Stalker [Chapter 4]

stalker

Title : “Stalker” (Chapter 4)

Author : Olivia

Editor: Mizuky

Cast : Krystal Jung F(x) | Byun Baekhyun (EXO-K)

Support Cast : Son Naeun (A-pink) | Choi Jinri F(x)| Jessica Jung (SNSD) | Park Chanyeol (EXO-K) Genre : Romance, Sad, School-life, Thriller, Horror, Mature , Crime

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

~***~

 

 

Krystal POV

 

Seorang siswi  Seoul High School bernama Choi Jinri  ditemukan tewas di toilet perempuan. Polisi menduga ia bunuh diri karena-

 

Aku langsung mematikan televisiku dengan cepat. Sungguh aku benar-benar tidak tahan mendengarnya. Kenapa Jinri harus pergi? Kemarin aku masih bisa mengobrol dengannya, bahkan tertawa dengan riang bersamanya.

 

“Krystal…”

 

Kudengar suara lembut Jessica Eonnie  memanggilku. Ia langsung memelukku dan menenangkan diriku.

 

“Jangan menangis. Jinri pasti tidak akan senang jika melihatmu sedih,” ujarnya.

 

Aku terisak mendengar ucapan Jessica Eonnie. Walaupun aku dan Jinri baru saling mengenal, tetapi aku sudah merasa dia adalah teman terbaik yang pernah kumiliki.

 

“Sekarang ayo kita pergi. Kita harus menghadiri acara pemakamannya Jinri,” kata JessicaEonnie.

 

Aku menghapus air mataku lalu mengikuti Jessica Eonnie yang berjalan masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan, aku tidak bisa berhenti menangis karena teringat akan Jinri. Aku merasa bersalah ketika aku meninggalkannya waktu itu.

 

Jika aku tahu bahwa kemarin adalah terakhir kalinya kami bertemu, maka aku akan tetap berada di sana menemani Jinri.

 

Saat sampai di acara pemakamannya Jinri, bisa kulihat ada banyak orang yang menghadirinya; guru, teman, bahkan kerabatnya pun datang. Semuanya berduka cita akan kepergiannya.

 

“Krystal!”

 

Aku menoleh begitu mendengar seseorang memanggil namaku. Naeun berlari ke arahku sambil menangis. Ia memelukku dengan sangat erat.

 

“Jinri… kenapa dia meninggalkan kita begitu cepat?” Isaknya.

 

“Aku yakin ia tak sepenuhnya meninggalkan kita, Naeun,” ujarku.

 

Disaat itu, aku juga melihat Baekhyun dan Chanyeol. Baekhyun sempat menatapku sebentar. Tetapi, tatapannya seperti mengisyaratkan diriku untuk menjauhinya.

 

“Aku akan pergi sebentar,” kata Naeun.

 

Aku mengangguk mengiyakan perkataan Naeun. Pada saat itu, aku melihat seorang perempuan yang kemudian menarik perhatianku. Hanya saja wajahnya terlihat sangat pucat.

 

Perempuan itu juga melihat diriku dan menatapku dengan sayu. Tatapannya seakan mengisyaratkan untuk mengikutinya. Entah apa yang membuatku tertarik padanya sehingga mengikuti orang itu sampai ia hilang dari pandanganku.

 

Pada saat itu aku baru sadar, ada sebuah makam di sana. Nama yang tertera di makam itu adalah Jung Eunji. Entah mengapa sepertinya aku pernah mendengarnya, aku lupa di mana. Tetapi, kenapa perempuan tadi membawaku sampai kesini?

 

“Apa yang kau lakukan di sini?”

 

Sebuah suara yang familiar mengejutkan diriku. Ketika aku menoleh ke belakang, kudapati Baekhyun yang berjalan ke arahku.

 

“Kubilang sedang apa kau disini?” ulangnya.

 

“Aku… tidak. Tidak ada apa-apa,” jawabku gugup.

 

Baekhyun sempat melirik makam itu sebentar, lalu kembali menatapku. Kenapa pandangannya terlihat dingin seperti itu padaku?

