[Winner of Event Special Luna’s Birthday] Loving You Park Luna – Updated!

Judul: Loving You Park Luna (August 12th, 2013)

Nama Author: BabyHo

Main Cast: Luna f(x)

Minor Cast: all of SM family

Genre: happy, family, little bit romance, not sure comedy

Rating: G

Summary: Semua orang menjauhi Luna kecuali Seohyun yang kelewat baik dan D.O, Suho yang terkenal baiknya itu. Padahal hari ini adalah ulang tahunnya. Apakah ini karma karena telah membobol akun twitter Amber?

Author’s Note: Special untuk Luna eonnie b’day. Harapanku semoga semakin cantik, suaranya tambah menggelegar, tinggi, dan disayang sama SM family, affxtion, dan keluarga ya eonnie. The cover is mine. Popo^^ mumumu …

Loving You Park Luna (August 12th, 2013)

Aku tersenyum menatap langit-langit kamar. Kebahagiaan tiada tara yang Tuhan berikan untukku. Aku duduk ditengah ranjang sambil memangku laptop putih milik Amber yang tengah menampilkan beberapa fansku mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ untukku. ‘Happy bornday f(luna)’, ‘happy birthday ke20 f(luna) eonnie’, ‘#HappyLunaDay #LunaIsTall #LunaIsMine haha …’, semua pernyataan-pernyataan manis dari fansku –Luna f(x). Diantara semua pernyataan lewat jejaring sosial itu ada satu-dua tulisan yang membuatku tersenyum manis dan tak henti-hentinya melepaskan pandanganku dari tulisan itu.

‘Happy 20 b’day Sunyoungie, semoga semakin tinggi dan dicintai Baekhyun, we love ya #HappyLunaDay #LunaIsTall’

Byun Baekhyun. Seorang pria imut, lebih tua setahun dariku, salah satu member boyband EXO, dan mendapat posisi main vocal EXO. Suaranya menggelegarnya sangat membuat rindu.

“Sunyoung, jangan sampai umurmu berhenti disini setelah aku mencekikmu!” teriak Amber didepan kamar.

Buru-buru aku mematikan laptop. Sebenarnya alasannya bukan karena pernyataan seperti yang aku jelaskan, bukan Baekhyun tampan, bukan juga laptop putih yang bukan milikku lebih tepatnya …

“Bagus! Lain kali kalau mau melihat tweets dari Aff(x)tion izin terlebih dahulu padaku, ara?!”

Ya, melainkan aku membobol akun twitter Amber untuk melihat fans-fansku mengucapkan kalimat ‘selamat ulang tahun’ untukku. Sudah sedikit puas dengan mereka –orang diluar sana yang mencintaiku.

Aku keluar kamar. Amber yang mendeath glare ku dengan tajam, disebelahnya Victoria asyik memakan camilan renyah sambil menonton televisi bersama Krystal, sementara Sulli lebih asyik menelepon seseorang ditelepon genggamnya dan bisa ditebak itu Chanyeol, rapper EXO juga sahabat Baekhyun.

Sedikit aneh. Daritadi sampai sekarang tidak dari mereka ada yang mengucapkanku kalimat ‘selamat ulang tahun’ yang aku tunggu-tunggu.

“Ambie, jangan marah pada Sunyoungie yang sedang berulang tahun ini.” Rengekku manja sambil bergelayutan dilengan Amber. Aegyo –yang tidak sebagus milik Sulli− dijuruskanku.

Aku mengerjap setengah mati. Amber yang biasanya luluh oleh aegyoku bisa acuh setengah mati. Salah makan atau justru kebanyakan makan Amber bisa jadi begini. Apa gara-gara dia terlalu sering bergaul dengan Kris –si pria acuh tak acuh dari EXO. Biasanya Amber tidak tahan untuk marah tapi …

Lupakan! Aku benar-benar kesal. Tidak ada satupun memerhatikanku yang notabenenya sedang berulang tahun ini. KESAL. Mungkin lebih baik aku keluar dari dorm saja dan berkeliling ke dorm grup lain.

BRAK!!

Tidak menyesal aku membanting pintu dorm. Biasanya Victoria bakal berteriak hingga menyebabkan gempa kecil buatan, kalau gempa besar buatan cukuplah buatan D.O saja.

_

Aku kini berada didepan dorm SNSD.

“Hey, Luna! Kenapa berdiri disitu? Ayo masuk!” Hyoyeon muncul dari balik pintu dorm dan mempersilahkanku masuk sebelum aku ketuk terlebih dahulu pintu dorm SNSD.

Didalam sini rusuh sekali. Taeyeon dan Seohyun berkaraoke berdua, Jessica dan Tiffany bereksprerimen dengan alat kecantikan, Sunny dan Hyoyeon memasak, Yuri mengomel tidak jelas karena dorm mereka berantakan –biasanya Taeyeon yang mengomel, terakhir Sooyoung dan Yoona yang tertidur akibat terlalu banyak makan –shiksin.

