Heart to heart

Artposter_Heart2Heart

Writing by Julistyjunghaae

Cast: Myungsoo (Infinite) and Soojung (FX)

Genre: Romance, Angst | Length: Ficlet | Rate: Gen

oOo

Dia terdiam. Memandangi rintik-rintik hujan yang mengalir deras, membasahi kota Seoul yang indah. Dia selalu saja terdiam seperti itu. Terduduk, melihat kearah jendela. Entah untuk apa, aku tak tahu. Namun yang dapat ku pastikan dia selalu datang ke café ini disaat senja tiba.

 

Disaat awan mendung menutupi awan berwarna oranye khas senja, juga disaat tetes-tetes air hujan berjatuhan di kota Seoul ini. Entah apa yang ia lakukan. Hanya memesan sebuah Coffee latte namun tak pernah ia sentuh. Ia seperti hanya datang untuk menduduki tempat yang biasa ia duduki.

Pandanganya tak pernah lepas dari arah jendela. Aku tak tahu apakah ia melihat tetes-tetes hujan yang jatuh dengan derasnnya juga datang dengan irama khasnnya atau memandangi orang-orang yang berlalu-lalang, melewati café ini sambil berlari kecil menutupi bagian atas kepala dengan tas tangan meraka agar tak tersentuh oleh hujan.

Kulirik jam tanganku. Waktu menujukan setengah tujuh malam. waktu senja sudahlah lewat. Kulihat dia yang masih terduduk dikursi itu dengan setia. Ia masih menatap lekat arah luar tanpa hentinnya. ‘Dia  berdiri!’ Sebelum meninggalkan tempat duduknnya. Ia menaruh sesuatu diatas meja. Dengan perlahan dia meninggalkan tempat ia semula berdiri. Ia sudah berjalan menjauh, kulihat ia sudah pergi keluar saat terdengar decitan pintu kafe ini.

Aku mulai mendekati tempat dimana dia duduki. Kulihat minumannya masihlah utuh. Kulirik lagi apa yang ia taruh diatas meja tadi. selembar uang kertas ia selalu membayar dengan uang yang lebih. Benar-benar membuat orang menjadi hampir gila hanya karena sifat misteriusnnya.

Kutaruh nampan yang kupegang juga kulepaskan apron biru yang kupakai dan berlari kearah luar dengan nafas yang terengah-engah. Tak kupeduli’kan setiap teriakan yang dapat kupastikan dari teman satu kerjaan denganku.

Aku berlari menyusuri jalan yang sepi. Membiarkan tetesan air hujan membasahi tubuhku. Nafasku terengah-engah tak karuan. Kuberhentikan langkahku untuk mengatur nafasku seperti semula. Saat aku mulai melangkah. Aku melihatnya. Dia terdiam. Diam tak bergerak. Membiarkan hujan membasahi dirinnya. Namun dia! Seakan tak pernah peduli dengan tubuhnnya yang basah, ia tetap terdiam.

Kutatap lekat dirinnya. Ia mengangkat sebelah tangannya. Seperti ingin merasakan butiran-butiran air hujan yang jatuh ketelapak tangannya, menggelitik telapak tangannya. Aku berjalan—bukan mendekatinnya—untuk mensejajarkan tubuhku dengannya, dengan jarak beberapa meter.

Dapat kulihat ia sedang memejamkan matannya. Merasakan air hujan berjatuhan ketubuhnnya juga merasakan dingin yang menyeruak dalam dirinnya.

Kutatap ia lekat lagi. Memincingkan mataku juga memperdekat jarakku dengannya. Dia menangis—benar dia menangis, badannya sedikit bergetar juga meneteskan bening-bening air mata, walau jika dilihat sekilas lebih terlihat tetes-tetes air hujan yang jatuh pada wajah mulusnya namun itu memanglah air mata. Ia membiarkan air hujan membasahinnya agar dapat membaur dengan air matanya yang berjatuhan dari pelupuk matannya.

