Pink Tape

pink-tape-from-airplane-sekuel-live-fx-krystal-jongin-scarlettli

Sequel of Airplane.

||Title : Pink Tape ||Author : Scarlett Li ||

||Length : Ficlet ||Rated : PG-13 ||Genre : Romance, AU, Drama||

|| Main Cast : Jung Soojung, Kim Kai EXO-K|| Support Cast : Another f(x)’s members.||

Warning : May be Typos

Attention please. Ladies and gentlemen, now we were in above the sky and we’ll landing to international airport, f(x). From Airplane, to Pink Tape. Thank you.

“Kau harus terlihat lebih baik di kamera. Kau bisa berpura-pura.”

∞airplanetopinktape∞

“Ayolah, Soojung-a. Hanya sehari, kan?”

Krystal mengerucutkan bibir. “Tidak mau” katanya lalu menggeleng kuat.

“Hei, hanya sehari saja menurut kenapa sih?”

Krystal melirik Amber tajam. “Masalahnya kau bukan berada di tempatku.” katanya sementara Amber mencibir.

“Hei, ini kan demi aff(x)tion juga. Kau juga ingin menjadi seorang pemain film, dan kau sedang diberi kesempatan oleh sutradara.” kata Victoria berusaha menyemangati Krystal.

“Tapi bukan sekarang yang kumau.” katanya lalu menggeleng keras. “Tidak, aku tidak mau. Kenapa semuanya berubah menjadi aku sih? Bukannya Victoria eonni yang melakukannya?”

“Itu karena sutradara melihat sesuatu yang cocok diantara kalian berdua. Apalah itu.” kata Amber lalu meminum cokelat panasnya.

“Apanya yang cocok.” gumam Krystal lalu berdecak kesal.

“Tetapi memangnya kenapa kau sampai begitu keras kepala tidak ingin di pasangkan dengan Jongin?” tanya Luna bingung melihat tingkah Krystal. “Dia pria yang baik.”

Luna belum tahu kalau pria itu tidak sopan, terhadapnya! Terhadap seorang wanita! Dan sebagai wanita ia tidak terima itu.

“Kalian saja yang tidak tahu. Dia itu tidak tahu emansipasi wanita. Tidak, ia tidak tahu aturan malah. Aish. Pokoknya pria itu menyebalkan!”

Hari ini mereka akan syuting untuk album mereka yang terbaru. Dan untuk kali ini, pertama mereka akan syuting sebuah Art Film untuk menyusul teaser music video lalu music videonya.

Dan beruntungnya, bintang tamu kali ini adalah Kai, EXO.

Dan sialnya adalah, saat Art Film nanti, member yang paling dekat dengan pria itu adalah Krystal. Ya, Jung Soojung member f(x)! Dia.

Bagaimana tidak buruk? Baru beberapa bulan yang lalu mereka terlibat sebuah pertengkaran dingin. Meskipun sepertinya Kai menganggap pertengkaran singkat di airport itu hanyalah sepele, namun tidak. Tidak untuk Krystal, tidak untuk kali ini.

Awalnya, Krystal bersyukur karena awal rencana pemain utama wanitanya adalah Victoria. Namun ternyata rencana semuanya dirubah. Dan sialnya, hal itu melibatkan Krystal.

“Kau harusnya beruntung dipasangkan olehnya.” kata Amber. “Dia yang terkenal tampan dan pintar menarinya. Lalu dia baik, dia juga perhatian terhadap wanita. Yah, walaupun awalnya ia tidak mengira aku perempuan.” kata Amber lalu mendengus. Yang lain tersentak tertawa. Sementara Krystal menatap mereka lalu mengambil headsetnya dan menyalakan lagu-lagu aliran rock kesukaannya. Dan berpura-pura tidur.

Minimal ia tidak akan stres untuk melihat yang selanjutnya.

