Goodbye Summer [3]

goodbye-summer2

By YUFIKEE

Tittle : Goodbye Summer

Cast : Park Sunyoung (Luna f(x)), Do Kyungsoo (D.O EXO-K)

Genre : Romance, school Life

Lenght : Series

Rating : PG 13

Disclaimer :  Inspired from my own experience and F(Amber, Krystal, Luna) Ft D.O EXO-K song Goodbye Summer

Credit art : Sugar^^Covert art

Prev : [1] [2]

===

Bertindak sesuatu dan mendapatkan balasannya hal itu akan selalu dirasakan terhadap setiap umat manusia yang masih bisa bernafas di bumi. Do Kyungsoo dan Park Sunyoung merasakan hal itu. Kyungsoo yang bertindak selalu menatap sinis dan berkata kasar sekarang mendapatkan balasan yang tak pernah terpikirkan olehnya. Sunyoung juga tak pernah menyangka sebelumnya akan bertindak sebegitu beraninya di hadapan Kyungsoo.

Sudah berjalan lebih tiga bulan Kyungsoo dan Sunyoung bertindak seperti dua anak manusia yang tak saling mengenal. Keduanya bahkan tak pernah bertutur sapa semenjak kejadian tak terduga itu. Walaupun saat terkadang mereka tidak sengaja bertemu, Sunyoung hanya menatap sekilas Kyungsoo dan berlalu begitu saja, dan Kyungsoo tak dapat melihat senyuman gadis itu dan Kyungsoo membenci hal itu. Sunyoung berubah. Kyungsoo sangat merasakan hal itu. Kyungsoo tak bisa lagi melihat senyuman yang selalu dilemparkan gadis itu padanya,  tak juga di nantikan oleh Sunyoung dan Sunyoung sudah tak lagi berteriak histeris saat ia mengikuti sebuah pertandingan ataupun olimpiade. Gadis itu hanya duduk dan menatap tak peduli. Kyungsoo merasa kecewa akan hal itu.

Bagi seorang Park Sunyoung, bersikap acuh terhadap Do Kyungsoo adalah hal tersulit dalam daftar hidupnya. Terbiasa dengan wajah laki-laki tersebut membuat Sunyoung harus menguatkan hati dan pikirannya bahwa Do Kyungsoo adalah orang yang harus di hindari dari pandangannya. Sedikit bersikap munafik, Sunyoung tak mau sepenuhnya mengakui bahwa ia sangat merindukan sosok sombong dengan kata-kata kasar yaitu Do Kyungsoo.

“Sunyoung-a, besok adalah hari kelulusan, kau ingin menampilkan apa saat acara itu?” Jinri terlihat antusias saat membicarakan acara yang telah di lakukan secara menahun di sekolahnya.

Sunyoung tercenung. Ia mengingat kembali hal yang sebenarnya mengusik pikirannya sedari tadi.  Hari kelulusan adalah hari dimana ia akan mengungkapkan perasaannya pada Kyungsoo untuk terakhir kalinya jika saja ia tak memiliki masalah dengan Kyungsoo, tentu saja.

“Hmm.. menurutmu, aku harus menampilkan apa?” tanya Sunyoung balik. Sunyoung mencoba menghilangkan pikirannya yang sempat di isi oleh Kyungsoo tadi.

Jinri mendengus “Aku tak tahu, bukankah kau yang di tunjuk oleh guru Shim sebagai salah satu wakil kelas?”

Sunyoung mengangguk. Dia juga tak habis pikir, bagaimana bisa dirinya di pilih sebagai salah satu wakil kelas untuk acara kelulusan. Baginya, ia adalah siswi biasa yang kelewat sangat biasa saja, tak ada yang spesial pada dirinya masih ada Krystal si gadis perfect atau pun Sehun si jahil yang menawan di kelas. Entahlah, mungkin guru Shim memunyai alasannya tersendiri.

“Aku hanya bisa bernyanyi, dan itu pun tak terlalu bagus seperti Seo Joohyun dari kelas 3-2”

Jinri tersenyum “Hei, siapa bilang suaramu kalah dengan suara gadis yang bernama Seo itu, bagiku suaramu yang terbagus” tak lupa Jinri memberikan dua jempolnya agar semakin meyakinkan Sunyoung.

