Average

cats 19 (2)

AVERAGE

 

Title                 :           Average (Krystal’s Story)

 

Author                         :           Yesunggyu –  Amalia Laili

 

Length             :           One shot, secuel

 

Genre               :           Romantic, sad, comedy

 

Cast                 :           Krystal Jung, Choi Minho, etc

 

 

 

Author kembali, berusaha meraih keseriusan. Selama ini bikin komedi terus, bikin pembaca bosan. Hahaha… jadi langsung aja yah dibaca…^^ couple favorite author nih!

 

Nb :  juga pernah di post di Justsharestory.wordpress

 

………………….

 

Bertemu dengan seorang pria biasa, mengalami cinta biasa
Tinggal di rumah biasa dengan anak yang biasa
Terluka dengan biasa,
senang hati dengan biasa
Kebahagiaan dan kesedihan yang
biasa,

 

Aku ingin menjalani hidup yang biasa

 

 

Seperti itulah cita-citaku. Sangat mulia sekali, kan? Aku, Jung Krystal, murid SMA Hanteo kelas 3. Itu artinya, sebentar lagi aku akan lulus. Huahh sangat senang sekali. Dan, agar kalian semua tahu, aku  adalah gadis yang biasa, dan suka hal yang biasa. Nilaiku biasa saja, yang penting aku naik kelas. Hehehe…

 

Sudah tahu cita-citaku kan? Yup. Aku berharap bisa jatuh cinta dengan orang yang biasa. Tapi entah kenapa, ada satu orang yang tidak biasa yang masuk kedalam hatiku. Itu membuatku galau.

 

“Ya! Lihat jalanmu!”

 

“mianhae…” aku menunduk malu pada orang itu. aku menubruknya. Malu sekali! Aku menutup wajahku dengan tangan kananku.

 

“Omo!” teriakku dalam hati. Itu dia! Orang yang kusukai! Kenapa dia ada disitu? Dia ada dilapangan basket, yah sekitar 10 meter dariku. Dia melihatku. Matilah… ini sangat memalukan! Aku kembali menutup wajahku dengan tangan kananku, dari arah dia melihatku. Sesekali aku meliriknya, dia hanya tersenyum sinis sekali, lalu berbalik.

 

“huahh… pabo Krystal….” Ujarku pada diri sendiri.

 

……………………

 

Besoknya, aku pergi kesekolah seorang diri, Jessica eonni tidak mau mengantarku. Salahku sendiri sih, bangun telat. Oh ya, tambahan, kali ini aku sedang berlari karena takut terlambat.

 

BRUKK…

 

“UWAHH…”

 

Aku jatuh terduduk setelah menabrak orang *lagi*. Semua buku yang dibawa orang itu berhamburan. Aku segera mengumpulnya sambil mengucapkan “mianhae… mianhae” yang hampir 100 kali.

 

“ani… gwenchana… tidak usah…” orang ini terus mengatakan itu juga. Tapi emang pada dasarnya aku ini keras kepala. Aku tetap saja…

 

“Tidak perlu, Krystal Jung!” hentak orang itu. jantungku langsung menggeser kekiri 10 cm.

 

“ehmm.. baiklah…” aku menaruh kembali buku-buku itu ditanah. Dia lalu menjemput buku-buku itu.

 

“mungkin memang sebaiknya aku memasukkannya kedalam tas, ya?” tanyanya sendiri.

 

“…”

 

“iya kan Krystal Jung?” tanyanya padaku dannnnn….. omona!

 

“eh? Eh ehmm… nde…” aku menjawab sambil menunduk malu. Itu namja yang kusukai!

 

“mau kubantu berdiri?” tanyanya padaku, dia sudah berdiri sedang aku masih jongkok terdiam. Dia mengulurkan tangan padaku. Aku pun segera meraihnya dan berusaha berdiri.

 

“gomapta” ujarku malu-malu padanya.

