Heart Attack

Title: Heart Attack!

Author: kaka – ichafasya

Main Cast: Park Luna, B.A.P (Bang Yongguk, Kim Himchan, Jung Daehyun)

Genre: Romance, Lovelife

Length: Vignette

Rating: PG/13

Summary: ini bukan yang pertama aku menulis fanfict tapi ini kali pertama aku mengirim fanfic kesini =) so, bila masih ada kekurangan dalam fanfic ini tolong dimaafkan. Aku juga meminta kritik dan sarannya untuk ff ini supaya nantinya aku bisa membuat fanfic-fanfic yang lebih baik lagi =) sebelumnya fanficnya pernah aku post di blog pribadiku =)

HEART ATTACK!

***

Januari, 2012

“Special Debut Stage a Rookie Group, B.A.P. please welcome for B.A.P.” Enam laki-laki dengan rambut blondenya naik ke atas stage dan bersiap untuk tampil perdana mereka. Dengan latihan yang memakan banyak waktu dan kini mereka bersiap untuk kehidupan sesungguhnya. Penampilan mereka memukau banyak penonton. Fans mereka sangat antusias dengan debut stage mereka. Enam laki-laki itu tak lain adalah Bang Yongguk, Himchan, Daehyun, Youngjae, Jongup, dan Zelo telah berhasil menghipnotis penonton di studio maupun di layar kaca.

MC memperkenalkan mereka satu persatu untuk pertama kalinya didepan layar kaca.

“Annyeonghasseyo, uri B.A.P yes sir!” pandu Yongguk, sebagai leader dan diikuti oleh dongsaeng-dongsaengnya.

“Annyeonghasseyo, B.A.P Leader Bang Yongguk imnida.” Perkenalkannya.

“Himchan imnida.”

“Lead Vocalist Daehyun imnida.”

“Lead Vocalist Youngjae imnida.”

“Dance machine Jongup imnida.” Dan yang terakhir…

“Maknae Zelo imnida.”

Dengan penuh semangat dan senyum kebahagian, mereka telah memperkenalkan diri mereka masing-masing.

Pip

Luna mematikan TV dan memeluk boneka Rilakkuma kesayangannya. Hari ini jadwal f(x) kosong sehingga ia tetap berada di dorm. Victoria pulang ke Negara asalnya untuk menemui keluarganya, Amber pergi bersama teman-temannya, sementara Krystal dan Sulli pergi ke sekolah. Alhasil, tinggalah Luna sendiri di dorm. Luna masih memeluk boneka Kumanya dan memainkan remote TV.

“Luna kangen..” ucapnya pada boneka tersebut. Luna kembali menyalakan TVnya. Berharap ada acara yang menarik untuk ditonton namun hasilnya, nihil.

Luna pergi ke kamarnya dan menyalakan laptopnya. Ia membuka sebuah folder bertuliskan “kuma” dan melihat isi folder tersebut. Luna hanya tersenyum. Ia melihat isi yang kebanyakan adalah foto-foto dirinya bersama orang itu, orang yang barusan ia lihat di TV. seseorang yang sudah mengisi hati Luna. Tak terasa air matanya jatuh begitu saja. Segera ia mengapus air mata di pipinya dan mematikan kembali laptopnya.

“uljima, Luna-ya…”

***

‘Jaga kesehatanmu, jangan sampai capek dan sakit. Jangan telat makan. Jangan lupa minum vitamin, mengerti? Baiklah, good luck!^^’

Sending message.

“unnie, sedang apa?” tanya Sulli.

“mengirim pesan, kenapa?”

“tak apa, pesan untuk siapa? Ah aku tahu, untuk laki-laki yang sering kau ceritakan ya.” goda Sulli yang membuat pipi Luna memerah.

“eh? Bukan kok.” Bohong Luna.

“dia teman spesialmu kan unnie? Sudahlah jangan kau tutupi,” ceplos Sulli.

“Teman spesial? Luna, kamu punya teman spesial? ” kini gilirang manager mereka yang ikut ambil suara.

“a-ah tidak oppa.” Ucapnya, bohong.

“baguslah. Aku tidak ingin kau berhubungan dengan laki-laki diluar sana, apalagi sampai berpacaran. Itu mengancam karirmu, Luna. Sekarang, kembali latihan.” Luna hanya menunduk dan mengangguk melanjutkan latihan mereka.