Sunyoung tertawa melihat tingkah Jinri yang selalu saja bisa menghilangkan pikiran negatifnya. “Gomawo Jinri-a” Sunyoung pun refleks memeluk Jinri yang membuat Jinri mengernyitkan keningnya

‘‘YA! Lepaskan aku!” mohon Jinri

Sunyoung semakin tertawa “Ne” ia pun melepasakan pelukannya tersebut

“Temanya adalah musim panas. Kurasa musim panas tahun ini sangat berkesan. Bagaimana menurutmu, Sunyoung-a?” Jinri kembali membuka obrolan baru

Sunyoung terdiam. Ya, itu benar. Musim panas ini ia akan melupakan cinta pertamanya dengan cara yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya

“Ya kau benar, musim panas kali ini bahkan sangat berkesan untukku, Jinri-a”

===

“Kenapa masih disini?” Jongin mengagetkan Kyungsoo yang masih betah dengan lamunannya di bangku kelasnya. Seluruh siswa sudah di perbolehkan pulang sejak 20 menit yang lalu, namun Kyungsoo masih tetap setia pada posisinya. Jongin yang memang saat ini mendapat jatah piket kelas,  heran melihat Kyungsoo yang tak beranjak sedari tadi.

Kyungsoo terkejut, ia pun melihat Jongin dan kembali melemparkan pandangannya “Aku akan segera pulang, kok”

Kyungsoo menyandang tasnya dan berdiri dari duduknya.

“Tunggu dulu, aku pulang denganmu” Jongin pun segera mengambil tasnya dan mengikuti langkah Kyungsoo yang sudah berhenti sejak ia berteriak tadi.

Kyungsoo dan Jongin berjalan keluar gerbang dengan obrolan ringan seputar acara kelulusan untuk besok. Kyungsoo entah kenapa, ia tak suka dengan kata ‘kelulusan’ itu sendiri. Ada sesuatu yang membuatnya merasa aneh, kosong dan janggal. Dan ia sendiri tak mengetahui hal itu.

“Aku tak sabar menunggu hari esok” celoteh Jongin lagi

Kyungsoo terhenti. Pandangannya menajam. Matanya menatap tajam dan juga datar. Jongin yang heran dengan Kyungsoo mencoba mencari tatapan Kyungsoo.

Sunyoung dan . . . . Son Dongwoon terlihat mengobrol santai di gerbang sekolah.

Kyungsoo hanya bisa menatap dengan sebuah perasaan terkutuk dan di bencinya yang di rasakan oleh Kyungsoo. Ia bisa memastikan perasaan ini. Perasaan yang di namai dengan cemburu.

Jongin menatap Kyungsoo dan menghela nafas sebentar saat melihat Kyungsoo yang masih menatap datar “Mereka belum memiliki hubungan”

Kyungsoo beralih menatap Jongin. Memang saat ini Kyungsoo menjadi manusia dengan sedikit keterbukaan. Kyungsoo mengakui perasaannya pada Sunyoung kepada Jongin dan Kris. awalnya Jongin dan Kris ingin mengatakan hal ini pada Sunyoung, namun Kyungsoo mencegah hal itu. Biarlah ia yang mengurusi perasaannya terhadap Sunyoung.

“Benarkah?” tanya Kyungsoo dengan sedikit berharap

Jongin mengangguk “Tapi, yang aku dengar dari teman-teman, Dongwoon akan menyatakan cinta pada Sunyoung besok di acara kelulusan”

Kyungsoo tercenung. Sunyoung tak lagi sendiri, ia akan memiliki seorang namja baik yang sangat mencintainya –walaupun Kyungsoo juga mencintai Sunyoung-

“Oh.” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Kyungsoo

“Belum terlambat, kau bisa mengungkapkan perasaanmu pada Sunyoung, aku yakin Sunyoung masih menyimpan rasa padamu”

Kyungsoo tersenyum remeh “Aku terlalu sering menyakitinya, biarlah saat ini aku yang merasakan sakit itu”

Jongin terdiam. Kyungsoo benar-benar memendam perasaannya pada Sunyoung. Kyungsoo benar-benar aneh.