 

“ayo cepat, kita sebentar lagi terlambat…” dia menarik tanganku dan membawa ku berlari menuju sekolah. Omo, kalau seandainya ini mimpi, aku harap jangan membangunkanku!

 

………………………

 

Besoknya,

 

Huahh aku sangat senang bertemu dengan namja tadi kemarin pagi, eh aku lupa memberitahukan namanya ya? Namanya Choi Minho, namja ini adalah salah satu namja terpopuler di sekolah. Dia tampan, tinggi, baik, pintar, dst dst dst yang bikin yeoja melting ngeliatnya. Aku berharap bisa bertemu lagi hari ini.

 

“Krystal Jung!” seseorang memanggilku, aku lalu berbalik.

 

“….” Omo! Minho memanggilku! “waeyo?” tanyaku.

 

“hehe… ani… annyeong haseyo…” ujarnya sambil tersenyum padaku.

 

“nde, annyeong haseyo…” jawabku sambil malu-malu, senyumannya itu loh!

 

“kau ada waktu sore ini?” tanyanya tiba-tiba.

 

“waktu? Sepertinya ada. Memangnya ada apa?” tanyaku kembali, heran.

 

“ani, hanya saja, hari ini pembukaan restoran milik sepupuku, dia menyuruhku datang. Tapi, aku tidak punya teman… jadi, kau mau tidak menemani ku?” tanyanya.

 

“ehmm… ehmm..” aku berpikir. Sebenarnya aku mau sangat mau!

 

“kalau begitu, kau pikir saja dulu. Sms aku saja ya!” ujarnya sambil segera meninggalkanku.

 

“ya! Aku kan tidak punya nomor hapemu!” ujarku berteriak padanya, dia lalu berhenti dan berbalik badan.

 

“oh iya ya…” dia lalu menghampiriku. Dan kami saling bertukar nomor hape. Huahh… aku sangat senang sekali.

 

………………………..

 

YUP! Tadi malam aku pergi dengan Minho, ohhhh indahnya duniaaaa… dia ternyata orang yang baik. Lebih dari biasanya. Dan aku sudah pulang dari acara tadi malam.

 

“baiklah, sampai jumpa besok! Annyeong!” ujarku didepan pintu sambil melambai kearah Minho yang berada 5 meter dariku.

 

“nde… oh ya, Krystal, begitu masuk rumah. Lihat hapemu ya!” ujar Minho sambil tersenyum dan segera masuk mobilnya.

 

“eh? Waeyo?” tanyaku heran.

 

“ikuti saja, oke? Aku pergi!” dan dia pun melesat. Ini membuatku penasaran. Aku segera masuk kerumah, kekamarku dan langsung berbaring diranjang tanpa mengganti baju terlebih dahulu. Aku lalu mengambil hape di kantong rokku.

 

“tidak ada apa-apa!” ujarku sambil membolak-balik hape.

 

 

 

TRTT TRTT…

 

Hape ku bergetar, begitu juga hatiku. Aku jadi penasaran. Ada pesan, dari Minho.

 

 

 

From : Minho-ssi

 

Krystal Jung, terimakasih sudah datang…^^

 

 

 

Omo! Hatiku, hatiku, jangan sampai dia meluncur ke lambungku.

 

 

 

To : Minho-ssi

 

Ah, gwenchana. Harusnya aku yang mengucapkan kata terimakasih…

 

Ehm, Minho, tidak bisakah kau tidak memanggil nama margaku? Kau terlalu formal. ~.~

 

 

 

TRTT… TRTT…

 

From : Minho-ssi

 

Keure? Araso. Kau mau kupanggil Krystal chagiya?

 

 

 

Ya Tuhan! Hatiku benar-benar sudah berpindah kulambung. Harusnya aku sudah mati. Aku hanya menahan senyum sambil berguling-guling gaje di tempat tidur.

