Only Tears

cats-19

ONLY TEARS

Title                 :           Only Tears (Minho’s Story)

Author                         :           Yesunggyu –  Amalia Laili

Length             :           One shot, secuel

Genre               :           Romantic, sad, comedy

Cast                 :           Krystal Jung, Choi Minho, etc

Sip, balik lagi dengan saya Yesunggyu yang tak henti-hentinya bikin readers jengkel, hehe. Dan ini adalah sekuel terakhir dari MinTal couple. Omoo aku beneran suka nih couple. Jadi, silahkan dibaca…^^

Nb :  juga pernah di post di Justsharestory.wordpress

……………………..

“kenapa, kenapa kau menelponnya?” tanyaku dengan suara serak dan terbata-bata.

“Minho ya! Sampai kapan kau mau menyembunyikannya? Krystal perlu tahu! Dia akan membencimu seumur hidupnya kalau dia tidak tahu tentang…”

“kau tidak… uhuk…” aku tidak bisa menyelesaikan kata-kataku, semburat darah keluar begitu aku batuk. Gain langsung panik dan segera memanggil kakakku yang ada diluar.

“gwenchana?” tanyanya.

“jangan biarkan Krystal masuk… uhukk…” pintaku sambil menahan darah yang keluar dari mulutku.

“Minho ya, jangan bicara lagi. Gain, jaga dia, aku panggil dokter!” ujar kakakku.

“nde…”

……………………….

FLASHBACK ON

Ini dimulai saat pertama kali aku bertemu yeoja itu, Krystal Jung. Anak pindahan dari Amerika. Kupikir, tidak ada bedanya dengan anak lainnya. Cantik, yah cantik. Tapi dia menarik. Sungguh! Hanya saja, aku heran kenapa dia sering sekali melihatku, mengamatiku. Menyukaiku mungkin. Aku tidak sombong sih, memang banyak yang menyukaiku. Jadi aku sudah biasa. Tapi manusia ini aneh. Dia tidak menyapaku, tidak mengajakku mengobrolku, tidak senyum padaku. Begitu ketemu langsung menjauh. Aneh? Banget.

Sampai aku melihat senyumannya. Aku merasa tenang. Saat itu dia membantu temanku, dan senyumnya sangat tulus. Dan yang paling lucu adalah saat dia menabrak seseorang. Saat itu aku bermain basket, dan kebetulan melihatnya sedang mengamatiku sambil berjalan, akibatnya dia menabrak seseorang. Aku ingin tersenyum, tapi aku terlalu malu. Makanya, aku membuang muka saja. Huft…

………………………

Paginya lagi,

“tidak perlu mengantarku! Aku jalan sendiri!”

 

BRAKK…

Aku membanting pintu dengan keras. Aku sangat kesal dengan hyungku, Choi Siwon. Apa-apaan dia, selalu saja mengangguku. Benar-benar mau mati! Akibat dari itu, aku terlambat, dan berlari sekuat tenaga. Hampir sampai di gerbang…

 

BRUKK…

“UWAAHH…” teriakku, mungkin yang kutabrak ini juga begitu.

“mianhae, mianhae…” dia mengucapkan permintaan maaf berkali-kali. Aku mengenal suara ini, dia Krystal!

“ani….gwenchana, tidak usah…” ujarku sambil merapikan buku. Tapi dia tetap juga merapikan bukuku dan meminta maaf.

“Tidak usah, Krystal Jung!” bentakku. Aku tidak mau dia terlalu merasa bersalah. Dia langsung diam beribu bahasa.

“…” begitu ia meletakkan buku-buku kembali ketanah, aku langsung memasukkanya kedalam tasku. Huft, jadi sangat penuh.

“mungkin memang sebaiknya aku memasukkannya kedalam tas, ya?” tanyaku padanya.