 

“Kembalilah. Kakakmu tadi mencari dirimu,” ujar Baekhyun.

 

Aku hanya mengangguk sekilas mendengar perkataannya, setelah itu pergi kembali. Sempat aku melihat Baekhyun yang terus berada di sana. Hingga diriku teringat bayangan perempuan tadi. Kenapa dia membawaku ke makam itu? Apa mungkin… ini semua ada hubungannya?

 

~***~

Baekhyun POV

 

Kupandangi makam milik Eunji. Sudah kedua kalinya aku kehilangan seseorang yang kusayangi. Pertama Eunji, dan sekarang Jinri. Kenapa ini harus terjadi lagi? Disaat aku berusaha untuk melupakannya, kenangan pahit itu tetap saja muncul.

 

“Siapa lagi setelah ini yang akan dilukai?” gumamku.

 

Aku menghela napas pelan. Semua ini terasa berat bagiku. Aku masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa Jinri sudah pergi.

 

Bagiku dia sangatlah berharga. Dia sahabat yang selalu mengerti diriku. Sekarang… kepada siapa lagi aku akan menceritakan semua isi hatiku?

 

“Eunji… katakan padaku, apa yang harus kulakukan sekarang?”

 

Aku mengalihkan pandanganku ke tempat pemakamannya Jinri. Dari semua keramaian itu, hanya satu orang yang selalu menarik perhatianku.

 

“Apa kausuka dengannya?”

 

Aku langsung menolehkan kepalaku ke sumber suara. Son Naeun berdiri di sebelahku sambil melihat lurus ke arah pandanganku tadi.

 

“Sejak kapan kau berada di sini?” tanyaku.

 

“Jangan membalas pertanyaan dengan pertanyaan. Apa kau suka padanya?” tanya Naeun lagi.

 

“Itu bukanlah urusanmu, Naeun,” jawabku.

 

“Bisa terlihat jelas dari pandanganmu dan cara berbicaramu ke dia. Kausuka padanya kan?”

 

“Kenapa kau terus bertanya?” tanyaku curiga.

 

“Aku ingat kau pernah berkata, bahwa kau tak akan jatuh cinta lagi pada siapapun. Kau mengatakan itu setelah Eunji tidak ada,” katanya.

 

“Itu disaat aku masih takut untuk mencintai seseorang lagi.”

 

“Bagaimana dengan sekarang? Apa kau sudah tidak takut lagi?”

 

Aku terdiam mendengar pertanyaan yang dikatakan oleh Naeun. Bohong jika aku berkata tidak. Aku masih bisa merasakannya, seakan-akan rasa takut itu melekat pada diriku.

 

“Berhati-hatilah, Baekhyun. Bisa saja dia terluka karena berada di dekatmu,” kata Naeun.

 

Aku menoleh ke arah Naeun. Apa yang dia bilang tadi? Terluka karena berada di dekatku?

 

“Apa maksudmu?” tanyaku.

 

“Bukankah itu yang selalu terjadi? Semua wanita yang dekat denganmu seperti Eunji dan Jinri, akan berakhir tewas.”

 

“Kenapa kau berkata seakan-akan itu semua salahku?” tanyaku geram.

 

“Aku tidak menyalahkan dirimu, Baekhyun. Itu yang selalu terjadi kan? Jadi, jika kau tidak mau Krystal disakiti, lebih baik menjauhlah darinya,” kata Naeun.

 

Aku menatap Naeun yang kini kembali ke tempat pemakamannya Jinri. Jika saja dia bukan perempuan, aku pasti sudah akan memukulnya karena berkata seperti itu padaku.

 

Tetapi, apa yang dikatakan Naeun tadi… haruskah aku menjauhinya?

 

Sejujurnya, aku pernah berpikir untuk menjauh darinya. Tetapi, disisi lain aku juga khawatir dengannya. Aku ingin melindunginya, tapi takut melihatnya berakhir seperti Eunji.