***

Yongguk, sebagai leader yang bertanggung jawab, ia juga harus memperhatikan member yang lain.

“sehabis ini kita harus latihan kembali untuk tampil besok di acara selanjutnya. Jangan lupa untuk minum vitamin agar kalian tetap fit.” Jelasnya. Semua mengerti apa yang dikatakan leader mereka. Manager Kang memperlihatkan video penampilan perdana mereka yang hasilnya cukup baik. Namun, mereka menginginkan yang lebih dari ini.

Mereka kembali berlatih hingga larut. 10 jam berlatih dirasa sudah cukup untuk mereka. Yongguk meminta kepada yang lain untuk segera beristirahat. Mereka kembali ke dorm dan segera membersihkan diri dan lekas beristirahat. Daehyun merogoh isi tasnya dan mengambil headset serta ponselnya untuk mendengarkan lagu. Ia berbaring di sofa ruang tengah dan asyik dengan ponsel ditangannya. Sesekali terlihat ia menggerakkan kepalanya menikmati alunan music. Lain lagi dengan Youngjae, setelah membersihkan diri, ia lekas pergi ke tempat tidurnya dan membaca buku yang belum lama ia dapatkan dari Hyungnya dan membacanya. Tidak seperti maknae line, Jongup dan Zelo yang sudah sejak awal sampai dorm, mereka langsung tidur tanpa membersihkan diri mereka. Himchan tidak bersama mereka saat ini karena ia harus pergi menemui keluargnya dan akan bergabung bersama member yang lainnya esok hari. Tersisa Yongguk yang sedari tadi hanya sibuk dengan ponsel di tangannya.

“Hyung, kenapa tidak tidur?” tanya Youngjae yang gerah melihat Yongguk sedari tadi hanya mengutak-atik ponselnya.

“sebentar lagi. Aku ada perlu.” Ucapnya dan pergi meninggalkan dorm. Youngjae tak heran melihat hyungnya yang seperti itu. Ia menutup bukunya dan bersiap untuk tidur. Daehyun tertidur di sofa dengan headset yang masih menempel di telinganya. Youngjae membiarkannya seperti itu, karena jika ia melepas headset yang dipakai oleh Daehyun, ia akan terbangun dan marah-marah.

***

Pagi sekali mereka sudah bersiap untuk tampil di stasiun TV. latihanpun sudah mereka lakukan semalam. Dalam perjalanan, Yongguk tertidur pulas sementara member yang lain sibuk bercanda dan menggoda Yongguk agar terbangun.

“Jangan diganggu. Yongguk hyung kurang tidur. Biarkan ia tidur seperti ini.” larang Daehyun.

“wah, sejak kapan Daeyunnie hyung bijak seperti ini.” ledek Youngjae. Daehyun hanya tersenyum  dan sibuk pada ponselnya. Kesibukan Daehyun memanglah mendengarkan lagu, tidur, makan, dan bermain ponsel. Member yang lain sudah memaklumi kesibukannya itu.

***

Luna datang ke gedung SBS untuk menemani Sulli yang menjadi MC dalam acara SBS Inkigayo. Luna menunggu Sulli untuk selesai di make up.

“unnie, tumben sekali mau ikut.” Ucapnya.

“aku bosan kalau di dorm sendirian. Maka dari itu aku ikut denganmu, Sulli-ya.” Ucapnya. Luna melihat kertas berisi jadwal idol yang akan tampil nanti.

‘B.A.P?’ gumamnya. Luna tersenyum melihatnya, namun dalam matanya terlihat jelas bahwa ia merindukan sosok orang itu. Luna sangat ingin bertemu dengannya, namun tidak mungkin. Ini akan menghancurkan karir mereka.

“tidak Luna, kau bisa bertemunya nanti..kalau kalian sudah tidak sibuk masing-masing..” ucapnya. Sulli yang sudah siap segera bersiap untuk memulai acara.

“unnie, aku sudah selesai. Aku akan ke stage sekarang, unnie ikut aku sekarang apa nanti?” tanyanya.

“aku ikut denganmu sekarang.” jawabnya dan mereka pergi berjalan menuju stage.