“…”

“iya kan Krystal Jung?” tanyaku lagi, sepertinya dia melamun

“eh? Eh ehmm… nde…” dia menjawab sambil menunduk setelah melihat wajahku. Kaget mungkin.

“mau kubantu berdiri?” tanyaku padanya, aku sudah berdiri sedang dia masih jongkok terdiam. Aku mengulurkan tangan padanya. Ia pun segera meraihnya dan berusaha berdiri.

“gomapta” ujarnya malu-malu padaku. Manisnya…!!

“ayo cepat, kita sebentar lagi terlambat…” aku menarik tangannya dan membawanya berlari menuju sekolah.

……………………

Nanti malam, sepupuku akan membuka restoran barunya. Sepupu sih sepupu, tapi umur kami berbeda jauh. Jauh banget. Dia menyuruhku untuk membawa seorang sahabat. Sahabat? Serius nih? Sejak kapan aku punya sahabat? Aha!

“Krystal Jung!” panggilku, dia lewat didepanku dan segera berbalik.

“waeyo?” tanyanya.

“hehe… ani… annyeong haseyo…” ujarku sambil tersenyum padanya.

“nde, annyeong haseyo…” jawabnya sambil malu-malu, manisnya!

“kau ada waktu sore ini?” tanyaku, mungkin agak terlalu cepat ya?

“waktu? Sepertinya ada. Memangnya ada apa?” tanyanya.

“ani, hanya saja, hari ini pembukaan restoran milik sepupuku, dia menyuruhku datang. Tapi, aku tidak punya teman… jadi, kau mau tidak menemani ku?” tanyaku.

“ehmm… ehmm..” dia berpikir. Dia mau tidak yah? Aigoo, semoga dia mau. Tapi terlalu lama.

“kalau begitu, kau pikir saja dulu. Sms aku saja ya!” ujarku sambil meninggalkannya. Mungkin sebaiknya aku menerima jawaban yang buruk.

“ya! Aku kan tidak punya nomor hapemu!” ujarnya berteriak padaku. Omo! Aku lupa! Aku menepuk jidatku dan segera berbalik.

“oh iya ya…” aku lalu menghampirinya. Dan kami lalu bertukar nomor hape.

……………………..

Aku menyatakan perasaanku padanya malam itu, begitu dia sampai dirumah. Aku sangat malu kalau bicara secara langsung. Kurasa ini lebih baik. Iya kan? Dan aku sangat senang sekali, dia menerimaku! Dia pacarku sekarang!

Aku masih ingat saat dia mau menonton film yang disukainya tapi tidak punya cukup uang. Kenapa tidak memberitahuku sih? Aku kan jadi merasa tidak berguna. Begitu pulang dari bioskop, kepalaku agak pusing, begitu selesai mengantarnya, aku segera kedokter dengan kakakku, Choi Siwon.

Kata dokter, besok dia akan memeriksaku lagi, aku jadi takut. Tapi hyung bilang aku akan baik-baik saja. Sampai esoknya aku tahu bahwa aku menderita pneumonia akut. Mwo? dokter bilang masih bisa disembuhkan. Tapi aku tetap juga takut. Aku tidak berani menghadapi Krystal nantinya.

FLASHBACK OFF

……………………..

“sebenarnya tidak masalah, hanya saja. Apa apa yang dilakukannya itu terlalu biasa. Dia tidak mengeluh padaku jika aku melakukan kesalahan, dia tidak menampakkan wajah yang sangat menyukai sesuatu…”

Bukan tanpa alasan aku mengatakan itu padanya beberapa bulan yang lalu. Hanya saja, aku menyayanginya. Tapi aku tetap tahu, aku tidak akan bersama dengannya selamanya. Aku tetap tahan dengan sikapnya yang biasa ini. Tapi bagaimana dengan orang lain? Aku tidak mau ada yang menyakiti Krystal. Melihat ekspresi Krystal saat aku mengatakan ini membuatku sedih.

