GoodBye Summer [1]

goodbye summer

By YUFIKEE

Tittle : GoodBye Summer

Cast’s : Park Sunyong (Luna f(x)), Do Kyungsoo (D.O EXO-K)

Genre : Romance, school Life

Lenght : Series

Rating : PG 13

Disclaimer :  Inspired from my ownn experience and F(amber, Krystal, Luna) Ft D.O EXO-K song GoodBye Summer

===

Kyungsoo baru saja memasuki kawasan sekolah barunya. Namja itu terlihat sangat rapi dalam tatanan seragam sekolah yang di pakainya. Wajahnya terkesan sedikit sombong dan angkuh, tapi walaupun begitu ia memiliki cukup banyak penggemar baik yeoja maupun namja. Kyungsoo salah satu siswa emas di sekolahnya saat ini.

“Kyungsoo-a~” teriak seorang yeoja terdengar dari arah belakang Kyungsoo. Kyungsoo memutar Bola matanya yang besar itu sebagai umpatan kekesalan. Kyungsoo tak menghiraukan imbauan tersebut, ia melanjutkan perjalanannya dengan langkah yang lebih di percepat. Selalu seperti ini. Kyungsoo setiap pagi harus rela mendengarkan suara yeoja yang amat mengganggu di sekolahnya. Yeoja yang selalu mengenakan Sweeter biru tersebut sungguh penganggu yang luar biasa. Kyungsoo sudah bertahan hampir dua tahun ini untuk menahan rasa kesalnya kepada yeoja tersebut.

“Kyungsoo-a, tunggu aku!” lagi-lagi teriakan yeoja itu kembali terdengar di ujung koridor sekolah.

Kyungsoo berhenti dengan sedikit mengambil nafas pelan, ia menoleh ke asal suara tersebut.

“Apa lagi Park Sunyoung?” tanyanya dingin tanpa ekspresi

Yeoja itu bernama Park Sunyoung. Yeoja yang dianggap Kyungsoo paling penganggu melebihkan seekor nyamuk yang hinggap di kulitnya. Yeoja yang selalu tersenyum manis walaupun Kyungsoo sering berkata kasar dan dingin padanya.

“Kyungsoo-a, Aku hanya ingin memberimu coklat ini, bisakah kau menerimanya? Jika dua hari yang lalu kau menolak coklat buatanku sendiri, tapi kali ini terimalah, karena coklat ini aku beli dan aku yakin rasanya sangat enak” ucap Sunyoung dengan senyumnya yang tampak takut. Yeoja itu dengan perlahan menggerakkan kedua tangannya yang berisi sebatang coklat berukuran besar kepada Kyungsoo.

Kyungsoo menatap coklat tersebut dalam diam. Ia bosan dengan tingkah yang menurut Kyungsoo terlalu berlebihan ini. Ia tahu bahwa Sunyoung sudah lama menyukainya tapi sampai saat ini Kyungsoo tak memiliki perasaan yang sama dengan Sunyoung, yang ada hanya perasaan semakin membenci Sunyoung.

“Aku tidak mau!” jawab Kyungsoo datar

Sunyoung berusaha tersenyum. Ini sudah di persiapkannya, lagipula ini bukan pertama kalinya ia di tolak mentah-mentah dengan Kyungsoo. Ia menarik kembali coklat tadi.

Kyungsoo menatap Sunyoung kesal. Tersenyum? Sudah jelas-jelas di tolak yeoja itu masih bisa tersenyum?

Sunyoung menatap Kyungsoo. Terlihat yeoja itu sedikit merapikan sweeter birunya yang sempat berantakan karena mencoba mengejar langkah Kyungsoo.

“Aku pergi dulu, Kyungsoo-a” yeoja itu pun perlahan mundur menjauh dari Kyungsoo

Kyungsoo menghela nafas lega saat yeoja itu telah hilang dari pandangannya.

===

 

“Kyungsoo-a,  Sunyoung sedari tadi sudah lama menunggumu” suara berat Kris menyadarkan Kyungsoo yang sibuk dengan buku ilmiahnya.  Kyungsoo melihat keluar jendela perpustakaan. Tampak Sunyoung yang duduk berpangku dengan sebuah payung di tangannya yang masih terlipat.

