarik ya ? Ia membuat jantungku berdebar-debar,” gumam Jinri sambil merasakan debaran jantungnya , tetapi setelah ia sadar jika ia masih memiliki banyak pekerjaan di rumahnya , ia buru-buru menggeleng dan menghembuskan nafas kasar.

 

“Sadar , Jinri-ya ! Ia hanya seorang pelajar muda dan tak seharusnya kau jatuh cinta pada lelaki itu ! Lagipula jika kau jatuh cinta pada lelaki itu , pasti perasaanmu ini akan menganggunya karena ia kan pelajar yang harus terfokus pada pelajaran dan masa depannya,” batin Jinri sambil menggigit bibirnya.

 

Setelah merasa ia memiliki cukup banyak ide untuk dituangkan kedalam novelnya , iapun berjalan pulang ke rumahnya dengan lesu , mungkin ia kelelahan karena harus selalu mengerjakan naskah novelnya yang belum jadi itu.

 

Ketika sampai di rumahnya , iapun memasuki ruang kerjanya lagi dan duduk di kursinya untuk melanjutkan naskahnya. Jinri merasa idenya benar-benar penuh dan karena itu ia bisa menuliskan naskah novelnya dengan cepat tetapi tetap saja ia masih memperhatikan bahasa yang ia gunakan agar penulisannya tetap rapi. Tak lupa juga ia memberi semangat pada Jongin lewat novel barunya.

 

*****

 

2 Minggu kemudian ..

 

“Yayy ! Novel milik Choi Jinri terbit lagi , bukankah ia sudah berjanji padaku kalau ia akan menyemangatiku dengan novel ini ?” gumam Baekhyun  ketika melihat buku novel buatan Choi Jinri di toko buku.

 

Buru-buru Baekhyun membeli novel itu dan setelah ia membelinya iapun membuka bungkusnya dan membaca tiap huruf yang tertulis di novel itu ,Baekhyun  tersenyum ketika membaca novel terbaru buatan Jinri.

 

“Ini kan cerita ketika aku bertemu dengannya,” batin Baekhyun.

 

‘Berjuanglah menjadi seorang novelis , semangat ya Byun Baekhyun ..’

 

Baekhyun tersenyum membaca kalimat tersebut karena rupanya Jinri juga menyemangatinya untuk menjadi novelis , ia merasa gembira karena banyak orang yang menyemangatinya untuk menjadi novelis.

 

“Aku akan berjuang untuk menjadi novelis !” gumam Baekhyun sambil tersenyum.

 

END

 

Mian gaje , ini bukan ff romance jd romancenya cuma dikit o_o ini lebih ke genre life , pls komen yaa !

 

9 thoughts on “The Same Dream

  1. hmm keren sih thor tapi kok typonya keterlaluan TT^TT jongin ke baekhyun itu kan jauh… apa author pernah post FF ini dengan cast lain trus author copast aja kata katanya? hmmm terserah author sih tapi keseluruhan FFnya bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s