Just A Day

just-a-day

 

Title: Just A Day

author: Vi

Cast: Sulli-f(x)

Sehun-EXO

Other cast: Kris-EXO

rating: T

Genre: Romance , Sad

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain , manga , anime , ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

poster: cafeposterart.wordpress.com

https://fxfanfictindonesia.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

*****

Sehun POV

Aku berjalan menuju ruang kerja hyungku , Park ahjussi mengatakan jika ia memanggilku. Biasanya sih ia memanggilku karena ingin membahas soal pekerjaan , apa tak ada topik lain yang dapat ia bicarakan selain pekerjaan , huh ?

Ketika aku memasuki ruang kerja hyungku , hyungku tampak sibuk dengan file-file yang ada di mejanya , aku benar-benar tak mau menganggunya tapi bagaimanapun ia juga kan yang memanggilku ?

“Hyung,” panggilku , ia menoleh dan menatap kearahku dengan tatapan lelahnya.

“Sehun-ah , ada yang mau hyung bicarakan,” katanya sambil menyuruhku untuk duduk didepan mejanya.

Akupun menempati sebuah kursi coklat didepan meja Kris hyung , ia masih saja berkutat dengan pekerjaannya. “Jadi apa yang mau hyung bicarakan ?” tanyaku untuk memulai pembicaraan.

“Begini , kau tahu sendirikan jika keluarga kita memiliki perusahaan di Australia ?” tanya Kris hyung , aku mengangguk untuk menanggapi pertanyaannya.

“Karena perusahaan kita di Australia maka ahjussi menyuruh kita untuk segera pindah ke Australia , ahjussi tak memiliki banyak waktu untuk bolak-balik dari Australia ke Korea dan dari Korea ke Australia maka ia menyuruh kita untuk pindah agar ia dapat memastikan jika kita baik-baik saja,” kata Kris hyung yang sukses membuatku terkejut.

“Tapi hyung , kita sudah besar , lagipula ahjussi juga tak perlu terlalu mengkhawatirkan kita kan ?” kataku , Kris hyung mengangguk dan menghembuskan nafas kasar.

“Bagaimanapun semua sudah setuju dengan kepindahan kita ke Australia , Sehun-ah. Ahjumma saja lebih setuju jika kita pindah ke Australia,” kata Kris hyung sambil mengusap wajahnya , jika Kris hyung sudah kelelahan begini aku merasa kesulitan untuk membantah kata-katanya karena aku tak mau Kris hyung makin frustasi karena aku.

“Jadi kita benar-benar akan pindah ke Australia , hyung ?” tanyaku untuk memastikan sekali lagi , Kris hyung mengangguk sambil tersenyum simpul.

“O-oh , ya sudah , aku keluar dulu ya,” kataku sambil berjalan keluar dari ruangan Kris hyung. Setelah aku menutup pintu ruangan Kris hyung dengan rapat aku menghembuskan nafas kasar, rasa kesal dan sedih bercampur menjadi satu.

“Aishh , mengapa begitu mendadak ? Aku baru saja mendapatkan gadis itu,” gumamku lirih sambil mengusap wajahku frustasi.

Aku berjalan menuju kamarku dan mengambil ponselku yang terletak diatas ranjangku , aku mengetikkan beberapa huruf padanya.

To: Sulli

From: Sehun

Sulli-ya , kita kencan yuk..

Aku tahu ini cara yang aneh untuk mengajak seseorang yang kita cintai untuk berkencan , tetapi ini caraku untuk mengajaknya berkencan..

*****

Sulli POV

DRRTTT

“Aishh , ini masih jam 8 pagi ! Siapa sih yang mengirimiku pesan sepagi ini ?” seruku kesal sambil membanting bantalku hingga terjatuh dilantai.

“Hah ? Oh Sehun ? Untuk apa ia menghubungiku pagi-pagi begini ?” gumamku sambil membaca pesan singkat yang ia kirim untukku. Ia mengajakku kencan ? Wah ! Kencan pertamaku !

Dengan sigap aku mencari namanya di kontakku dan menelponnya. Aku ingin menanyakan mengenai kencan pertama kami lebih lanjut pada Sehun.

“yoboseyo ?” sapanya diseberang telpon.

“Sehun-ah ! Kapan kita akan berkencan ? Dimana ? Apa tempatnya romantis ?” aku langsung menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.

“I-itu , karena aku ingin seharian bersamamu bagaimana jika kau yang menentukan tempatnya ?” tanya Sehun , senyumanku langsung mengembang ketika mendengar ucapannya.

“Aigoo , kau memang kekasih yang baik yaa ! Aku ingin seharian pergi ke taman bermain yang tak jauh dari rumahku,” kataku riang.

