Stalker [Chapter 3]

stalker


 

Title : “Stalker “ (Chapter 3)

Author : Olivia

Cast : Krystal Jung f(x) | Byun Baekhyun (EXO-K)

Support Cast : Son Naeun (A-pink) | Choi Jinri f(x) | Jessica Jung (SNSD) | Park Chanyeol (EXO-K)

Genre : Romance , Sad, School-life , Thriller, Horror, Mature, Crime

Rating: PG-15

Length : Chapter

 

~***~

 

 

Krystal POV

“Bagaimana sekolahmu tadi?”

Begitu masuk rumah, Jessica Eonnie  sudah menyambutku dengan sebuah pertanyaan, dan aku sangat malas untuk menjawabnya karena lelah.

“Akan kuberitahu lain kali. Aku ingin beristirahat sebentar,” ujarku.

“Baiklah. Jangan lupa makan siang!” sahutnya.

Segera aku beranjak ke kamar tidurku. Hari pertama di sekolah, kurasa cukup baik dan aku sedikit merasa nyaman berada di. Hanya saja, aku masih malu kepada teman baruku. Terutama pada Baekhyun juga.

Saat di kantin tadi, aku iri melihat Jinri yang terlihat sangat dekat dengannya. Mereka mengobrol dan bercanda bersama. Mungkinkah mereka berpacaran? Tidak! Pasti tidak.

Atau… haruskah aku bertanya? Kepalaku terasa pusing untuk memikirkannya. Kurasa aku harus menanyakannya pada Jinri. Atau pada Naeun saja?

“Melelahkan,” gumamku.

Kuambil ponsel yang berada di kantong baju seragamku. Ada satu pesan masuk dan satu telepon yang tidak kujawab dari Naeun. Kami memang sempat bertukar nomor tadi. Haruskah aku bertanya tentang Jinri dan Baekhyun padanya?

“Krystal… kau sudah pulang atau belum? Kenapa kau tidak menjawab teleponku? Cepat balas pesan ini jika kau membacanya.”

Hanya itu pesan yang dikirimnya. Ada apa dengannya? Apa terjadi sesuatu? Segera kuketik balasannya dengan cepat.

Aku berada di rumah. Ada apa?”

 

Dengan perasaan sedikit resah, aku menunggu balasan dari Naeun. Kami baru saja berkenalan hari ini, tapi dia sudah membuatku seakan mengenalnya lama sekali. Tak lama kemudian, ponselku berbunyi.

“Tidak. Aku hanya bertanya saja ^^.”

 

Begitu melihat isi pesannya, aku merasa sedikit lega dan kesal. Terntaya hanya bertanya saja. Kukira dia sedang dalam masalah. Aku menekan tombol hijau di ponselku untuk meneleponnya sekarang.

“Halo?”

 

Naeun… ini aku Krystal.” kataku.

“Hei… ada apa meneleponku?”

 

“Tidak. Hanya ingin mengobrol sedikit saja. Naeun… bolehkah aku bertanya?” tanyaku dengan gugup.

“Tentu saja. Mau bertanya tentang apa?”

 

“Ini… soal Baekhyun dan Jinri.”

“Baekhyun dan Jinri?”

Perlahan kujauhkan ponselku dari telingaku. Mengapa dia terdengar terkejut sekali ketika aku bertanya tentang mereka?

“Apakah… mereka berpacaran? Di kantin tadi, Baekhyun dan Jinri terlihat dekat,” kataku.

“Oh… mereka tidak berpacaran. Baekhyun dan Jinri terlihat dekat itu karena mereka sudah berteman lama. Jadi, wajar saja kalau banyak yang mengira mereka berpacaran. Kenapa? Kau suka dengan Baekhyun ya?”

 

“Tidak! Aku hanya bertanya saja,” jawabku cepat.

“Jangan berbohong! Jujur saja padaku, kau suka dengannya kan? Aku tidak akan memberitahukannya pada siapapun. Aku berjanji,” katanya.

“Baiklah… aku mengaku! Tapi jangan bilang pada siapapun, Oke?! Sekarang kau puas?” tanyaku kesal.

Suara tawa Naeun kini membuat telingaku sakit. Apakah itu lucu? Kurasa tidak sama sekali.

Sejak kapan kau menyukainya?” tanya Naeun.

“Sejak aku melihatnya di bandara saat sekolah kalian mengadakan study tour ke Amerika. Waktu itu, aku satu pesawat dengan kalian juga,” jawabku.

