Last Words

last-words

Title: Last Words

author: Vi

Cast: Luna – f(x)

Suho – EXO

Other cast: Sulli-f(x)

Rating: T

Genre: Sad , Drama -maybe- , Romance

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain , manga , anime , ada juga yg sesuai imajinasiku

Inspired by Lee Seunggi – Last Words’ lyrics

Mungkin ini agak mirip sama FANFICKU yg bercast EXOShiDae yg udh dipost🙂 tp ini aku buat yg Luna-Suho🙂

Poster: aishita

*****

Because of the painful memories that made you cry
I couldn’t say those last words, “Don’t go”

The words “I love you”
The words “Wait for me”
They just linger in my ears
The words I couldn’t say put me in pain – Lee Seunggi – Last Words

Suho tersenyum getir melihat gadis yang dicintainya berjalan menjauhinya , gadis itu akan segera berangkat ke New York untuk melanjutkan perusahaan keluarganya.

Gadis yang akan pergi itu bernama Luna , Luna memang bukan kekasih Suho , mereka hanya sahabat yang saling mencintai sebagai kekasih namun mereka tak bisa menjadi sepasang kekasih karena Luna akan berangkat ke New York dan meninggalkan Suho di Korea. Meski begitu , Suho ingat betul apa yang Luna katakan terakhir kalinya ketika berbicara dengannya.

“Saranghae Suho-ya, aku mencintaimu sebagai lelaki,”

“Maukah kau menungguku kmebali dari New York lalu kita akan menjadi sepasang kekasih ?”

2 kalimat itu adalah kalimat yang terakhir kalinya Luna ucapkan sebelum berangkat ke New York.

Suho ingin sekali mencegah Luna pergi namun ia sadar jika gadis itu pergi untuk mengurus sesuatu yang penting disana , maka ia tak bisa mencegah gadis itu untuk pergi.

Suho memandang bandara Internasional tersebut dengan sendu seolah tak rela untuk meninggalkan bandara tersebut.

“Kau benar-benar akan kembali kan Luna-ya ? Aku akan menunggumu kembali dan akan bersiap-siap untuk menjadi kekasihmu,” gumam Suho sambil memaksakan sebuah senyuman , setelah ia berkata begitu , iapun berjalan memasuki mobilnya dan mengendarai mobilnya pulang.

Ketika sampai di rumahnya , Suho buru-buru memasuki kamarnya dan mengambil sebuah foto yang ia letakkan di dalam buku diary-nya , buku diary milik Suho bukan berisikan mengenai pengalaman hidupnya tetapi perasaannya pada Luna. Karena buku itu , Luna dapat mengetahui perasaan Suho padanya.

Oppa,” sapa Sulli , adik kecilnya.

“Sulli-ya ? Bukankah seharusnya kau sedang jalan-jalan di mall bersama temanmu ?” tanya Suho.

“Aku tidak jadi pergi , aku khawatir pada oppa , aku tahu perasaan oppa pada Luna unnie, dan aku tahu kalau oppa pasti sedang bersedih sekarang , maka aku izin pulang saja,” jelas Sulli sambil tersenyum manis.

“Oh , begitu. Kau memang adik yang baik , Sulli-ya,” kata Suho sambil tersenyum getir.

Oppa , apa kau benar-benar ingin melepaskan Luna unnie begitu saja ? Bagaimana jika ia tidak kembali ?” tanya Sulli sambil menepuk-nepuk pundak Suho , berniat menenangkannya.

“Sebenarnya ingin sekali aku berkata ‘jangan pergi’ , tapi bagaimanapun ia juga harus mengurus sesuatu yang penting disana. Kurasa ia akan kembali , ia sendiri yang berkata ‘tunggu aku’,” kata Suho lirih sambil memaksakan bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman.

“Apa .. Luna unnie mencintai oppa ?” tanya Sulli , Suho mengangguk mantap karena ia sudah mendengar pernyataan dari Luna sendiri.

“Ia menyatakan perasaannya padaku sebelum ia memasuki bandara tadi,” kata Suho , Sulli pun mengangguk sekali lagi.

“Kuharap Luna unnie tidak bercanda dan mempermainkan Suho oppa , dan kuharap Luna unnie akan kembali,” batin Sulli sambil menatap keluar jendela.

*****

4 tahun kemudian ..

4 tahun telah berlalu dan 4 tahun itu dilewati oleh Suho tanpa Luna begitu pula sebaliknya. Kini seorang gadis berparas cantik dengan rambut pirangnya tengah berjalan memasuki bandara Internasional di New York.

“Aku akan kembali sekarang Suho oppa,” kata gadis itu dengan senyuman manis yang melekat di bibirnya. Ketika mendengar petugas informasi menyebutkan nomor pesawatnya , iapun melebarkan senyumannya kemudian memperbaiki kacamata hitam yang dipakainya , setelah itu ia berjalan memasuki pesawat diantara keramaian orang-orang.

*****

Esok harinya ..

Seorang lelaki berparas tampan tengah terduduk di taman bersama Sulli -adiknya- , keduanya tampak sangat menikmati suasana taman yang sejuk.

Oppa , sudah 4 tahun Luna unnie tak memberi kabar padamu , apa ia benar-benar akan kembali ?” tanya Sulli sambil melirik kearah Suho , Suho yang semula tersenyum menikmati kesejukan taman tersebut perlahan menghilangkan senyumannya ketika mendengar pertanyaan Sulli.