Kyungsoo tak ambil pusing dengan Sunyoung. Yeoja itu memang selalu seperti itu. Selalu menganggu hari-harinya selama berada di sekolah, setidaknya Kyungsoo bersyukur ia tak bertemu Sunyoung saat liburan sekolah –walaupun terkadang ia merasa kesepian-

Kris yang melihat Kyungsoo tetap larut dalam bacaannya menggelengkan kepalanya singkat. “Pulanglah, sebentar lagi akan hujan. Lagipula Sunyoung sudah lama menunggumu”

Kyungsoo menutup bukunya kesal dan beralih menatap Kris “Bukan aku yang menyuruhnya menungguku”

Kris menghembuskan nafas, Kyungsoo akan terlihat sangat mengerikan jika mengungkit tentang Sunyoung. “Oh ayolah Kyungsoo, sebentar lagi kita akan tamat dan meninggalkan sekolah ini, setidaknya bersikap baiklah padanya saat tahun terakhir sekolah”

Kyungsoo mendecak “Tidak akan! Dia bahkan sudah menggangguku selama aku disini, aku tak akan mau”

Kris mengalah. Kyungsoo memang terkenal dengan keras kepalanya. “Sudahlah, kalau begitu akan aku suruh dia untuk pulang dan tak usah menunggu namja kejam sepertimu” Kris berlalu meninggalkan Kyungsoo yang masih terdiam oleh kalimat Kris tadi.

Kyungsoo melihat Kris yang saat ini sepertinya sedang menyuruh Sunyoung untuk segera pulang.

 

===

Sunyoung  kembali melirik ke dalam perpustakaan. Tidak ada tanda-tanda seseorang akan keluar dari sana. Ia menghela nafas pelan. Yeoja ini mungkin akan di anggap murahan mengingat sikapnya kepada Kyungsoo. Sunyoung telah lama menyukai Kyungsoo. Kyungsoo orang yang pertama kali ia lihat saat penerimaan siswa baru di sekolah, dan sepertinya Kyungsoo juga cinta pertama pada pandangan pertama pula.

Awan sudah sejak tadi mendung. Sunyoung memandang payung yang ada di tangannya saat ini dengan tersenyum. ‘Ia pasti senang saat aku memberikan payung ini padanya’

Sunyoung tahu jelas, Kyungsoo tak pernah bersikap baik padanya bahkan terkesan membencinya. Namun, Sunyoung hanya menganggap itu hanya karena tugas sekolah yang banyak dan menumpuk. Yeoja itu tak pernah patah semangat sekalipun banyak yang menyuruhnya berhenti mendekati Kyungsoo.

“Sunyoung-a?” sebuah suar mengagetkan Sunyoung yang melamun cukup lama. Bahkan ia tak tahu bahwa pintu perpustakaan sudah terbuka dan tertutup kembali

Sunyoung mendongak. Si pemilik suara ini sangat tinggi dari perkiraannya.

“Ne, ada apa, Kris?”

“Pulanglah, Kyungsoo biarkan saja sendiri, lagipula dia tak mau pulang bersamamu”

Sunyoung menunduk lemas. ‘Lagi-lagi seperti ini’. Sunyoung kembali mencoba tersenyum saat ia melihat raut Kris mulai khawatir padanya.

“Apakah Kyungsoo akan mengikuti olimpiade lagi?” tanya Sunyoung pada Kris yang wajahnya sudah kembali seperti semula.

“Ya, sepertinya”

Sunyoung mengangguk mengerti “Baiklah, titipkan salamku padanya bahwa aku akan mendoakannya agar lolos olimpiade..dan aku titipkan payung ini padamu untuk Kyungsoo. Sebentar lagi akan hujan, Kyungsoo pasti tak membawa payung” Sunyong berucap

Kris terkesiap mendengar ucapan Sunyoung. Bagaimana mungkin Kyungsoo tak pernah tersentuh sedikitpun dengan tindakan perhatian Sunyoung? Kyungsoo memang aneh.

Kris mengerutkan keningnya “Lalu? Bagaimana denganmu? Kau hanya memiliki satu payung, kan?”

Sunyoung tersenyum “Tenang saja, aku bisa berlindung dari hujan yang mungkin saja akan turun saat aku berada di perjalanan dengan sweeterku”

Kris kembali tersentuh. Sunyoung sangat baik untuk seorang Do Kyungsoo yang angkuh.

===

“Ini payung untukmu” Kris melemparkan sebuah payung ke meja Kyungsoo. Kyungsoo menatap Kris heran

“Dari siapa?”