Seohyun melepas microphonenya lalu mendudukkan dirinya diatas sopa dibelakangnya. Ia menerawangi dormnya namun berhenti setelah melihat kehadiranku. “Lho, ada Sunyoungie eh … Luna juga? Ayo sini, bergabung bersama kami. Anggap saja dorm sendiri.” Ucap Seohyun sambil menarik tanganku untuk duduk disebelahnya. Ia eonnie yang baik.

Aneh. Taeyeon, Jessica, dan Tiffany tidak menanggapiku sama sekali. Biasanya mereka langsung berebut badanku untuk jadi teman karaoke Taeyeon menggantikan Seohyun yang kelelahan atau jadi bahan eksperimen Jessica dan Tiffany. Aneh dan benar-benar aneh. Semangat mereka berebut badanku yang mungil ini bak hilang lenyap begitu saja.

“Luna mau apa? Biar aku buatkan.” Aku menggeleng pelan. Seohyun masih tetap tersenyum walaupun aku menolak tawarannya. Aku lihat Sooyoung dan Yoona menggeliat dan setengah bangun –lupakan ini tidak penting.

Aku tidak nyaman berada disini, tidak seperti biasanya. Aku disini hanya menahan bosan karena tidak enak dengan Seohyun –satu-satunya orang sini yang menganggapku ada. Ya, masih disini, duduk disopa panjang dorm SNSD bersama Taeyeon yang acuh padaku dan Seohyun yang bersemangat denganku serta Jessica dan Tiffany yang baru saja bergabung menonton acara televisi.

Tidak bisa dibiarkan. “Eonnie, eungh- .. kira-kira ini hari apa?” tanyaku sedikit serak. Seohyun menatapku sejenak lalu mengendikkan bahu pertanda tidak tahu. Aku tidak boleh menyerah, semangat untuk ulang tahunmu Sunyoungie! “Kalau begitu ini tanggal berapa?” Sama seperti respon tadi, ia hanya mengendikkan bahunya namun kali ini ia lebih fokus untuk mengganti saluran televisi yang menurutnya kurang menarik.

Oke, fine! Lucu sekali Park Sunyoung. Semua orang lupa hari ulang tahunmu kecuali Amber –ia sedang marah padamu. Selanjutnya apa?

_

“Lunie. Mian, tapi benar-benar sibuk kami kali ini. Daripada kamu bermain dan bersenda gurau dengan dorm tak berpenghuni –minus kamu. Kalau kamu mau main lainkali saja oke?” rentetan kalimat –pengusiran– dari Ryeowook. Padahal aku baru saja ada diambang pintu dorm Suju. Ah, tidak semangat!

_

“Sunyoungie mungil, bukannya aku, kami, dan kita mengusirmu. Bukannya juga motif balas dendamku dengan Jonghyun setelah tiada perasaan darimu untuk kita.” Penjelasan Onew cukup sudah didepanku. Kalimat pengusiran untuk yang kedua kali –pakai bawa-bawa hubungan masa laluku dengannya mereka pula.

“Ah, pengusiran untuk kedua kalinya.” Lirihku. Onew mengelus puncak kepalaku pelan sepertinya ia berniat untuk mencium keningku namun ditahannya karena kalian tahulah –bukan siapa-siapaku. “Kalau Key tidak sedang PMS aku mau mengajakmu bermain sepuasnya disini –plus melamarmu.”

Tawa renyah Onew menggema. Aku ikut tertawa mendengar tawa yang pernah mengisi hariku sebagai milikku. Aku menyesal, kenapa bisa aku putus dengannya.

“ONEW HYUNG!!! AKU BUTUH MAKANAN SEKARANG!! SE-KA-RANGGGGG!!! DAN JANGAN PERNAH MEMASUKKAN PEREMPUAN MANAPUN KE DORM SHINEE!!!”

_

Dorm EXO. Aku tidak yakin bisa ada didepan ambang pintu dorm EXO. Tentunya setelah perang batin dengan diriku sendiri. Semua anggota tubuhku jadi kaku hanya untuk sekedar mengetuk pintu dorm. Entah kenapa aku merasa ingin pergi dari sini sebelum terkena serangan jantung melihatnya, dan anehnya kakiku menurutinya.

“Eh, mau kemana? Bukannya tujuanmu dorm kami?” belum ada selangkah seseorang sudah menghentikanku dengan menggenggam sebelah tanganku. Aku berbalik.

Napasku tercekat, wajahku memanas, lidahku kelu, otakku beku, hatiku cenat-cenut. Kenapa aku malah menyerbukan lirik salah satu boyband keluaran industri musik Indonesia? Aduh, Park Luna sadarlah.