 

 

 

*percakapan di alihkan menjadi bentuk dialog*

 

Krystal : Aku sih, maunya begitu. Hahaha…^^ tidak usah dipikirkan.

 

Minho : Kurasa mulai sekarang harus memanggilmu seperti itu? kau mau?

 

Krystal : Apa maksudmu?

 

Minho : aku menyukaimu. Kau mau menjadi yeojachingu ku?

 

 

 

“MWO YAAAAAA????” Aku berteriak dengan keras begitu membaca sms itu. yeojachingu katanya? Aku berpikir sejenak. Cukup lama.

 

 

 

TRTT… TRTT…

 

From : Minho-ssi

 

Kau tidak mau?T.T

 

Kalau begitu, maaf. Tidak usah dipikirkan. Anggap saja tidak pernah terjadi…

 

 

 

Loh loh loh! Kenapa begitu?

 

To : Minho-ssi

 

Aku kan belum memutuskan, aku mau kok!

 

 

 

Aisshh… kata-kata apa itu? pasti sangat memalukan!

 

 

 

TRTT… TRT…

 

From : Minho-ssi

 

Hahaha…^^

 

Kau polos sekali. Kalau begitu, selamat malam, chagiya…^^

 

………………………………….

 

3 hari kemudian…

 

“kau mau nonton tapi tidak punya uang?” tanya Minho padaku begitu kami pulang sekolah.

 

“heh? Darimana… ehm… nde…” anggukku.

 

“hahaha… kau ini… kalau begitu, kenapa tidak bilang padaku?” dia malah menertawakanku.

 

“kalau pun aku bilang, keadaan juga sama kok…”

 

“siapa bilang, ayo nonton!” dia menarik tanganku.

 

“ya, kau punya uang? Apa ini tidak merepotkanmu?” tanyaku menahannya.

 

“punya, dan itu tidak merepotkan sama sekali kok…”

 

“tapi…”

 

“tidak usah pake tapi tapi… atau kita gak jadi nonton nih!” ancamnya.

 

“ehm… yasudah… gak usah nonton!” balasku tapi kepalaku malah menunduk.

 

“hahaha… benar-benar polos. Kaja!” dia tertawa melihatku, setelah itu menarik tanganku, mengajakku menonton di bioskop.

 

 

 

3 bulan kemudian…

 

Aku dan Minho duduk di kursi, di taman kota setelah selesai mendaftarkan diri di Universitas.

 

“Krystal ya…” Minho memanggilku.

 

“nde?”

 

“aku senang punya yeoja chingu sepertimu…”

 

“ehm, baguslah…” ujarku tersipu sambil menundukkan kepala.

 

“mau tidak mendengar ceritaku?” tanyanya sambil merangkul bahuku.

 

“cerita apa?” tanyaku heran.

 

“dulu, aku punya pacar sebelummu… aku merasa tidak nyaman padanya…”

 

“waeyo?” tanyaku.

 

“dia terlalu biasa…” jawab Minho datar. Itu membuat hatiku mulai bergetar. “sebenarnya tidak masalah, hanya saja. Apa apa yang dilakukannya itu terlalu biasa. Dia tidak mengeluh padaku jika aku melakukan kesalahan, dia tidak menampakkan wajah yang sangat menyukai sesuatu…”

 

“…”

 

“jadi, kuharap kau bisa untuk berbicara padaku, hal yang kau sukai dan yang tidak kau sukai. Araso?”

 

“…” aku hanya terdiam.

 

“wae?” tanyanya lagi.

 

“ah, ani… nde… arata!”

 

“hmm…” dia tersenyum sambil mengelus kepalaku.

 

 

 

Seberapa sulit untuk memiliki cinta biasa?
Untuk menerima cinta seperti seorang wanita biasa?
Memberi dan memberi, tetapi tumbuh lebih jauh
Kau mengharapkan hal-hal yang aneh sepertimu, aku
tidak pernah ingin seseorang sepertimu

 

 

 

Seminggu kemudian…

 

“ke rumahmu? Aku tidak berani…” ujarku pada Minho saat dia akan mengajakku kerumahnya.