Dalam perjalan, mereka bertemu dengan salah satu member dari B.A.P.

“Annyeonghaseyo, Sulli-ssi. Annyeong Luna-ya.” Sapa Himchan. Himchan dan Luna sudah kenal sebelumnya saat mereka menjadi DJ radio bersama.

“Oppa, bagaimana denganmu sekarang, oppa sudah debut bersama grupmu. Aku melihatmu dan kalian tampil sungguh keren!” puji Luna. Himchan tersipu malu dan berterima kasih kepada Luna.

“Gomawo Luna-ya. Ah, kapan f(x) akan comeback?” tanya Himchan kembali.

“hmm secepatnya, Oppa.” Ucap Luna.

Cukup lama Luna berbincang dengan Himchan di depan pintu ruangan bertulisan B.A.P. pintu itu terbuka.

“kau kemana saja, yang lain sudah menunggu. Kita akan bersiap untuk tampil.” Ucap suara khas itu. Luna dan Himchan menoleh dan seketika Luna mematung melihat siapa yang ada dihadapannya. Orang itu, orang yang selama ini ingin Luna temui, kini berada dihadapannya.

“tunggu sebentar. Kenalkan, ini Luna, ia partnerku saat menjadi DJ radio.” Luna berjabat tangan dengannya, canggung. Ia merasakan canggung seperti itu. Himchan pergi pamit pada Luna dan menghilang dibalik pintu itu. Luna tersadar karna Sulli sudah pergi meninggalkannya lebih dulu.

Luna pergi menuju studio untuk melihat penampilan para idol hari ini. ia masuk dan duduk disalah satu bangku penonton. Beberapa penonton melihatnya dan Luna menyapanya dengan ramah. Luna masih teringat akan wajahnya tadi.

“Luna kangen..” begitu ucapan yang selalu keluar dari mulutnya.

Acara sudah di mulai dan Sulli sudah berada di stage untuk memulai acara. Luna menikmati penampilan beberapa idol, namun pikirannya kembali kacau mengingat pertemuannya tadi. Bersalaman dengan canggung, ia menginginkan sentuhan hangat darinya.

“please welcome, B.A.P” sebut Sulli. Seketika Luna melihat kearah stage dan melihat mereka dengan focus. Tidak, Luna hanya focus padanya, tidak dengan B.A.P tetapi dengannya. Ia tersenyum melihat penampilannya.

”latihanmu, perjuanganmu selama ini tidak sia-sia. Kau tampil dengan baik.” Pujinya. Penampilan B.A.P berakhir sangat menakjubkan. Fans yang berada didalam studio berteriak histeris. Luna tak mau kalah ikut berteriak memeriahkan isi studio. B.A.P kembali memperkenalkan diri mereka masing-masing. Luna kembali memperhatikannya. Terus memperhatikannya hingga mata mereka bertemu. Mata itu terus menatap Luna dengan tatapannya yang begitu tulus. Luna tak dapat menahan itu dan segera pergi keluar.

Luna duduk di dalam backstage tempat Sulli di make up tadi. Ia hanya melihat layar TV dan sesekali mengotak-atik ponselnya untuk bermain game karna bosan. Tidak, ia tidak bosan terlebih ia hanya ingin menutup rasa sedihnya saat ini.

“Luna-ssi, aku pamit keluar dulu.” Ucap salah satu staff. Ia mengangguk dan melanjutkan bermain game. Kini hanya Luna sendiri di dalam ruangan tanpa ada staff satupun disini.

“Kupikir berada disini akan terasa ramai bersama staff, tapi ternyata mereka sibuk masing-masing.” Dumelnya.

Krek…

Pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Luna menyadarinya, namun ia menghiraukannya karna itu pasti staff yang tadi pamit pergi.

“pasti staff yang tadi.” Ucapnya. Luna membaringkan kepalanya diatas meja rias dan bernyanyi-nyanyi sendiri.

“warrior hu, hu hu, ah aku tidak hafal lagi lagunya.” Dumelnya lagi.

/hugs/

“masa lagu kekasihnya sendiri tidak hafal, kau menyebalkan.” Ujar suara khas ini sambil memeluk Luna dari belakang. Luna terkejut dan menoleh ke belakang.

“Dae-daehyun?” ucapnya tak percaya. Daehyun hanya terkekeh melihat ekspresi kekasihnya ini dan duduk disampingnya.

