Feeling Stored (Chapter 1)

feelings stored

Feelings Stored  Storyline by ainayanf [1st Section|

with Krystal Jung and Choi Minho as main cast|

and Choi Sulli as Other Cast|

friendship,romance, fluff, a bit of comedy  Genre|

Teenager Rating|

Twoshot Length|

[inspired by f(Krystal, Luna and Amber) feat EXO K’s D.O –Goodbye Summer]

Also edited by ka idznimitsali|

Happy reading!

—–

“Krys, Kau sudah membeli gaun untuk Prom?” tanyanya ketika kami baru saja memasuki Kamarku.

“Belum,” balasku singkat.

“Kalau barang-barang untuk Acara Pantai?” tanyanya lagi.

“belum,” balasku, lagi-lagi singkat dan datar.

Ia berdecak lalu menghempaskan badan ramping dan tingginya ke tempat tidurku.

“Krys… Krys… Oh, iya, mau tahu tidak? Kemarin aku dan Taemin membeli sunglasses couple untuk Acara Pantai itu,”

“Ya… Ya…” jawabku malas.

Ia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju sofa yang kini kududuki. Ia mencolek iseng pipiku.“Kau iri, ya?”

Heol…” Gantian aku yang bangkit lalu berjalan tiga langkah menuju lemari pakaian besar yang ada di sudut kamarku.Dengan cepat aku menyambar t-shirt lengan panjang dan hotpants yang pertama kali kulihat di tumpukan pakaianku—sekaligus menjadi pakaian favorite-ku.

“Yah, Krys, jangan ngambek dong… Eh, kenapa kau tidak mengungkapkan saja perasaanmu pada Minho?”

Aku yang baru saja meraih gagang pintu kamar mandi terdiam.

“Padahal menurutku, Minho juga punya perasaan yang sama padamu.”

“Dia sahabatku.”

“Lantas kenapa kalau dia sahabatmu?”

“Aku merasa kalau sahabat jadi cinta bukanlah hal yang tepat.”

“Tidak tepat bagaimana?” tanya Gadis itu lagi.

Molla. Sudahlah jangan bahas itu lagi,” jawabku sambil membuka pintu kamar mandi. “Oh, iya, ada ice cream di kulkas, ambil saja kalau mau. Jangan lupa bawakan banana milk untukku,ya!”

――

“Krys, pasanganmu ke acara besok lusa siapa?”

“Hah? Pasangan apa?”

“Itu lho, pasangan Prom Lusa!Kau lupa?”Sulli kini duduk di sampingku seraya menyeruput slurpee-nya.

“Ah, mollayo. Jongin, mungkin? Atau Sungyeol? Atau Myung―”

“Choi Minho!” sela Sulli dengan suara keras.

Aku menoleh dan menatapnya dengan tatapan apa-kau-sudah-gila?

Sulli meringis. “Kau ‘kan bersahabat dengan dia…”

“Memang.”

“Kalau kau tidak mau ketahuan suka padanya, kau harus bersikap biasa saja.Kalau kau menghindar darinya, dia pasti curiga ada sesuatu denganmu,” jelas Sulli sambil memberikan tanda petik di kedua sisi kepanya saat mengatakan seuatu.

“Ah,molla.”

Aish! Kenapa kau suka sekali mengatakan ‘molla’, sih?”

――

“Klee, akhir-akhir ini sibuk, ya?”

“Hah? Ya… Begitulah. Hehehe….” balasku sekenanya.

“Padahal aku rindu padamu, lho,” ujarnya yang tengah mengunyah keripik kentang favorite-nya.

Aku menghentikan kegiatan membaca novelku lalu menatap mata kodoknya intens.

“Rindu wajah cemberut khas sahabatku ini! Hahaha…” Dia mencubit pipi kananku seraya terkekeh

“Aku pikir rindu yang lain. Hahaha….” Aku ikut tertawa dengan ringisan kecil yang teredam.

Choi Minho kau tidak tahu kalau jantungku rasanya sudah keluar dari singgasananya saking kencangnya dia berdetak.

――

“Kau dihukum juga?”