===

Sunyoung terlihat kesulitan membawa barang belanjaan yang tadi sudah di tulis eommanya. Supermaket tak terlalu jauh dari rumah Sunyoung, gadis itu hanya cukup naik satu bus dan berjalan sejauh tiga meter agar sampai di kediamannya.

Cuaca musim panas benar-benar mengerikan saat ini bagi Sunyoung. Menunggu bus jurusan rumahnya yang sedari tadi belum datang dan keringat yang cukup mengucur dengan banyak di sudut pelipisnya. Berkali-kali Sunyoung mencoba menghembuskan tangannya seperti kipas agar tubuhnya sedikit merasakan semilir angin yang terasa langka kali ini.

“Huft..” keluhnya

Jauh dari perkiraan Sunyoung. Kyungsoo ternyata juga tengah berjalan ke arah pemberhentian bus. Mata mereka bertemu. Ini pertama kalinya sejak kejadian itu mereka bertemu di luar lingkungan sekolah. Sunyoung terdiam, Kyungsoo juga begitu. Keduanya larut dalam diam dan saling menatap.

‘Takdir apa ini?’ rintih mereka dalam hati

Sunyoung berdehem dan mengalihkan pandangannya dari Kyungsoo. Semakin lama melihat Kyungsoo hanya bisa membuatnya berdebar tak karuan.

Kyungsoo berjalan dan mendudukan dirinya beberapa kursi dari tempat duduk Sunyoung. Tak bisa dipungkiri, Kyungsoo cukup terkejut dengan pertemuannya dengan Sunyoung ini, dan lagi pula jantungnya sempat berdetak kencang saat mata mereka bertemu.

Waktu terasa lambat. Kedua manusia itu hanya diam sejak tadi. Walaupun beberapa kali Kyungsoo sempat melirik ke arah Sunyoung yang dapat di tangkapnya bahwa Sunyoung kelelahan. ‘Barang bawaannya cukup banyak’

Kyungsoo menoleh ke arah Sunyoung. Sekuat tenaga Kyungsoo mengeluarkan suaranya

“Park Sunyoung-ssi?”

Sunyoung terkesima. Kyungsoo memanggil untuk pertama kalinya dengan nada yang tak seperti memarahinya. Sunyoung diam. Ia sekuat mungkin menutupi rasa gugupnya.

“Mianhae” Ucapa Kyungsoo lagi. nadanya benar-benar berbeda dari yang biasa Sunyoung ketahui.

Sunyoung tetap diam. Ia bahkan tak menolehkan kepalanya sama sekali ke arah Kyungsoo yang saat ini menunduk dengan cukup dalam.

Kyungsoo hanya bisa menghela nafas saat mengetahui reaksi Sunyoung yang hanya diam dan seperti tak peduli dengan kehadirannya. Sepertinya ia sangat dalam membuat luka di hati gadis itu. Kyungsoo benar-benar tulus dengan ungkapan maafnya tadi. Ia benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan Park Sunyoung.

Sunyoung dan Kyungsoo terkejut sesaat. Sebuah sepeda motor besar tengah berdiri di depan Sunyoung. Sunyoung sedikit terkesiap saat sang pengemudi membuka helmnya. Dongwoon. Dia Son Dongwoon.

Kyungsoo mengeluarkan senyuman sinisnya saat ini. Bukan, ia bukan mengejek Son Dongwoon yang baru datang, ia mengejek dirinya sendiri. ‘Kau menyedihkan Do Kyungsoo’

“Dongwoon-a?” tanya Sunyoung kaget

Dongwoon hanya tersenyum “Sunyoung-a, biar aku antar. Kurasa bus masih 15 menit lagi akan datang, bagaimana?”

Sunyoung terdiam dan terlihat berpikir. Ia merasa tidak ingin membuat Dongwoon semakin berharap padanya, namun jika ia menolak itu berarti ia harus lebih lama lagi bersama Kyungsoo dan ia tak mau hal itu karena itu hanya akan membuatnya semakin sulit melenyapkan sosok Do Kyungsoo.

