Friendship Is ..

friendship-is

Title: Friendship Is ..

author: Vi

Cast: Sulli-f(x)

Sehun-EXO

Kai-EXO

Other cast: find by yourself

Rating: G

Genre: Friendship

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain , manga , anime , ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

Poster: exoshidaefanfic [pearlshafirablue]

Published: HSF , wp pribadi

Persahabatan ? Apa itu ?

Apa persahabatan adalah 3 orang yang saling mengenal dan sering menghabiskan waktu bersama-sama ?

Atau ada makna lain dibalik kata persahabatan itu ?

 

*****

Sulli , Sehun , dan Kai adalah tiga orang yang bersahabat sejak mereka memasuki SM Junior High School. Ketiga orang tersebut seringkali menghabiskan waktu bersama-sama. Meski Sulli adalah satu-satunya perempuan diantara mereka , Sulli tak ragu-ragu untuk bersahabat dengan mereka karena selama ini yang ada di otak Sulli tentang persahabatan adalah “beberapa orang yang sudah saling mengenal sering menghabiskan waktu bersama”.

“Sulli-ya,” sapa Kai sambil melambaikan tangannya kearah Sulli yang tengah menonton latihan basketnya dan Sehun di pinggir lapangan.

“Kai ! Hari ini menepati janjiku kan ? Aku menonton latihan basket kalian lho,” kata Sulli sambil berlari kecil kearah Kai.

“Keke ~ kau memang sahabat yang baik ya karena mau menepati janji,” kata Kai sambil mengusap rambut Sulli dan tertawa geli. Sulli mengangguk setuju dengan ucapan Kai kalau ia adalah sahabat yang baik.

“Sulli-ya , kurasa sedari tadi kau hanya memperhatikan Kai saat kami berlatih. Hmm , jangan-jangan kau menyukainya ya ?” kata Sehun mencoba untuk meledek Sulli namun Sulli mengelak dan menatap Sehun dengan tatapan horornya.

“Tentu saja tidak , aku kan hanya menganggap kalian sebagai sahabat dan bukan orang yang kucintai sebagai lelaki,” kata Sulli.

“Ya aku tahu,” jawab Sehun.

Karena latihan basket sudah selesai maka Sehun , Sulli , dan Kai berjalan pulang bersama , mereka memang selalu begitu setiap harinya. Selama perjalanan pulang mereka berbincang-bincang tentang pengalaman buruk atau baik mereka ketika di sekolah tadi.

“Ohya , aku ingin bertanya sesuatu pada kalian,” kata Kai tiba-tiba.

“Huh ? Ada apa ?” tanya Sulli , Kai menghentikan langkahnya diikuti oleh Sehun dan Sulli yang juga menghentikan langkah mereka. Sehun dan Sulli memandang aneh kearah Kai yang tiba-tiba mengubah raut wajahnya menjadi raut wajah serius.

“Apa itu persahabatan ?” tanya Kai yang sukses membuat Sehun dan Sulli menatap Kai dengan tatapan bingung.

“Hmm , bukankah biasanya kau bilang persahabatan adalah 3 orang yang saling mengenal dan sering menghabiskan waktu bersama-sama ?” kata Sehun.

“Iya aku tahu. Hanya saja tadi ada salah satu teman sekelasku yang menanyakan hal itu padaku , lalu kujawab dengan jawaban yang biasa kukatakan pada kalian tetapi ia tertawa dan berkata bahwa itu salah,” jelas Kai yang ditanggapi dengan anggukan oleh Sehun dan Sulli.

“Tapi kalau bukan , memangnya apa lagi selain itu ?” kata Sulli kebingungan.

“Entahlah , ia memberiku waktu selama 2 hari untuk mencari jawaban yang sebenarnya,” kata Kai lesu.

Sehun dan Sulli merasa iba melihat sahabatnya itu merasa lesu , dan tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Sehun. Sehun tersenyum dan bersiap-siap mengutarakan idenya untuk membantu Kai.

“Bagaimana kalau kita membantu Kai mencari jawabannya ? Jadi besok kita akan mengutarakan jawaban yang kita dapatkan,” kata Sehun. Sulli dan Kai menatap Sehun dengan mata berbinar karena menurut mereka , ide yang Sehun katakan itu sangat brilliant untuk membantu Kai.

“Ide bagus , Sehunnie !” seru Kai sambil merangkul Sehun layaknya sahabat.

Sulli tersenyum dan ikut-ikutan merangkul Sehun layaknya sahabat , ini membuktikan betapa dekatnya mereka sebagai sahabat. Mereka berjalan pulang sambil merangkul Sehun , ya mungkin jika dilihat secara langsung pasti akan tampak aneh karena mana ada 3 orang yang berjalan sambil berangkulan seperti mereka ?