 

“gwenchana… ibuku sangat ingin bertemu denganmu… kaja!”

 

Jadi, aku dan Minho pun pergi menuju rumahnya. Rumahnya sederhana dan begitu damai. Rasanya sangat menyenangkan. Aku dan Minho disambut oleh ibunya dan kakak lelakinya.

 

“Annyeong haseyo, Krystal…” ujar ibunya ramah, sedangkan kakaknya hanya tersenyum padaku.

 

“annyeong haseyo…” jawabku sambil menunduk hormat.

 

“ayo masuk…” ibu Minho mengajakku kedapur “tak masalah kan, kalau kita di ruang tamu. Minho akan mendengar apa-apa yang kita bicarakan…” ibu Minho tersenyum ramah padaku.

 

“kenapa tidak…” Minho baru saja mau berbicara, tapi langsung dipotong oleh kakaknya.

 

“kesini dulu! Ada yang ingin kubicarakan, biarkan dia dengan ibu…”

 

“Gwenchana, Minho…” aku berbisik padanya.

 

“nde, kalau ada apa-apa beritahu aku!” balasnya.

 

“hmm…” aku mengangguk sambil tersenyum.

 

“ayo…” Ibu Minho menarik tanganku dan kami pun membuat makan malam.

 

“Minho itu orang yang lumayan cuek, kuharap kau bisa tahan dengannya…” ujar ibu Minho padaku.

 

“jinja? Dia sangat baik padaku, kok” jawabku.

 

“kalau begitu baguslah… Minho pasti sangat menyayangimu, yah?”

 

“kuharap begitu… hahaha…”

 

“apa Minho sudah cerita padamu?”

 

“cerita tentang apa?” tanyaku

 

“sepertinya belum yah? Kalau begitu aku hanya akan memberitahukanmu saja, karena mungkin Minho akan menceritakannya. Tolong jaga Minho, dan cintai dia dengan tulus…”

 

“ehm… baiklah…” ujarku meski dalam keadaan heran.

 

“terimakasih ya, sudah mau menjadi yeojachingunya yang pertama…”

 

“loh, bukankah dia bilang dia sudah pernah pacaran?”

 

“jinja? Dia tidak pernah cerita padaku. Minho itu orang yang tertutup. Bahkan teman lelaki saja dia hanya punya sedikit…”

 

“oo…”

 

…………………….

 

1 bulan kemudian…

 

Entah kenapa, akhir-akhir ini hubunganku dengan Minho tidak begitu baik. Apa yang terjadi padanya yah? Ketika ku telpon, dia jarang menjawabnya. Dan kami pun jarang bertemu. Apa dia sibuk yah? Tapi kenapa mesti melupakanku? Aku kan yeojachingunya!

 

Makanya, sekarang, aku pergi menuju kelasnya, pasti dia ada disana kan? Saat akan menuju kekelasnya, aku malah melihat dia dengan seorang yeoja. Siapa yeoja itu? apa aku mengenalnya? Aku memperhatikan dengan seksama apa yang mereka lakukan.

 

 

 

TTANGG…

 

Kakiku tanpa sengaja menendang pintu begitu aku melihat Minho mencium yeoja itu. benar! Dia menciumnya. Mataku ini belum salah. Aku hanya terdiam disana, mereka berdua juga. Aku langsung berbalik pergi. Berjalan dengan cepat, pergi dari tempat itu. rasanya air mataku sudah mengalir di pipiku.

 

Apa sih yang sebenarnya terjadi? Kenapa Minho melakukan hal itu? dan kenapa? Mungkin saja aku akan memaafkan Minho, tapi kenapa dia tidak mengejarku? Kenapa?