“Eh? Iya, terlambat.”

“Wuah, kita sama! Aku Choi Minho, dari kelas sebelahmu.”

Eo, aku Krystal Jung.

“Mwo? Klystal?”

“Bukan… Krys-tal.”

“Aku panggil Klee saja, ya? ya? Krystal terdengar aneh.”

“Ya, ya, terserah kau saja.”

 

Aku tiba-tiba teringat kejadian itu. Kejadian tiga tahun lalu saat kami baru memasuki sekolah.  Awal mula akhirnya aku mengetahui namanya.

 

“KLEE SINI!!” Minho dengan semangat memanggilku dari depan kelasnya.

“Tidak udah berteriak-teriak,” Tegurku sambil mendekat ke depan kelasnya yang berada di samping kelasku.

“Membolos,yuk!”

“Hah? membolos? Nanti hukuman kita ditambah lagi, lho!”

“Benar tidak mau ikut? Padahal rencananya aku akan membawamu ke tempat yang menarik, lho…”

Aku menimbang-nimbang sebentar. Benar juga sih, daripada berdiri dua jam depan kelas… Aku dan Minho sedang dihukum lagi karena sama-sama terlambat.

“Baiklah.”

KAJJA!”Ia dengan semangat menarik pergelangan tanganku.

 

Entah ini sifat atau hobi. Entah ini kesialan atau keberuntungan. Tapi keterlambatan kami membuat aku dan kamu akhirnya makin dekat.

“Krystal Juuuuung!!”

Aku menoleh ke belakang, Sulli masih terpaut beberapa langkah dariku, mempercepat laju larinya.

“Tahu tidak?”

“Tahu apa?Kau dan Taemin membeli barang couple?”

“Bukan!”Ia menggeleng.

“Kau habis diajak Taemin membeli bear cookies favorite-mu?”

Sulli kembali menggeleng.

“Atau…”

“Sudah-sudah! tebakanmu tidak akan ada yang benar,” potongnya sebelum aku kembali menebak-nebak.

Aku lalu menatapnya dengan pandangan ingin tahu.

“Yang benar adalah… jeng-jeng-jeng… tipe idealnya Choi Minho adalah Gadis yang suka pakai hotpants dan t-shirt panjang!”

So?” Aku dengan cepat memalingkan muka dan mencoba bersikap tidak peduli.

“Itu kan, sangat Krystal Jung.Hotpants dan t-shirt panjang!”

Iya juga sih.

“Jangan-jangan itu kode dari Minho.”Sulli menatap ke atas dengan jari telunjuk yang Ia goyang-goyangkan di dagu khas orang berpikir.

“Klee, pasanganmu besok siapa?”

“Entah.”Aku mengangkat bahu tanda tidak tahu. “Jongin atau Sungyeol mungkin. Aku belum me―”

“Sayang sekali. Padahal tadinya aku ingin mengajakmu menjadi pasanganku.”

NDE?!”

“Iya, tapi kau ternyata sudah dapat pasangan, ya?Keurae, lebih baik aku terima tawaran yeoja-yeoja itu saja. Kira-kira lebih baik Suzy atau Jiyeon?

Tidak dua-duanya Choi Minho.

“Entahlah,” gumamku pelan. Masih sedikit kecewa karena aku mengatakan tentang Jongin dan Sungyeol. “Mereka berdua sama-sama cantik, sih.”

Iya mereka cantik. Sangat cantik malah. Aku kalah.

“Benarkah? Tapi aku rasa kau jauh lebih cantik dari mereka,” ucap Minho tenang.

Tak bisa aku pungkiri apa yang dikatakan Sulli tempo hari adalah benar, Minho mempunyai perasaan yang sama padaku. Lalu kenapa kita saling menyembunyikannya?

 

Hari Sabtu ini tidak sama seperti hari sabtu biasanya. Biasanya kami ada kegiatan dengan klub pilihan masing-masing murid di sekolah. Tapi karena nanti malam ada acara Prom, kami diliburkan.

