Eonni!!

eonni!!!

EONNI!!

a movie by Mizuky

Main Cast:

|| F(x) ||

 Duration:

Vignette (+word)

Genre:

|| AU, Friendship, Fluff (SLIGHT!), Comedy (SLIGHT!), Family ||

Rating:

|| G ||

Summary:

Semuanya berawal dari teriakan Soojung yang menggema diseluruh dorm. Pagi yang cerah dengan ditemani secangkir kopi panas, segera berubah menjadi pagi neraka bagi para member F(x) saat itu.

+====+

EONNI!!

EONNI!!!” teriakan keras dari sang maknae segera membuat kelima penghuni dorm kecil itu terkaget.

Pagi yang (seharusnya) damai itu menjadi hancur seketika begitu sang maknae mengeluarkan suara tinggi-falsettonya.

+===+

-Luna’s Part-

Luna yang saat itu tengah serius dengan cat kuku berwarna merah muda. Dengan fokus ia menari-narikan kuas di atas kukunya.

Perlahan ke-sembilan kukunya sudah berubah warna semuanya. Tinggal kuku ibu jarinya saja yang belum.

Otomatis seluruh perhatiannya terfokus ke arah itu.

EONNII!!” namun, teriakan Soojung merusakkan segalanya.

Ish, tuh kan cat kukuku jelek, jadi luntur,” keluh Luna. Dia mendengus kesal. Ditatapnya ibu jarinya dengan menggerutu. Warna merah muda yang tersebar kemana-mana membuat salah satu jarinya  itu terlihat jelek.

Dia lalu bangkit dan dengan langkah panjang untuk menghampiri sang maknae. Tujuannya? Tentu saja untuk memberi ceramah kepada Soojung.

+===+

-Victoria-Amber’s Part-

Victoria sedang asyik berkutat di dapur untuk menyiapkan beberapa makanan. Yah, hanya dialah yang bisa memasak dan dia adalah seorang leader. Mau tak mau ia harus terus berkutat di dapur sebelum Soojung dan Jinri memecahkan dorm dengan rengekan mereka.

“Hei, eomma! Sedang memasak apa?” Amber tiba-tiba datang dari arah belakang lalu melihat ke arah panci yang daritadi terus diaduk oleh Leader F(x) itu.

“Ada yang sudah matang belum?” tanya Amber. Matanya terlihat begitu bersinar layaknya ia menemukan sebuah lollipop di pinggir jalan.

“Itu di meja. Ambil saja,” ujar Victoria tanpa memandang Amber. Rupanya ia tengah sibuk untuk mengaduk-ngaduk daging itu agar bumbunya terasap merata ke seluruh permukaannya.

Tanpa pikir panjang lagi, Amber segera menghampiri meja makan. Diam-diam dimakannya bulgogi satu persatu. Ia tak menyisakan apapun, bahkan setetes kuah pun.

“Amber, ingat jangan dihabiskan! Aku memasaknya pas, tidak ada yang untuk tambahan,” Victoria lalu menatap Amber untuk melihat apakah dia mendengar peringatannya atau tidak.

“Habis, eomma..” jawab Amber polos. Dia hanya menampakkan raut wajah tak bersalahnya sama sekali. Dia tersenyum lebar layaknya seorang idiot, yang justru ingin sekali Victoria memukulnya.

“Kau ini! Masa dihabiskan semuanya? Mana jatah untuk Jinri dan Soojung? Kau tahu ‘kan kalau dua maknae gila kita itu paling tak tahan jika perutnya kosong,” omel Victoria.

Amber ingin buka suara, namun suara teriakan Soojung segera mengalihkan fokusnya.

EONNII!!

Panik, akhirnya dua orang itu segera berlari untuk melihat keadaan sang maknae.

+===+

-Sulli’s Part-

“Haha..”

Sulli tertawa ketika ia membaca sebuah fan message. Dia suka melakukan kegiatan ini. Dia ingin mengetahui seberapa besar eksistansi F(x) di mata penggemarnya.

Sulli kini berada di teras dorm dengan ponsel yang berada di genggamannya. Dia menggulirkan scroll-bar ke bawah untuk melihat fan massage lainnya.

Matanya menatap serius ke arah layar ponsel. Dia selalu terharu membaca pesan dari fans F(x) yang setia mendukung mereka apapun pemberitaannya. Ketika dia sedang serius membaca sebuah pesan untuknya, namun suara teriakan Soojung yang kelewat batas hampir saja membuatnya untuk menjatuhkan ponselnya.