“H-hai, Bacon oppa!” sebisa mungkin aku menarik senyumku selebar mungkin. Baekhyun menjawabnya dengan senyuman kecil yang terlukis indah dibibirnya.

“Kenapa Lunyoung tidak mengetuk pintu dorm? Semuanya jadi tidak tahu kalau Lunyoung mau masuk kedalam.” Sebelum aku menjawab pernyataan laki-laki yang setengah mati imut ini, Demi rambut Amber yang tidak kunjung tumbuh ‘who’s Lunyoung’?

Mengerti apa yang kupikirkan Baekhyun langsung menjelaskannya. “Luna tidak tahu Lunyoung? Lunyoung itu gadis manis bersuara sangat merdu membuat semua orang jatuh hati, gadis cantik yang mungil, dia itu … gabungan dari Luna f(x) dan Park Sunyoung. Itu nama kesayanganku untukmu, habis aku kehabisan akal agar tidak mau kalah dengan hyung lain yang sudah memanggilmu dengan sebutan ‘Lunie’ dan ‘Sunyoungie’. Kalau jelek maaf ya Lunyoung.”

Penjelasan Baekhyun yang panjang, lebar, keliling, luas, serta volumenya minta ampun membuatku terlihat seperti D.O dengan ekspresi mata bulatnya.

_

“Oh, jadi kesini karena kesal dengan member segrupnya.”

“Juga bosan dengan member SNSD.”

“Hei, jangan lupakan pengusiran member Suju dan SHINee!”

“Kita pelarian empuknya.”

“Harusnya Bacon tidak membawanya masuk.”

Semua member EXO mencibirku kecuali Baekhyun, Suho, dan D.O. Baru saja aku terbang dengan jutaan kupu-kupu dari perutku –mungkin juga gajah; apapunlah terserah pilih yang mana– menyeruak keluar dari perutku akibat seseorang bernama ‘Lunyoung’.

Aku tidak menangis –walaupun ingin− hanya berkaca-kaca mendengar cibiran mereka yang pedas. Diawali dari Baekhyun yang ingin mendengarkan ceritaku seharian ini lalu semua member menguping dan mencibirku.

“Sudah jangan didengarkan!” titah Suho halus kepadaku.

“Kami minta maaf akan mulut pedas mereka.” D.O membungkuk berkali-kali kepadaku. Ampun, sopan sekali pria ini kepada seniornya.

Yang aku lihat Chanyeol sedang berbisik-bisik dengan Baekhyun sambil sesekali melirikku sinis. Kini aku hanya bisa mengobrol –lebih tepatnya mendengar obrolan– Suho dan D.O yang bagaikan angin lalu. Mungkin sebaiknya aku pergi dari dorm daripada memperkeruh suasana.

“EXO hoobae! Aku pamit pulang dulu, aku sesuatu yang harus aku selesaikan. Annyeong!” aku membungkuk 90 derajat pada ke 12 juniorku.

Kulihat Suho dan D.O dalam balutan wajah kekhawatiran.

“Kau yakin?”“Kenapa cepat sekali?”

Pertanyaan Suho dan D.O dijawab oleh senyuman manis olehku.

Selesai aku menutup pintu dorm EXO aku segera berlari dengan arah tak menentu. Air mataku yang sedari tadi terbendung dipelupuk mataku jatuh membasahi pipiku. Kemana lagi sekarang. Semua dorm tidak mau menerimaku. Masa harus kedorm TVXQ yang diisi dua om-om tua yang mesum tidak ketolongan.

Drrt …

Ponselku bergetar, sepertinya ada pesan masuk. Aduh, ini kenapa nama Byun Baekhyun tertera disitu? Aku jadi gemetar membaca pesannya. Jangan-jangan Baekhyun ingin meminta maaf atas cibiran-cibiran pedas kawannya?

Byun Bacon

Lunyoung aku minta maaf atas ketajaman lidah member EXO. Aku mau kita bertemu jam lima sore dirooftop SM building. Jangan sampai telat, aku menanti!!

Jam lima sore aku sudah harus ada disana. Segera aku mengecek jam yang tertera dilayar ponsel. 16:55. MATI AKU!! Waktuku lima menit. Kekuatan seribu langkahkupun beraksi.

_

“Kamu yakin mau masuk? Ahjussi sudah menyarankan tidak kesini, kalau ada apa-apa saya tidak bertanggung jawab.”

Aku mengangguk setelah ahjussi security selesai berucap. Ia lanjut melenggak pergi meninggalkanku yang –akhirnya memutuskan untuk– mematung ditempat disebabkan oleh ketidaktahuanku dan keingintahuanku mengapa ahjussi security  ragu denganku yang ingin masuk SM Building.