‘Apa sebenarnya yang terjadi padannya!’ Dia gadis itu benar-benar sangat sulit untuk ditebak. Sifatnya yang dingin juga pribadi yang tertudup dan sangat jarang berinteraksi dengan sekitar membuatnya penah dikatakan bisu oleh teman satu universitasnnya.

Memang terkesan kurang kerjaan, tetap setiap ada waktu kosong yang kupunnyai, kuluangkan waktu untuk menanyakan tentang dia kepada beberapa orang yang mengenalnya. Namun jawabannya sama “Aku tidak tau” atau “dia hanya terdiam setiap hari” hanya jawaban itulah yang selalu kudengar dari setiap orang yang kutanyakan tentangnnya, tentang gadis itu itu. Gadis yang selalu membuatku penasaran juga membuatku merasakan Love at First Sight.

Aku berjalan kearahnya. Tepat sekarang aku berda dibelakang tubuhnya ‘gadis itu’. Isakan tangis terdengar ditelingaku. Sulit didengar memang. Tapi tetap saja terdengar.

Sakit. itulah yang kurasakan. Melihat seseorang yang menjadi spesial dihatiku menangis dalam diam. Seperti tak mempunyai tempat untuk menumpahkan rasa sakitnnya. Seperti hanya ada dia seorang yang hidup dalam dunia yang kelam. Membiarkan dirinnya jatuh sendiri dalam rasa perih yang ditimbulkan atas luka yang ia dapat.

Ia masih terdiam, seolah tak mengetahui ada aku dibelakangnya. “Hikss…hikss” isakan kecil itu semakin terdengar namun sekarang.  Tubuhnnya. Dia bergetar hebat. Seakan-akan mengatakan bahwa sekarang yang sedang ia alami adalah keterpurukan.

Keterpurukan yang membuatnnya seperti mayat hidup. Seperti luka yang takkan pernah ada obatnnya atau mungkin seperti luka yang sudah berulang kali diobati namun tak pernah kunjung sembuh dan malah membuat luka itu semakin besar dan membekas begitu mendalam.

Aku sudah tak tahan. kudekatkan tubuhku pada tubuhnnya. Lalu kupeluk erat dirinnya, dapat kurasakan ia terlonjak kaget padaku yang memeluknnya tiba-tiba dengan cara mencoba untuk  meronta-ronta agar kulepaskan. Namun tetap saja, kupeluk erat dirinnya.

“Menangislah—aku bukan orang jahat.” kataku begitu pelan, namun aku yakin ia dapat mendengarnya, aku mulai membelai halus helaian rambut basah miliknya, dapat kurasakan ia hanya mengangguk pelan dan mulai menangis dalam pelukanku.

Thanks.” dia bergumam kecil dan aku tersenyum tulus pada dirinya.

END

Note: This is my first fanfict. Jadi kalau jelek dan masih ngawur itu biasa, udah dipublish di EXO fanfiction dengan nama Mrs. Hae, waktu itu saya belum punya blog dengan cast asli Suho#Sebenarnya memang mau bikin Suho dan Krystal tapi ah, aku lebih suka Myungsoo dan Krystal. Hehehehee…but I still need review guys^^

3 thoughts on “Heart to heart

  1. SEQUEL!!!
    Plis banget ini gue penasaran si krystal kenapa jadi kaya gitu T.T
    terus terus bikin mereka kenalan dulu gitu kek authorniiim. Mainstream sih cerita macem gitu, tapi as far as it’s myungstal gue bakal cintaaaaa /nebarin lope lope/
    daaan gue suka pake banget karakter myungsoo disini:* aaah myungie gue~ /ditendang
    oiya di awal gue kira si ‘orang’ misteriusnya itu myungsoo dan yg bawa nampan(?) itu soojung .___. Salah ya ternyata…

    Make another myungstal fic juseyooo~ S.E.M.A.N.G.A.T!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s