“Kenapa? Tidak suka ya kalau aku ada disini?” tanya Daehyun. Luna dengan cepat menggeleng.

“ah bukan, aku hanya ya terkejut. Kenapa kau bisa kesini? Memang yang lain tidak mencaarimu?” tanya Luna heran.

“tidak, mereka sibuk masing-masing. Aku ijin pergi ke toilet, tapi aku kesini –terkekeh- aku kangen denganmu, Luna. Semenjak persiapan debutku, aku tidak bisa bertemu denganmu. Menghubungimu saja aku susah karna ponsel kami disita untuk sementara. Maafkan aku.” Ucap Daehyun. Luna mengelus pelan pipi Daehyun untuk menandakan bahwa ia tidak apa-apa.

“Luna mengerti kok. Yang penting kan sekarang Luna udah bisa menghubungimu lagi. Luna juga kangen.” Kemudian Luna tersenyum. Daehyun tahu persis, Luna pasti merasa sangat sakit karna ia tak mengabarinya selama ia persiapan untuk debut. Latihan yang sangat keras membuatnya sulit untuk menyisakan waktu bertemu dengan Luna walau hanya 5 menit.

Mereka berbincang cukup lama.

“Luna suka lihat Daehyun debut. Impianmu akhirnya terwujud kan, sayang.” Ucap Luna sambil merapihkan rambut Daehyun yang sedikit berantakan. Daehyun tersenyum mendengarnya. Ini mengapa alasan Daehyun tidak mau memutuskan hubungannya. Ia begitu mencintai perempuan dihadapannya ini. berulang pihak manajemennya memintanya untuk memutus hubungannya dengan Luna, namun Daehyun bersikeras akan menjaga hubungan ini agar tidak diketahui oleh siapapun.

“aku seperti ini kan berkat supportmu juga.” Ucapnya lembut.

Luna masih tak mengerti kenapa Daehyun begitu nekat pergi menemuinya disini. Bagaimana jika ada orang lain yang melihatnya. Ini akan menghancurkan karir mereka. Luna tak menginginkan itu.

Sudah hampir 30 menit mereka bersama. Daehyun pamit untuk kembali ke ruangannya. Sangat berat memang untuk meninggalkan ruangan dimana orang tercintanya kini berada, namun Daehyun harus kembali agar member yang lain tidak mencurigainya.

“cepatlah kembali ke ruanganmu.” Pinta Luna.

“jadi, ceritanya kau mengusirku?” tanya Daehyun sedikit sinis.

“ah bukan seperti itu, Daehyun-ah. Member yang lain pasti mencarimu.” Jelas Luna. Daehyun terkekeh dan mengangguk mengerti.

“Aku balik dulu, nanti malam akan kuhubungi ya. Ah iya, aku sudah minum vitamin seperti yang kau bilang setiap saat.” Luna mengangguk. Daehyun enggan meninggalkannya dan menghampiri Luna kembali. memeluknya penuh kehangatan. Luna balas memeluknya dan menenggelamkan wajahnya di dada Daehyun. Ia menangis. Ini yang ia rindukan dan inginkan jika bersama Daehyun. Pelukan Daehyun selalu membuat dirinya tenang. Daehyun melepas pelukannya dan mendapatkan kekasihnya menangis. Ia menghapus sisa air mata di pipi Luna.

“jaga diri baik-baik, mengerti? Jika libur nanti, aku akan mengajakmu jalan.” Ucap Daehyun dan Luna mengerti itu.

“iya. Kau juga.” Balasnya. Daehyun mencium lembut bibir mungil Luna dan Luna membalasnya. Ciuman lembut yang selalu Daehyun berikan untuk Luna. Tanpa memikirkan sekelilingnya, mereka sibuk dengan menghangatkan diri mereka. Cukup lama bermain lembut di bibir Luna, Daehyun melepaskan ciuman dan mereka tersenyum. Daehyun mengecup sekilas bibir Luna.

“sudah ya, aku harus kembali.” Luna tertawa karna ini sudah kesekian kali Daehyun berpamitan.

Daehyun pergi keluar dan beruntunglah ia tidak melihat siapa-siapa disekitar situ, kecuali orang itu.