Tadinya aku bingung untuk memilih pergi ke Prom dengan siapa. Tapi aku baru ingat bahwa murid-murid tidak diwajibkan untuk ikut acara itu. Jadi kuputuskan untuk menolak ajakan Jongin ataupun Sungyeol, karena sebenarnya aku memang tidak berniat menjadi pasangan mereka.

Aku berencana untuk melakukan marathon menonton dvd drama yang kubeli minggu lalu namun baru sempat kutonton. Hari ini juga di rumah sepi.Appa dan Eomma sedang di luar kota sedang Jessica sedang ada kegiatan di kampusnya.

Untung saja tidak ada Jessica.Kalau ada Jessica, aku pasti dipaksa untuk pergi ke Prom itu. Kakakku itu terlalu tergila-gila dengan pesta semacam itu.

Mwoya??chocolate lava, ice cream, milk banana, keripik, coke, French fries, semuanya habis?!” teriakku saat mendapati kulkas dalam keadaan kosong.

Aku berjalan lesu menuju sofa.Ingin membeli makanan tapi aku malas sekali jalan ke supermarketyang ada di ujung komplek. Ku putuskan untuk delivery order pizza saja.

Baru empat episode, masih ada dua belas episode lagi yang menungguku.Namun, cacing-cacing di perutku sudah meraung-raung.Aku sudah hendak memasak ramyeon ketika sadar mie instan itu pun tak ada di dapur. Dengan berat hati, kulangkahkan kaki keluar rumah dan menuju supermarket.

Sekalian olahraga dan cari angin, pikirku.

“Siapa sih yang datang? Mengganggu saja!” Aku berjalan dengan malas menuju pintu utama ketika mendengar bunyi bell. Siapa yang mau bertamu disaat jam sudah menunjukan jam enam petang?

Yaa, kau tidak bersiap-siap?”

Choi Minho berdiri di hadapanku. Tatapannya terlihat sangat terkejut karena mendapati diriku berdiri dengan t-shirt dan hotpants andalanku, juga rambut diikat berantakan dan satu cup sedang caramel cone Haagen Dazs di tangan.

Ia berjalan mendekat ke arahku, tubuhnya mencondong sedikit. Membuatku dengan jelas merasakan harum maskulin khasnya.Ia menyeka ice cream yang berada di sudut bibirku.

“Makan yang benar, Klee! Makan saja belepotan!”

Aku merengut kesal, lalu berjalan mendekat ke sofa dekat televisi. Melanjutkan drama yang sempat ku-pause gara-gara tamu tak diundang tadi. Dia mengikuti dan mengambil posisi tepat di sampingku.

“Kau tidak siap-siap?Acaranya mulai 45 menit lagi.”

“Aku tidak ikut Prom,” ucapku singkat dan jelas.

Wae?” tanyanya heran sambil menyendok chocolate lava-ku yang berada di meja kecil depan sofa.

Aku tidak menjawabnya. Pertama, karena aku sedang fokus dengan adegan di layar kaca dan yang kedua, pasti Choi Minho akan meledekku karena aku tidak mendapat pasangan.

“Kenapa kau kesini?Bukannya kau bersama Suzy?atau Jiyeon?”

“Kau sendiri kenapa tidak bersama Sungyeol?atau Jongin?” Minho malah balik bertanya dengan pertanyaan yang persis.

“Hmm… hmm…”

“Sudahlah, Klee. Aku tidak mudah kau bohongi tahu? Kau tidak jadi dengan Jongin maupun Sungyeol kan? ”

Bagaimana bisa namja bermarga Choi ini tahu?

“Makanya kau pergi denganku saja.” Aku menautkan alis bingung. Namun Minho malah tersenyum penuh rahasia.

“Jika kau bersamaku, bagaimana dengan yeoja-mu itu Tuan Choi?”tanya Krystal sebelum menyendokkan caramel cone terakhirnya.

Yeoja yang mana? Suzy? Jiyeon? Mana mungkin aku jadi berpasangan dengan mereka. Aku hanya bercanda. Mereka berdua tidak pernah mengajakku pergi.”

Nde?”