“Baiklah , kau segera bersiap-siap yaa , aku akan segera menjemputmu,” katanya dengan suara yang lembut , umur kami tak berbeda jauh tetapi ia bersikap gentle padaku. Aku memang tak salah memilih kekasih ya.

“Apa ia akan segera menjemputku ? Aku harus bersiap-siap !” seruku sambil berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

 

*****

author POV

Tak lama kemudian Sulli sudah bersiap-siap dengan kaos pink yang barusan ia beli kemarin dan celana jeans pendek , rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja. Sulli menunggu Sehun datang ke rumahnya untuk menjemputnya.

TIN TIN

Terdengar klakson mobil milik Sehun , Sulli segera berlari keluar dan mengunci pintu rumahnya. Iapun segera memasuki mobil milik Sehun.

“Aku tak menyangka jika aku memiliki kekasih yang begitu romantis sehingga mau seharian berkencan denganku,” kata Sulli sambil tersenyum riang.

“Keke ~ kurasa kau memang tak salah memilih kekasih ya ?” kata Sehun sambil memaksakan dirinya untuk tertawa kecil.

“nah , ayo kita segera berangkat!” seru Sulli riang , Sehun tersenyum ketika melihat keceriaan Sulli hari ini , ia betul-betul tak mau melepaskan gadis yang ia cintai ini.

Tak lama kemudian , Sehun dan Sulli sampai di taman bermain , keduanya berjalan memasuki taman bermain tersebut dan mulai mencari wahana yang mereka sukai.

“Sehun-ah , apa kau mau menaiki roller coaster bersamaku ?” tanya Sulli dengan wajah aegyo-nya dan tentu saja Sehun tak menolak , bukan karena wajah aegyo Sulli tetapi karena sebentar lagi ia akan pergi ke Australia dan berniat mengakhiri hubungannya dengan Sulli meski ini bukan keinginannya.

“Ayo , aku tak takut,” kata Sehun dengan berani , Sulli tersenyum pada Sehun dan menarik Sehun menuju roller coaster.

Tak lama kemudian roller coaster mulai bergerak awalnya memang lambat tetapi lama-lama roller coaster ini melaju begitu cepat sehingga Sehun merasa permainan ini agak mengerikan.

“Hosh , hosh ! Rupanya permainan itu cukup mengerikan juga,” kata Sehun , tubuhnya agak bergetar karena ketakutan saat roller coaster itu melaju begitu cepat.

“Aigoo , kupikir kau berani,” kata Sulli sambil mencibir pada Sehun.

“Ya ! Ini pertama kalinya aku menaiki roller coaster tahu !” seru Sehun kesal , Sulli hanya menanggapi pernyataan Sehun dengan tawanya.

“Baiklah , kali ini aku mau ke kafe , kau pasti tak merasa ketakutan bukan jika hanya ke kafe ?” kata Sulli dengan nada meledek , Sehun buru-buru menggeleng untuk menanggapi ucapan Sulli.

“Hey , kau meledekku ya hanya karena aku merasa ketakutan tadi ?” seru Sehun ketika Sulli berlari kecil menuju kafe. Meski hari ini hari terakhir Sehun di Korea , Sehun tetap merasa senang karena ia bisa menikmati kencan pertamanya bersama Sulli.

Ketika Sehun dan Sulli memasuki kafe itu , mereka segera mencari tempat duduk yang kosong , mereka berharap mereka dapat duduk disamping jendela karena suasana akan lebih romantis bagi mereka.

“Sehun-ah itu kosong !” teriak Sulli , sontak semua orang di kafe itu menatap Sulli tajam karena suasana romantis mereka terganggu. Sehun buru-buru mengajak Sulli duduk di tempat yang kosong itu , sejujurnya ia merasa malu ketika Sulli berteriak tadi karena suaranya benar-benar merusak suasana romantis di kafe itu.

“Bisakah kau tidak berteriak ? Tadi kita menjadi pusat perhatian semua orang di kafe ini , sungguh memalukan !” kata Sehun. Sulli hanya menanggapinya dengan cibiran.

“Mianhae , aku hanya merasa senang saja karena menemukan meja kosong tadi,” kata Sulli kesal , Sehun tertawa kecil melihat sikap Sulli yang kekanakan.

“Aigoo , kekasihku ini memang imut sekali ya,” kata Sehun sambil mengusap rambut Sulli pelan.

“Mianhae , tak lama lagi aku akan meninggalkanmu , Sulli-ya .. Meski ini bukan kemauanku tapi aku tak punya pilihan lain,” batin Sehun sambil menatap Sulli dengan tatapan sendunya.

