[Vignette] Silver Lining

silverlining

Silver Lining || Mizuky ©  Storyline

Cast: Jung Soojung [Krystal F(x)], Kim Myungsoo [Infinite]

Genre:  Romance, Fluff, Teen || Length: 1417w || Rating: PG-15

Summary:

Persahabatan dua orang anak kecil layaknya sebuah sinar di senja pagi.

.

.

.

“Myungsoo, pemandangan dari atas sini bagus, lho! Benar kau tidak mau naik? Sayang sekali kalau begitu..” teriak Soojung dari atas sebuah pohon.

Myungsoo mendongak kepalanya, menatap Soojung ngeri.

“Hei, kau itu anak perempuan. Turunlah! Bagaimana kalau kau jatuh? Bisa-bisa aku diomeli oleh ibumu!” teriak Myungsoo tak kalah lantang.

“Apa bedanya anak laki-laki dan perempuan? Mereka itu sama saja. Ah, jangan-jangan Myung takut ya naik pohon? Hihi, bilang saja Myung takut.. tenang, kalau Myung jatuh, nanti ‘kan ada Soojung di sini..” ledek Soojung dari atas sini.

Myungsoo merengut kesal. Ia menyingkap kedua tangannya lalu memandang ke arah lain. Soojung semakin terkikik kala ia melihat kedua semburat merah di pipi Myungsoo. Sungguh menggemaskan.

“Bukannya takut, aku hanya mementingkan keselamatan saja,” kilah Myungsoo.

Tawa Soojung semakin menjadi-jadi. Bagaimana tidak, dirinya memang senang menggoda Myungsoo seperti itu.

“Baiklah, Soojung akan turun, Myung..”

“Eh?” mata Myungsoo membulat ketika Soojung turun dengan gaya tidak biasa.

Bukan turun dengan cara merangkak di batang pohon, namun langsung turun begitu saja. Kau paham maksudnya, ‘kan? Iya, Soojung melakukan terjun bebas.

“Soojuungg!!” teriak Myungsoo sangat keras ketika Soojung hampir menapak ke bumi.

“Hehe, tampangmu biasa saja dong, Myung. Aku ‘kan sudah biasa melakukan ini..” ujar Soojung sambil menyengir lebar.

Myungsoo mendengus keras. Anak kecil itu lalu meniup poninya sambil berkacak pinggang.

Pletak!

Tak disangka sebuah pukulan keras didapat oleh Soojung dari Myungsoo. Soojung yang ingin melayangkan protes, segera dibungkam oleh omelan anak laki-laki itu.

“Bagaimana kalau kau terluka saat jatuh nanti? Orang tuamu hanya mengetahui kalau kau bermain denganku! Kalau kau terluka, nanti aku yang dimarahi oleh Ibuku dan orang tuamu. Lain kali jangan lakukan itu! Aku tidak suka..”

Soojung tersenyum riang. Ia ingin meledek Myungsoo lebih lama lagi. Melihat wajah anak kecil itu yang merengut kesal, selalu menarik bagi Soojung.

Namun, semua olok-olok itu hilang ketika dirinya melihat mata cemas Myungsoo. Anak perempuan itu langsung terdiam ketika tangan mungil Myungsoo mencengkeram kedua lengannya.

“Kau mengerti? Jangan lakukan hal itu lagi. Aku tak akan pernah memaafkan diriku kalau kau sampai terluka..”

Soojung bungkam seketika. Seperti ada kupu-kupu yang menari-nari mengelilingi kepalanya.. Soojung merasa.. tenang.

Deg.. deg..

Jantung kecil itu berdegup begitu kencang. Anak perempuan itu tak pernah mengerti apa yang terjadi padanya. Makanya, ia menatap Myungsoo dengan tatapan polosnya dan bertanya.

“Myung, kenapa jantungku berdetak kencang sekali, ya?” tanya Soojung.

Myungsoo yang mendengar itu semakin bertambah khawatir. “Ja-jangan itu karena kau melakukan terjun bebas seperti tadi. Sebaiknya, kita pulang saja, Soojung. Aku takut ada apa-apa denganmu..”