“Yongguk hyung?” ucapnya.

-flashback-

Yongguk khawatir karna sudah 20 menit Daehyun tak juga kembali dari toilet. Ia menyusul Daehyun kesana. Ia yakin sekali Daehyun tidak ke toilet, melainkan ke ruangan itu.

“pasti ia bertemu dengannya.” Ucap Yongguk. Yongguk berdiri didepan pintu bertuliskan ‘MC’. Ia ragu untuk masuk, tetapi ia yakin Daehyun berada didalam. Yongguk membuka perlahan pintu dan mendapatkan pemandangan Daehyun dan Luna berciuman. Yongguk melihatnya begitu miris. Beraninya Daehyun melakukan hal itu ditempat seperti ini.

“jika fans melihatnya, habislah kita, Daehyun-ah…”

-flashback end-

“Hyung tak ingin karir kita hancur, Daehyun-ah. Hanya karna perlakuanmu seperti tadi.” Ucap Yongguk menahan marahnya. Daehyun hanya terdiam. Yongguk mengatur nafasnya dan berdiam sejenak.

“kau tahu kan, karir kita baru saja dimulai. Hyung sudah mengijinkanmu untuk tetap berhubungan dengannya, tapi kumohon, kau jangan melakukan hal seperti tadi di tempat ramai seperti ini. bagaimana jika ada orang lain yang melihatnya. Kau mau karir kita berhenti begitu saja? Ini penantian yang sudah kita tunggu sejak lama, Daehyun-ah…” jelas Yongguk panjang lebar.

Daehyun menghela nafasnya dan membuka mulut.

“maafkan aku hyung, ini salahku. Aku hanya tak bisa menahan rasa rinduku pada Luna. Kau tahu kan sudah dua bulan sejak persiapan debut kita, aku tak bertemu dengannya. Aku tak bisa menghubunginya. Aku tak bisa lepas control tadi, jadi maafkan aku. Kau boleh menghukumku.” Ucap Daehyun.

Kini Yongguk mengehela nafas.

“hyung ingin kau memutuskan hubunganmu dengannya, ini agar karir kita baik, Daehyun-ah.” Daehyun tak terkejut dengan ucapan Yongguk.

“kalau itu permintaanmu hyung, baiklah aku akan memutuskan hubunganku dengan Luna. Tapi, bisakah kau juga memutuskan hubunganmu dengan Jieun noona? Seimbang kan.” Ucap Daehyun dengan senyum khasnya dan pergi meninggalkan Yongguk.

***

-flashback Yongguk-

Malam itu, Yongguk tergesa-gesa pergi keluar dorm. Ia terus memeriksa ponselnya dan berjalan begitu cepat.

“ini sudah sangat terlambat.” Ucapnya.

Setibanya Yongguk di sebuah kedai kopi dan melihat perempuan itu duduk disana. Yongguk membenarkan kembali penyamarannya dan duduk disamping perempuan itu.

“maaf, aku terlambat.” Sesal Yongguk.

“tidak apa. Aku tahu kau akan terlambat. Lagipula aku juga tak memaksamu untuk datang.” Ucap perempuan itu.

“Jieun noona, aku datang kesini karna aku merindukanmu. Aku ingin berbagi cerita disaat debut pertamaku.” Ujarnya. Jieun, perempuan yang Yongguk sebut melihat kearah Yongguk dan tersenyum manis.

“aku tahu itu. Maaf, aku tidak bisa datang untuk melihatmu tampil –mengusap pelan pipi Yongguk-.” Ujar Jieun. Yongguk menggenggam tangan Jieun dan menciumnya. Begitu ia mencintai perempuan dihadapannya ini.

“terima kasih sudah mensupportku selama ini. kau tahu, walau agency kita tak mengijinkan hubungan kita, tapi aku akan terus mempertahankan hubungan kita, sampai kapanpun, Noona.” Ucap Yongguk yang membuat Jieun terharu dan memeluknya.

“aku tahu itu, Yonggukie. Saranghae.”

“nado, saranghae.”

FINISH

 

5 thoughts on “Heart Attack

  1. A person essentially lend a hand to make critically posts
    I would state. That is the very first time I frequented your
    web page and so far? I amazed with the analysis you made to create
    this particular put up amazing. Wonderful job!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s