Namida (Tears)

namida-kaistal

Title: Namida (Tears)

author: Vi

Cast: Krystal-f(x)

Kai-EXO

Rating: G

Genre: Friendship, Life

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain, manga, anime, ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

INSPIRED BY JAPANESE DRAMA

Published: seoexoartfanfic, wp pribadi [with SeoKris as the cast] , later will be publish at exoshidaefanfic with SooKris as the cast

“Jangan menyerah, Kai. Kau tetap harus berusaha meraih impianmu ! Ganbatte !”

“Krystal,” panggil Kai sambil membawa sepiring makanan dari meja makan. Aroma masakan yang dimasak oleh Kai masih tercium itu menandakan bahwa lelaki itu baru saja selesai memasak. Kini ia tengah memberikan piring berisikan makanan itu pada Krystal –sahabatnya– yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah fashion.

“Apa ini ?” tanya Krystal.

“Takoyaki, seharusnya kau tahu itu kan ? Takoyaki kan .. Makanan kesukaanmu,” kata Kai sambil menempati sofa yang berada di sebelah Krystal. Gadis itu meneliti takoyaki buatan Kai dengan tatapan intens , sebenarnya Krystal berpikir bahwa takoyaki buatan Kai itu .. Tidak mirip takoyaki dari luarnya.

“Tatapan intensmu itu .. Hmm, kau pasti sedang meneliti bentuk masakanku kan ? Aku tahu bahwa aku tidak pandai memasak, aku bercita-cita terlalu tinggi ya,” kata Kai lirih. Krystal menatap Kai iba. Kai memang bercita-cita untuk menjadi seorang koki terkenal namun lelaki itu tak yakin bahwa ia dapat meraih impiannya atau tidak karena kemampuan memasaknya masih jauh lebih buruk daripada Krystal yang sebenarnya tak pernah belajar memasak sama sekali.

“Huff, aku tak berkata seperti itu kan ?” kata Krystal sambil menepuk pundak Kai kemudian menyunggingkan sebuah senyuman pada lelaki itu. Krystal pun mulai melahap salah satu takoyaki buatan Kai yang dari luarnya tampak kurang meyakinkan itu , setelah ia merasakan rasa makanannya, iapun tersenyum dan menoleh kearah Kai.

“Enak rasanya,” kata Krystal sambil tersenyum manis pada lelaki itu.

Kai menghembuskan nafas kasar dan berjalan menuju dapur, namun Krystal terheran karena bukannya berjalan kearah kompor, ia malah duduk di dekat meja makan.

“Krystal, jangan berpura-pura di depanku. Jika dalam hati kau berkata bahwa masakanku tidak enak, katakan saja langsung padaku , jangan ragu-ragu,” kata Kai pelan. Krystal tersenyum dan berjalan cepat kearah Kai kemudian menatap lelaki itu dari samping. Krystal terbelalak ketika mendapati setetes air mata terjatuh dari mata Kai.

“K-Kai ? Mengapa kau menangis ?” tanya Krystal sambil mendekatkan wajahnya kearah Kai dan menepuk-nepuk lelaki itu agar ia bisa merasa lebih baik.

“Kurasa , aku akan berhenti meraih impianku. Aku akan meninggalkan seluruh impianku untuk menjadi koki terkenal,” kata Kai lirih sambil menghapus air matanya.

“Tidak. Jangan menyerah Kai, dulu aku sempat memakan sushi buatanmu, itu enak kok,” kata Krystal. Kai menggeleng dan berkata, “jangan berbohong.”

Krystal menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata, “seorang sahabat yang sebenarnya , pasti mengatakan dengan jujur apa yang ia rasakan, mereka membantu teman mereka untuk meraih kesuksesan tanpa kebohongan sedikitpun. Karena jika ia terus membohongi temannya , maka mereka takkan maju untuk berusaha yang lebih baik kan ?”

Kai menolehkan kepalanya untuk menatap Krystal , iapun menghapus air matanya dan tersenyum, “kau menyadarkanku akan hal itu. Kalau saja kau tidak mengkritik masakanku dulu, mana mungkin sekarang aku bisa berkembang,” kata Kai sambil mengingat saat dimana Krystal mengkritik rasa sushi buatannya dulu.

“Lalu ? Kau mau kembali berusaha kan ?” tanya Krystal sambil tersenyum. Kai mengangguk mantap kemudian berjalan menuju kulkas untuk mencari bahan makanan, ia akan kembali memasak.

“Jangan menyerah, Kai. Kau tetap harus berusaha meraih impianmu ! Ganbatte !” kata Krystal sambil tersenyum dan mengepalkan tangannya.

Kai yang mendengar ucapan Krystal pun mengangguk dan ikut mengepalkan tangannya untuk menyemangati dirinya sendiri.

“Baguslah kau mau kembali berusaha dengan senyuman di wajahmu, Kai. Air mata menyerahmu barusan itu sangat tidak cocok di wajahmu,” batin Krystal sambil melipat tangannya dan menonton Kai yang tengah memasak suatu masakan lainnya.

END

Mian gaje, ini ceritanya berlatar di Jepang , pls komen ya !

7 thoughts on “Namida (Tears)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s