Dandelion Wish (Ver.A)

dandelion-wishDANDELION WISH (VER.A)

“Hanya karena satus teman,aku membenci semua itu sekarang”

By

MSDANDELION

MAIN CAST: SHINEE’s Minho& F(x)’s Soojung||ANOTHER CAST: F(x)’s Sulli|| GENRE: Friendship & Angst|| LENGTH: Drabble|| RATING: G || DISCLAIMER: All Casts Belogs to God’s,Parent’s,And Also Fans.I Just Own The Storyline. || CREDIT POSTER: Sasphire

already posted in here

-Dandelion Wish-

 

“Saat sakit itu melanda separuh jiwaku”

.

.

.

Angin berhembus kencang,menerbangkan setiap anak-anak rambut miliknya.Tatapan gadis itu menuju pada mentari yang sedang bersinar terang diantara beribu-ribu awan.Gadis itu dengan perlahan mulai mendudukan dirinya,mengelilingi dandelion yang saat ini sedang mengelilinginya.Jemari gadis itu mulai bergerak,menuju pada sekumpulan dandelion yang sedang bertengger manis disampingnya.

“Bisakah kau buat aku melupakannya?”gumam pelan gadis tersebut sebelum bibir tipisnya meniup benih-benih dandelion,membiarkannya terbang diantara angin yang sedang berhembus.

“Aku tidak mau sakit kembali..”gumam gadis itu kembali sebelum bibir tipisnya kembali bergerak untuk meniup benih-benih dandelion tersebut.

Perlahan gadis itu mulai mengatupkan matanya,membiarkan sejenak butir-butir bening mengalir pada wajahnya.Pikirannya melayang,memikirkan masa lalu indahnya bersama seseorang.

“Yak,Soojung-ah kemarilah!!”

“Ada apa Choi Minho?kau tidak lihat bahwa aku sangat sibuk sekarang?”Soojung berdecak kesal pada sahabatnya,Minho.

“Bantulah aku.”Minho mencoba memohon pada Soojung.

Saat Soojung hendak menjawabnya,dengan cepat Minho menarik tangannya.”Yak,kau mau membawaku kemana?”Soojung berteriak pelan.

“Aku akan membawamu ketempat dimana sebuah mimpi itu berada.”jawab Minho cepat.

“Jangan bercanda Choi Minho!”

“Sudah diamlah,kau akan tau nanti!”

Kini Soojung kembali membuka matanya,lalu beralih menatap sekelilingnya.

“Ini yang kau bilang dengan tempat dimana mimpi itu berada?”Ucap Soojung pelan,gadis itu kini kembali mengambil sekumpul dandelion lalu meniupnya.

“mimpi untukmu,tapi tidak denganku.kau tak mengerti perasaanku..”Soojung kembali mengambil sekumpul dandelion lalu meniupnya asal.

“aku membencimu!!!”teriak kencang Soojung,menyuarakan perasaan dirinya selama ini pasa seorang Choi Minho.

“dapatkah kau mengerti bahwa aku mencintaimu.AKU MENCINTAIMU!”Soojung kembali berteriak keras,lalu menundukan kepalanya.Membiarkan setiap bulir-bulir air mengalir indah pada wajahnya.

.

.

.

“Buanglah semua perasaanmu untuku, jangan kau ragu lagi”

.

.

.

“Bagaimana tempat ini,indah bukan?”Minho bertanya pada Soojung yang sedang menatap sekelilingnya.

“Aku hanya mengajak orang tertentu saja kesini,yang pertama adalah kau.”Minho berujar sembari mengambil setangkai dandelion lalu meniupnya,membiarkan tiupan angin menerbangkan benih-benih dandelion tersebut.

“sejak kapan kau mengetahui tempat ini?”tanya Soojung seraya mengambil dandelion lalu meniupnya.

“Aku mengetahuinya sejak kecil,ibu sering mengajakku kesini.”jelas Minho sembari meniup dandelion yang berada pada genggaman tangannya.

