That day

Artposter_ThatDay-2

That.day

Writing by Julistyjunghaae | Cast: Krystal, Jessica and Kris (Cameo)

Genre: Thriller, Gore, Suspense, Psychology | Length: Vignette | Rate: PG-17

Disclaimer: Do Not Take my idea, story/dialogues. Do not Bashing, Plagiarizing and do not copy paste without permission.

Note:
This is my first fanfict with Gore, Psychology and Thriller genres.

oOo

Hari itu Soojung pulang terlalu larut. Ia sampai dirumahnya sekitar jam 1 malam. Takkan ada yang marah ia pulang jam berapapun hanya saja ada perasaan aneh yang hinggap dalam hatinya. Ia sebenarnya tidak tau tapi seperti ada sesuatu yang terus meng-ganjal hatinya.

Soojung memutuskan untuk langsung masuk kedalam rumahnya dan mungkin berendam dalam bath tub adalah jalan terbaik menghilangkan rasa aneh yang hinggap dalam dirinya. Soojung memainkan alisnya—bingung. Rumahnya tak terkunci.

Soojung mulai masuk kedalam rumahnya. Ia kembali terheran. Sejak kapan lampu rumahnya menyala dengan sangat terang? Soojung menggelengkan kepala. Mungkin ia lupa mematikan lampu dan mengunci apartement namun gadis itu bukan tipe gadis pelupa atau ceroboh.

Sebelum kekamar dan berendam ia lebih memilih memasukan energi kedalam tubuhnya. Saat ia sedang bersenandung pelan langkahnya terhenti. Oh Tuhan. Gadis itu berhenti bernafas sejenak lalu mendesah lega. Ia berpikir tadi itu adalah setan.

Unnie, kapan sampai disini dan kenapa tidak menelpon?”

Tak ada jawaban namun Soojung tak menanggapinya dengan serius. Ia mendekat pada kulkas dan mengambil sebotol air putih lalu meminumnya hingga habis. Ia membalikan tubuh—menghadap kakaknya yang hanya berjarak beberapa meter darinya.

Unnie kenap…”

Soojung tak melanjutkan kata-katanya. Entah kenapa ada perasaan takut melihat kakaknya yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh. Soojung kurang mengerti ada apa dengan kakaknya yang hanya menatap lurus dirinya dengan satu tatapan mengerikan.

Bersarang pada satu titik yaitu bola mata Soojung. Seolah mencoba menelusup semua bagian atau semua pikiran yang berada dalam diri Soojung. Sebenarnya Soojung risih dengan tatapan itu. Walau kakaknya terkenal dingin namun tatapannya tak pernah semengerikan itu.

Soojung mencoba untuk tak memperlihatkan rasa takutnya itu dengan tersenyum dan mencoba mendekat. Ia berjalan selangkah demi selangkah dan duduk bersama dimeja makan dengan saling berhadapan. Namun Soojung merasakan ada hal yang aneh disana.

Soojung hampir memukul kepalanya. Bukankah hari ini Kris datang dan menginap. Apakah Kris dan Jessica—kakaknya bertemu? Oh Tuhan. Soojung mengumpat kasar dalam hati mengingat kakaknya itu pasti marah karena Kris adalah kekasih kakaknya.

Unnie…a…aku bisa jelaskan semuanya”

Tak ada respon apapun. Yang ada hanya satu tatapan yang semakin mengintimidasi bagi Soojung. Gadis itu mulai ketakutan. Namun ia berusaha meredamnya. Mungkin kakaknya hanya akan marah sesaat dan kembali tersenyum hangat seperti dulu. Mungkin.

Tes…Tes…Tes…

Tatapan Soojung teralih, ia menatap meja yang terkotori oleh cairan berwarna merah—yang jatuh dari langit-langit tembok. Cairan itu begitu merah—mendominasi warna taplak meja yang berwarna putih seperti cat tembok dan juga berbau amis—begitu menyengat hidungnya.

Soojung memberanikan diri untuk menatap keatas. Matanya menerawang karena kurang jelas akibat cahaya lampu yang terlalu terang. Soojung berpikir sejenak hingga akhirnya ia berdiri dari kursinya dengan mulut hampir menganga.

Tangan Soojung bergetar dengan hebat ketika melihat seringai diwajah kakaknya yang begitu menyeramkan. Tak ada kata yang dapat Soojung muntahkan saat ini. Ia bahkan tak dapat menjalankan otaknya disaat pentinng seperti ini. Dan sekarang rasa mual sudah datang, seolah berlomba untuk keluar dari mulutnya.

Kakaknya mulai berdiri—Jessica. Dan Soojung semakin mundur. Ia tak tau harus berbuat apa ketika melihat sebilah pisau yang diganggam erat oleh kakaknya. Terlumuri darah. Oh Tuhan. Otaknya blank. Dan ia semakin larut dalam rasa takutnya.

Soojung berjalan mundur dengan pelan. Damn! Punggungnya membentur tembok. Ia tak bisa menghindar lagi ketika sang kakak sudah mengeleminasi jarak diantara mereka. Soojung dapat merasakan dinginnya benda tajam yang terbuat dari besi itu menggesek lehernya.

