Step —Shadows

step-like-shadows-krystal-jongin-scarlettli

||Title : Step —Shadows||Author : Scarlett Li ||

||Length : Ficlet, Sequel||Rated : G ||Genre : Romance, AU||

|| Main Cast : Krystal Jung, Kai Kim|| Support Cast : Another f(x)’s member, Kim Suho||

Warning : May be Typos

Little series in Pink Tape album:

—{First} Airplane

—{Second} Pink Tape

“Maafkan aku. Harusnya aku lebih sabar menunggumu.”

∞steplikeshadows∞

“Kau yakin ingin disini dulu?”

“Ya, aku yakin.” Jongin tampak mengangguk yakin. Lalu ia meminum air mineral dan menegaknya sampai habis. Peluh terlihat jelas di wajahnya yang penuh berkeringat. Teman-temannya yang lain juga tidak jauh berbeda dengannya.

“Habis ini kau langsung turun ya. Atau… berapa lama kau masih ingin disini?”

Jongin mengangkat bahu. “Entahlah. Sampai aku diterima mungkin?”

Salah satu alis Joonmyun menaik. “Apa? Apa yang kau maksud? Hei, ada apa denganmu? Kau ditawari manager apa? Ada apa kali ini?”

Jongin tertawa. “Bukan, bukan. Bukan itu.” Jongin menghela napas, lalu tersenyum. Entah kenapa, senyum itu tetap mengembang dan tidak bisa lepas.

Dan pria itu tampak begitu bahagia.

Joonyum mengangkat bahu. “Terserah padamu, tetapi jika kau memiliki kabar baik, tidak ada salahnya untuk membaginya kan?”

“Jika semuanya berhasil, kau adalah orang pertama yang akan kuberitahu, hyung.”

Kedua ujung bibir Joonmyun terangkat. Selanjutnya, pria itu menepuk bahu Jongin. “Senang menjadi yang pertama. Baiklah, jangan pulang terlalu larut. Kalau bisa, jangan menggunakan bis. Pakai taksi saja.”

Setelah Joonmyun benar-benar sudah tidak terlihat oleh Jongin, ia tersenyum lebar. “Kau bisa keluar sekarang.”

Di sisi lain, seorang gadis hampir saja mengumpat. Apa? Jadi ia ketahuan? Penyamarannya yang menurutnya cukup sempurna ini ketahuan?

“Aku tahu kau berada disana, Krystal Jung.” Jongin tersenyum lebar lalu berdiri. “Aku tahu kau akan berpikir ulang tentang tawaranku.”

“Apa?” Krystal berdiri, keluar dari persembunyiannya. “Aku tidak bermaksud begitu!”

Jongin menoleh lalu tersenyum lebar. “Terserah denganmu. Jadi… bagaimana? Kau yang mau atur tanggalnya atau aku?”

Krystal mendengus. “Sudah kubilang aku tidak mau membicarakan hal itu.”

Salah satu alis Jongin menaik. “Jadi, untuk apa kau berada disini sampai larut malam? Bukankah latihanmu sudah selesai?”

“Itu…” wajah Krystal seketika memerah, Jongin tahu hal itu. Dan ia mencoba untuk tidak tersenyum lebar saat melihat tingkah gadis itu.

Sebenarnya, ia jug a tidak tahu dengan pikirannya sendiri yang tiba-tiba terasa membeku saat melewati ruang latihan  EXO. Pada saat itu, ia melihat semua member memang berada disana, Berdua belas. Latihan. Namun kali ini ini, entah kenapa matanya terus saja memantau gerak Jongin, dan memang agak kagum dengan kemampuan menarinya yang katanya hebat itu. Baiklah, dia bohong. Jongin sangat keren sekali! Dan akhirnya ia tetap terdiam di tempat—mencari posisi yang nyaman dan tidak terlihat—dan melihat pria itu dari jauh.

“Aku kesini… untuk minta maaf!”

Kini giliran kening Jongin yang berkerut. Ia tidak bermaksud menggoda Krystal lagi. “Minta maaf? Untuk apa?”

Bodoh. Rutuknya. Harusnya ia segera tersadar sejak Sulli memanggilnya tadi. Bodohnya juga, ia malah menyuruh semuanya duluan. Bagus, jadi bagaimana cara ia pulang?

Krystal menghela napas. “Tidak jadi. Maaf mengganggumu. Aku pulang duluan.” Krystal menunduk sekilas lalu berbalik badan.