 

Apa yang harus kulakukan? Menjauh atau melindunginya?

 

Baekhyun POV End

 

***

 

Krystal POV

 

Keesokan harinya…

 

Aku berjalan menelusuri koridor sekolahku. Aku melihat ke arah jam tanganku, jam 06.15 pagi.

Kurasa aku datang terlalu cepat. Belum ada yang datang selain diriku.

 

Pada saat berjalan, aku melewati toilet perempuan yang kini diberi tanda garis polisi dan menjadi tempat ditemukannya Jinri. Entah apa yang mendorong diriku untuk berjalan memasuki toilet itu.

 

Entah ini perasaanku saja atau aku memang merasakan hawa dingin di sini. Seakan-akan ada yang memerhatikan diriku sekarang ini.

 

Aku melihat ke seluruh sudut di toilet ini, berharap aku akan menemukan sesuatu di sini. Tetapi kurasa tidak ada yang menarik.

 

Disaat aku akan melangkah keluar, mataku tertuju pada sebuah kalung. Sepertinya… aku pernah melihatnya. Tetapi aku lupa di mana.

 

Tiba-tiba saja pintu toilet terbuka. Segera kumasukkan kalung itu ke dalam tasku. Terlihat Naeun sedang berdiri di ambang pintu sambil menatapku sedikit terkejut.

 

“Kau sedang apa di sini?” tanya Naeun.

 

“Hanya melihat-lihat saja,” jawabku asal.

 

“Memangnya ada sesuatu yang menarik?” Tanyanya lagi.

 

“Tidak. Aku hanya… teringat pada Jinri,” kataku.

 

“Ayo kita ke kelas sekarang. Berlama-lama d isini membuatku tidak nyaman,” kata Naeun.

 

“Tidak nyaman? Memangnya kenapa?” Tanyaku penasaran.

 

Ehm… hanya tidak nyaman saja. Sudahlah, ayo!”

 

Naeun menarikku hingga kami berdua sampai di kelas. Hanya ada beberapa orang saja yang baru datang. Kulihat ada Baekhyun dan Chanyeol di sana.

 

Baekhyun sempat menatapku sebentar, lalu segera mengalihkan pandangannya. Entah mengapa, sejak kemarin ia selalu bersikap seperti itu padaku. Ada apa dengannya?

 

“Ada apa?” Tanya Naeun

 

“Tidak ada apa-apa,” jawabku singkat.

 

Sekali lagi aku menatap ke arah Baekhyun. Dia terlihat sibuk dengan bukunya, sementara Chanyeol sepertinya sedang berusaha untuk mengajaknya berbicara.

 

Kurasa sejak di acara pemakamannya Jinri kemarin, ia berubah menjadi dingin padaku. Baekhyun… ada apa dengan dirimu yang sekarang?

Krystal POV End

~***~

“Kurasa… mulai sekarang kita harus berhati-hati,” kata gadis itu.

 

“Memangnya ada apa?” tanya Naeun penasaran.

 

“Seseorang sudah tahu siapa yang menjadi dalang dari pembunuhan Eunji dan Jinri.”

 

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang dan siapa orang itu?”

 

Gadis itu mengeluarkan sebuah foto dan memberikannya pada Naeun. Ia sedikit terkejut saat melihat siapa yang dimaksud temannya itu.

 

“Kuserahkan dia padamu. Dekati Chanyeol dan jangan sampai ia memberitahukan hal ini pada siapapun!” kata gadis itu.

 

“Kau beruntung karena dia tidak tahu kalau kau adalah orang yang membantuku. Pastikan ia dibunuh. Aku sudah muak melihat dirinya.”

 

Naeun hanya mengangguk dan kembali melihat foto itu. Sebuah senyuman sinis mengembang di bibirnya.

 

Park Chanyeol… sebaiknya kau berhati-hati mulai sekarang. Karena sebentar lagi kau akan mati di tanganku!

 

~TO BE CONTINUE~

11 thoughts on “Stalker [Chapter 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s