Kris kembali membaca buku yang sempat ia tunda tadi “Tentu saja dari Sunyoung dia juga titip salam untukmu”

Kyungsoo mendecak dan seketika itu juga ia melempar payung tersebut cukup keras yang membuat Kris tersentak kaget.

“Apa yang kau lakukan?” bentak Kris

“Aku tidak mau menggunakan apapun dari yeoja itu” balas Kyungsoo tak kalah sengit

Kris menatap Kyungsoo dengan pandangan tidak percaya “Kau tahu, Sunyoung bahkan rela kehujanan supaya kau bisa menggunakan payungnya!”

Kyungsoo tak mendelik “Sudah kubilang, aku tak pernah memaksa atau bahkan menyuruhnya bertindak seperti itu”

Kris menghempaskan bukunya “Kau kejam! Sunyoung bahkan bisa membuatku tersentuh ketika ia mengatakan salam untukmu”

Kyungsoo diam. Ia malas beradu argumen dengan ketua tim basket ini.

“Kalau begitu kau saja yang berpacaran dengannya, aku tak akan memberi tahu Taeyeon noona bahwa kau selingkuh dengannya” mulut Kyungsoo semakin lancang berbicara. Ia bahkan melupakan wajah Kris yang sudah penuh dengan amarah.

“Bukan itu maksudku! Setidaknya, bersikaplah baik padanya sebelum kau benar-benar menyesal” Kris pergi meninggalkan Kyungsoo yang masih di posisinya.

‘Aku tak akan pernah menyesal hanya karena seorang Park Sunyoung, si yeoja pengganggu’

===

Sunyoung mencoba menjawab seluruh pertanyaan yang ada di kertas ulangannya saat ini. Kepalanya cukup pusing saat ini akibat sore kemarin ia kehujanan. Suhu tubuhnya juga terasa aneh saat ia berangkat ke sekolah. Eommanya sudah menasehati Sunyoung agar tidak hadir di sekolah kali ini, namun jika ia tak hadir ia akan terpaksa mengikuti ulangan susulan yang paling di takutinya dan juga ia ingin melihat… Kyungsoo.

Sunyoung memijit kepalanya yang semakin terasa nyeri. Ia mencoba bertahan. Tapi tiba-tiba sebuah kertas yang sengaja diremukan jatuh tepat di atas meja Sunyoung. Dan sepertinya nasib sial memang datang kali ini untuk Sunyoung. Guru Song melihat Sunyoung yang tengah membuka kertas tersebut.

“Park Sunyoung apa itu?” tanyanya terdengar sangat mengerikan bahkan siswa lainnya tertunduk dalam saat mendengar suara tersebut.

Sunyoung terkesiap, ia gugup. Sunyoung merutuki kebodohannya ini  “A..Aku tidak tahu, Saengnim”

Guru Song mengambil kertas tersebut dan membukanya. Matanya terbelalak kaget saat mengetahui isi kertas tersebut. Sebuha rumus yang tak seharusnya tidak boleh di lihat saat ini.

“Park Sunyoung , KELUAR DARI KELASKU!”

Sunyoung kaget. Ini bukan salahnya. Ia tak pernah meminta rumus ataupun berniat mencontek saat ini. Ia berjalan lesu menuju koridor sekolah dan jongkok dengan tangan ke atas serta sebuah tulisan di bajunya ‘Aku Ketahuan Mencontek’. Sudah lengkap penderitaan Sunyoung hari ini.

===

“Kyungsoo-ssi, Bisakah kau mengambil buku ilmiah terbaru di perpustakaan? Saengnim membutuhkan buku itu untukmu belajar di rumah” Guru Kim berujar

Kyungsoo berjalan perlahan ke arah gurunya tersebut  “Baik saengnim”

Kyungsoo pun melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan. Ini termasuk hal yang cukup di takutinya, kelasnya dan kelas Sunyoung berdampingan maka tak jarang jika Kyungsoo melintas di depan kelas Sunyoung entah kenapa yeoja itu ikut keluar kelas.

Kyungsoo terkejut saat melihat sosok yang paling di bencinya tertangtakap pandangannya. Sunyoung menoleh ke arah Kyungsoo. Wajahnya terlihat sangat pucat namun yeoja itu masih berusaha tersenyum saat melihat Kyungsoo.

