Don’t Trust

Artposter_Don'tTrust

Dont Trust

||Writing by Julistyjunghaae || Staring by Krystal and Sulli [F(X)]||

||Psychology-Friendship-gore-DeathFic||Ficlet||PG-15||

||Disclaimer: Story, Idea, and plot is mine. ||

oOo

Soojung memejamkan matanya. Memutar sebuah memori yang hanya akan terulang dalam otaknya—seperti film documenter. Atau mungkin Booklet? Semuanya terulang, selembar demi selembar tergambar jelas dalam otaknya.

“Soojung-a.”

Soojung tak menjawab panggilan itu namun hanya merespon dengan senyuman tipis yang selalu ia berikan. Soojung menatap manik mata dari gadis yang berada dihadapannya— Choi Jinri. Soojung dapat melihat dengan sangat jelas senyuman bahagia dan rona dipipi Jinri.

“Kau bertemu dengan siapa tadi? Sepertinya kau sangat bahagia.”

“Tidak, aku selalu seperti ini setiap hari Soojung-a.”

Liar. Soojung hanya tersenyum ‘lagi’. Ia mengesap kembali secangkir teh hijau lalu menatap jendela yang terlapisi embun tipis akibat dinginnya hujan yang tak pernah berhenti untuk jatuh. Begitu dingin—sama seperti keadaannya hatinya.

“Soojung-a, bagaimana dengan hubunganmu dengan Kai?”

“Masih sama.”

Soojung dapat dengan jelas mendengar helaan nafas panjang dari Sulli dan tatapan sedih darinya. Namun Soojung tidak bodoh. Terselip satu senyuman kemenangan diantara wajah kaku yang terlalu dibuat untuk terlihat menjadi sebuah ekspresi sedih.

“Aku harap hubunganmu dengannya akan baik-baik saja, seperti dulu.”

Liar. Soojung hanya menatap wajah Jinri tanpa arti. Melihat senyuman kemenangan yang tersembunyi dari Jinri dan melihat kebahagiaan yang menjijikan bagi Soojung. “Kenapa menatapku seperti itu, apakah ada yang aneh dengan wajahku?”

“Tidak, hanya saja ekspresimu itu seperti kau telah mendapatkan kupon makanan gratis dari kedai ramen yang ada disebrang rumahmu.”

Dengan sangat jelas raut wajah Jinri berubah jadi aneh. Soojung hanya tersenyum dalam sudut yang berbeda. “Bisakah kau tak menyamakan kebahagianku hanya dengan satu kupon makanan gratis Soojung-a? kau dapat memberikan sebuah perumpamaan yang lebih bagus dari itu.”

Soojung hanya terkekeh ringan. “Siapa pria itu?”

“Maksudmu? Pria?” Jinri menaikan sebelah alisnya.

“Kekasihmu.”

Soojung melihat Jinri yang terdiam. “Sehun.”

Liar. Soojung dapat melihat wajah dengan kegugupan dari ekspresi Jinri. Bukankah Jinri sangat pandai memainkan ekspresi diwajahnya. Namun Soojung tak pandai untuk dibodohi. Matanya terlalu jeli melihat sesuatu yang mencurigakan. Matanya selalu menelusup semua bagian dari satu hal yang ia tatap.

“Kai?”

Dengan sangat jelas bola mata berwarna biru milik Soojung melihat mata Jinri yang melebar dengan sempurna dan tetesan air yang terus jatuh dari pelipis Jinri. Melihat mulut Jinri yang sedikit terbuka namun terkatup kembali. Merasakan kaki Jinri bergerak tanpa pemiliknya sadari.

“Hah, apa maksudmu? Aku tak mengerti?”

Soojung berdiri dan menghadap pada Jinri yang masih menatap Soojung dengan ekspresi gelisah. Soojung mulai mengukir senyuman tipisnya namun berubah semakin lebar dan lebar. Memperlihatkan deretan gigi putih miliknya dengan wajah senang Soojung—yang menipu.

“K…kenapa?”

Soojung tak menjawab. Ia memegang bahu Jinri dan menyuruhnya untuk berdiri. Soojung masih saja tersenyum dengan penuh kebohongan. “Selama kau bahagia dengan Kai dan Kai juga bahagia denganmu, aku juga akan tetap bahagia.” Jinri tak mengerti arti pembicaraan Soojung.

“Aku tau semuanya.”

Mata Jinri membulat sempurna ‘lagi’. Namun melihat ekspresi Soojung yang terlihat seperti meng-ikhlaskan kekasihnya untuk Jinri. Gadis berambut pendek itu pun menerima dengan hangat sebuah pelukan dari teman yang ia hianati. “Thanks and Sorry…” Jinri meminta maaf dengan tulus melihat wajah menipu dari Soojung.

“Maaf Jinri-a…”

“Maks…AAA”

Hanya pekikan halus yang menelusup dan masuk kedalam telinga Soojung. Bau anyir yang terasa khas kini menyebar keseluruh ruangan seperti sebuah pengharum. Cairan merah seperi cat kuku yang dipakai Soojung kini mengotoi baju berwarna putih Soojung.

Ia kembali menukar ekspresi. Yang diperlihatkan Jinri saat ia masih dapat menghirup dengan bebas oksigen yang diciptakan Tuhan itu. Saat Jinri menelusupkan ekspresi kebahagiaan dan kemenangan diantara seribu ekspres sedih yang ia perlihatkan.

Soojung kini mengerti satu hal.

Jangan pernah percaya pada siapapun. Sekalipun ia adalah orang yang kau sayangi.

Soojung menatap sebilah pisau yang ia tancapkan pada perut Jinri. Ia menatapnya lama lalu kemudian menatap langit dari jendela. Hujan semakin deras. Petir terus menyambar setiap daerah yang dapat dijangkaunya sesuka hati dan kini Soojung tertawa dengan keras sambil mengcengkram dengan erat pisau yang terbuat dari besi itu hingga tangan halusnya mengeluarkan cairan kental berbau dan berwarna peka dengan satu senyuman—mengerikan.

END

A/N: maybe I’m being addicted to read Fanfict or novel with Psychology, suspense and gore genre(s). Therefore, it’s second Fanfict with Psychology and gore genre(s) and also with Krystal again. Need review and comment all, my inspired by real story^^.

11 thoughts on “Don’t Trust

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s