*****

20.00 KST

Setelah seharian berkencan dengan Sulli, Sehun mengantar Sulli pulang kerumahnya. Namun ketika Sulli mau berjalan memasuki rumahnya , Sehun menahan lengan Sulli untuk mencegahnya memasuki rumah terlebih dulu.

“Ada apa Sehun-ah ?” tanya Sulli , Sehun terdiam , ia merasa khawatir apabila Sulli akan menangis setelah ia memutuskannya.

“K-kita putus, mianhae,” kata Sehun lirih , sontak kedua mata Sulli membulat.

“Jangan berakting dan berbohong , Sehun-ah !” seru Sulli.

“Aku tidak berakting dan aku tidak berbohong , aku harus memutuskanmu , ini terpaksa,” kata Sehun sambil mengenggam kedua tangan Sulli erat.

“S-sehun-ah ?” kata Sulli lirih , air mata mulai menggenangi pelupuk matanya , ia masih tak tahu apa yang membuat Sehun memutuskannya.

“Aku membencimu,” seru Sulli sambil mendorong Sehun ke tengah jalan dan tanpa disadari ada sebuah mobil bergerak cepat kearah Sehun.

“Argghh !” seru Sehun dan mobil itu menabraknya , Sulli yang mendengar teriakan Sehun pun berbalik dan menatap Sehun yang terpental di aspal dengan tubuh yang penuh darah.

“S-sehun-ah ?” seru Sulli , buru-buru ia menghampiri Sehun dan menghubungi ambulan , ia merasa bersalah pada orang yang ia cintai.

“Aku memang bukan kekasih yang baik untuk Sehun,” kata Sulli lirih sambil mengusap air mata yang mengalir dipipinya.

Ambulan pun datang , mereka membawa Sehun dan Sulli kerumah sakit.

*****

Rumah sakit ..

Sulli merasa khawatir pada keadaan Sehun , ia terus menangis tanpa henti. Sesekali menggigit bibirnya , ia sudah menelpon Kris yang merupakan kakak Sehun.

DRAP DRAP DRAP

Ia mendengar derap langkah Kris yang berlari kearahnya.

“Sulli-ya , bagaimana keadaan Sehun ?” tanya Kris yang khawatir , Sulli terisak pelan dan menggeleng.

“Aku tak tahu oppa,” jawab Sulli lirih.

Kris menempati kursi disebelah Sulli dan mengepalkan kedua tangannya erat , ia sangat cemas dengan keadaan adiknya.

“Oppa , mianhae , aku yang membuat Sehun seperti itu. Aku tak tahu jika ada mobil melaju kearahnya oppa,” kata Sulli lirih , ia terus terisak.

“Tak apa-apa , ini hanya sebuah kecelakaan,” kata Kris pelan.

“O-oppa, aku pulang dulu ya,” kata Sulli sambil berdiri namun Kris menahan tangannya.

“Mengapa kau tak menunggu hingga Sehun bangun ? Bukankah kau kekasih Sehun ?” tanya Kris.

“Oppa , kami sudah putus, kami sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi,” kata Sulli sambil memaksakan sebuah senyuman.

“Tetapi kau mencintainya kan ?” tanya Kris berusaha memastikan ucapan Sulli.

“Ya , tapi kami bukan lagi sepasang kekasih,” jawab Sulli sambil berjalan cepat meninggalkan Kris.

“Mianhae , Sehun-ah .. Aku bukan kekasih yang baik untukmu ..”

*****

Tak lama kemudian , dokter keluar dari ruangannya dan memperbolehkan Kris untuk memasuki ruangan Sehun.

Kris terduduk disebelah Sehun sambil memandangi adiknya yang sudah sadar.

“Kris hyung,” kata Sehun.

“mana Sulli ?” lanjut Sehun dengan sebuah pertanyaan.

“Ia pulang. Kau memutuskannya ya ?”

“Ya , kupikir kita akan pindah ke Australia , maka itu aku memutuskannya agar ia tak merasa kesulitan untuk menghubungiku,” kata Sehun lirih.

“Ia masih mencintaimu, tak seharusnya kau memutuskannya,” kata Kris.

“Aku juga mencintainya,” kata Sehun lirih. Kris tersenyum melihat adiknya.

“Kau menyesal ya ?” kata Kris. Sehun mengangguk pelan , matanya menyiratkan jika ia menyesal sudah memutuskan Sulli.

“Mianhae , Sulli-ya , aku bukan kekasih yang baik untukmu,” batin Sehun lirih.

END

Mian gaje , sebenarnya jalan cerita akhirnya bukan begini tp kuganti karena gak suka yg terlalu sad😦 wkwk , aku juga ngerasa bahasa yg kupake di ff ini rada gmn gt , akhir2 ini aku bingung nulisin bahasa baku di ff😦 ,  pls komen yaa !

7 thoughts on “Just A Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s