“Kalau kau mau… aku bebas pukul tujuh tanggal dua delapan. Bagaimana? Kau setuju?”

∞steplikeshadows∞

Lima hari semenjak tanggal dua puluh delapan berlalu.

Krystal menghela napas panjang sambil mengerucutkan bibirnya dan memutar jarinya di bibir gelas minumannya. Amber mendengus.

“Dua puluh tujuh.” katanya membuat semua menatapnya. Ia tidak peduli dan tetap menatap Krystal. “Ini sudah ke dua puluh tujuh kalinya kau mendesah panjang seperti itu. Ada apa sebenarnya?”

Krystal menggeleng. “Tidak ada apa-apa. Hanya sedang bosan.”

“Bosan enam hari berturut-turut?” Amber menggeleng. “Ada yang salah denganmu.”

“Ya, sepertinya Amber benar.” Victoria mengangguk. “Ada yang salah denganmu. Ada apa? Kau tidak ingin menceritakannya kepada kami?”

Krystal menatap minumannya lalu mendesah dan menggeleng.

“Dua puluh delapan!” Amber memekik sambil menepuk kedua tangannya.

Krystal mendengus kesal. “Bisakah kau berhenti bertingkah seperti itu?”

“Kau akan terlihat lebih baik jika menceritakan pada kami. Minimal kau akan terlihat lebih baik.” Luna tersenyum. Sementara kini Krystal melirik Sulli, sementara yang dilirik mengangkat kedua bahunya.

Krystal mendesah. “Hanya kesal dengan seseorang.”

“Siapa? Kami?” tanya Victoria.

“Bukan, bukan.” Krystal mendegus seketika mengingat seseorang di benaknya. “Ada, seseorang. Bukan kalian, tenang saja.”

“Memangnya dia berbuat apa sampai kau menjadi terlihat buruk sampai seperti ini?”

Krystal menggeleng. “Aku tidak mau membicarakannya. Hal itu terlalu menyebalkan sampai rasanya aku menginginkan hal itu di hapus dalam memoriku.”

Ketiga orang disana mengerutkan kening, sementara Krystal mulai menyeruput minumannya dan menggerutu tentang seseorang-yang-membuatnya-kesal-itu. Sementara Sulli, hanya menunduk sambil melanjutkan makanannya. Ia tahu semuanya. Maka dari itu, ia memilih tidak menatap siapa pun.

Karena ia tidak bisa berbohong.

∞steplikeshadows∞

“Cukup sampai disini latihannya. Semoga kalian comeback dengan sempurna!”

Semua bertepuk tangan, namun peluh itu tidak bisa dibohongi. Ditambah pula dengan wajah lemas dan letih mereka yang mendukung. Akhirnya tinggallah lima orang disana.

“Pukul sebelas.” Victoria berdiri. “Ayo pulang. Kita harus segera beristirahat.”

“Hmm.”

Semua berdiri, dan mengambil tasnya lalu berjalan keluar ruang latihan mereka. Semuanya hampir tidak terasa terjadi saat tiba-tiba Krystal memekik.

“iPodku! Tidak, tunggu sebentar, aku akan kembali.”

Semua orang tersentak lalu menggerutu. Sementara Victoria sempat berteriak. “Segera kembali!”

Di sepanjang perjalanan, Krystal menggerutu. Betapa bodoh dirinya. Barang kesayangannya mana bisa tertinggal?

“Kau disini?”

Krystal mendongak, lalu selanjutnya ia menghela napas. Orang yang ingin ia hindari malah dipertemukan.

Bagaimana?

“Ya.” Hanya itu yang ia bisa katakan. Lidahnya terasa kelu. Tunggu, ada apa ini? kenapa ia bisa merasakan hal itu? Bukankah orang itu yang membuatnya kesal setengah mati delapan hari belakangan?

“Kau mau kemana?”

Krystal berkacak pinggang. “Apakah itu urusanmu?”

Wow, wow, wow. Ada apa denganmu? Sepertinya beberapa hari yang lalu kita mulai dekat.” Jongin tertawa kecil. “Walaupun sepertinya kau tidak menganggap begitu, tetapi itu adalah awal yang baik untukku saat kau melihatku dan tersenyum padaku.”

Itu sudah dua belas hari yang lalu. Krystal menggerutu.