“Berarti kau juga melihatku ya?”

“Tidak juga. Aku hanya melihat Baekhyun dan Chanyeol.”

Rupanya begitu… Hei, sudah dulu ya. Sepertinya ibuku tadi memanggilku. Telepon aku lain kali,”

Sambungan telepon langsung putus dengan cepat. Kurasa dia sedang terburu-buru. Dan sebaiknya aku tidur sebentar. Aku lelah hari ini.

Krystal POV End

~***~

“Kau sudah mendengarnya kan tadi?” tanya Naeun.

“Tentu saja,” jawabnya singkat.

“Jadi kapan kau akan memulainya?”

“Tidak cepat, pun lambat. Tunggu beberapa hari lagi. Maka permainan akan dimulai.”

“Lalu… kau akan menerornya seperti yang kau lakukan pada Eunji?”

“Tentu saja.”

“Apa yang harus kulakukan?” tanya Naeun.

“Bantu aku singkirkan Choi Jinri.”

“Tunggu dulu! Kenapa kita harus menyingkirkannya?” tanya Naeun bingung.

“Kau tahu… aku tidak suka perempuan yang sangat dekat dengannya. Walaupun hanya sebatas teman. Lagipula kau sendiri yang bilang, mereka sudah dekat sejak lama.”

“Apa kau punya rencana untuk menyingkirkannya?”

Gadis yang mengobrol dengan Naeun itu menghela napas pelan dan menatapnya dengan sebal.

Haruskah dia bertanya terus? Batinnya.

“Bunuh saja dia. Kenapa kau masih harus bertanya lagi?”

“Maaf aku lupa soal itu,” kata Naeun dengan senyuman polosnya.

“Kapan kita akan melakukannya?” tanya Naeun lagi.

“Besok disaat pulang sekolah. Jadi bersiap-siaplah.”

~***~

Krystal POV

Aku melihat jam yang berada di mejaku. Sudah berapa lama aku tidur tadi? Rasanya sebentar sekali.

“Krystal! Cepat kemari!”

Begitu mendengar suara Jessica Eonnie yang berteriak dari luar kamarku, telingaku rasanya mau pecah. Tidak bisakah dia mengecilkan suaranya itu sedikit?

“Ada apa, Eonnie?” tanyaku.

“Temani aku jalan sore sebentar. Tidak apa-apa kan?” tanyanya.

Aku menatapnya terkejut. Jadi dia berteriak dengan keras dan menyuruhku keluar dari kamar

hanya untuk ini?! Yang benar saja!

“Jangan menatapku seperti itu! Cepat ganti baju dan temani aku,” ujarnya.

Dengan perasaan kesal, aku kembali ke kamar dan mengganti pakaianku. Aku benar-benar malas jika disuruh ikut bersamanya.

Seusai mengganti baju, segera kupasang sepatuku dan pergi mengikutinya berkeliling di sekitar perumahan ini. Sembari berjalan, kuedarkan pandanganku untuk melihat sekeliling. Suasana sore terlihat begitu menyenangkan di sini.

Tak lama kemudian, mataku menangkap sebuah objek yang menarik. Atau lebih tepatnya seseorang. Bukankan itu Baekhyun? Sedang apa dia di sini?

Aku ingin menyapanya. Tetapi, kuurungkan niatku begitu tahu ia tak sendiri. Kulihat seorang perempuan sedang berjalan di sampingnya sambil mengobrol. Kurasa aku juga pernah melihatnya di bandara waktu itu. Siapa dia?

“Apa yang kau lihat?”

Suara Jessica Eonnie mengejutkanku seketika itu. Aku menatapnya sebal dan menggeleng menjawab pertanyaannya.

“Ayo jalan lagi,” katanya.

Aku hanya mengikuti perkataannya saja. Sesekali aku masih melihat Baekhyun dan perempuan itu. Rasa penasaranku makin bertambah begitu melihat mereka.

Dan satu pertanyaan yang masih terbayang di benakku sedari tadi.

Siapa dia?

~***~

Saat sampai di rumah, segera aku masuk ke dalam kamarku. Kuhempaskan diriku ke kasur yang empuk sambil menatap langit-langit kamar tidurku. Ponselku tiba-tiba berdering. Naeun rupanya yang meneleponku.

“Halo?”