 

Aku mencintaimu. Maaf

Tapi aku tidak bisa melakukan ini lagi

Aku bahkan tidak memiliki hak untuk mendekati mu

Jangan mencintaiku

………………………….

FLASHBACK ON

“apa yang kau lakukan?” tanya Sulli, sepupuku saat aku membisikkan sesuatu di telinganya. Mungkin terlihat seperti sedang menciumnya kalau dari sisi Krystal. Aku tahu Krystal sedang melihat kami berdua. Tapi kudiamkan saja.

“kenapa tidak mengejarnya?” tanya Sulli padaku.

“…” aku hanya diam.

“Minho oppa tidak memberitahukan keadaan oppa padanya?” tanya Sulli padaku.

“huft…” aku hanya menghela napas lelah. “aku tidak tahu harus melakukan apa…” ujarku padanya.

“sekarang, oppa harus mengejarnya, dan katakan yang sesungguhnya. Kalau begini, kalian berdua yang akan sakit…” nasihat Sulli padaku.

“aniyo… dia akan baik-baik saja…” ujarku pelan.

“lalu, bagaimana dengan oppa?”

“tidak usah memikirkanku…”

………………………….

Malam saat festival, aku meminta Gain, temanku, untuk membantuku. Membuatku seolah-olah tidak memperdulikan Krystal. Meskipun tampaknya aku baik-baik saja, tapi didalam hatiku, ingin saja menangis. Yeoja ini terlalu baik untukku. Bahkan dia masih tersenyum padaku meski dia melihatku dengan Sulli waktu itu.

……………………….

“Krystal, aku ingin mengatakan sesuatu…” ujarku padanya suatu malam didepan rumahnya, begitu kami selesai makan malam, mungkin yang terakhir kalinya, bersama.

“baiklah…” ujarnya. Aku merasakan perasaan takut dari matanya.

“sebaiknya kita putus saja…” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.

“…”

“a a a apa maksudmu? Kenapa?” tanyanya. Sungguh, aku tidak sanggup melihat dia seperti ini.

“kurasa kita berdua sudah tidak cocok lagi…” hanya kalimat itu yang kurasa bagus untuk saat ini.

“Minho, bagaimana bisa kau…”

“sudah tidak nyaman kan denganku? Sebaiknya kita putus saja…”

“tidak! Aku baik-baik saja…”

“kau bohong padaku, Krystal. Aku sudah katakan padamu. Jika ada yang kau tidak sukai, katakan, kalau ada yang kau sukai, katakan. Kau membuatku tidak nyaman. Begitu juga denganmu. Bukankah ini lebih baik?”

“aniya! Aku merasa baik…”

“aku pergi Krystal…” aku langsung berbalik. Air mataku rasanya ingin tumpah saat itu juga. Dia malah berlari memelukku.

“…”

“Krystal, jangan lakukan ini…” batinku.

“tidak boleh pergi…”

“…”

“tidak apa-apa aku sakit seperti ini, tapi jangan…”

“aku tidak memikirkanmu Krystal, aku memikirkan diriku sendiri…” dengan perasaan berat, kulepas pelukannya tanpa berbalik sedikitpun. Dan pergi masuk menuju mobilku.

“MINHO YA!!!!”

“MINHOOO!!!” samar-samar, aku mendengar suaranya berteriak dengan serak.

“Krystal ya, jaga dirimu baik-baik… mianhae…” balasku pelan padanya. Meski aku tahu kalau dia tidak mendengarku.

Aku berhenti disuatu tempat, entah dimana. Memarkirkan mobilku ke tepi jalan. Penglihatanku mulai kabur karena air mata yang sudah tidak bisa terbendung. Dan aku terdiam disini hanya untuk menangis.

