Airplane

airplane-love

||Title : Airplane ||Author : Scarlett Li ||

||Length : Drabble ||Rated : G ||Genre : Romance, AU||

|| Main Cast : Krystal Jung, Kim Jongin (Kai EXO-K)|| Support Cast : Choi Jinri||

“Pria menyebalkan yang tidak tahu emansipasi.”

∞airplane∞

“Ya, sesudah itu, bang! Dan kau tahu apa maksudnya,”

Sulli mengerjap lalu menatap Krystal kagum. “Harusnya aku ikut kau menonton.” kata Sulli lalu mengerucutkan bibirnya. “Andai saja waktu itu kau mengajakku bukan saatnya jadwal piketku.”

Krystal terkekeh. “Aku terburu-buru. Aku ingin segera menontonnya.”

“Nanti aku ajak Luna eonni atau Victoria eonni saja.” Sulli mengangguk.

Lalu mereka menghela napas bersamaan. Lalu menatap jam dinding yang dipasang di dinding atas Airport.

“Lama sekali.” gumam Krystal dan disambut anggukan lemah Sulli.

“Harusnya kita berangkat lebih siang.” gumam Sulli.

“Tapi nanti kita terlambat.” kata Krystal

“Ah, serba salah ya.”

Krystal menatap Sulli lalu terkekeh. “Kau mau kopi?” tanyanya tiba-tiba

Sulli menggeleng. “Sesuatu yang manis.”

“Moccachino?”

“Itu juga kopi. Tidak, maksudku seperti teh.”

Krystal mengangguk. “Sebentar ya.”

Sulli mengangguk senang. “Belikan aku ya.”

Krystal mengangguk lalu mengambil tasnya dan pergi.

Pada saat Krystal berdiri, dan seperti yang diduga, beberapa pasang mata menatapnya. Sebagian ada yang kembali berkutat pada pekerjaannya masing-masing, ada pula yang masih menatapnya kagum. Atau bahkan iri?

Menjadi seorang hallyu star memang menyenangkan, namun ada perih juga disaat bersamaan. Dan walaupun hal itu kadang tersamarkan oleh hasil dari kerja keras, dan bisa dibilang itulah bayaran yang paling menyenangkan.

Memiliki banyak fans yang mencintainya. Minimal itu saja.

Krystal tersenyum sekilas lalu menyebutkan pesanannya. “Caffe latte satu.” katanya.

Caffe latte satu. Adalagi?”

“Tidak.”

“Baiklah, tunggu sebentar.”

Macchiato satu. Tolong cepat.”

Krystal menoleh lalu mengerutkan kening. Apa-apaan pria itu? Seenaknya saja mengambil alih.

“Maaf, wanita ini duluan yang memesan.”

Pria itu melirik Krystal sekilas. “Tapi aku sedang terburu-buru.” katanya. “Tolonglah.”

Pramuniaga itu melirik Krystal. “Apakah tidak apa-apa, nona?”

Krystal menatap pria itu. “Maaf. Tapi aku duluan yang memesan. Anda harap mengantri.”

Pria itu mengalihkan pandangan menjadi menatap Krystal. “Maaf, tapi aku sedang terburu-buru.”

Krystal menghela napas. Terserahlah. Ia mengalihkan padangan kepada pramuniaga itu. “Biarkan dia duluan.”

Pramuniaga itu mengangguk dan mengulang pesanan pria itu. Sementara Krystal mendengus. Pria itu menyebalkan.

Dan, oh! Apa pria itu tidak terpengaruh oleh seorang Krystal?

∞airplane∞

“Sudah?” kata Sulli lalu mengambil sebuah plastik gelas yang di sodorkan Krystal lalu mengerutkan kening menatap Krystal yang hanya mengangguk lalu duduk disampingnya dan mendengus sambil menyeruput minuman kopinya itu.

“Ada apa?” tanya Sulli lalu menyedot minumannya.

“Pria menyebalkan yang tidak tahu emansipasi.” kata Krystal lalu menyeruput minumannya lagi.

“Memangnya dia kenapa sampai kau bilang begitu?” tanya Sulli. “Hei, jangan mengerucutkan bibir terlalu lama. Kau di pantau banyak mata.”

Krystal menghela napas lalu merubah posisi dan menatap Sulli. “Kau tahu? Pria itu menyerobot tempatku begitu saja. Padahal aku duluan yang mengantri, dan aku duluan yang memesan. Tapi dia begitu saja bilang karena suatu-kepentingan-apalah-itu. Dan kau tahu? Dia merebut begitu saja tempatku!”

Sulli mengerjap lalu menepuk punggung Krystal. “Kau sabar saja. Mungkin saja pria itu benar-benar sedang memiliki suatu-kepentingan-apalah-itu.”

Krystal kembali merubah posisi lalu menghela napas dan menyeruput kembali minumannya. Bola matanya bergerak mengikuti beberapa pejalan kaki di depannya. Dan matanya membulat dan menepuk Sulli tidak sabar.

“Sulli. Sulli-ya. Pria itu yang tidak tahu emansipasi menyerobotku seenaknya saja.” kata Krystal sambil melirik rombongan beberapa pria yang berjalan masih agak jauh di hadapannya.

“Yang mana? Ada banyak orang disana. Apa semuanya?” tanya Sulli.

Krystal mendengus. “Itu. Pria memakai topi hitam dan baju putih. Kulitnya kecoklatan.”

Mata Sulli menyipit. “Bukankah itu Kai?” kata Sulli. “Iya, benar. Itu Kai EXO. Satu managemen dengan kita.” lanjutnya lalu menatap Krystal. “Kau tidak tahu?”

Krystal menatap pria itu tajam. Ya, sepertinya benar. Soalnya Krystal juga sepertinya pernah melihat pria itu berada di gedung SM. Ah, ya. Benar.

“Bukankah nantinya juga pria itu ikut berpartisipasi di music video kita untuk album terbaru?”

Mati saja aku. Krystal menggerutu.

Dan Krystal sama sekali tidak tahu kalau pria itu sesekali meliriknya.

Karena salah satu pun dari mereka tidak ada yang tahu takdir. Dan semuanya pun begitu.

Come with me. Airplane. Love.

∞airplane∞

P.S : Waktu cerita disini itu sebelum mereka comeback yaa’-‘

22 thoughts on “Airplane

  1. Seperti biasa, endingnya ngegantung seolah author minta dirayu buat bikin sekuelnya, hehehehe. Singkat, padat, simpel dan langsung ke intinya.

  2. Pingback: Pink Tape | F(X) FANFICTION INDONESIA

  3. Pingback: Step —Shadows | F(X) FANFICTION INDONESIA

  4. Pingback: Scarlett Li

  5. Pingback: Step —Shadows | Scarlett Li

  6. Bagus banget! Iih, kata-katanya w-o-w banget. Oiya, aku pengen tanya. Diksi itu apa ya? Suka baca kata-kata diksi tapi gak tau diksi itu apa, hehe. Reply ya, gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s