“Tapi ini baru 4 tahun , Sulli-ya , kita tak tahu bagaimana dengan tahun depan atau bulan depan,” jawab Suho singkat seolah tak berminat membicarakan hal ini.

“4 tahun itu sudah cukup lama , oppa, kau mau menunggunya sampai kapan lagi ?” kata Sulli sambil memandang Suho.

“Entahlah , Sulli-ya. Yang jelas aku masih mencintainya sampai sekarang,” kata Suho sambil mengusap wajahnya.

Sulli merasa kasihan pada kakaknya karena ia khawatir jika Luna hanya memberi harapan palsu pada kakaknya , namun buru-buru Sulli menepis pikiran negatif itu karena ia tahu kakaknya pasti akan sangat marah jika ia bisa mengetahui apa yang Sulli pikirkan.

Oppa , kurasa refreshing-nya sudah cukup , kita harus kembali ke rumah karena hari sudah sore,” kata Sulli sambil menggandeng tangan Suho , Suho hanya mengangguk untuk menanggapi ucapan Sulli.

Keduanya berlari kecil menuju rumah mereka namun ketika mereka sampai di halaman rumah mereka , keduanya tercengang mendapati sesosok gadis berambut pirang tengah mengenakan kacamata hitam yang menambah kesan dinginnya.

Suho merasa gugup ketika melihat gadis itu , maka ia memutuskan untuk menghampiri gadis itu dan mengajaknya berbicara pelan-pelan.

“Permisi , apa yang anda lakukan disini ?” tanya Suho dengan sopan , ia khawatir jika gadis ini adalah gadis sombong karena gayanya.

“Mengapa kau sangat formal , Suho-ya ?” tanya gadis itu , Suho merasa familiar dengan suara yang baru saja didengarnya itu dan ia berusaha mengingat-ingat suara siapa itu.

“Ini kan aku , Park Sunyoung atau yang biasa dipanggil Luna,” kata gadis itu sambil melepaskan kacamata hitamnya , Suho terkejut melihat gadis yang ditunggunya telah kembali ke Korea.

“Kau benar-benar Luna kan ?” kata Suho dengan suara bergetar.

“Tentu saja , memangnya siapa lagi ?” kata Luna sambil menyunggingkan sebuah senyuman , Suho rindu sekali dengan sosok gadis ini , iapun memeluk gadis itu erat.

“Aku hampir saja putus asa menunggumu , Luna-ya !” kata Suho lirih , ia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar di depan gadis yang dicintainya.

“Aku kan sudah bilang padamu untuk menunggumu,” kata Luna sambil tersenyum penuh haru , sementara dua orang itu melepas rindu , Sulli hanya bisa tersenyum melihat betapa bahagia kakaknya ketika melihat gadis yang dicintainya kembali.

“Luna unnie , Suho oppa, ayo masuk,” ajak Sulli.

“Ah , benar ! Luna-ya ayo masuk kedalam rumahku,” kata Suho sambil menggandeng tangan Luna dengan lembut.

Luna mengangguk dengan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah itu. Ia bisa melihat perubahan pada rumah Suho yang dulunya berantakan menjadi lebih rapi dan teratur.

“Rumahmu menjadi lebih rapi ya,” kata Luna sambil tersenyum.

“Keke ~ Sulli sudah menyelesaikan studi-nya jadi ia bisa membantuku merapikan rumah ini,” jelas Suho.

“Huff , iya aku memang membantunya tapi juga sambil bekerja,” kata Sulli sambil mencibir kearah Suho. Sementara yang dicibiri hanya tertawa kecil.

“Hmm  , begitu ya,” kata Luna sambil mengangguk mengerti , iapun duduk di sofa berwarna putih yang terletak di ruang tamu dan disampingnya ada Suho.

“Aku akan menyiapkan teh ya,” kata Sulli sambil berjalan ke dapur.

Sementara Sulli menyiapkan teh , Suho dan Luna hanya berbincang-bincang untuk melepas rindu.

“Luna-ya , apa kau benar-benar mencintaiku sebagai lelaki ?” tanya Suho , Luna menatap Suho lekat-lekat kemudian mengangguk.

“Ya , aku baru berani mengatakannya saat di bandara karena waktu itu aku khawatir jika kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku tapi setelah membaca buku diarymu , aku merasa percaya diri karena aku tahu kau juga mencintaiku,” kata Luna sambil membenahi rambutnya agar tidak kelihatan jika sekarang ia sedang gugup.

“O-oh begitu ya,” kata Suho pelan.

“Kalau begitu apa kau mau menjadi kekasihku ?” tanya Suho sambil menatap kedua mata Luna dengan lekat.

“Ya,” jawab Luna semangat lalu mengenggam tangan Suho erat.

“Kalau begitu , mulai sekarang kita menjadi sepasang kekasih ya,” kata Suho sambil mengusap rambut Luna pelan , Luna mengangguk.

“Waktu kau ingin pergi ke Amerika , aku ingin sekali berkata ‘jangan pergi’ tapi aku sadar jika tak seharusnya aku melarangmu pergi karena itu juga untuk kepentingan keluargamu kan ?” kata Suho , Luna mengangguk , keduanya benar-benar menikmati saat-saat ini , saat-saat dimana mereka sedang melepas rindu karena sudah lama tak bertemu.

END

Mian gaje , pls komen yaa !🙂

4 thoughts on “Last Words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s