“Hei, Krystal! Kau sedang apa?” tanyanya.

“Aku? Hanya berbaring di kasur. Ada apa meneleponku?”

“Tidak. Aku hanya ingin tahu saja.”

 

Aku menghela napas pelan begitu mendengar perkataannya. Aku mulai teringat dengan Baekhyun dan perempuan tadi.

Naeun… apakah Baekhyun punya saudara perempuan?”

“Tidak. Memangnya ada apa?”

 

“Itu… hanya saja aku tadi melihatnya di dekat rumahku. Dia sedang berjalan bersama seorang perempuan. Kau yakin dia tidak punya saudara perempuan?” tanyaku ragu.

“Dia itu anak tunggal di keluarganya. Itu saja yang kutahu. Mungkin saja kau salah lihat,” kata Naeun.

“Aku benar-benar melihatnya bersama seorang perempuan. Kurasa, aku pernah melihatnya di bandara waktu itu. Apakah dia salah satu murid sekolah?”

“Kau tahu… banyak sekali murid perempuan di sekolah kita. Kalau aku tak tahu wajahnya atau ciri-cirinya seperti apa, mana mungkin aku mengenalinya.”  Jawab Naeun.

“Kalau begitu… apakah dia punya pacar?” tanyaku lagi.

“Krystal… dengarkan aku baik-baik agar aku tak perlu mengulangi perkataanku. Byun Baekhyun adalah seorang anak tunggal di keluarganya, ia tak memiliki kakak atau adik perempuan. Dia adalah murid laki-laki yang paling populer di sekolah karena prestasi dan ketampanannya.

 

“Kau mungkin tahu bahwa dia memiliki banyak penggemar di sekolah. Dan jika Baekhyun punya seorang kekasih, kami semua akan tahu hal itu. Lagipula  yang kuingat… Baekhyun sudah putus dari pacarnya, sekitar beberapa bulan yang lalu,”  kata Naeun.

“Siapa pacarnya?” tanyaku penasaran.

“Namanya Jung Eunji. Dia dulu juga murid di sekolah kita. Tetapi, dia sudah meninggal setelah mereka putus.”

 

“Meninggal? Karena apa?”

“Ya. Katanya… dia dibunuh. Entah oleh siapa.”

 

Mendengar perkataan Naeun, aku menjadi sedikit takut. Kenapa aku menjadi takut seperti ini?

Kau tahu… tidak hanya dia saja yang dibunuh,” ujar Naeun.

“Apa maksudmu?”

“Sebelum Jung Eunji pun… sudah banyak perempuan lain yang dibunuh karena mereka dekat dengan Baekhyun.”

“Jangan berusaha menakutiku,” kataku.

“Maaf  jika aku membuatmu takut. Hei, aku dipanggil ibuku! Sudah dulu ya. Sampai bertemu di sekolah besok,” kata Naeun.

Aku memutuskan sambungan telepon. Mendengar perkataan Naeun tadi membuatku merinding. Tiba-tiba bayangan perempuan yang bersama Baekhyun tadi terlintas di benakku.

Kenapa bayangan perempuan itu terus muncul?

~***~

Esok harinya

 

Bel tanda istirahat terakhir sudah berbunyi. Kulihat jam tanganku; jam 12.30 siang. Hari ini, entah hanya perasaanku saja atau memang waktu terasa berjalan sangat lambat.

“Kau tidak ikut ke kantin, Krystal?” tanya Naeun yang berada di sebelahku.

“Kau juga? Aku ikut,” kataku.

Aku mengikuti Naeun yang berjalan ke arah kantin. Saat disana, kulihat Jinri melambaikan tangannya ke arahku dan Naeun.

Aku dan Naeun menghampirinya. Ia tak sendiri. Ada Chanyeol dan juga Baekhyun bersamanya.

“Krystal? Kau terlihat lesu sekali. Ada apa?”

Aku menoleh begitu mendengar suara Baekhyun yang bertanya padaku. Aku terlihat lesu? Benarkah?

“Benarkah? Mungkin hanya sedikit mengantuk,” jawabku.

Baekhyun mengangguk mengerti. Aku melihat sekeliling kantin. Saat sedang melihat-lihat, kurasakan seseorang di sebelahku menyikutku. Saat aku menoleh, rupanya Son Naeun yang melakukannya.

“Apa?” tanyaku.

“Kau tidak mau bertanya dengan Baekhyun?” bisik Naeun.