∞airplanetopinktape∞

“Hei, kau menabrakku!” Victoria mengerutkan kening menatap Krystal yang menundukkan kepalanya. “Kau ini kenapa sih?”

Krystal mendongak. “Apakah dia sudah datang?”

Victoria menghela napas. “Dia datang jam sepuluh. Karena kita harus photoshoot dulu. Mengerti? Sekarang angkat kepalamu.”

Krystal berdiri tegak lalu tersenyum lebar. “Tapi nanti eonni yang akan menjadi pemain utamanya kan?”

Victoria menyipitkan matanya. “Itu tetap milikmu.”

Krystal menatap Victoria yang mulai berjalan menjauhinya lalu menghela napas.

“Kenapa harus pria itu sih?”

“Soojung-a! Ayo.” Sulli menepuk bahu Krystal lalu berjalan meninggalkan Krystal, menyusul Victoria.

Krystal menghembuskan napas lalu menggembungkan mulutnya. Ini buruk.

“Krystal-a! Ayo cepat kesini!”

Krystal berjalan cepat menuju mereka yang kini memulai photoshoot.

Ini tidak bagus.

∞airplanetopinktape∞

“Kai EXO sudah datang.”

“Ah, benarkah?” Amber berdiri, Victoria pun begitu.

Lalu, dari sisi kanan, pria itu keluar. Dengan pakaian santainya—kaos putih dan celana selutut—lalu tersenyum lebar saat menemukan partnernya.

“Hai. Selamat datang. Dan terimakasih karena telah membantu kami untuk berpartisipasi.”

Kai menjabat tangan Victoria. “Terimakasih. Malah mungkin aku yang berterima kasih kepada kalian. Aku jadi memiliki pengalaman baru di music video orang lain.” katanya lalu terkekeh. Sementara Victoria tertawa

Selesai menjabat tangan Victoria, ia menatap Amber. “Hey, bro.”

I’m your noona, remember?” kata Amber lalu mereka tertawa.

Luna datang dari sisi kiri lalu mengerjapkan mata dan tersenyum lebar. “Ah, halo.” katanya lalu menunduk sekilas. Kai balas menunduk lalu tersenyum.

“Dimana Sulli dan Krystal?” tanya Victoria. Luna mengangkat bahu.

“Bukannya tadi mereka minta izin keluar selagi menunggu syuting dimulai?” tanya Luna lagi.

“Aish. Mereka itu. Krystal juga. Tidak mau bekerja sama.” gumam Victoria lalu menghela napas.

“Ngomong-ngomong, aku ingin bertanya.” Kai berbicara lalu mengelus tengkuknya. “Ruang ganti pakaian dimana ya?”

“Aah, itu. Disana. Kau lihat ada ruangan yang ditutup itu? Nah, disana tempatnya.” kata Amber. Kai mengangguk

“Aku pergi… berganti pakaian dulu.” katanya menunduk sekilas lalu berjalan menuju ruang ganti.

“Luna-ya. Katakan padaku. Sebenarnya Krystal dan Sulli ada dimana?” tanya Victoria. Luna tersenyum sambil melirik kepergian Kai.

“Nanti mereka akan keluar sendiri.” kata Luna lalu tersenyum lebar.

∞airplanetopinktape∞

“Malas sekali.” gerutu Krystal lalu menghela napas. “Kenapa harus aku yang di pasangkan dengannya sih? Sulli-ya. Tolong bantu aku.”

“Aku harus apa? Aku tidak bisa berbuat apa-apa.” kata Sulli lalu memakan snacknya.

Krystal menatap pantulan dirinya di cermin lalu menghela napas dan menjatuhkan kepalanya kepada pinggir meja rias.

“Mati aku.” gumamnya.

“Hei, aku mau mengambil minum dulu, ya. Haus.” kata Sulli sambil menatap snacknya yang sudah habis dan beralih kepasa Krystal. Krystal mengangguk.