Sunyoung berjalan mendekati Dongwoon “Baiklah, kuharap kau tak merasa kerepotan hanya karenaku”

Dongwoon tergelak sebentar “Tentu saja tidak”

Sementara Kyungsoo tengah merasakan pukulan yang luar biasa di hatinya. Ia sudah tergeserkan di hidup Sunyoung. Sekuat tenaga Kyungsoo hanya menatap lurus kedepan. matanya terasa gatal untuk melihat dua sejoli yang membuat hatinya terasa ngilu.

Baru saja Sunyoung melesat pergi bersama Dongwoon, Kyungsoo menoleh ke arah tempat duduk Sunyoung tadi. Matanya terlihat memicing agar menajamkan penglihatannya.

Kyungsoo menghampiri kursi tersebut “Gelang ini? Bukankah ini gelang Sunyoung, gelang yang akan ia berikan padaku tiga bulan yang lalu” gumam Kyungsoo

‘Park Sunyoung, maafkan aku, sepertinya aku tak mengembalikan gelang ini. Aku anggap ini kenang-kenangan terakhirmu untukku dan aku… Menyukaimu’

===

Sunyoung membongkar seluruh isi kantong plastik yang membuat tangannya serasa hampir putus. Berkali-kali eomma memarahi Sunyoung agar berhenti mengobrak-abrik seluruh isi belanjaannya tadi.

“Apa yang kau cari Sunyoung-a?” tanya Eomma akhirnya

Sunyoung tetap membongkar plastik-plastikmitu “Gelang kerangku Eomma, tadi aku memakainya dan tiba-tiba saja gelang itu hilang”

Eomma mencoba mengingat gelang yang di maksud oleh Sunyoung. Eomma ingat, gelang kerang yang Sunyoung buat sendiri saat keluarganya berlibur ke pulau Jeju.

“Mungkin kau hanya lupa menaruhnya, Sunyoung-a”

“Tidak eomma! Aku yakin sekali tadi aku mengenakannya saat ke super market” Bantah Sunyoung yakin.

Eomma hanya bisa mengedikkan bahunya tak peduli. Sunyoung benar-benar si keras kepala, tak jauh beda dengan sifat appanya.

Sunyoung menghembuskan nafas kecewa saat ia telah sukses menghancurkan seluruh isi plasti-plastik belanjaan. ‘Kemana gelang itu? Apa aku menjatuhkannya? Tapi, dimana?’

Sunyoung membulatkan matanya saat ia menyadari sesuatu “Apa mungkin jatuh saat aku menunggu di pemberhentian bus? Mungkinkah Kyungsoo melihatnya?”

===

“Apa yang kau lakukan disini, sedari tadi teman-teman menunggumu, Kyungsoo-a” Kris menyadarkan Kyungsoo yang sibuk dengan pikirannya sendiri saat di taman sekolah. Mereka semua tampak berbinar dan bahagia. Setelah melewati ujian masuk universitas dan sebagian dari mereka di terima, hari ini mereka semua menikmati acara kelulusan.

“Ne, aku akan segera kesana. Kau pergilah duluan” sahut Kyungsoo

Kris hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya ke aula sekolah untuk menikmati acara kelulusan yang segera di mulai.

Kyungsoo merogoh saku celananya. Gelang kerang yang sejak pertama ia lihat sudah membuatnya menyukai bentuk unik gelang itu. Itu gelang Sunyoung. Entahlah, Kyungsoo ingin sekali mengenakannya, tapi jika Sunyoung melihat gelang itu bersama Kyungsoo mungkin saja Sunyoung akan memintanya.

“Dulu aku yang menolakmu Park Sunyoung, tapi sekarang aku yang merasakan sakit sepertimu” gumam Kyungsoo lirih

Kyungsoo kembali larut dalam lamunannya. Pikirannya melayang di saat-saat pertama kali ia mengenal sosok seorang Park Sunyoung. Ia masih mengingat dengan jelas gelagat Sunyoung yang malu-malu karena ingin berkenalan dengannya. Kyungsoo sebenarnya dengan senang hati ingin berteman dengan Sunyoung, namun saat teman-teman sekelas yang saling menggodanya karena menganggap Kyungsoo dan Sunyoung berpacaran membuat Kyungsoo perlahan menjauh dan membenci Park Sunyoung.