 

 

 

Besoknya…

 

Minho, tidak mengucapkan apapun atas kejadian tadi. Minta maaf saja tidak, dan aku mencoba saja berpikir positif. Mungkin aku salah lihat. Jadi aku dan Minho hanya diam saja tadi. Sekarang kami berada di festival akhir tahun. Kami hanya berputar-putar tanpa memperhatikan apapun.

 

“annyeong haseyo, Minho…” salam seorang yeoja, namanya Gain, dia menyukai Minho.

 

“annyeong haseyo…” balas Minho, sedangkan aku diam saja.

 

“bisa tidak, antarkan aku ke stand pakaian tradisional. Aku tidak tahu tempatnya…” pinta Gain.

 

“dasar, bilang saja kau mau jalan dengan Minho. Tidak tahu malu! Apa dia tidak sadar ada aku disini!” batinku.

 

“baiklah… Krystal… kau bisa pergi sendiri kan?” ujar Minho padaku.

 

“mwo? Minho ya…” aku tidak percaya ini.

 

“Gain butuh bantuan Krystal, kau tidak mau menyusahkannya kan? Kau pergi saja ke stand kita” ujar Minho.

 

“aku ikut!” pintaku. Seharusnya Minho membolehkanku.

 

“ani!” tegasnya.

 

“wae?” tanyaku heran.

 

“ani… pergilah sekarang…” ujar Minho “ayo Gain…” ujarnya pada Gain.

 

“…” aku hanya diam melihat mereka berdua. Aku pun pergi dari tempat itu. tidak, aku tidak ke stand kami. Aku pergi pulang!

 

…………………………..

 

Aku menunggu Minho untuk menjemputku. Sudah ku tunggu selama 1 jam! Dia dimana sih? Ini sudah berulangkali dia membiarkanku begini. Apa maunya sih? Aku pun berniat menelponnya.

 

“….”

 

“….”

 

“kumohon Minho, jawab….” Pintaku sambil menghentak-hentakkan kakiku.

 

nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Coba beberapa saat lagi atau tekan 1 untuk meninggalkan pesan…” ujar mailbox. Aku lalu menekan tombol 1.

 

“Chagiya, kau ada dimana? Apa kau begitu sibuk? Kenapa tidak menjemputku? Kalau begitu sibuk, aku akan pulang sendiri…”

 

Dan aku langsung memutuskan hubungan.

 

“huftt…” desahku sambil menatap langit. Mataku menuju jalan yang akan kutuju. Tapi kakiku tetap tidak tergerak untuk pergi.

 

“mungkin aku menunggu lebih lama lagi…” ujarku.

 

………………………………

 

Aku melupakan kejadian kemarin *lagi* dengan baik, atau lebih tepatnya dengan terpaksa. Aku dan Minho sekarang berada di toko aksesoris, rencananya akan membelikan hadiah untuk yeojachingu kakaknya Minho. Tapi, aku sekalian saja beli untuk diri sendiri. Aku lalu mengambil sebuah gelang. Gelang yang sederhana, tapi ada bandul jam bundar dan ukirannya sangat bagus. Berwarna hitam dan putih.

 

“Chagiya!” panggilku pada Minho yang sedang berdiam diri melihat aksesoris.

 

“hm?” dia menoleh dan pergi menujuku.

 

“bagus tidak untukku?”

 

“bagus…” ujarnya ketus. Aku merengut dalam hati, kenapa ekspresinya seperti itu. “kalau begitu, yang ini saja kita berikan pada noona, iya kan?”

 

“mwo?”

 

“kau kan bisa ambil lagi satu!” ujarnya lalu mengambil gelang itu dan pergi kekasir.

 

“gelang itu cuman sisa satu…” ujarku tanpa sepengetahuannya.

 

…………………………..