“seandainya kau tahu perasaanku…”

 

Aku tidak mampu untuk bisa memberikan hatiku

Aku hidup setiap hari di luar kemampuanku

Setiap hari terlalu banyak sehingga aku menangis

 

Aku tidak punya apa-apa untukmu
tapi aku
 merindukanmu
Aku bahkan tidak bisa memberikan kata-kata penuh cinta
Tapi aku merindukan mu
Aku bahkan tidak berani berharap kau menjadi milikku
Tapi aku merindukan mu
Sehingga
aku memaksamu menjauh
Karena Aku pria yang yang tidak punya apa-apa melainkan hatinya sendiri

FLASHBACK OFF

………………………

Dan pada akhirnya, aku terbaring di tempat ini. Rasanya begitu dingin.

 

KREKK…

 

Suara pintu kamarku terbuka, aku pun membuka mataku yang tertutup secara perlahan dan melihat siapa yang datang.

“Minho, gwenchana? Krystal ingin bertemu denganmu…” itu suara Siwon hyung.

“aku tidak mau dia masuk, hyung…” ujarku dengan suara serak.

“tapi dia bisa menghiburmu sedikit…”

“tidak membantu sama sekali hyung, hanya membuatku sakit…”

“huft…” Hyung bernapas lelah “baiklah…” diapun pergi keluar.

Aku kembali menutup mataku. Dan mungkin aku akan kehilangan kesadaran.

……………………

AUTHOR POV

Krystal berlari dengan tergesa menuju rumah sakit tempat Minho dirawat.

“dimana Minho?” tanyanya panik pada Gain yang ia temui didepan rumah sakit.

“untunglah kau datang… Minho…”

“apa yang sebenarnya terjadi?”

“dia sakit…”

“sakit apa?”

“ehm… pneumonia akut…” jawab Gain.

“kenapa dia tidak memberitahukanku?” tanya Krystal lagi dengan sangat panik. “aku akan bertemu dengannya.”

“jangan! Dia sedang istirahat saat ini!”cegah Gain.

“kau yang menyuruhku datang, lalu kenapa aku tidak boleh bertemu dengannya?” Krystal hampir frustasi.

“itu…”

“dimana kamarnya?” Krystal melanjutkan perjalanan dengan tergesa-gesa.

“ya! Krystal!” teriak Gain yang menyusul dibelakangnya.

 

Didepan kamar inap Minho, Siwon duduk dikursi dengan wajah cemas memikirkan dongsaengnya. Orang tuanya berada dirumah sekarang, Siwon tidak mau orang tuanya terlalu khawatir, jadi dia membiarkan dirinya untuk menjaga Minho.

DRAP DRAP DRAP…

Suara langkah Krystal dan Gain yang sedang panik terdengar dari jauh.

“dimana Minho? Aku ingin bertemu dengannya!” ujar Krystal, terdengar suara napas yang tersengal darinya.

“dia didalam…” jawab Siwon, Krystal segera melangkah dan meraih knop pintu.

“kau tidak boleh masuk!” Siwon segera mencegah Krystal untuk masuk.

“wae!” bentak Krystal.

“dia sedang istirahat sekarang…”

“ani! Aku ingin bertemu dengannya!” paksa Krystal.

“tidak boleh!”

“Minho ingin bertemu denganku, oppa! Biarkan aku masuk!”

“tidak bisa!”

“kenapa? Minho yang memintaku masuk, kan?”

“aniya!”

“aku ingin bertemu dengan Minho. Dia harus menjelaskan semuanya padaku!”

“….”

“oppa, biarkan aku masuk!”

“…”

“oppa!”

“….”

“aku langsung masuk saja…” Krystal tidak peduli dengan sikap diam Siwon, dia pun berusaha untuk masuk.

“MINHO TIDAK INGIN BERTEMU DENGANMU!” Bentak Siwon, kata-kata itu menghentikan gerakkan Krystal. Ia bagai batu.

“ani… dia memintaku datang…” bela Krystal pada dirinya.