“Sudah cepat siap-siap! Waktunya tinggal tiga puluh menit lagi Klee!” Tiba-tiba Minho mendorongku menuju Kamar.

=|=|=|=

Sepeninggal Krystal, Minho mengambil posisi yang nyaman di sofa. Ia juga mencomot French fries yang ada di depannya.

Bingkai-bingkai kecil yang ada di dekat sofa tiba-tiba menarik perhatian Minho untuk memerhatikannya lebih dekat. Foto-foto masa kecil Krystal dan Jessica tersimpan apik di bingkai-bingkai foto itu.

“Ck, Klee, Kau kecil saja sudah manis, pantas saja besarnya begini,” gumamnya tanpa sadar.

Dan tanpa disadarinya Krystal mendengarnya.Tepat saat Minho tengah memerhatikan bingkai foto itu, Krystal keluar dari kamarnya.

“Minho-ya.”

“Astaga, Klee…”ucap Minho yang tak percaya melihat Krystal tampil dengan Girlishly chic strapless cocktail dressdan juga Elegant Sheepskin Bow sebagai sepatunya malam ini.

“Eh? Aneh ya?Atau tidak usah pakai heels? Aku pakai flat shoes saja, ya?”tanya Krystal buru-buru dengan nada terkesan cemas.

A-ANI! K… Ka… Kau cantik sekali, Klee…” puji Minho jujur.Ia benar-benar terpana dengan penampilan Krystal malam ini. Jarang-jarang Krystal memakai gaun dan heels.

Gomawo,” ucap Krystal malu.“Minho-ya, sepuluh menit lagi acaranya!!!”

“Nde? sepuluh menit lagi?!”

“Kita naik sepeda?”

Minho mengangguk pasti.“Sudahlah cepat naik!Kalau mau naik mobil, nanti lebih lama lagi!”

Krystal akhirnya menaiki boncengan belakang sepeda Minho. Romantis juga sih, pikirnya.

Krystal memegang pinggang Minho.

“Klee,wae?” tanya Minho saat merasakan tangan Krystal memegang pinggangnya dengan erat.

“Aku kedinginan…” Krystal sesekali meniup telapak tangannya untuk mendapat hembusan hangat dari mulutnya.

Ckiit

“Kenapa berhenti?”

Minho tidak mengindahkan pertanyaan Krystal.Ia berdiri, lalu membuka jas hitamnya dan menyampirkannya pada pundak Krystal yang terbuka.

“Choi Minho, gomawo,” ujar Krystal dengan suara sangat pelan.Tanpa Krystal sadari Minho mengangguk kecil, lalu kembali memacu sepedanya.

Eomona!! Lihat! Minho dan Krystal!! Kyaaa~!! Mereka datang berdua!!” pekik Sulli heboh sambil mengguncang-guncangkan bahu Taemin berada di sebelahnya sekaligus menjadi pasangan Promnya.

Shut up! kau jadi pusat perhatian tadi,” ujar Taemin pelan. Sedang Sulli membungkuk ke arah teman-temannya dengan wajah-minta-maaf dan mengucap ‘mianhamnida’ berulang-ulang.

=|=|=|=

 

“Minho-ya, dasimu berantakan.” Aku reflek mendekat ke depan Minho, membetulkan letak dasi Minho yang tidak rapih.

Gomapta, Klee,” Ia mengusap puncak kepalaku perlahan dengan seulas senyum andalannya.

Aku melempar pandangan pada pasangan Taemin dan Sulli yang berada di sebrang tempatku berada. Sulli mengedipkan sebelah matanya padaku dan aku membalasnya dengan tatapan tajam seperti biasa.

Mungkin aku sudah tahu jawabannya, bahwa aku tidak ingin orang-orang tahu perasaanku. Aku tahu, aku akan memendamnya.

TBC

4 thoughts on “Feeling Stored (Chapter 1)

  1. Sorry, aku baru baca ff ini padahal udah cukup lama di postnya. bagus banget, bikin aku tersenyum terus pas baca ff-nya.
    Thanks banget udah gabungin lagu kesukaan aku dengan bias tercinta aku. *gue ngomong apaan sih/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s