Soojung mengangguk. Keduanya lalu pulang bersama-sama, menuju arah datangnya sang surya.

“Hei, kenapa kau diam?” tanya Myungsoo yang heran mengapa Soojung menjadi diam seperti itu. Setahunya, Soojung itu tipe perempuan yang banyak omong dan hyperactive.

“A-aku tidak apa-apa, Myung..” gumam Soojung lirih. Dia tidak—berani—menatap mata Myungsoo.

“Apa karena jantungmu sakit, ya? Apa itu sakit sekali, Soojung? Jangan sakit, ya.. nanti aku yang dimarahi..” rancau Myungsoo tak jelas yang membuat Soojung ingin tertawa.

“Aku baik-baik saja, Myung.. cemasmu itu berlebihan!”

Myungsoo menoleh ke arah Soojung, baru sebentar saja, anak laki-laki itu sudah memalingkan wajahnya. Dia sebal melihat raut wajah jahilnya Soojung.

“Kau itu sudah mirip ibu-ibu deh, Myung. Lagipula selama ada kau, aku akan baik-baik saja, Myung. Ngomong-ngomong, kau tampan kalau tertimpa sinar seperti itu. Hihi, kau tampak putih. Haha..”

Myungsoo semakin menekuk wajahnya. “Aku anggap itu pujian.”

===

.

.

===

“Myungsoo!!!”

“Myungsoo, sunbae!”

“Kyaaa, Myungsoo nanti pulang bersamaku, yuk!”

Teriakan riuh rendah dari banyak kaum hawa semakin membuat lorong sempit itu ramai seketika.

Namun, ada seorang siswi yang nampak acuh bahkan ia mendengus keras mendengar teriakan-teriakan heboh itu.

“Berisik..” gerutunya. Namun, ia tak menjauh. Kecapan dari permen karet dan headset yang menempel di telinga, menemani siswi itu di dalam kesendiriannya.

Ia kesal karena Jinri—sahabat perempuannya—ikut-ikutan berteriak bersama gerombolan-gerombolan bodoh itu.

“Myungsoo!!” teriakan kerumunan itu semakin mengeras ketika laki-laki idaman mereka muncul.

Tap.

Langkah laki-laki itu berhenti. Kemudian, ia melihat ke arah siswi perempuan tadi.

Apa yang mau dilakukannya? Jangan bilang kalau dia mau mendekat..

“Soojung, nanti kita pulang bersama, ya..” ujar Myungsoo sambil mengedipkan sebelah matanya.

Kyaaaa!!” teriakan kerumunan itu semakin menjadi-jadi. Ada beberapa diantara mereka yang melotot ke arah Soojung.

Soojung hanya meringis.

Gawat, aku bisa kena masalah!

“Seharusnya kau pura-pura tidak mengenalku, bodoh!” bisik Soojung sambil mencuri pandang ke arah kerumunan yang kini sedang menatapnya seolah ingin membinasakannya dari dunia ini.

Soojung semakin bergidik ngeri. “Mereka itu.. mengerikan..”

Myungsoo tersenyum jahil. “Jadi, kita impas,” kemudian laki-laki itu melesat pergi meninggalkan Soojung yang masih termangu di tempatnya.

Soojung mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Raut wajahnya bahkan sudah memerah, dan rahangnya pun sudah mengeras. Ia benar-benar siap untuk memukul wajah Myungsoo.

“Myungsoo, awas kau..”

===

.

.

===

“Benar-benar si Myungsoo itu! Maunya apa, sih? Sudah mengerjaiku di sekolah, masih saja memintaku untuk menemuinya. Siap-siap saja tubuhnya kubuat babak belur. Huh, mau main-main dengan Jung Soojung dia!”

Sepanjang perjalanan menuju rumah Myungsoo, Soojung terus mengomel tak karuan. Ia terus saja menghina dan menjelek-jelekkan Myungsoo atas musibah yang ia dapatkan di sekolah tadi.

Sial sekali, begitu Myungsoo meninggalkannya, Soojung langsung diserbu oleh para fansnya yang mirip seperti macan kelaparan. Untung saja, Soojung terkenal dengan kemampuan berandalnya, jadi tidak akan ada yang berani untuk melakukan sesuatu kepadanya. Kalau tidak.. yah, mungkin ia bisa menjadi jasad pada saat itu.