“Tapi, Krystal-a. Cepat atau lambat kau juga akan bertemu dengannya kan?” tanya Sulli lalu terdengar suara pintu terbuka dan tertutup. Krystal menghela napas. Ini buruk.

“Kenapa harus dia? Member EXO kan banyak. Ada Kris, Luhan, Sehun, Chanyeol, dan lainnya. Tapi kenapa harus dia?”

Pintu diketuk. Krystal mengangguk. “Masuk saja.”

Suara pintu terbuka dan tertutup. Krystal mengacak-acak rambutnya. “Ini tidak benar.” gumamnya. “Aish. Kenapa aku harus mendebatkannya?!”

“Ah, permisi.”

Krystal mengangkat kepalanya menatap kaca lalu tertegun dan membulatkan matanya. Sial. Ini buruk.

“Ah, ya?” kata Krystal kikuk.

“Apakah kau tahu… pakaianku?”

Krystal mengerutkan kening. Kenapa dia haus tahu pakaian pria itu? Memangnya siapa dia? Dia pikir Krystal seorang stylish disini? Oh, tapi itu memang memungkinkan. Ia memang berada disana kan?

Krystal berbalik badan lalu menatap Kai. “Maaf, aku bukan stylish disini.” kata Krystal lalu mengerutkan kening. “Kau kenal aku kan?”

Kai tersentak lalu mengangguk tersenyum. “Krystal Jung. Wanita yang mengomel karena kusela di airport beberapa bulan lalu. Benar kan?” katanya lalu membulatkan matanya. “Ah, aku lupa. Aku juga minta maaf soal itu. Aku memang terburu-buru saat itu karena akan ditinggal teman-temanku. Tapi sebelumnya aku sudah meminta maaf padamu kan?” Kai tersenyum meminta maaf.

Permintaan maaf dengan tatapan sekilas begitu mana bisa dibilang tulus? Krystal mendengus.

“Tetapi itu juga…” Krystal menghela napas. “Lupakan.” katanya lalu berdiri. “Kalau kau ingin bertanya pakaian apa yang kau gunakan, aku sempat mendengar mereka akan menyuruhmu memakai pakaian ini.” kata Krystal lalu berjalan beberapa langkah, mengambil baju berwarna agak gelap untuk pria itu. “Ini.”

Krystal melangkah keluar sementara Kai mengerjapkan matanya pelan, lalu tersenyum.

∞airplanetopinktape∞

Cut!”

Krystal menutup matanya, takut. Takut dengan semprotan sutradara yang akan dilayangkan padanya.

“Krystal-ssi, kau hanya harus bersandar di bahunya dan menatap segalanya kosong, hanya itu saja. Apakah itu terlihat sulit?”

Krystal menggigit bibirnya lalu menunduk dalam. “Maafkan aku, sutradara. Maafkan aku.”

“Kita mulai lagi. Ingat, Krystal-ssi. Buatlah semuanya terlihat alami.”

Krystal mengangguk lalu menghela napas. Sementara Kai terkekeh kecil di sebelahnya. Krystal menoleh, mendapatkan pria itu masih menatapnya sambil tersenyum menahan tawa.

“Apa? Ada apa?”

“Kau harus terlihat lebih baik di kamera. Kau bisa berpura-pura.”

Krystal mengenyitkan dahi, lalu mendengus. “Ya, kau kan selalu begitu.”

“Hanya berpura-pura semuanya tidak pernah terjadi. Itu terdengar mudah kan?” bisik Kai. Krystal bergidik lalu menatap pria itu tajam.

“Bersiap semua! Camera… rolling and… action.”

Krystal menghela napas lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Kai. Menatap ke depannya kosong.

Cut! Bagus. Nah, seperti itu, Krystal-ssi. Lanjut ke scene selanjutnya.” kata Sutradara. Krystal menghela napas lega lalu buru-buru mengangkat kepalanya. Kai tersenyum kecil.