“Apa yang kau lakukan?”tanya Soojung bingung melihat Minho yang sedang menutup matanya.

“Aku sedang mencoba meminta agar mimpiku dapat terkabulkan.”Minho mencoba membalas pertanyaan Soojung.

Soojung hanya tertawa pelan mendengar jawaban Minho.”Konyol sekali,itu tidak akan terjadi Choi Minho!”ejek Soojung.

“Diamlah Jung Soojung,akan kubuktikan bahwa aku berhasil!”

Kini Soojung tertawa,mentertawakan kebodohannya.

“Bodoh…kau bodoh Jung Soojung!lihatlah dia berhasil.”ucap Soojung pada dirinya sendiri sembari mengusap pelan air mata miliknya.

“kau berhasil mendapatkannya,maaf aku tak sempat mengucapkan selamat padamu.”Soojung berucap sendiri menyelamati Minho.

“Kepercayaan diri yang terlalu tinggi Soojung Jung!!”Soojung kini memaki dirinya sendiri.

“Apa yang kau impikan?”Soojung bertanya setelah mereka duduk di bawah pohon rindang yang ada di ladang tersebut.

“Rahasia.”jawab Minho sambil tersenyum misterius.

“Yak,aku ini sahabatmu!”Soojung mengrucutkan bibirnya saat mendengar jawaban Minho.

“Baiklah,mimpiku adalah aku dapat bertemu dan berkenalan dengan belahan jiwaku.”jawab Minho seraya membentuk sebuah senyum lebar.

“Siapa gadis itu?apakah ia bersekolah sama seperti kita?”

Minho hanya menganggukan kepalanya,menandakan bahwa gadis yang ia impikan satu sekolah dengan dirinya.”

“Bodoh kau bertanya seperti itu padanya,kau malah menyakiti dirimu sendiri.”

“Gadis beruntung..”gumam pelan Soojung sembari menatap langit yang mulai berubah menjadi senja.

.

.

.

“Pengorbanan  Sia-Sia”

.

.

.

“Itu dia yang ditengah diantara tiga gadis tersebut.Namanya Choi Jinri.”Jelas Minho pada Soojung yang berada di belakangnya,sedangkan Soojung hanya tersenyum kecut mendengarnya.

“Kudengar ia sekelas denganmu,apa itu benar?”

“Iya,aku sekelas dengannya.”jawab Soojung pelan.

“Bisakah kau membantuku,kenalkan aku dengannya.”ujar Minho dengan nada memelas.

Gadis Soojung menghela nafasnya pelan sebelum menganggukan kepalanya.Minho tersenyum lebar lalu memeluk Soojung.

“Terima Kasih.”

“Choi Jinri,aku kalah dengannya.Ia sempurna dibandingkan denganku,seorang buruk rupa.”ejek Soojung pada dirinya sendiri.

“Apa yang kau lakukan semua sia-sia,cinta memang membuat mu buta.”Soojung menjatuhkan tubuhnya diatas timbunan dandelion.

“Ini yang namanya sakit hati?”

“Yak,Soojung-ah aku berhasil mendapatkannya.”Minho berteriak girang pada Soojung.

Soojung tersenyum pelan,mencoba menahan kesedihan yang ada pada dirinya.

“Terima kasih berkatmu,ia menerimaku.”lanjut Minho.

Soojung terdiam kita dirinya kembali mengingat penuturan Minho yang telah berhubungan dengan Jinri.

Jemari Soojung bergerak,mengambil setangakai dandelion lalu menutup matanya.”Bisakah buat dia kembali menjadi sahabatku.”gumam Soojung sebelum ia meniup pelan dandelion yang ada pada genggamannya.

“Minho.”panggil Soojung saat melihat Minho yang baru keluar dari perpustakaan.

“Soojung-ah.”balas Minho sembari tersenyum.

“Bisakah kita pergi bersama ke tempat mimpi?”tanya Soojung berharap.

“Maaf SooJung-ah,aku harus pergi bersama dengan Jinri.Annyeong.”ucap Minho cepat lalu berlari meninggalkan Soojung.

