School Photographer

schoolphotographer-hunlli

Title: School Photographer

author: Vi

Cast: Sulli- f(x)

Sehun-EXO

Other cast: find by yourself

Rating: T

Genre: Romance , Fluff

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain , manga , anime , ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

Published: in some blog [with SeoHan and SooHun as the cast]

*****

Sehun , seorang lelaki berambut merah muda yang mengikuti ekstrakurikuler fotografi. Ia adalah kekasih Sulli. Sehun sangat suka memotret semua hal , terkadang , iapun memotret Sulli dan dirinya ketika sedang berkencan, maka dari itu Sulli merasa senang karena memiliki kekasih yang bisa fotografi.

“Sehun-ah, besok kan libur. Apa kau mau berkencan denganku ?” tanya Sulli riang , beberapa murid memandang kearah mereka berdua namun sepertinya keduanya tak tahu jika mereka sedang dipandangi oleh sebagian murid di kelas tersebut.

“Kencan ya ?” Sehun tampak menimbang-nimbang ajakan Sulli. Ia berusaha mengingat apa besok ia memiliki acara lain atau tidak , namun seingatnya , ia tak memiliki acara lain.

“Sepertinya besok aku ada waktu luang. Kau mau kencan dimana ?” tanya Sehun sambil tersenyum manis.

“Ah , baguslah ! Kita kencan di Kafe milik keluarga Taeyeon unnie saja , jam 10  , bagaimana ?” tanya Sulli sambil tersenyum manis.

“Hmm, baiklah,” kata Sehun sambil menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia setuju dengan perkataan Sulli.

“Baik , aku kembali ke kelas dulu ya ! Sampai jumpa besok !” seru Sulli sambil berjalan keluar kelas Sehun dan melambaikan tangannya senang.

Sehun balas melambaikan tangannya , ia masih memasang sebuah senyuman lebar di wajahnya sampai akhirnya Chanyeol –sahabatnya– menghampirinya.

“Sehun-ah , kau berjanji pada kekasihmu tanpa berpikir panjang,” kata Chanyeol sambil mendesah kasar. Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal kebingungan, ia tidak mengerti apa yang Chanyeol katakan.

“Maksudmu ?” tanya Sehun heran.

“Kan nanti ekstrakurikuler fotografi disuruh berkumpul oleh Kim songsaengnim, barangkali ia mau memberikan tugas pada murid fotografi,” kata Chanyeol sambil melipat tangannya dan menatap kesal pada Sehun.

“Tapi aku pandai membagi waktu kok,” kata Sehun sambil tersenyum polos. Chanyeol mendengus kesal dan berjalan meninggalkan Sehun. Sebenarnya meski Sehun berkata seperti itu , hati Sehun masih ragu , ia ragu apa ia bisa membagi waktu dengan baik untuk tugas yang –kemungkinan– akan diberikan oleh Kim songsaengnim dan waktu kencannya dengan Sulli. Lagipula tak mungkin juga kan ia rela membiarkan Sulli menunggunya sampai tugasnya selesai ?

TENG TENG

Mendengar bel masuk kelas berbunyi , Sehun teringat bahwa hari ini kelas fotografi akan dikumpulkan di ruangan komputer untuk mendiskusikan sesuatu. Luhan pun buru-buru mengambil kameranya dan berlari kecil menuju ruang komputer tersebut.

Ketika sampai di ruang komputer , Sehun buru-buru duduk menempati sebuah kursi yang terletak di ujung belakang ruangan tersebut –karena di depan sudah penuh– , iapun meletakkan kameranya diatas meja dan mulai mendengarkan perkataan Kim songsaengnim.

“Karena selama ini kelas fotografi telah terlatih dalam bidang fotografi , para guru telah setuju bahwa mulai sekarang kalian juga akan membantu dalam pembuatan brosur untuk sekolah ini. Besok jam 10 kalian harus datang ke sekolah dan memotret beberapa kelas di sekolah ini untuk brosurnya,” jelas Kim songsaengnim yang sukses membuat Sehun membulatkan matanya.