“Bertanya apa?”

“Yang kau ceritakan kemarin,” bisiknya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Naeun hanya menghela napasnya kemudian tatapannya beralih ke Baekhyun.

“Baekhyun… Krystal tadi ingin bertanya kepada-”

Belum selesai Naeun berbicara, aku langsung menutup mulutnya dan menatapnya dengan tajam. Kenapa juga dia harus bilang pada Baekhyun?!

Baekhyun kini beralih menatapku. Bagus! Apa yang harus kukatakan padanya?

“Kau mau bertanya tentang apa?” tanya Baekhyun.

“Ehm… tidak! Naeun hanya asal bicara tadi,” ujarku.

Kulepaskan tanganku yang tadi menutupi mulutnya Naeun. Awas saja jika dia berani bilang kepada Baekhyun!

“Dia ingin tahu apakah kau sudah punya-”

Sekali lagi, aku menutup mulutnya Naeun. Demi tuhan ada apa dengan anak ini? Seharusnya aku tak pernah bercerita soal Baekhyun padanya!

Kini Baekhyun, Jinri dan Chanyeol menatapku dengan bingung. Son Naeun! Kau benar-benar menyebalkan!

“Punya apa?” tanya Baekhyun.

“Tidak! Naeun hanya asal bicara. Jadi, jangan pedulikan perkataannya,” kataku gugup.

Kulihat Chanyeol menatapku dengan curiga. Apakah dia tahu maksud dari Naeun? Jangan sampai dia bisa tahu!

“Biar aku yang melanjutkan kata-katanya Naeun,” ujar Chanyeol.

“Kau… ingin tahu apakah Baekhyun sudah punya… pacar? Begitukah?” tanya Chanyeol.

Kini aku menatap Naeun yang terlihat begitu senang ketika Chanyeol melanjutkan perkataannya. Bagus! Awas saja kau Son Naeun.

“Benarkah kau ingin bertanya seperti itu?” tanya Baekhyun.

Kini aku tak bisa menjawabnya. Apa yang harus aku kukatakan pada Baekhyun? Ini benar-benar memalukan!

Kulihat Jinri menahan tawanya begitu melihat ekspresiku, dan Chanyeol juga. Naeun hanya tersenyum manis. Dan Baekhyun menatapku sambil tersenyum.

“Ya! Kurasa kalian berdua akan cocok jika berpacaran,” sahut Chanyeol.

Aku menatapnya sebal. Jika Son Naeun dan Park Chanyeol bukan temanku, sudah kupastikan dia akan kupukul habis-habisan karena memberitahukannya pada Baekhyun!

~***~

“Kau harus lihat ekspresimu tadi saat Baekhyun tahu. Kau benar-benar lucu tadi,” kata Jinri.

Aku hanya mendengarkan perkataan Jinri saja. Sekarang sudah waktunya pulang. Jinri memintaku untuk pulang bersamanya.

“Krystal!”

Saat kudengar suara yang kukenal memanggilku, rasa gugupku kini bertambah. Bukankah itu suaranya Baekhyun? Benar saja, saat aku menoleh, kulihat Baekhyun mengampiriku.

“Soal di kantin tadi, maafkan Naeun dan Chanyeol yang membuatmu merasa tak nyaman. Mereka selalu bertingkah seperti itu,” kata Baekhyun.

“Tidak apa-apa,” ujarku singkat.

“Dan aku ingin tahu… apakah kau punya banyak waktu senggang?” tanyanya.

“Ya… begitulah. Memangnya ada apa?” tanyaku.

“Aku tadi mengajak Chanyeol untuk menemaniku berjalan-jalan. Tetapi dia tidak bisa karena ada latihan basket. Jadi, kau… mau menggantikannya?”

“Menggantikan Chanyeol?”

“Ya. Itupun kalau kau ada waktu. Bagaimana?”

“Boleh saja. Kapan?” tanyaku.

“Hari sabtu malam. Aku yang akan menjemputmu.”

Aku hanya mengangguk mengiyakan ajakan Baekhyun. Terlebih lagi, hatiku serasa berdebar dengan kencang saat dia tersenyum manis padaku.

“Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu hari sabtu nanti,” ujarnya.

Baekhyun segera pergi setelah itu. Apakah ini mimpi? Baekhyun mengajakku jalan-jalan?

Atau… apakah dia baru saja mengajakku untuk berkencan?