Tak lama kemudian , mereka sampai di rumah mereka masing-masing yang memang terletak berseberangan dengan rumah Sehun yang mewah. Mereka memasuki rumah mereka masing-masing lalu melambaikan tangan mereka untuk berpamitan.

*****

Sehun POV

Aku telah sampai ke rumah , dapat kulihat Shin ahjumma -pembantu di rumahku- itu tengah membersihkan perabotan yang berdebu dan ketika ia melihatku sudah pulang ia buru-buru menghampiriku.

“Sehun-ssi , anda sudah pulang ? Makan siang sudah disiapkan di meja makan,” kata Shin ahjumma , ahh , mengapa ia berbicara denganku menggunakan bahasa formal lagi ? Bukankah sudah kuperingatkan bahwa ia harus menggunakan bahasa non-formal jika berbicara padaku karena jika ia berbicara dengan bahasa formal , maka yang merasa tidak nyaman adalah diriku.

“Shin ahjumma tolong jangan menggunakan bahasa formal jika berbicara denganku karena itu membuatku merasa tidak nyaman,” kataku , Shin ahjumma tertawa geli mendengar ucapanku.

“Tapi itu sopan santun, Sehun-ssi,” kata Shin ahjumma yang masih merapikan perabotan rumah. Aku hanya mencibir kemudian berjalan memasuki dapur dimana makan siangnya sudah tertata rapi diatas meja makan, bibirku membentuk sebuah senyuman karena menu makan siang hari ini adalah makanan favoritku dan minuman favoritku yaitu Sushi dan Bubble Tea.

“Wah , menu makan siang favoritku !” seruku sambil bergegas menempati kursiku lalu mulai melahap makananku dengan semangat. Di tengah acara makan siang  , tiba-tiba aku teringat dengan pertanyaan yang dilontarkan Kai.

Aku menolehkan kepalaku untuk sekedar mencari sosok noona-ku , aku baru sadar jika sedari tadi aku tak melihat noona.

“Taeyeon noona !” seruku cukup keras sehingga seluruh pembantu yang tinggal di rumahku dapat mendengar teriakanku dan buru-buru menghampiriku.

“Sehun-ssi , ada yang bisa kami bantu ?” tanya salah satu dari mereka.

“Dimana Taeyeon noona ? Mengapa aku tak melihatnya dari tadi ? Bukankah biasanya ia sedang duduk dan menonton televisi ?” tanyaku bertubi-tubi pada mereka.

Salah satu dari mereka mulai membuka mulut untuk menjelaskan jawabannya , “ia pergi mencari anda karena anda tidak kunjung pulang sedari tadi,” katanya , aissh , mengapa semua pembantu disini sama saja ? Tak bisakah mereka mengganti kata ‘anda’ menjadi ‘kau’ ? Tunggu, Taeyeon noona mencariku ? Aissh , bukankah aku sudah bilang kemarin kalau aku ada latihan ?

“Oh , begitu. Hmm , tolong ambilkan ponselku,” kataku pada salah satu pembantu itu.

Iapun bergegas mengambil ponselku yang kuletakkan di tas sekolahku lalu memberikannya padaku.

“Kalian boleh kembali bekerja,” kataku sambil mengalihkan pandanganku dari mereka semua.

DRRTT

Belum sempat aku menekan tombol ‘call’ pada nomor Taeyeon noona , ia sudah mengirimiku pesan terlebih dahulu.

 

From: Taeyeon noona

To: Sehun

Sehunnie ^^~ noona lupa kalau hari ini kau ada latihan basket tambahan , jadi noona mengunjungi sekolahmu tapi di tengah perjalanan aku ingat kalau kau ada kelas tambahan maka kuputuskan untuk kembali ke rumah.. Hmm , tapi sayangnya noona bertemu dengan teman lama noona jadi noona harus pergi lebih lama , selama noona pergi dengan teman noona , kau baik-baik ya di rumah. ^^

 

Huff , rupanya begitu ya ? Kalau begitu aku boleh dong mengundang Kai dan Sulli main ke rumahku ? Aku kan kesepian jika sendirian di rumah , well , sebetulnya tak bisa dibilang sendirian juga sih karena ada banyak orang di rumahku.

Aku mencari nama Kai di kontak telponku lalu saat sudah menemukannya , aku buru-buru menekan tombol ‘call’ untuk menelponnya.

DRRTT

Berhasil terhubung ! Dan tak lama kemudian sahabatku yang berambut hitam itu mengangkatnya.