“aku benar, Krystal. Minho sendiri yang bilang. Dia tidak mau bertemu denganmu, jangan membiarkanmu masuk…”

“oppa, aku hanya ingin menghiburnya…”

“aku tadi juga bilang begitu, tapi kau tahu dia bilang apa?”

“….”

“kau hanya malah membuatnya tambah sakit. Dia tidak ingin bertemu denganmu…”

“…” seketika itu juga, kaki Krystal seperti tidak bisa menopang badannya. Ia jatuh terduduk didepan pintu.

“wae? Kenapa dia begitu padaku? Waeyo? Wae?” ujar Krystal, air matanya mengalir dipipinya.

“YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” Teriaknya didepan pintu kamar inap Minho sambil memukul dan menendang pintu itu. Gain berusaha menahannya, sedang Siwon hanya diam melihatnya.

……………………….

Didalam kamar Minho,

Dia masih sadar, dia mendengar semuanya. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan untuk membuka mata saja dia tidak bisa. Tapi air matanya mengalir perlahan.

 

Aku menahan diri, meskipun itu menyakitkan
Bahkan air mata sangat mahal bagiku
Aku bahkan tidak memiliki hak untuk memandangmu
Jangan melihatku

Aku tahu bahwa hatiku dimanapun kau berada
Cukup dekat napas kita bisa menyentuh
Selalu di tempat yang sama

………………………

“masuklah…” ujar Siwon akhirnya pada Krystal. Ia tidak sanggup melihat Krystal seperti itu.

“jinja?” tanya Krystal tidak percaya. Ia segera bangun. Dan dengan perlahan masuk.

 

KREKK…

 

“minho…” panggilnya pelan. “chagiya?”

……………………….

MINHO POV

“minho…chagiya?” suara Krystal terdengar samar-samar dan mendekat. Aku sudah mengetahui ini pasti terjadi. Tiba-tiba aku merasakan kehangatan ditangan kananku.

“gwenchana? Kenapa tidak mengatakan padaku kalau kau sakit?”

“….”

“tidak usah dijawab…”

“….”

“tapi aku mau bertanya, kenapa kau memperlakukanku seperti itu?”

“…”

“kau menganggapku tidak ada kah?”

“….”

“Minho ya?!” aku mendengar suaranya menangis. Kumohon, jangan menangis.

“tapi tak apa, kok. aku baik baik saja…”

“…”

“kau dingin sekali…” dia menyentuh dahiku. Rasanya sangat hangat.

“…”

“bertahanlah…” dia menggenggam tangan kananku dengan kedua tangannya. Sangat erat, sambil ia menangis.

“….”

“aku akan menunggumu sampai sembuh…”

 

Lebih dari siapa pun di dunia ini
Aku mencintaimu, jadi aku menahan diri

aku tidak bisa memegang tanganmu
Tapi aku merindukan mu
Aku khawatir Aku hanya bisa air mataku menahan
Jadi aku merindukan mu
Aku tidak bisa mengatakan kau untuk tetap bersama saya
Tapi aku merindukan mu

Jadi terlalu banyak, tapi pada akhirnya
Itu karena aku pria yang tidak memiliki apapun melainkan hatinya sendiri

…………………………..

— THE END —

………………………..

6 thoughts on “Only Tears

  1. ceritanya baguss, depresinya minho kerasa bnget,, aq suka ^^
    d tunggu kisah minstal lain yaa chingu, keep writing🙂

  2. kyaa~ yang ini partnya minho sumpah nyesek banget. walau bahasanya menurutku masih agak berantakan yeah, mungkin perlu belajar lagi lahXD._.v terus alurnya agak kecepetan gitu hehe. minstal shipper? *tos XP keep writing!

    • terima kasih sudah mau membaca… >.<
      iya, emang masih berantakan soalnya ini FF lama, baru belajar. aku akan lebih belajar untuk menyusun kata2 yang baik dan benar ^^
      makasih buat kritiknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s