Kyungsoo terkekeh pelan mengenang cerita tersebut. Memori itu sebentar lagi akan ia buang. Ia ingin menempuh kehidupan yang lain. Tentu saja Park Sunyoung harus bisa ia lenyapkan di pikiran dan juga hatinya walaupun ia tak yakin dengan hal itu, karena Kyungsoo tipe yang sulit untuk menyukai seseorang dan jika ia telah menyukai orang itu maka akan sangat sult untuknya menghapus bayangannya.

Ponsel Kyungsoo berbunyi. Sebuah pesan dari Kris membuatnya harus mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya.

‘Sunyoung sebentar lagi akan tampil, cepat kesini!’

Kyungsoo bergegas berdiri. Ia ingin menyaksikan penampilan Sunyoung yang mungkin saja untuk terakhir kali dilihatnya.

===

“Ayolah,Sunyoung” Jinri sudah kelelahan untuk merayu Sunyoung agar segera tampil. Beberapa menit lagi adalah penampilan Sunyoung, namun Sunyoung hanya diam mematung tak peduli.

“Bagaimana aku bisa tampil jika gelang kesayanganku dan pemberi semangatku hilang?” Balas Sunyoung lesu.

Jinri menghela nafas “Ayolah, itu hanya gelang Sunyoung-a, aku akan memberimu semangat”

Sunyoung menatap Jinri ragu. Jinri benar. Itu hanya sebuah gelang yang membuatnya berani memulai untuk melupakan Kyungsoo. Lagipula Jinri sudah mempersiapkan semua perlengkap yang akan Sunyoung gunakan seperti, Dress, heels dan beberapa aksesoris manis yang ia kenakan.

“Baiklah, aku akan melakukannya” Sunyoung mencoba menenangkan dirinya. Saat ini Sunyoung tengah di liputi oleh rasa gugup yang mendominasi. Ini pertama kalinya ia berpartisipasi dalam sebuah acara sekolah.

Sunyoung berjalan menuju panggung. Matanya menoleh kebelakang melihat Jinri yang saat ini berujar ‘Hwaiting!’ Sunyoung tersenyum dan kemudian gadis itu mengangguk. Ia langkahkan kakinya tepat di tengah-tengah panggung.

Hening.

Entah kenapa saat ini suasana bising tergantikan ketika Sunyoung menginjakkan kakinya di atas panggung. ‘Park Sunyoung kau pasti bisa’

Musik mulai melantun. Sunyoung mengambil nafas panjang sebelum menampilkan aksinya. Namun sepasang mata tengah menatapnya tak berkedip. Do Kyungsoo. Namja itu menatap Sunyoung dengan pandangan yang sulit untuk di tebak Sunyoung.

Sunyoung sedikit terkejut saat ia melihat sebuah gelang yang melingkar di pergelangan tangan Kyungsoo. Itu gelang miliknya. Tidak mungkin Kyungsoo memakai sesuatu miliknya. Telinga Sunyoung masih bisa mendengar jelas ketika Kyungsoo menolak gelang tersebut.

Suara musik yang sedari tadi beralun membuat Jinri yang di belakang panggung sedikit bersorak “Sunyoung, ayo mulai!”

Sunyoung tersentak. Ia harus tampil. Gelang itu biarlah nanti ia bicarakan bersama Jinri.

You hold my hand and tell me you only have me
Keeping me as a friend
you say it’s a blessing
Whenever you say let’s never change
I had to push my feelings down

Sunyoung semakin larut dalam nyanyiannya. Tak jarang suara tepukan terdengar kala Sunyoung berhasil menyentuh hati tiap pendengarnya.

Jinri tersenyum senang saat mengetahui sahabatnya tampil begitu memukau. Jinri yakin Dongwoon pasti akan sangat terpesona dengan penampilan Sunyoung saat ini.

===

“Kau tak berkedip sama sekali saat Sunyoung tampil tadi” Hyunseung mengagetkan Dongwoon yang tengah meminum jus.