Yoboseyo ?” sapanya di seberang telpon.

“Kai , ke rumahku yuk ! Ajak Sulli juga ya , aku bosan sekali karena Taeyeon noona sedang pergi,” kataku.

“Baiklah, tunggu ya,” kata Kai sambil menutup telponnya. Huff , lagipula jika kami berkumpul seperti ini , bukankah kami bisa mendiskusikan jawaban untuk pertanyaan yang dilontarkan Kai itu.

TING TONG

Bel rumahku berbunyi , awalnya Shin ahjumma berniat membuka pintunya namun buru-buru kutahan tangannya dan meyakinkannya bahwa aku bisa membuka pintu gerbangnya. Lagipula aku juga bisa mandiri kan ?

“Sulli-ya ! Kai !” seruku sambil berlari kearah gerbang sambil membawa kunci , akupun membukakan pintu gerbang rumah mewahku agar mereka bisa masuk. Setelah mereka memasuki halaman rumahku aku kembali mengunci rumahku.

“Tak kusangka jika halaman rumahmu sangat luas , Sehunnie,” kata Sulli sambil memandangi halaman rumahku yang ditumbuhi rumput -tentu saja rumputnya rajin dipotong- , pepohonan , bahkan ada air mancur di dekat gerbang rumahku.

“Keke ~ ini biasa saja,” kataku mencoba untuk tidak sombong.

“Sudahlah , berhenti memandangi tamanku , sekarang ayo masuk kedalam,” ajakku namun Sulli menggeleng cepat. Ia tersenyum dan menghirup udara segar di tamanku.

“Di taman rumahmu saja , tempatnya kelihatan nyaman ! Lagipula ada tempat duduk disana,” kata Sulli sambil menunjuk 2 bangku berwarna kecoklatan yang terletak di samping air mancur.

“Hhhh , baiklah , kita disana saja,” kataku sambil mendesah pelan , Sulli melompat senang lalu berlari cepat kearah bangku tersebut dan duduk disana , Kai memilih untuk duduk disamping Sulli dan aku duduk di bangku yang satunya.

“Jadi apa kalian sudah menemukan jawabannya ?” tanya Kai , aku menggeleng sementara Sulli mengangguk cepat.

Melihat Sulli yang mengangguk , pandangan kamipun tertuju padanya. Sulli mulai membuka mulutnya untuk mengatakan jawabannya.

“Katanya ahjumma-ku , persahabatan itu bisa kita rasakan sendiri,” kata Sulli yang sukses membuat Kai dan diriku mengerutkan dahi kami, Sulli tertawa kecil melihat ekspresi kami berdua.

“Maksudnya kita bisa merasakan rasa persahabatan itu sendiri. Semisal , tadi kita bermaksud untuk membantu Kai kan ?” kata Sulli , mendengar pertanyaan Sulli akupun mengangguk.

“Nah , Sehun , mengapa kau ingin membantu Kai ?” tanya Sulli , apa ia mulai mewawancaraiku layaknya reporter huh ?

“Tentu saja karena ia adalah sahabatku dan aku menyayanginya sebagai teman , aku tak mau Kai tampak kesulitan,” jawabku , jujur saja , jawaban tersebut adalah jawaban yang kukatakan berdasarkan isi hatiku sendiri.

“Nah , itu jawabannya sudah kau katakan sendiri,” kata Sulli yang membuatku semakin kebingungan , sebenarnya apa sih maksud gadis berambut hitam panjang ini ?

“Jadi sahabat adalah orang yang kita sayangi sebagai teman , sahabat termasuk orang yang penting dalam hidup kita karena ia bisa menjadi teman curahan hati kita yang menghibur kita saat kita sedang bersedih. Kita juga bisa membagi kebahagiaan kita dengan sahabat kan ? Pokoknya intinya itu , sahabat adalah teman kita , mereka tidak memanfaatkan kita,” jelas Sulli , well , aku dapat mencerna perkataan Sulli sekarang

“Hmm , begitu ya, jadi bagaimana kita menjelaskan pada orang itu ?” tanyaku namun Kai menyikut lenganku.

“Kau kan tak terlibat , aku yang akan menjelaskan ini pada teman sekelasku itu,” kata Kai sambil menyeringai ,  aku mencibir pada Kai kemudian aku ingat suatu hal.

“Hey , yang namanya sahabat itu selalu melewati rintangan bersama-sama agar persahabatan mereka makin erat , jadi aku dan Sulli juga akan ikut bersamamu saat kau menjelaskan apa itu persahabatan karena barangkali kau lupa dengan apa yang didiskusikan hari ini,” kataku yang langsung mendapat cibiran dari Kai.