EONNII!!

Sulli segera mengelus dadanya yang terus berdebar.

“Dia kenapa sih harus teriak-teriak begitu?! Eonni? Apa aku juga termasuk?” kepalanya sedikit ia miringkan ke dalam untuk melihat keadaan dorm.

Dilihatnya Victoria, Amber, dan Luna yang segera berlari menuju kamar maknae mereka.

Mau tak mau, Sulli pun mengikuti langkah mereka juga.

.

.

“Ada apa sih kamu teriak begitu?! Gara-gara teriakanmu, kukuku jadi berantakan!” protes Luna.

Soojung cemberut. Dia bergerutu kesal.

“Kalian tahu dimana letak sepatu putihku?” tanya Soojung. Dia kembali bertingkah aneh. Berjalan kesana kemari, melihat ke sudut-sudut kamar.

“Kau taruh dimana memangnya?” tanya Victoria.

“Kalau aku ingat, tak mungkin aku menanyakannya pada kalian!” seru Soojung.

“Ck, Soojung, kau ini mencari sepatu atau ingin menghancurkan dorm? Kamarmu seperti kapal pecah saja,” keluh Amber ketika ia melihat kamar Soojung yang sangat sangat berantakan.

Ada shirt yang tergeletak di lantai, buku-buku koleksinya yang tak tertata teratur di lemari, tali rambut yang menggantung di ujung AC, beberapa pakian dalam bahkan tersebar disana sini,  sweater rajutannya yang entah dengan cara apa dan bagaimana bisa tersangkut begitu saja di fentilasi udara, dan tak luput alarm pemberian fansnya turut menjadi korban keganasan Soojung dengan tercelup didalam gelas air.

“Ya ampun, Soojung! Itu alarm kenapa dicelupkan lagi?! Sudah berapa banyak alarm pemberian fans yang kau celupkan seperti itu?!” teriak Sulli.

Soojung hanya acuh saja menanggapi celotehan Sulli yang menurutnya sama sekali tak penting itu.

Habis alarm ayam itu berisik sekali. Lagi enak tidur, terus saja berbunyi. Yasudah sadar-tidak sadar aku mencelupkannya.”

Sulli hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dasar Soojung, tingkahnya mirip seperti Jessica -kakaknya-,  yang hobi tidur itu.

“Daripada kalian hanya berdiri saja disitu seperti orang bodoh, lebih baik bantu aku untuk mencari sepatu putihku!”

Semuanya hanya menggeleng. “Tidak, itu salahmu kenapa teledor begitu,” tolak Victoria. Semunya dengan serempak setuju dengan pendapat leader mereka itu.

Sedang, Soojung hanya tersenyum licik. “Baiklah, tidak apa kalau kalian tidak mau membantuku. Tapi, aku tidak menjamin foto-foto ini akan selamat dari paparazzi.”

Semuanya tergelak melihat pose-pose yang tertera di foto itu. Foto mereka yang sedang tidur dengan gaya yang oh Tuhaan.. sungguh memalukan!

“Kau?! Bagaimana bisa mendapatkan foto itu?!” seru Luna. Mungkin dia yang paling shock melihat Soojung mendapatkan foto tidurnya dalam keadaan mulut terbuka lebar dengan air liur di salah satu sudut bibirnya.

“Cepat bantu aku mencarinya! Aku tidak mau tahu pokoknya harus sampai ketemu!” rengeknya.

Yang lain hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah. Yah, mau bagaimana lagi? Tak akan ada yang bisa membantah keinginan maknae mereka.

Mereka kemudian berbagi tugas. Victoria mencari di dapur, toilet, dan tempat pencucian. Luna mencari di bagian ruang tamu. Amber mencari di bagian ruang tengah, tempat mereka berkumpul bersama. Sulli mencari di bagian ruang musik. Sedang Soojung -sang pembuat keributan- masih saja sibuk menggeledah bagian kamarnya kembali. Siapa tahu terselip.

.

.

Siang Hari.

Beruntunglah F(x) selama satu hari diberi waktu istrirahat setelah mereka melakukan berbagai show tiada henti.

Kini, kelima wanita itu tengah duduk melingkari meja makan dengan dihadapan masing-masing sudah tersedia makanan sesuai selera mereka.