“Jam 10 ? Itu kan saat aku dan Sulli akan berkencan !” gumam Sehun terkejut , ia mengepalkan tangannya erat. Ia benar-benar bingung sekarang , tepat jam 10 , ia dan Sulli akan berkencan , pada jam segitu pula ia harus ke sekolah.

“Aigoo , bagaimana ini ?” batin Luhan. Tak lama kemudian , diskusi diantara murid kelas fotografi dan Kim songsaengnim pun selesai. Mereka berjalan kembali ke kelas masing-masing dan melanjutkan pelajaran mereka di kelas masing-masing.

*****

Pulang sekolah ..

Sehun berjalan keluar dari sekolahnya dengan lesu , ia belum menemui Sulli untuk membatalkan kencan ini karena Sulli masih ada kelas vokal dan kelas itu pasti sampai jam 5 sore.

“Lebih baik aku mengiriminya pesan,” kata Sehun sambil mengeluarkan ponsel dari tasnya , iapun berusaha mencari nama Sulli di list kontaknya.

To: Sulli

From: Sehun

Sulli-ya , mianhae , aku ada kelas fotografi besok dan aku tidak bisa berkencan denganmu. Mianhae ..

Sehun pun tersenyum lega , ia berharap Sulli bisa cepat membaca pesannya dan mengiriminya balasan. Sehun pun berjalan pulang setelah meletakkan ponselnya di dalam tas lagi.

*****

Esoknya , Sehun bersiap-siap untuk ke sekolah. Ia sudah menyiapkan kameranya dan seragam sekolahnya , namun ada suatu hal yang mengganjal di pikirannya. Sulli belum membalas pesannya dari kemarin , Sehun tahu betul kalau Sulli selalu membalas pesannya selama ini. Tetapi , sekarang ? Bahkan gadis itu tidak membalas dan menelponnya. Apa Sulli marah ?

“Aigoo , lebih baik aku tidak usah berpikiran negatif. Sulli bukan tipe gadis yang mudah marah kan, mungkin ia sendiri juga sibuk sehingga tidak sempat membalas pesannya.” Sehun mencoba untuk berpikir positif mengenai hal tersebut , setelah itu iapun melirik kearah jam yang terletak di dinding kamarnya. Jam 9:45 , saatnya berangkat ke sekolah !

*****

Sulli’s place

“Huff , Soojung-ah , apa betul kau tidak melihat ponselku kemarin ?” tanya Sulli. Kini ia tengah menelpon Soojung dengan telpon rumahnya karena setahunya ia tidak membawa ponselnya pulang kemarin.

“Aniyo , Sulli-ya. Aku bahkan tidak melihat ponselmu saat piket di ruang vokal kemarin. Mungkin ponselmu sudah dibawa oleh seorang guru dan akan dikembalikan padamu saat kau masuk nanti,” kata Soojung. Sulli mendesah kasar dan mengangguk.

“Baiklah, mianhae sudah menganggu akhir pekanmu, Soojung-ah. Bye,” kata Sulli sambil menutup telponnya. Ia pun melirik kearah jam , jam 10.

“Ah , aku harus pergi ke kafe,” kata Sulli kaget sambil buru-buru mempersiapkan dirinya untuk berkencan dengan Sehun tanpa mengetahui bahwa Sehun tidak akan datang ke kafe tersebut.

*****

Sementara itu , Sehun telah sampai di sekolahnya dengan perasaan tenang. Ia sudah menenangkan pikirannya dengan terus berpikiran positif.

“Annyeonghasseo !” sapa Sehun pada Chanyeol yang tengah berjalan masuk ke gerbang sekolah.

“Hey , bukankah seharusnya kau berkencan dengan kekasihmu ?” tanya Chanyeol. Sehun tersenyum dan berkata, “aku sudah bilang padanya bhawa hari ini aku tidak bisa berkencan dengannya.”