Kyungsoo melihat tulisan yang ada tertempel di baju Sunyoung. Ia tersenyum sinis saat membaca tulisan itu. “Cih, memalukan” komentarnya pedas

Sunyoung tetap pada posisi hukumannya dan menjawab “Aku tak melakukannya, semua ini salah paham” ucapnya pelan. Sepertinya tenaga Sunyoung mulai menipis.

Kyungsoo menatap Sunyoung tajam ‘Tak perlu di jelaskan, aku tak peduli denganmu”

Sunyoung tersenyum. Kyungsoo selalu tak pernah membuatnya marah, namun Kyungsoo selalu berhasil membuatnya sedih.  “Kyungsoo-a, bisakah aku meminta tolong? Aku sepertinya lagi tak enak badan, bisakah kau meminta obat untukku ke klinik sekolah?”

Kyungsoo mendesis “Ck, alasan untuk menghindari hukumanmu, kan?”

“Tidak, aku serius” Kali ini Sunyoung terlihat sangat pucat

Kyungsoo menatap Sunyoung sekilas dan detik berikutnya ia berjalan meninggalkan Sunyoung “Aku tak mau menolongmu”

Sunyoung meihat Kyungsoo pergi hatinya teriris dan tanpa sadar ia menangis. ‘Bahkan saat aku dalam keadaan buruk kau tetap bersikap dingin padaku’

===

Kyungsoo berjalan keluar dari gerbang sekolahnya dengan hati-hati. Sudah sangat sore, rapat oraganisasi baru saja berakhir. Kyungsoo sedikit heran dengan Sunyoung yang tak datang merecoki makan siangnya dan bertingkah bodoh dengan menunggunya selesai rapat organisasi. Sehingga Kyungsoo berpikir bahwa Sunyoung pasti menunggunya di gerbang sekolah.

Kyungsoo melihat keluar gerbang. Nihil. Tidak ada tanda-tanda kehadiran si penganggu Sunyoung disini. Kyungsoo heran, tidak biasanya terjadi seperti ini.

‘Kemana yeoja penganggu itu?’

Kyungsoo terdiam cukup lama ditempat hingga sebuah tepukan pelan di bahunya menyadarkan namja bermata besar tersebut.

“Kau mencari siapa? Sunyoung?” tanya Chanyeol –yang menepuk bahu Kyungsoo-

Kyungsoo terkesiap. Mencari Sunyoung? Untuk apa? “Tidak! Untuk apa aku mencarinya?” balasnya sengit

Chanyeol terkekeh singkat “Kau masih berpacaran dengannya? Apa kau tak tahu bahwa tadi siang Sunyoung pingsan?”

Kyungsoo terkejut. Matanya yang besar semakin melebar. Sunyoung pingsan?

“Sunyoung pingsan?”

Chanyeol mengangguk “Katanya dia memang sedang tak enak badan karena kemarin sore kehujanan”

Kyungsoo terdiam. Rasa bersalah tiba-tiba saja terasa pada dirinya. Sunyoung tadi meminta tolong padanya untuk mengambil obat di klinik, tapi ia sengaja menolak permohonan tersebut. Kyungsoo semakin terkesiap saat mengetahui bahwa Sunyoung kehujanan. Jadi, yeoja itu memberikan payungnya padaku dan membiarkan dirinya kehujanan? Dasar babo!

“Jenguklah dia, jika kau memang mencemaskannya” ucap Chanyeol memberi saran

Kyungsoo mendecak “Ck, tak ada urusannya denganku”

===

Sunyoung merutuki kondisi tubuhnya saat ini. Ia harus rela terbaring lemah dikamar dengan bosan dan ocehan eomma yang tak hentinya mengomel. ‘Aku tak bisa melihat Kyungsoo sedang memimpin rapat’

“Sunyoung-a, Jinri datang menjengukmu” suara eomma sembari masuk kekamar Sunyoung yang di ikuti Jinri dari belakang.

Sunyoung tersenyum saat ia melihat jinri datang. Setidaknya ia tak merasa kebosanan lagi, mengingat Jinri juga termasuk dalam daftar yeoja cerewet.

“Jinri-a!” panggil Sunyoung girang.

Eomma meninggalkan Sunyoung dan Jinri. Sepertinya ia tak harus mendengar obrolan remaja seperti anaknya.