Ting tong..

Bel rumah pun sudah dibunyikan. Soojung kini menunggu untuk dibukakan pintu.

“Ah, Soojung..” tak lama kemudian sesosok ibu-ibu keluar dari rumah sambil menyapa Soojung ramah.

Ya, ibu itu merupakan ibu Myungsoo.

“Mencari Myungsoo, ya? Ada di kamarnya..” ujarnya sembari membukakan pintu pagar untuk Soojung.

Soojung membalasnya dengan sebuah senyuman. “Baiklah, saya permisi dulu.”

.

===

.

Kamar Myungsoo.

Tok tok..

“Siapa?”

“Seharusnya kau sudah tahu..”

Myungsoo, si Pemilik Kamar, tersenyum kecil. “Masuklah, Soojung.”

“Ada apa kau menyuruhku kemari?” tanya Soojung langsung.

“Hei, memangnya tidak boleh ya kalau aku ingin bertemu denganmu?”

“Tapi, kau bisa ‘kan yang ke rumahku,” tanggap Soojung.

“Sudah lama kau tidak main ke rumahku. Jadi, tak ada salahnya, bukan?”

Soojung memutar kedua bola matanya. Ia kemudian menghampiri Myungsoo yang sedang berbaring di atas atap.

Angin semilir menyibakkan beberapa helai rambut milik pemuda itu. Entah bagaimana, wajah Myungsoo menjadi sangat tampan ketika diterpa sinar matahari seperti itu.

Soojung tanpa sadar tersenyum.

“Hei, bangun. Kau akan masuk angin kalau tidur seperti itu.”

Myungsoo kemudian membuka sebelah matanya. Ia melihat Soojung yang sedang duduk di samping kirinya.

“Tidak akan. Begini saja lebih enak. Dan, lagi.. sejak kapan kau memerhatikanku, huh?” balas Myungsoo dengan sebuah senyuman jahil.

Soojung merengut kesal. “Sudah baik aku mau memenuhi permintaanku untuk datang kemari dan mengabaikan harga diriku sebagai perempuan. Tapi, kau justru bertingkah menyebalkan seperti itu. Lebih baik aku pulang saja,” ancam Soojung.

“Eh.. eh, jangan!” sergap Myungsoo sembari menahan sebelah tangan Soojung.

Perempuan itu tersenyum penuh kemenangan. “Nah, kau membutuhkanku, ‘kan? Haha..”

“Sebenarnya, aku ingin berbicara denganmu. Sejak kita masuk SMA, kita sudah tak pernah lagi saling bertegur sapa. Kau seperti menghindariku..”

Soojung mencelos kaget. “Ah, itu karena fansfansmu itu yang menyebalkan, Myungsoo. Aku tidak ingin mendapat masalah dengan mereka.”

Myungsoo sekilas menatap wajah Soojung yang sangat cantik ketika bersinggungan dengan cahaya.

Dia tampak seribu kali lebih cantik dari biasanya.

“Aku kira kau iri karena tidak sepopuler aku..” balas Myungsoo sembarangan.

“Aduh..” keluhnya kemudian setelah mendapatkan satu cubitan keras di lengannya.

“Siapa yang iri? Aku tidak iri. Aku hanya tak mau mencari masa—”

Soojung bungkam, tak dapat bersuara sedikit pun.

Entah kapan dan bagaimana, bibir pemuda itu telah menempel di bibirnya. Menciumnya lembut. Soojung memejamkan matanya sejenak.

Lagi-lagi sensasi nyaman itu datang kembali, dan kupu-kupu itu kembali beterbangan di sekitarnya.

“Aku mencintaimu, Soojung. Aku mencintaimu, walau tingkahmu yang seperti laki-laki itu..”

Soojung yang sadar, segera membuka matanya. Ia sudah melihat Myungsoo yang berlari menjauhinya.

“MYUNGSOO, AWAS KAU!!”

.

.