Chanyeol mengangguk mengerti kemudian lanjut berjalan memasuki ruang komputer. Sehun pun juga berjalan memasuki ruang komputer.

“Annyeonghass–” Kata-kata Sehun terputus ketika melihat sebuah ponsel yang sangat familiar dimatanya terletak di atas meja milik Kim songsaengnim. Ponsel itu sangat mirip dengan ponsel Sulli.

“Bahkan hiasan di ponsel inipun sangat mirip,” gumam Sehun sambil terus meneliti ponsel tersebut.

BRAK !

Terdengar suara hentakan di meja milik Kim songsaengnim , rupanya Kim songsaengnim menepuk meja itu dengan cukup keras karena Sehun tampak sedang memperhatikan sesuatu dimejanya.

“Kim songsaengnim..”

“Sehun, apa yang kau lihat di mejaku ?” tanya Kim songsaengnim dengan galak. Sehun terdiam sejenak kemudian ia kembali membuka mulutnya untuk mengatakan maksudnya pada Kim songsaengnim.

“I-itu , ponsel ini sangat mirip dengan ponsel Sulli , songsaengnim,” kata Sehun gugup. Kim songsaengnim mengerutkan dahinya kemudian berpikir sejenak , “ah , barangkali ini ponsel milik Sullin ya ?”

Ketika mendengar ucapan Kim songsaengnim, kedua mata Sehun pun terbelalak.

“Mungkinkah .. Sulli tak membalas pesanku karena ponselnya tertinggal di sekolah ?” batin Sehun.

“Bisakah kulihat ponselnya ?” tanya Sehun. Kim songsaengnim pun mengangguk dan menyodorkan ponsel tersebut pada Sehun, Sehun memeriksa ponsel tersebut dan benar saja ! 1 pesan masuk dari dirinya ada di ponsel tersebut dan itu tandanya ini benar-benar ponsel milik Sulli !

“I-ini ponsel milik Sulli. Hmm, biar kukembalikan kalau bertemu dengannya,” kata Sehun. Kim songsaengnim mengangguk dan tersenyum.

“Baiklah,” kata Kim songsaengnim sambil berjalan meninggalkan mejanya.

“Aigoo , apa ini artinya Sulli tetap akan pergi ke kafe tersebut ?” gumam Sehun. Ia benar-benar tidak mau dianggap sebagai lelaki yang ingkar janji oleh Sulli, tapi sekarang ia benar-benar tidak memiliki ide untuk menghubungi Sulli.

*****

Sulli’s place

Sulli sudah menempati sebuah kursi di kafe tersebut , sesekali gadis itu melirik kearah jam tangannya. Sudah jam 10:15 namun Sehun belum menampakkan wajahnya sedikitpun.

“Aissh , kemana sih lelaki itu ?” gumam Sulli sambil mendengus kesal. Ia memandang tiap sudut kafe tersebut dengan perasaan kesal.

“Apa ia lupa dengan kencan hari ini ?” Sulli pun menggelengkan kepalanya ketika ia berpikir negatif mengenai Sehun. Ia terus berusaha untuk berpikir positif.

“Sulli-ya ?” Terdengar suara Taeyeon yang memanggilnya , gadis berambut sebahu itupun berjalan mendekati Sulli.

“Unnie,” kata Sulli.

“Sulli-ya , kau tidak mau memesan apapun ?” tanya Taeyeon sambil tersenyum. Taeyeon adalah salah satu sunbae Sulli yang mengenalkan Sehun pada Sulli. Awalnya Taeyeon hanya ingin keduanya untuk berteman namun keduanya malah berakhir dengan menjadi sepasang kekasih.

“Ah , aniyo unnie, nanti saja,” kata Sulli lembut , ia berusaha untuk bersikap sopan pada Taeyeon.

“Kau sedang menunggu siapa ? Kulihat dari tadi kau terus-terusan melihat jam,” kata Taeyeon sambil tersenyum manis pada Sulli.