Jinri mengambil posisi duduk di samping ranjang Sunyoung. Ia menatap Sunyoung sambil berdecak

“Ckckc, bodoh! Sudah jelas sakit kenapa datang sekolah?” Jinri memulai celotehannya

Sunyoung mengerucutkan bibirnya “Aku malas jika harus mengikuti ujian susulan”

Jinri memutar bola matanya “Sudahlah, bilang saja kau tak tahan ingin bertemu si Kyungsoo itu, kan?”

Sunyoung tersenyum “Aish,, kau memang temanku. Kau tahu segalanya”

“Terserah”

Sunyoung menepuk pelan pundak Jinri “Kau tahu, sebentar lagi kita lulus?”

Jinri mengangguk cepat “Tentu saja, aku bahkan sangat menanti-nantikan hal itu cepat terjadi” sahutnya semangat. Jinri memang ingin cepat bebas dari masa sekolah yang membuatnya memutar otak lebih cepat.

“Aku tidak ingin hal itu cepat terjadi” sahut Sunyoung lesu

Jinri mengernyit tak paham “Wae? Bukankah kau ingin segera membuka toko pakaian saat kau tengah sibuk menjadi seorang mahasiswi?”

Sunyoung menghela nafas sebentar “Aku belum berhasil mendapatkan Kyungsoo. Selama bertahun-tahun aku mengejarnya, tapi ia semakin menjauhiku”

Jinri menatap iba temannya tersebut “Sudah kubilang, lupakan saja dia. Lagi pula masih ada Dongwoon yang kelihatannya menyukaimu”

Sunyoung menggeleng cepat “Tidak! Aku tak akan menyerah sampai dimana hari kelulusan itu tiba. Jika di hari itu juga aku kembali di tolak, maka aku akan…. melupakan Kyungsoo dan tak ingin melihat wajahnya sama sekali”

TBC

Holllaaaa chingudeul. Salam kenal J yufikee imnida. Aku author baru disini dan ini FF pertama yang aku post di blog ini. Semoga banyak yang baca dan juga komen. Untuk part selanjutnya aku gak tahu kapan, tapi jika chingudeul banyak yang minat di usahakan sesegera mungkin. Segitu dulu aja deh mau tahu lebih lanjut kunjungi YUFIKEE

15 thoughts on “GoodBye Summer [1]

  1. ih, Kyungsoo jahat…. >.<
    bagus, ceritanya juga masih polos. alur ceritanya enak.
    katanya terinspirasi dari pengalaman author. author jadi apanya nih? jadi Luna nya atau jadi Kyungsoo nya? hehehehe…
    Lanjutin ya ^^
    semoga nice ending

    • jahat? kekeke
      gomawo chingu sudah jadi yang pertama jadi komentatornya hihihi
      oh ya jangan panggil author deh, aku 96line panggil Yufi aja kalo seumuran..
      pengalaman? hehehe gak jadi siapa-siapa kok, cuma sering dengar curhatan teman yang sering bertepuk sebelah tangan hehehe,, tapi banyak yang di karang-karang lagi juga,,
      oke di usahain
      sekali lagi gomawo~

      • Kirain jd Luna x, atw D.O x? Hehe.
        Yg pertama y, dpat hadiah gak? Ngarep.
        Aq 97line, tp bulan januari. Jd kta seumuran deh.
        Dtunggu lanjtanx yufi-ssi.

  2. itu kyungsoo eomma sumpah rese beud …. *mendadak alay*
    terus juga kenapa luna yang imut” jadi tukang recok begitu, kyungsoo jadi takut lah /.\
    hehe … lanjutin ceritanya ya dan gak mau tau harus happy ending (buat luna, kalo buat kyungsoo terserah *pengaruh dendam*)
    fighting thor ^^ \m/

  3. aigoooooooooo…..aku gemes bgt sama alur ceritanya…..
    Kyungsoooooooo….lu lama2 gue tabok ya!!…*premanmodeon*
    Lunaaaaaaaa

    oh iya btw….Annyeong! choneun Aira imnida…..hehehe…sbenernya baru beberapa minggu yg lalu aku gabung disini….hehehe

  4. Pingback: Goodbye Summer [2] | F(X) FANFICTION INDONESIA

  5. Pingback: Goodbye Summer [3] | F(X) FANFICTION INDONESIA

  6. Pingback: Goodbye Summer [4] END | F(X) FANFICTION INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s