Victoria, Amber, Luna, dan Sulli saling memandang bersama. Terheran mereka akan sikap maknae kali ini.

“Sudahlah, ikhlaskan saja sepatu putih itu. Kau bisa membeli yang lain ‘kan?” ujar Victoria mencoba menghibur adik termudanya itu.

Namun, Soojung menampiknya. Dia masih saja sibuk menekuk wajahnya. “Itu sepatu pertama yang kubeli dengan uang dari hasil keringatku sendiri. Itu sepatu bersejarah untukku. Sepatu putih itu juga yang menemaniku saat aku graduation,” keluh Soojung.

“Lalu, kau mau apa? Kami sudah mencarinya kemana-mana, tapi tetap saja tak kami temukan,” ujar Amber.

Soojung mendengus kesal. “Tidak ada tapi-tapi! Pokoknya aku mau sepatu itu harus ketemu!” kemudian gadis itu melangkah pergi dengan mendung yang sepertinya betah bersarang di wajahnya itu.

“Anak itu! Lain kali aku akan bersikap sedikit tegas kepadanya. Inilah akibatnya kalau anak itu selalu dimanja,” keluh Luna.

Yang lain sama-sama menghembuskan nafas berat. Waktu liburan yang seharusnya dipergunakan untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka, jadi tak berarti ketika Soojung sudah mulai merengek seperti itu.

.

.

“Haaaaahhh…” mereka sama-sama menarik napas, lalu menghempaskan tubuh mereka begitu saja ke sofa seperti tanpa beban.

Untung saja per sofa itu masih kuat menahan berat dari keempat member yang bila dihitung mungkin dapat mencapai angka seratus kilogram.

Mereka mengusap peluh yang rupanya sudah memenuhi pelipis mereka.

“Ya ampun, aku lelah sekali, Eonni,” keluh Sulli.

Yang lainnya hanya mengangguk saja. Acuh akan rengekan Sulli mereka.

“Ya terus, aku harus apa? Badanku juga pegal semua..” timpal Amber.

Sulli mendengus. Ketika ia ingin buka suara, lagi-lagi Soojung berteriak dengan lantangnya.

“EONNI!!” teriak Soojung dari dalam kamarnya.

Semuanya serempak menghembuskan napas dalam-dalam. Tubuh mereka terlampau lelah untuk berjalan sekalipun.

Soojung yang sama sekali tak melihat keberadaan eonninya di dalam kamarnya, memutuskan untuk menghampiri mereka berempat di ruang keluarga.

Tangannya terlihat seperti memegang sesuatu, dan sesuatu itu ia sembunyikan di balik punggungnya.

“Hai, eonni..” sama Soojung.

Tak ada yang menjawab. Mereka hanya menatap Soojung seolah ingin berkata -ada-apa-lagi-

Soojung kesal karena tak mendapat respon dari semuanya. Tapi, ia segera menepiskan rasa kesal itu ketika dilihatnya raut wajah lelah dari semuanya.

“Begini, ehm.. apa kalian sudah menemukan sepatu putihku?”

Semuanya serempak menggeleng dengan mulut yang tak bergerak.

“Ah, pantas saja kalian tidak menemukannya. Sepatu itu ternyata dipinjam oleh Jessica eonni.”

Seketika keempat orang itu berjengit kaget dengan mata membulat besar. Hampir menyaingi besar mata Kyungsoo dan Minho sepertinya.

“SOOJUNG!!!” akhirnya mereka berempat pergi dari tempat itu dengan wajah kesal. Ingin rasanya mereka memukul kepala Soojung, namun sampai kapanpun mereka tak akan bisa.

Soojung yang sepertinya tak merasa bersalah sekalipun, kembali ke kamarnya.

Eh, ketika dirinya ingin mendengarkan lagu, Ipod merah kesayangannya sembunyi entah dimana.

Soojung lagi-lagi harus mencarinya. Dia kesal terlebih baru saja ia merapikan kamarnya.

“Eonni, Ipod merahku dimana?!” teriaknya lagi.

Lima belas detik tak ada sahutan..

Tiga puluh detik..

Tiga puluh lima..

Empat puluh..

Dan, kemudian..

“CARI SAJA SENDIRI!!!”

.

.

| E N D |

Hehe, this is my 2nd ff published >< sorry if this “krik”😆

tumblr_mi1v0zyJK51qhomkxo2_250

6 thoughts on “Eonni!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s