Fantasi liar berkecamuk. Drakula, peri bersayap, sampai putri duyung –abaikan.

Oke, BODOH! Baekhyun menantimu dirooftop sedangkan kamu malah asyik dengan fantasi liarmu. Aku segera berlari menaiki tangga menuju atap. Mengapa tidak dengan lift yang lebih efektif daripada tangga? Menurut penuturan ahjussi security, lift sedang rusak otomatis tidak dapat digunakan.

“Ini menyedihkan … dihari ulang tahunnya ia malah harus dikeluarkan dari f(x).”

Samar-samar aku mendengar suara parau disalah satu ruangan. Tadi ada yang menyebut f(x)? Suaranya mirip sekali dengan Victoria. Tadi siapa yang ulang tahun dan harus keluar dari f(x)? Akukah? Hari ini hari ulang tahunku.

“Sabar Vic, Luna sudah berjuang keras. Itu saja sudah cukup.” Sekarang aku bisa melihat apa yang terjadi. Amber mengelus bahu Victoria dengan Sulli yang menangis memeluknya. Jadi aku dikeluarkan.

Rasanya aku ingin kesana menanyakan pada mereka apa yang terjadi tetapi Baekhyun sudah menungguku. Kau harus kuat Sunyoung!

“Soojung, walaupun Kai kekasihmu tapi aku hanya ingin jujur kepadamu. Aku tahu aku salah memiliki perasaan kepadamu. Setidaknya aku sudah lega sudah menyatakan perasaanku. Bisakah aku tetap jadi pelindungmu?”

I-itu suaranya Baekhyun. Aku menghampiri kearah sumber suara. Naas. Disalah satu ruangan selain ruangan dimana member f(x) menangisiku, disana Baekhyun dan Krystal berpelukan. Apa ini penyebab Baekhyun menyuruhku kegedung SM bermaksud agar aku menjauhinya?

Air mataku mengucur deras terjun membasahi pipi. Langkah seribu kulangkahkan. Entah kemana tujuannya, mungkin ruang latihan dance –mungkin tidak.

Ini benar-benar hari ulangtahun terburukku. Mulai dari member f(x) dan SNSD yang tidak peduli denganku, pengusiran Onew dan Ryeowook, lidah pedas member EXO, aku dikeluarkan dari f(x), tiada yang mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padaku, dan lebih parahnya lagi Baekhyun menyukai Krystal.

Drrt …

Ponselku bergetar menandakan ada panggilan masuk.

Saengil chukkae hamnida uri Luna. Appa disini sangat mencintaimu nak, semoga sukses kedepannya.

Aku tersenyum sambil menyeka air mataku. Ternyata appa yang menelepon.

Eomma juga ada disini sayang … I love you, more prettier by the day sayangku.

Sunyoung! Saengil chukkae hamnida for us. Semoga tambah tinggi dan cantik sepanjang masa. Tapi kenapa kamu diam saja? Sunyoung, kau masih hidup?

Aku terkekeh pelan. Ternyata masih ada yang peduli padaku. “Aku masih hidup. Appa, eomma aku mencintai kalian –Jinyoung juga. Terima kasih untuk cinta kalian …-!”

TUUTT!!

Telepon terputus dan penyebabnya konyol sekali. Batere lemah. Baru saja bahagia sudah sedih lagi. Aku menangis sekencang-kencangnya.

CKLEK

Tiba-tiba pintu terbuka. Fantasi liarku kembali muncul. Aku menangis sejadi-jadinya.

SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA URI Luna!!” semua SM family berkumpul dengan Victoria memegang kue tart dengan lilin dan tulisan ‘HBD PSY^^’ disertai confetti yang diledakkan oleh Amber dan Donghae. Aku terharu. Semua menyuruhku untuk meniup lilin dan make a wish. Harapanku? Rahasia.

“Ayo potong kue!” teriak Chanyeol dan Sooyoung semangat namun segera dideath glare oleh Kris mematikan. “Yang tadi jangan dipikirkan ya sayangku, itu hanya inisiatif kami untuk mengerjaimu –tradisi tahunan.” Setelah ucapan Hyoyeon aku merutuki diriku kenapa bisa tidak berpikir mereka mengerjaiku tadi.

Setelah memotong kue dan mencicipinya mereka semua memelukku. Sampai pada saat Baekyun tiba aku segera menghindar. Ia menatapku bingung. “Lunyoung cemburu pada Soojung.” Aduh bodohnya aku tidak menyadari kalau pelukan BaekStal termasuk sandiwara mereka.

Aduh bodohnya Luna. Masa tidak sadar kalau sedang dikerjai. Payah kau Park Luna! Ups, tapi selain itu ada lagi kebodohanku yang tidak kusesali. Baekhyun menciumku. Sst, ini rahasia!

FIN

Bonus picu:

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s