“Terserah kau mau bicara apa, aku tidak peduli. Minggir.” Krystal membuka langkah ke pinggir, namun Jongin malah mengikuti langkah yang sama. Krystal menatapnya sengit. “Kau ini ada apa sih?”

“Kau yang kenapa. Kau berubah, kau tahu?” Jongin mengatakan hal itu sambil mengerutkan kening. “Ada apa denganmu?”

“Aku baik-baik saja. Sekarang minggir.” Krystal mengambil dua langkah ke kiri, tetapi Jongin melakukan hal yang sama.

“Maksudku kau kepadaku. Ada apa? kenapa kau berubah?”

“Berubah bagaimana? Aku memang seperti ini kok. Sekarang minggir, aku akan ditinggal teman-temanku jika kau bermain-main seperti ini.”

“Entahlah, tetapi aku merasakan kau berbeda kepadaku. Hah. Berarti aku harus memulai semuanya lagi dari awal.” Jongin menggumam lalu menatap Krystal sambil tersenyum manis. “Kau mau berkencan denganku? Untuk yang pertama gagal, hah… kau tidak datang. Sayang sekali.”

“Tidak datang apanya!” Krystal membulatkan matanya kesal, tetapi selanjutnya ia menutup mulutnya lalu menunduk dan menggerutu tentang kecerobohannya. Sementara Jongin tersenyum lebar.

“Apa? Jadi kau datang?”

Krystal menghela napas lalu menatap Jongin yang kini membesarkan matanya, berbinar-binar. “Menunggu tiga jam bagi perempuan itu sungguh menyebalkan. mana lagi kau tidak datang! Dan tadi juga kau mengaku aku tidak datang lagi! Itu sangat menyebalkan, kau tahu?!”

Jongin menghembuskan napasnya pelan lalu tersenyum. “Maafkan aku. Aku tidak menyangka jadwal hari itu begitu melelahkan. Dan saat aku kesana sebentar, kau tidak ada disana. Jadi aku berasumsi kau tidak datang.” Jongin tersenyum kecil. “Maafkan aku. Harusnya aku lebih sabar menunggumu.”

Krystal menggeleng. “Harusnya memang aku tidak datang.” katanya lalu berjalan menerobos Jongin.

“Tetapi sebagai permintaan maafku, dan jika kau mau, maukah kau lusa menemuiku di tempat yang sama seperti kemarin pukul sembilan? Kali ini aku akan datang.”

Krystal terdiam sejenak, lalu kembali berjalan dan buru-buru mengambil iPodnya yang tertinggal.

Tidak, ia tidak akan terjebak di lubang buaya untuk kedua kalinya.

∞steplikeshadows∞

Halo! Padahal katanya nggak ada sekuel. Nggak ada kok, memang nggak ada. Cuma ada little seriesnya aja-__-vv Tapi nggak jamin habis ini bakal ada lagi, lho. Bener deh.-.v

Ditunggu RCLnyaaa ^^ Orang yang baik adalah orang yang taat peraturan’-‘)b

18 thoughts on “Step —Shadows

  1. ah cieee dibikin juga #colekAuthor
    seru nih… huuuu… meski gak gitu suka Kai sama Krystal. hehehe maunya Krystal sama Baekhyun. #ihmaksa… tapi gak papa kok. yang penting FF nya keren ^^

    • Hihi. Tadinya udah pesimis gak dapet komentar u.u makasih banyaak^^ masalah pairing ya? Malah aku bikin ff pairing baek-Stal gak jadi karena gak ada yang suka, jadi aku ganti.-.vv Btw makasih udah komentar^^

  2. Ah, aku baru baca yg ini ._____. Ini ceritanya nyambung sama yg atas2 itu? Abis ini deh aku langsung baca ><
    Karena aku belum tau cerita sebelumnya, aku ga bisa komen apa-apa😐 aku mau baca cerita yg awal2 dulu deh😄

  3. Eh bagian kencan pertama gagal dan ga diceritain? Pantesan krystal cemberut mulu ternyata gagal kencan pertama, kirain cemberut karena gelisah mau kencan hahahaha. Jagoan nih author, bisa banget mengelabuhi yg baca bkn perkiraan readernya meleset.

  4. Pingback: Step —Shadows | Scarlett Li

  5. Diterima dong tuh sama Krys? Ketemuan dong? Ya kan? Bener kan? *reader sotoy*
    Aku tidak tau mau komentar apalagi, yang pasti FF ini bagus banget *ngacungin jempol*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s