Kyungsoo yang tak jauh berada disana berinisiatif untuk mendengar lebih jauh percakapan mereka. Kyungsoo sebenarnya tak berniat sama sekali menguping pembicaraan orang lain, namun ketika ia mendengar nama Sunyoung masuk dalam percakapan tersebut membuatnya sangat ingin menguping.

“Dia sangat cantik dan menarik ketika tampil tadi” Dongwoon berucap sambil tersenyum

“Sudah resmi jadi pacarmu? Kudengar ia hanya menyukai Do Kyungsoo, tapi sepertinya cintanya hanya satu arah” Hyunseung kembali mengoceh

Dongwoon tertawa pelan. Kyungsoo yang mendengar tawa Dongwoon itu hanya heran. ‘Kenapa ia tertawa? Tidak ada yang lucu sama sekali’

“Kau tahu, Sunyoung tak lagi menyukai Kyungsoo. Manusia itu bisa berubah, Hyunseung-a”

Deg. Kyungsoo terperangah mendengar hal itu. Ya, ia setuju dengan ucapan Dongwoon tadi. Manusia itu bisa berubah. Seperti ia dan Sunyoung yang saling berubah saat ini.

TBC

Bagaimana lanjutannya chingudeul?? Menarik atau malah sebaliknya?

Mungkin banyak yang aneh dalam FF ini dan part 4 adalah end dari Goodbye Summer ini. aku akan post part endnya di blog pribadi aku sendiri. Tapi bisa di cek di fxfanfiction juga kok. Tapiiiii aku minta maaaaaffff banget, karena sepertinya part endnya aku protect, bukan bermakusd apa-apa, aku hanya ingin tahu seberapa banyak yang suka sama ff ini, karena goodbye summer ini akan ada lanjutannya di Ff berikutnya dengan cast yang sama. Jadi, bagi yang ingin mengetahui passwordnya bisa di minta di no. Ini

085365550081

Gomawo~ saranghae~

18 thoughts on “Goodbye Summer [3]

  1. Akhirnya dipublish juga!!!!
    Yeaaaaayy!!!
    Daebaaaak thorr :3
    kyungsoo oppa akhirnya dpat karma juga😀
    penasaran next nyaaa..
    Next chapt di protect yaa thor?
    Next yaa thor..
    Next nya jangan lama2 yaah😀

    • hehehe udah nungguin ya chingu ??
      gomawo ~🙂
      kyungsoo kan harus di gituin
      iya di protect
      oke nextnya tungguin terus di sini atau di blog pribadi aku ya chingu:)
      di usahain cepat

  2. hoh! rasakanlah penderitaan dari Sunyoung-ku, wahai Kyungsoo! huahahaha #jahat
    huehhh keren nih lanjutannya. mantep to the pol! hehehe… kalau gitu aku minta passwordnya deh ya… ^^ ntar ta’ smsin

  3. Waaaaaah kenapa di protect D:
    Oke deh ya nanti kalo inget aku minta passwordnya (…)
    Dan kupikir ini udah end, ternyata belum, nyaah dan emang sih ya di sini Kyungsoo nyesek banget. Keren-keren, eheh.
    Ada typo tapi ya sudahlah~

    • hehehe di protect cuma mau liat seberapa banyak fans Luna-Kyungsoo chingu hehehe
      nanti akan di post disini juga kok🙂
      kyungsoo nyesek? gantian dong, kan kemarin luna hahaha
      aduuhh, kalo soal typo emang aku ratunya chingu #plak
      gomawo~

    • di protect uma mau nyurvei yang ngship souple ini chingu , karna rencananya aku bikin sequel untuk ff ini lagi🙂
      gomawo, iya di post disini juga kok🙂

  4. Pingback: Goodbye Summer [4] END | F(X) FANFICTION INDONESIA

  5. Luna-dio itu couple yg pas bgt mnurutku. sama kyk dio-iu atau luna-onew.🙂

    Ini jd kyk bca novel teenlit🙂 bahasanya santai mknya enak dibaca. :-)ceritany juga ga berat. *komen geje*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s