 

Aku ada dirumah. Dan akhir-akhir ini, aku merasa kesepian, seperti tidak ada Minho disampingku. Padahal, nyata-nyata dia selalu berada disampingku. Aku tidak mengerti kenapa dia berubah. Padahal dulu dia sangat baik kepadaku.

 

 

 

TRTT…TRTT…

 

From : Minho

 

Ada yang ingin kubicarakan denganmu.

 

Aku akan menjemputmu…

 

 

 

15 menit kemudian, kami sudah ada disebuah restoran yang indah. Entah apa yang akan dilakukannya. Aku dan dia hanya diam.

 

“ini…” Minho menyerahkan sebuah kotak padaku.

 

“apa ini?” tanyaku.

 

“ibuku yang memberikannya padamu. Aku tidak tahu.” Jawab Minho.

 

“….”

 

“jangan dibuka!” perintahnya.

 

“wae?” tanyaku.

 

“buka saja dirumah…” dia lalu tersenyum padaku. Yah, entah kenapa. Melihatnya tersenyum membuatku melupakan apa yang dia lakukan padaku. Entah kenapa aku menjadi takut.

 

……………………….

 

Didepan rumahku.

 

Kami sudah sampai didepan rumahku, dia baru saja mengantarku pulang.

 

“Krystal, aku ingin mengatakan sesuatu…” ujarnya.

 

“baiklah…” ujarku, aku jadi gugup.

 

“sebaiknya kita putus saja…”

 

“…”

 

“a a a apa maksudmu? Kenapa?” tanyaku gugup.

 

“kurasa kita berdua sudah tidak cocok lagi…” ujarnya.

 

“Minho, bagaimana bisa kau…”

 

“sudah tidak nyaman kan denganku? Sebaiknya kita putus saja…”

 

“tidak! Aku baik-baik saja…”

 

“kau bohong padaku, Krystal. Aku sudah katakan padamu. Jika ada yang kau tidak sukai, katakan, kalau ada yang kau sukai, katakan. Kau membuatku tidak nyaman. Begitu juga denganmu. Bukankah ini lebih baik?”

 

“aniya! Aku merasa baik…”

 

“aku pergi Krystal…” Minho langsung berbalik. Aku langsung mengejarnya dan memeluknya dari belakang.

 

“…”

 

“…”

 

“tidak boleh pergi…”

 

“…”

 

“tidak apa-apa aku sakit seperti ini, tapi jangan…”

 

“aku tidak memikirkanmu Krystal, aku memikirkan diriku sendiri…” Minho melepas pelukanku dan segera pergi menuju mobilnya.

 

“MINHO YA!!!!” Teriakku. Mobilnya malah melesat.

 

“MINHOOO!!!”

 

 

 

Sakit yang banyak ini biasa
Orang lain merasa ini terlalu sakit
Aku mencoba untuk percaya bahwa aku pun begitu

Tapi bagaimana rasa sakit yang banyak menjadi biasa?

 

 

 

………………………………

 

Sudah seminggu aku dan Minho putus. Sampai sekarang aku tidak mengerti apa yang terjadi. Kenapa dia melakukan ini padaku? Hari-hari kujalani dengan tidak begitu baik. Aku tetap saja bertemu dengannya, karena kami satu universitas. Dan kadang itu membuatku kesal, karena aku selalu melihatnya dengan yeoja lain. Sebenarnya sih gak masalah. Tapi hatiku tetap gak rela.

 

 

 

Sampai suatu hari…

 

“yoboseyo, Krystal-ssi?” seorang yeoja menelponku.

 

“Yoboseyo… nuguya?” tanyaku.

 

“Gain imnida…”jawabnya, raut mukaku pun berubah.

 

“waeyo?” tanyaku lesu.

 

“bisakah kau datang ke Rumah Sakit Gekkai?”

 

“untuk apa?”

 

“Minho, dia koma…” ujarnya. Aku terdiam, kaget lebih tepatnya. Tapi aku berusaha untuk tidak panik.