“Aku bisa kok sendirian , lagipula itu kan masalah kecil,” kata Kai.

“Tapi aku setuju dengan Sehun , jadi besok kita akan bersama-sama menjelaskan apa itu persahabatan pada teman sekelasmu itu,” kata Sulli, awalnya Kai tampak ingin menolak namun sepertinya ia tak bisa membayangkan apabila ia lupa apa yang akan ia katakan nanti , maka ia memutuskan untuk menyetujui usul kami.

*****

author POV

Esoknya ..

Kai menunggu Sulli dan Sehun berjalan ke kelasnya sambil menghentak-hentakkan kakinya karena gugup , ia khawatir jika Sulli dan Sehun tidak menepati janjinya untuk membantunya menjelaskan apa itu persahabatan pada teman sekelasnya. Namun Kai sudah cukup mengenal Sehun dan Sulli , mereka bukan tipe orang yang suka mengingkari janji.

“Kai !” sapa kedua sahabatnya dengan kompak , mereka berjalan beriringan kearah Kai.

“Mana teman sekelasmu itu ?” tanya Sehun , Kai menoleh ke kelasnya dan menunjuk seorang siswa bertubuh besar dan berwajah garang. Sehun tertawa kecil karena Kai bisa-bisanya ditanyai hal seperti itu oleh siswa bertubuh besar itu.

Sehun dan Sulli juga berjalan memasuki kelas Kai dengan gugup karena mereka mendapat tatapan aneh dari teman-teman sekelas Kai yang lainnya.

Kai memanggil siswa itu dengan gugup sehingga kalimatnya tampak terputus-putus.

“Eh , a-aku ingin menj-jawab pertanyaanmu k-kemarin,” kata Kai terbata-bata , siswa itu mengangguk dan menatap Kai dengan tatapan ‘jawablah’.

“Sahabat itu orang yang kita sayangi sebagai teman , mereka termasuk orang yang penting untuk kita. Sahabat yang sesungguhnya tak akan memanfaatkan kita,” kata Kai , ia merasa bingung dengan apa yang akan diucapkan selanjutnya.

“Yang namanya sahabat itu selalu melewati rintangan bersama-sama agar hubungan persahabatan mereka akan menjadi lebih erat,” jelas Sehun tiba-tiba , ia sadar jika Kai kehilangan kata-kata yang akan diucapkannya.

“Sahabat tidak akan meninggalkan teman mereka di belakang,” lanjut Sulli dengan semangat , siswa itu mengangguk mengerti.

“Itu jawaban yang lebih baik daripada kemarin , jawaban yang diberikan oleh teman kalian kemarin itu benar-benar konyol,” kata siswa itu sambil berjalan meninggalkan Kai , Sulli , dan Sehun. Kai tersenyum karena akhirnya ia berhasil menjawab pertanyaan tersebut.

“Akhirnya aku berhasil menjawab pertanyaannya,” kata Kai.

“Lihat , untung saja kemarin kau tak menolak usulku ! Jika kau menolak pasti kau akan disuruh mencari jawaban lagi,” kata Sehun sambil tersenyum.

“Huff , iya, kalian memang teman yang baik,” kata Kai lega sambil merangkul kedua temannya , mereka pun menghabiskan jam istirahat mereka bersama-sama seperti biasanya.

 

“Persahabatan itu bukan hanya 3 orang yang saling mengenal dan selalu bersama ! Bukan itu !

Sahabat adalah orang yang sudah mengenal kita dengan baik dan menerima kita apa adanya, sahabat adalah orang yang menyayangi kita sebagai teman dan tidak mencoba untuk memanfaatkan kita..”

END

Mian gaje , arti dari persahabatan kucari dari berbagai sumber ya , pls komen yaa ! :)

//

11 thoughts on “Friendship Is ..

  1. ahhh… meskipun agak lebay (karena aku gak berani buat kata2 kayak gitu, wkwkwk) tapi aku sukaaaa bangettttt hahaha…. >.<
    jadi ingat waktu aku masih dengan sama 2 teman cowokku waktu SMP …-.-

  2. Saran aja nih, itu kata pembantu mendingan jadi pelayan. Gak enak dibacanya. Tapi FFnya bagus kok, maknanya juga bagus, maaf kalau saranku kurang berkenan sama author

  3. Hmmm ff ini bikin keinget sm persahabatan aku wkt sma, 2 cowok 1 cewek dan guess what, diantara persahabatan antara cowok dan cewek pst ada perasaan lebih :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s