Can’t Understand

cant-understand-luna-suho

Title: Can’t Understand

author: Vi

Cast: Luna-f(x)

Suho-EXO

Other cast: find by yourself

Rating: T

Genre: Romance , Sad

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain , manga, anime , ada juga yg sesuai imajinasiku. Sorry for the bad poster T_T I can’t make it >w<

Sorry for bad fanfic and story

Published: wp pribadi , seoexoartfanfic, HSF [with Seohyun-Suho as the cast] , snsdfanficindo [with Suho-Tiffany as the cast]

 

*****

Seorang lelaki berambut coklat tengah terduduk di bangkunya , ia hanya terdiam sambil memandang kearah Luna. Luna adalah gadis yang ia cintai sejak 2 tahun yang lalu, ia mengenal gadis itu semenjak gadis itu ikut ekstrakurikuler yang sama dengannya. Awalnya ia memang sempat meragukan kemampuan Luna dalam bernyanyi –ekstrakurikuler waktu itu adalah vokal– tapi kini ia tahu jika Luna berbakat dalam bidang musik.

“Kapan aku bisa mendekati Luna ? Ia lebih memilih bermain dengan temannya yang lain daripada denganku, apa ada yang salah denganku sampai-sampai ia tak mau bermain denganku ?” batin Suho , kedua matanya masih tertuju pada Luna yang kini tertawa bersama dengan teman-temannya , dan tentu saja tanpa Suho.

“Hey ! Hey ! Hari ini yang piket Luna dan Suho ya ! Jangan lupa kalian berdua ! Aku sebagai ketua kelas tak mau dimarahi guru terus-menerus,” seru Luhan –ketua kelas di kelas Suho dan Luna–

“Baiklah , Lu !” seru Luna.

 

*****

 

Suho POV

 

“Baiklah,” jawabku tak berminat untuk menanggapi ucapan Luhan barusan. Tunggu ! Hari ini aku piket bersama dengan Luna ?

Apa itu artinya aku bisa mengungkapkan perasaanku saat piket nanti ? Tapi aku belum siap !

Tapi itu juga satu-satunya kesempatan emas untuk mengungkapkan perasaanku, kan jarang kami bisa berdua.

“Baiklah , nanti aku akan mengungkapkan perasaanku,” gumamku sambil mengepalkan tanganku erat.

*****

TENG TENG

Seperti biasanya , bel pulang sekolah berbunyi dan semua murid langsung berlarian keluar dari kelas kecuali murid yang akan mengerjakan tugas piket sepertiku dan Luna. Kami mulai mengerjakan tugas piket dalam suasana hening , tak ada satupun dari kami yang mau memulai pembicaraan. Oh , aku ingin memulai pembicaraan namun sayangnya aku terlalu malu untuk melakukannya.

“Suho-ssi,” panggil Luna tiba-tiba , aku tersentak kaget dan langsung menoleh kearahnya.

“Ada apa ?” tanyaku cepat dan aku berusaha untuk tidak menunjukkan rasa gugupku pada Luna.

“Tolong hapus papan tulisnya ya, kurasa nanti aku akan pulang lebih cepat karena ada urusan,” kata Luna pelan. Menghapus papan tulis ? Itu tugas yang sangat mudah !

“Baiklah,” kataku sambil beranjak ke papan tulis, aku berniat menghapusnya sekarang agar aku bisa melanjutkan tugasku tanpa memikirkan tentang papan tulis itu.

Setelah selesai menghapus papan tulis itu aku dapat melihat Luna sudah bersiap untuk pulang namun kutahan tangannya sebelum ia keluar dari kelas. Aku ingin mengungkapkan perasaanku.

“Luna-ssi,” panggilku, ia menoleh dan wajahnya memerah, ada apa dengannya ? Malu ? Atau marah ?

“Ada apa ?” tanyanya.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” kataku pelan dan gugup, ia menatapku dengan tatapan yang seolah-olah berkata ‘apa’

“Aku mencintaimu,” kataku, aissh , pengungkapan perasaan macam apa itu ? Tak ada romantis-romantisnya !

“A-aku tahu kok kalau kau tak menyukaiku , jadi tak usah dijawab pun tak apa, yang penting aku sudah mengatakan perasaanku,” kataku cepat lalu kembali mengerjakan tugas piketku.

“Suho-ssi,” panggil Luna padaku.

“Pulanglah , tidak apa-apa,” kataku tanpa meliriknya sedikitpun, dapat kudengar derap langkahnya yang meninggalkanku pulang.

Lagipula untuk apa aku mengungkapkan perasaanku tadi sementara aku tahu kalau Seohyun tak menyukaiku ?

*****

author POV

Esoknya..

Luna melangkah ke sekolah dengan cepat , ia ingin menjawab perasaan Suho. Ia sendiri bingung mengapa ia pulang meninggalkan Suho tanpa menjawabnya kemarin.

Sampai di kelas , Luna hanya melihat Suho yang tengah memainkan ponselnya di kelas. Sebenarnya Suho selalu datang paling pagi maka itu hari ini Luna datang pagi-pagi juga untuk menjawab perasaan Suho.

“Suho-ssi, aku ingin menjawabnya,” kata Luna dengan nafas terengah-engah, ia berjalan dengan sangat cepat dari rumah ke sekolahnya bahkan sesekali berlari.

“Menjawab apa ?” tanya Suho berpura-pura telah melupakan kejadian kemarin.

“Perasaanmu,” kata Luna singkat.

“Kau tak menyukaiku kan ?” kata Suho tanpa melirik kearah Luna.

“Tidak , aku juga mencintaimu, Suho-ssi,” kata Luna cukup keras. Suho membulatkan matanya lalu menoleh kearah Luna dan tersenyum getir menanggapinya.

“Kau tak perlu merasa kasihan lalu terpaksa mengatakan kata-kata itu,” kata Suho lirih.

“Aku tidak terpaksa,” kata Luna sambil menggeleng cepat.

“Sudahlah, aku tak mau mendengar jawabanmu lagi,” kata Suho sambil berjalan keluar kelas meninggalkan Luna sendirian di dalamnya.

“Suho-ssi, kau tak akan mengerti perasaanku dan isi hatiku , bagaimana bisa kau menyimpulkan bahwa aku melakukan itu dengan terpaksa ?” batin Luna.

“Saranghae, Suho-ssi, aku mencintaimu,” kata Luna lirih sambil mengulum sebuah senyuman di bibirnya.

END

Mian gaje , pls komen ya ! :)

3 thoughts on “Can’t Understand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s