.

| E N D |

A/N: ehm, tapi suer deh yang pas Soojung kecil naik pohon itu sebenarnya keinginan terdalam sang author waktu kecil yang ga kesampean TT /plak

Habis dulu aku mikir, kayaknya indah gitu lihat sunset dari atas pohon terus nanti diterpa sama angin semilir.. eh pas giliran mau manjat, kaki udah abuh duluan -__- jadi dimarahin deh.. ehehe >///< /curcolceritanya/

Nah, sekarang sesi jujurnya.. hayoo, ada yang mau kasih tahu aku ngga bagian fluffnya dimana? Karena aku yang baca dan bikin sama sekali ga tahu bagian fluffynya -__- jadi, kalau rada failed gitu, maaf ya TT

at least, big love buat kalian yang udah baca dan meninggalkan komentar < 333 see yaaa😀

14 thoughts on “[Vignette] Silver Lining

  1. ZUKYYYY~~~ xD
    Semoga pemberitahuan daftar ulang gak menjadi beban buatmu ya😆 hahahaha
    Anyway entah kenapa postermu punya daya tarik yang buat aku pengen baca ff ini xD
    Dan akhirnya…………..
    BACA JUGA DEH xD Aku suka banget FF Fluff kamu zukyyy :3 Kamu mau naik pohon?-_- aku mah ogah banget takut ada uler :s (?)
    Anyway cuma pengen review dikit aja ya, kalo pake titik-titik kayak di kalimat:
    “Soojung bungkam seketika. Seperti ada kupu-kupu yang menari-nari mengelilingi kepalanya.. Soojung merasa[..] tenang.”
    Nah, setau aku kalo titik-titik digunain di tengah kalimat harus 3x, dan kalo di akhir kalimat 2x😀
    Sisanya kereeen ;_; seperti biasa, gaya tulis kamu selalu buat aku kagum :’33
    Keep writing zuuuuuu :3

    • Halooo engga kok aku emang ngerasa bersalah sih ;AA; jadi alhasil cuman hasil repost aja deh ;AA; maaf ya shaaf😥 jangan marah :””
      aduh apanya cobaaak -___- engga jelek bangetlah cover itu, ngga sebagus punyamu TT ehehe..
      aduh engga kok -__- ngga ada fluffnya kok, mungkin pas Myung pengen ngelindungin Soojung itu unyu jugaaklaaah😄 muahaha😆 IYAA DULU AKU SUKA BANGET NAIK POHOON :DD soalnya pas aku kecil dulu sering main perang-perangan sih😄 muahaha..😆

      ah maksudmu tanda elipsis? ehehe makasih ya ^^ aku juga baru tau setelah ff ini dibuat u,u ehehe..

      makasih ya, kamu jugaaak :**

      • Aduh Zuky-_- jangan gitudong manamungkin aku marah:”)) aku malah makasih banget karena di blog abalku ini bisa dapet Author seprofessional kamu xD
        Ah kamu kenapa selalu merendahkan diri ;A; aku jadi sebel /cubit/ /plakplak/
        KENAPA KAMU SUKA NAIK POHON TT tapi gakpapa sih naik pohon asalkan ada pangeran yang jagain kayak si Myung😆

        Yap hehe okeoke gakpapa’-‘
        Sipsip:*

  2. woy eonni, sebenernya kan aku kan kurang suka kan sama pair myungstal kan *serba ‘kan’ ceritanya-_-* /dirajam/ tapi karena gaya penulisanmu yang enak dibaca, aku jadi enak2 aja bacanya^0^)// keep writing eonni /kirim piring cantik/:*

    • haha, sebenernya kurang suka tapi nyatanya kamu selalu baca fic Krystalku with boys😄 HAKHAKHAKHAK😆 aduh senenglah aku dapet reader setia macam kamu😄 hehe..
      okeeeh aku terima piring cantiknyaa :3

      • kita kan biasanya sama eonni, ingat K-L-E-E. jadi mau klee sama boys, wkwk. tapi, minstal tetep yang utama HAKHAK. keep writing eonni!

  3. ugh.. akhirnya dapat ff myungstal😀 sedikit banget ff myungstal, setelah ngubek-ngubek google akhirnya dapat hehe. keren thorr!!! semangat buat ff myungstal lg ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s