Soojung terdiam lalu menatap punggung Minho yang mulai menghilang dari pandangannya.

“Kau sudah berubah Choi Minho.”

Soojung tetap menutup matanya,tak berniat membuka kembali katup matanya.Soojung menikmati setiap hembusan angin yang mulai meraba permukaan kulit dirinya.

“Bisakah aku terbang bersamamu?”tanya Soojung pelan pada sekantum  dandelion yang berada pada genggaman tangan kanannya.

“Untuk apa kau ikut terbang bersama mereka,kau mau meninggalkanku Soojung-ah?”Suara berat pemuda mengagetkan Soojung.

“Choi Minho,kau mengejutkanku!”Soojung berdecak kesal.

Minho ikut merebahkan dirinya disamping Soojung seraya meniup dandelion-dandelion.

“Aku mencarimu.”Minho berujar pelan.

“Untuk apa,bukankah kau telah pergi meninggalkanku?”
tanya Soojung dengan nada menyindir.

“Yak,kau itu adalah sahabatku.Tidak mungkin aku meninggalkanmu.Sebenarnya aku mencarimu karena aku ingin memberimu ini.”
ujar Minho seraya memberi Soojung sebuah undangan.

“Minggu depan aku akan bertunangan dengannya.Datanglah aku menginginkan sahabatku hadir.”

“akan kuusahakan.”

Soojung mencoba membalas perkataan Minho,lalu dengan cepat ia beranjak bangun dan pergi meninggalkan Minho.Ia kembali menangis,menangis merasakan kehilangan.

.

.

.

“Status kita hanya sebagai seorang sahabat…”

.

.

.

Minho menatap kepergian Soojung yang mulai menghilang.Jemarinya kini beralih mengambil sekumtum dandelion,lalu perlahan menutupkan kedua matanya.

“maaf…,selama ini aku menyakitimu.Aku tidak ingin persahabatan kita selama ini hancur,hancur karena cinta.Aku terlalu takut,aku pengecut. Karena aku juga mencintaimu,melebihi sahabat. Sebelum Jinri hadir diantara kita.” Minho berucap pelan,lalu meniup pelan dandelion tersebut.Membiarkan benih-benih berterbangan memenuhi langit yang kini berwarna kemerahan menandakan bahwa hari telah senja.

Minho tidak menyadari bahwa Soojung mendengar semua itu,Ia tidak menyadari bahwa Soojung masih berdiri membelakangi dirinya.

Soojung hanya dapat tertunduk,merasakan sakit yang dalam menohok dadanya.Ia membuka genggaman tangannya,melihat setangakai dandelion yang masih tertinggal.

“Kumohon,jangan pernah lupakan aku sebagai sahabatmu…”ucap Soojung pelan,sebelum akhirnya ia meniupkan benih-benih dandelion tersebut.

.

.

.

Karena cinta itu bukan milik kita…

.

.

.

[END]

All Rights Reserved.
Unauthorized Duplication & Rent is Prohibited.
MSDANDELION|@VLYR12

A/N:  annyeong salam kenal semua saya author baru disini J.Sorry for typo(s). sebenarnya ff ini terinspirasi sama lagu exo-baby don’t cry dan f(x)-goodbye summer. Ini ada dua versi dengan judul dan cast yang sama,silahkan ditunggu ^^.Jangan lupa tinggalkan komentar kalian,Terima Kasih…

8 thoughts on “Dandelion Wish (Ver.A)

  1. ADUH KOK NGENA BANGET SIH.
    Bagus ficnya:’) plotnya gak terlalu kecepetan dan enak dibaca. Tapi masih ada salah di EYD, seharusnya sehabis tanda titik itu spasi. Contoh:

    Soojung mencoba membalas perkataan Minho, lalu dengan cepat ia beranjak bangun dan pergi meninggalkan Minho. Ia kembali menangis, menangis merasakan kehilangan.

    hehe selebihnya udah bagus kok🙂 keep writing!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s