 

“lalu, apa masalahnya bagiku?” tanyaku lagi.

 

“aigoo, Krystal… Minho sangat membutuhkanmu…”

 

“animida, dia tidak membutuhkanku sama sekali….” Ujarku mengingat kata-kata Minho padaku.

 

“kumohon Krystal da…”

 

 

 

TITT..TITT..

 

Aku memutuskan hubungan komunikasi dengan Gain. Aku sudah terlanjur sakit hati. Tidak usah dipikirkan Krystal. Kau baik baik saja!

 

 

 

TRRT…TRTT…

 

Hapeku kembali berdering, aku langsung melihat. Nomor tadi menelponku lagi. Itu pasti Gain. Aku langsung melepas chasing hapeku dan baterainya. Kubiarkan hapeku tergeletak diranjang.

 

“aku sudah tidak perduli…” aku lalu bangkit dan menuju ketumpukan baju-bajuku. Aku akan merapikannya. Aku lalu mengambil jaketku. Ehm, jaket ini yang kupakai saat makan malam terakhir dengan Minho. Aku merogoh kantongnya, karena seingatku kotak kecil yang diberikan Minho itu masih ada.

 

“hmm…” aku menemukannya, dan langsung kulempar begitu saja.

 

 

 

TLAKK…

 

Suara kotak itu menabrak dinding kamarku. Lalu terbukalah tutupnya.

 

“apa itu?” tanyaku penasaran, kuraih juga isi kotak itu.

 

“ini…” ini gelang yang kuinginkan. Bukankah dia akan memberikannya pada yeojachigu kakaknya?

 

“…” aku hanya diam saja melihat gelang itu. apa maksudnya. Aku membolak-balik gelang itu dan kotak kecil itu. lalu aku menemukan secarik kertas.

 

 

 

Chagiya,

 

Terimakasih sudah mau mencintai orang sepertiku. Tapi rasanya, aku belum cukup baik untukmu. Maaf sudah berbuat tidak baik padamu. Lupakan aku dan hiduplah dengan baik! Jaga kesehatan, tetap tersenyum dan semoga mendapat namja yang lebih baik dariku… ^^

 

From : Minho, orang yang mencintaimu…

 

 

 

Setelah membaca tulisan Minho, seketika itu juga air mataku jatuh. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang disembunyikannya? Aku segera berlari mengambil jaketku, dan mengenakan gelang tadi. Aku berlari keluar rumah. Aku berlari. Dan aku tahu akan kemana, aku akan kerumah sakit, menemui Minho.

 

………………………….

 

Tapi entah bagaimana aku bertemu seorang pria, terutama yang jahat, sangat jahat
Aku bahkan tidak menerima cinta biasa seperti orang lain
Bahkan ketika aku bersama kamu, aku merasa begitu kesepian, air mata tidak pernah sempat untuk kering
Mengapa kamu menyiksa aku bahkan setelah kau pergi?

 

Jika ini adalah biasa, lebih dari cukup, aku hanya ingin menjadi biasa
Aku
hanya butuh cinta yang biasa
Apa yang begitu sulit tentang itu?
Kau merobek-robek hatiku setiap hari
Mengapa kamu menyiksa aku bahkan setelah kau pergi?
Kau tidak
biasa

 

 

 

…………………………

 

— THE END —

 

………………………..

 

 

Silahkan menunggu sekuelnya di  “ONLY TEARS” (MINHO’s Story). Dan juga komentarnya plis… hehehe… bagus gak? Aku sih cukup puas, setidaknya akhirnya bikin sedih. T.T

 

n.p : mesti dengar lagu Average – Baek Jiyoung!

 

4 thoughts on “Average

  1. oh jadi ini part awalnya, soalnya aq bacanya yg sekuelnya dluan ^^ *salah fokus
    tpi aq suka sisi krystal d sni, yg nunjukin btapa syangnya ia ama minho :))
    keep writing chingu ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s