“Untuk selanjutnya… Krystal-ssi, kau memeluk Kai-ssi ya. Dengan tatapan yang hampir sama dengan tadi.”

Krystal menatap sutradara dengan mata membulat, seperti hampir mau keluar. “Ye?”

“Ayo. Kalian berdiri, biar semuanya selesai cepat. Ayo, ayo cepat.”

Kai sudah berdiri, sementara Krystal menggerutu. Kai tersenyum lalu mengulurkan tangannya. Krystal mendongak.

“Kubantu. Kau malas berdiri kan?”

Krystal menggeleng. “Aku bisa sendiri.” katanya lalu berdiri dan menepuk pantatnya. Kai menatap tangannya lalu mengangkat bahu.

“Pemain siap?”

“Ya.” sahut Kai.

Camera… rolling and… action.”

Melihat Krystal yang tidak memeluk Kai juga, Kai menghela napas lalu memeluk gadis itu. Krystal berjengit kaget. Napasnya terasa tercekat, jantungnya berdegup kencang. Tunggu, ini ada apa?

“Hei, kau apa-apaan—”

“Diam dan lihatlah ke kamera. Kau disuruh melihat kesana.” kata Kai berbisik. Krystal mendesah lalu menatap kearah sutradara.

“Maafkan aku. Soal kemarin-kemarin. Kuharap kau mengerti.” bisik Kai ditengah-tengah syuting. Krystal mengerjapkan mata.

Cut! Bagus. Selesai semuanya.” kata Sutradara. “Akhirnya selesai juga.”

Krystal menghela napas lalu ingin melepaskan pelukannya. Tetapi Kai malah tetap memeluknya erat.

“Kau mau berkencan denganku?” bisiknya.

Dan jantung Krystal berdegup lebih kencang.

∞airplanetopinktape∞

Halo! Kembali bertemu dengan saya. Kkk. Gimana Pink Tapenya? Mengecewakan ya? Maaf. Karena ini dibuat super-cepat, karena bener-bener pengen ngepost sesuatu, tapi gaktau apa. Dan pada banyak yang minta sekuel untuk airplane, yaudah jadilah pink tape.

Untuk selanjutnya, sekuel lagi? Oh no. Lihat nanti yaa’-‘

Komentar, kritik, saran ditunggu. Oh, bukan cuma buat ffnya kok. Posternya juga. Terima kasih banyak:)

Scarlettli

34 thoughts on “Pink Tape

  1. okehhh… (y)
    ngiri, bisa gak aku gantikan Krystal >.<
    eh thor, sekalian deh se album Pink Tape dibikin FF, kayaknya seru kalau author yang bikin #dibunuhAuthor hehehe

  2. Pingback: Step —Shadows | F(X) FANFICTION INDONESIA

  3. Pingback: Scarlett Li

  4. Pingback: Step —Shadows | Scarlett Li

  5. Ah, aku baru mudeng >< aku ketinggalan bagian ini ._____.
    Ini ceritanya Kai yg suka duluan sama Soojung?
    Terus Soojung juga diem2 suka sama Kai? :3
    Ah, bikin sequel lagi dong😄

  6. Seperti biasa, tbc dibagian yg plg nanggung hahahaha. Aduh biar krystal marah2 tetep aja kesan yg didapat tuh sweet, mgkn karena kai nya justru nyantai kali ya jadi kaya pacar yg lagi marah trus dibujuk2 gt sama pasangannya :p

  7. aku pingin Krystal nerima ajakannya Kai..
    oh ya, aku mau nanya, yg setelah series ini tuh, yg ada Suho kalo ngga salah, itu nama dia salah kalo itu emang Suho🙂

    • jadi myungsoo, ya? aku awalnya suka salah ngebedain mereka berdua. terima kasih atas kritiknya dari bawah. maaf langsung numpuk komen disini. makasih banyak udah baca dan komentar. juga kritiknya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s