Tak ada kalimat yang dapat Soojung rangkai untuk menghentikan aksi nekat kakaknya dan tak ada juga kalimat yang dapat Jessica tumpahkan untuk menjelaskan ada dengan dirinya yang seperti ini. Tak ada yang tau, hanya ada bahasa keheningan yang mencekam diantara mereka.

Soojung dapat melihat dengan jelas kakaknya yang tersenyum dengan sangat mengerikan—untuk pertama kalinya ia merasa bahwa sang kakak adalah malaikat maut terlapisi wajah malaikat. Soojung merintih kesakitan ketika dengan sengaja kakaknya menggesek pisau itu keleher Soojung dan membuat luka disana—membuat cairan merah mengalir dan menodai kaos berwarna putih milik Soojung.

“ahh….”

Soojung menutup matanya. Otaknya buntu. Oh Tuhan. Aku akan mati. Tanpa sadar air menetes begitu saja membasahi wajah Soojung. Membuat aksi Jessica berhenti sejenak. Soojung membuka mata—melihat Jessica yang sama menangisnya seperti dia.

Soojung menahan nafasnya yang hampir memburu akibat terlalu takut. Iba, takut. Semuanya bercampur. Kakaknya itu pasti marah padanya. Siapa yang tidak marah melihat kekasihnya berselingkuh dengan adiknya sendiri. Bahkan melakukan hal yang sangat tak pantas dan belum pernah Jessica lakukan bersama dengan kekasihnya—Kris.

Soojung melihat keadaan Jessica yang kemudian menjauh dan mulai berjongkok sedari menangis. Soojung tak lagi memkirkan rasa ibanya pada Jessica namun yang terpenting adalah keselamatan hidupnya. Itulah prioritas utamanya sekarang.

Soojung berjalan pelan kesamping tanpa suara hingga akhirnya ia berlari—menjauh dari Jessica. Ia tak pernah melihat kebelakang disaat nafasnya memburu. Ia berjalan tanpa arah. Ia berusaha mencari pintu keluar dari rumahnya itu namun tak pernah ketemu.

Brukk…

Soojung terjatuh kelaintai. Jessica. Ia memegang kaki Soojung sehingga membuat Soojung terjatuh. Gadis itu menahan nyeri. Dan entah kenapa ada sebuah bau yang menyengat hidungnya. Tangan Soojung menempel pada sesuatu benda yang terasa kenyal dan basah.

Soojung menarik tangannya lalu melihat apa yang menyentuh tangannya. Mata Soojung melebar dan mulutnya terbuka dengan sempurna, ia berbaik arah dengan suguhan tatapan mengerikan dari kakaknya yang sedang tersenyum dengan sangat sadis.

Ia berbalik kembali menghadap kebelakang. Sungguh, karya seni yang dibuat kakaknya itu sangat menakutkan. Dihadapannya dengan jelas ada sesosok mayat yang bahkan tak berbentuk seperti manusia lagi—mengerikan dan yang dapat ia pastikan mayat itu adalah kekasih kakaknya—Kris.

“Uu…un…nie…K…Kris.” bahkan kini Soojung tak dapat mengucapkan satu kalimat dengan benar.

Ia dapat merasakan dengan jelas tangan kakaknya menyentuh wajahnya. Berawal dari dahinya, pelipisnya, pipinya dan berakhir pada matanya namun kemudian bermuara pada bola mata berwarna biru milik Soojung.

“Kenapa kau harus lebih baik dariku Soojung-a?”

Soojung dapat melihat rintik-rintik air mata yang jatuh dengan deras dari mata kakaknya yang berwarna coklat itu. Namun tangis itu tak bertahan lama. Dalam detik berikutnya Jessica menarik rambut Soojung dengan keras. Lalu menempelkan pisau pada pipi Soojung.

“Tapi sekarang kau takkan pernah lebih baik dariku Soojung-a.”

Soojung menahan nyeri ketika pisau tajam itu menggores perlahan pipi Soojung. Membuat sebuah cairan merah berbau anyir keluar begitu saja dengan begitu cepat. Soojung menangis sesegukan namun Jessica malam tertawa dengan sangat keras. Mungkin perumpamannya ia adalah penyihir dalam film fantasy ketika tertawa—sangat mirip, mengerikan.

Jessica semakin menarik rambut Soojung dan bermain pisau disetiap permukaan kulit halus dan putih bak porselen milik Soojung. Disetiap permainan itu pula kalimat Soojung untuk merintih tidak pernah habis dan sebuah tawa yang tak pernah hilang.

Jessica menyeringai dengan lebar. Ini saatnya bermain dalam inti permianan. Soojung semakin merintih kesakitan.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Soojung memekik dengan kaku.

END

A/N: I’m being crazy -___-“ Sorry I make Jessica as Psycho and Krystal die#Dorr.I think with cold characters and a killer stare, Jessica agreeable to being psycho girl#Slapped. Need review and comment all. ^^

7 thoughts on “That day

  1. Pingback: That day | Sweety candy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s