“Hei, ada apa?!”

Perkataan Jinri membuatku sedikit terkejut. Kenapa dia lama sekali?

“Kau dari mana saja?” tanyaku.

“Guru Lee tadi memanggilku. Jadi aku ke ruang guru sebentar,” jawabnya.

“Krystal… kau pulang saja duluan. Aku masih ada urusan di sini katanya.

“Kau yakin tidak mau ikut bersamaku? Aku bisa menunggumu.”

“Pulang saja. Setelah ini, aku juga harus membantu Guru Lee untuk mengoreksi hasil ujian kelas,” ujar Jinri.

“Baiklah. Sampai jumpa besok ya!”

Aku meninggalkan Jinri sendirian sekarang. Entah kenapa, perasaanku jadi tidak enak karena meninggalkannya.

Ada apa ini? Kenapa aku menjadi merasa seperti ini?

Soojung POV End

~***~

“Kau boleh pulang sekarang, Jinri. Terimakasih atas bantuannya.”

Guru Lee langsung pulang setelah membereskan barang-barangnya di kantor guru. Jinri juga ikut keluar dari kantor guru. Tetapi, ia tak langsung pulang. Jinri pergi ke toilet sebentar.

Sekolah begitu terlihat sepi. Semua murid dan guru juga sudah pulang. Tinggal Jinri sendirian di sekolah. Jinri mencuci tangannya sebentar. Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki.

Mungkin saja ada murid atau guru yang belum pulang, pikirnya. Pada saat itu, pintu toilet terbuka. Jinri sedikit kaget. Tetapi, kemudian ia merasa lega begitu melihat Naeun.

“Kau belum pulang?” tanya Jinri.

“Belum. Masih ada sedikit urusan yang belum kutangani,” jawab Naeun.

“Urusan apa?” tanyanya lagi.

Naeun kemudian tersenyum dan menatap Jinri dengan tajam. Sebuah pisau ia keluarkan dari kantong roknya.

“Kau.”

“Naeun… ada apa denganmu?” tanya Jinri sedikit takut.

“Aku? Aku tidak apa-apa,” jawab Naeun.

“Ya! Singkirkan benda tajam itu dari hadapanku!”

“Kenapa? Kau takut ini akan melukaimu? Tenang saja… tidak akan sakit kok,” ujarnya.

“Kau sudah gila, Son Naeun!” teriak Jinri.

Naeun hanya tertawa mendengar perkataan Jinri. Disaat itulah, Jinri berusaha untuk kabur. Tetapi, seorang gadis menghalanginya sehingga ia tak bisa pergi kemana-mana.

“Mau lari kemana? Urusan kita belum selesai,” kata gadis itu.

“Kau…”

Perkataan Jinri terhenti begitu ia melihat perempuan yang menghalanginya itu.

“Terkejut melihatku? Sudah lama kita tak bertemu, Choi Jinri.”

“Apa maksud dari semua ini?!” tanya Jinri.

“Perlukah kami memberitahumu?” tanya Naeun.

Jinri hanya bisa menangis ketakutan saat melihat pisau itu diarahkan kepadanya.

“Gadis yang malang. Setakut itukah dirimu pada sebuah pisau?”

“Kenapa kalian tega melakukan semua ini kepadaku?! Aku tak pernah berlaku jahat pada kalian!” kata Jinri.

“Kau memang tidak berlaku jahat pada kami. Tapi, kau sama seperti Jung Eunji dan Krystal Jung.”

“Apa hubungannya dengan mereka?” tanya Jinri.

“Mereka… sama-sama merebut hatinya Baekhyun dariku. Dan kau… kau dekat dengannya. Aku tidak suka melihat kedekatan kalian!”

“Kumohon jangan bunuh aku!” kata Jinri sambil menangis.

“Sampaikan salam kami pada Jung Eunji dan lainnya,” kata gadis itu dan Naeun.

“AAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

~TO BE CONTINUE~

A/N : Chapter 3 telah selesai! ^^

Maaf jika ceritanya tidak seru, aneh, banyak kekurangannya, dll. Aku masih bingung seperti apa alur cerita yang bagus untuk Chapter 3 ini.

Oh ya, gimana? Ini udah nggak pendek lagi kan?

Dimohon reviewnya yah ^^

Oke~ ayooo~ komen! ^^

 

10 thoughts on “Stalker [Chapter 3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s