“Aku menunggu Sehun, ia bilang ia mau berkencan denganku tapi ia belum datang juga sampai sekarang,” kata Sulli sambil mencibir.

“Sehun ? Bukankah seharusnya ia ada kelas fotografi hari ini ? Jam 10 ada kelas fotografi lho,” kata Taeyeon. Sulli melebarkan matanya, ia menunggu selama ini tapi Sehun malah mengikuti kelas fotografi ?

“Ah , begitukah ?” kata Sulli , diam-diam emosinya memuncak. Ia merasa kesal pada Sehun yang berhasil membuatnya menunggu selama setengah jam.

“Kau baik-baik saja ?” tanya Taeyeon khawatir ketika melihat perubahan ekspresi pada wajah Sulli.

“Iya, hmm , aku pulang dulu unnie. Sampai jumpa,” kata Sulli sambil melambaikan tangannya pada Taeyeon. Sulli melangkah cepat menuju sekolahannya , ia ingin menghampiri Sehun.

*****

Setelah setengah jam memotret , akhirnya kelas fotografi pun berakhir. Sehun merasa makin lesu ketika mengingat bahwa Sulli sudah menunggunya di kafe , ia tidak mau menerima omelan Sulli.

“Ahh , bagaimana ini ?” kata Sehun frustasi , beruntung ia tidak mengatakannya dengan kencang sehingga tidak ada yang mendengarnya.

“Sehun !” seru seorang gadis berambut coklat yang berdiri di depan sekolah. Sehun membelalakkan matanya lalu berjalan kearah Sulli.

“Sulli-ya , ini ponselmu. Mianhae , aku tidak mengabarimu mengenai hal ini. Sebenarnya aku sudah mengirimimu pesan kok, hanya saja ponselmu tertinggal di sekolah,” kata Sehun tanpa membiarkan Sulli mengomel terlebih dulu.

“Huh , tapi tetap saja ! Tak seharusnya kau sembarangan berjanji padaku kalau kau sendiri tidak tahu bahwa ini akan terjadi,” kata Sulli kesal sambil memandang sinis kearah Sehun.

“Tapi kali ini karena ponselku tertinggal di sekolah, jadi ya sudah kubiarkan saja. Tapi yang penting lain kali kau tidak boleh sembarangan berjanji , kau membuatku menunggu setengah jam tahu !” seru Sulli sambil melipat tangannya dan mengalihkan pandangannya dari Sehun.

“Keke ~ baiklah, mianhae. Tapi kencan kita kali ini kita ganti lain waktu ya,” kata Sehun sambil tersenyum dan merangkul Sulli.

“Sebenarnya memiliki kekasih yang merupakan fotografer sekolah itu juga menguntungkan kok. Memang sih terkadang mereka banyak acara tetapi kita bisa lebih sering berfoto kan !” kata Sulli sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Keke ~ jadi itu artinya kau tidak menyesal menjadi kekasihku Sulli-ya ?” tanya Sehun senang. Sulli mengangguk.

“Iya , saranghae, Sehun-ah!” kata Sulli sambil tersenyum manis kearah Sehun lalu mengambil ponselnya dari tangan Sehun.

Sehun menghembuskan nafas lega mendengar ucapan Sulli. Ia tersenyum karena akhrinya ia juga tidak jadi mendengar omelan dari kekasihnya.

END

Mian gaje , lagi gak mood buat ff -_- keke ~ , pls komen ya !

10 thoughts on “School Photographer

  1. lagi asik” baca ada nama luhan terselip diantara kalimat diatas berani” nya luhan masuk di ff ini padahal author Vi gak nyebutin nama luhan *tarik napas buang napas* *haaaa …* *lega*

    annyeong haseyo, BabyHo imnida new readers of this site. 00 line (13 yo).
    ff nya bagus tapi hindari typo ya thor, keep writing ya thor … fighting
    pai^^ bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s