MUNGKIN…

mungkin

Title                :   Mungkin…

Author           :   EShyun

Main Cast      : 

  • Kim Suho
  • Krystal Jung
  • Xi Luhan

Rating            :   PG – 15

Length            :  Drabble

Genre             :   Sad, Angst, Romance

Poster by        :   https://exoshidaefanfic.wordpress.com/ (Pearlshafirablue^^)

 

Annyeong~ EShyun datang bawa FF special birthday SUHO (walaupun ini nggak ada nyambungnya dengan ulang tahun :D) Nggak tahu deh ini bagus atau enggak, soalnya buatnya agak ngebut. Dan ini semua di ambil dari sudut pandang Suho ya ^^

Capcus ah, Happy reading~

+++++

Mungkin…

“Chagi~ Saranghaeyo…”

Kata-kata itu masih terngiang jelas ditelingaku, hanya saja aku sudah lupa kapan terakhir kali aku mendengar ucapan itu darinya, dari gadis yang sangat ku cintai, Krystal Jung. Gadis yang telah memenuhi hatiku selama kurang lebih tiga tahun.

Mungkin… saat ini aku lebih terlihat seperti orang bodoh. Setiap hari hanya dia yang ada di benakku, hanya wajahnya yang terbayang olehku, hanya suaranya yang terdengar di telingaku, hanya dia. Sosoknya itu selalu hadir dalam benakku, seakan tak ingin pergi sedetikpun. Terkadang tanpa kusadari airmata ini jatuh dengan sendirinya, bahkan ketika aku hanya mendengar namanya hatiku bergetar hebat, tapi bukan karena cinta.

Kalian tahu, gadis itu benar-benar telah merubah banyak hal dalam diriku. Dulu aku memang sangat mencintainya, tapi itu dulu sebelum ia pergi meninggalkanku, menghianatiku dan memberikan bekas luka yang entah kapan akan hilang… di hatiku.

Dan sekarang aku tak bisa mengatakan bahwa aku membencinya, tidak sama sekali. Rasa itu… masih tersisa dihatiku walau aku tahu dia tak memilikinya sedikitpun. Posisiku telah tersingkirkan oleh banyak lelaki yang berada disekitarnya, yang membuat hubungan kami hancur hingga tak tersisa.

Langkah demi langkah mulai kujalani, melakukan berbagai cara untuk melupakan sosoknya dari pikiranku. Menghilangkan kenangan buruk yang ia berikan, dan membuang jauh-jauh kenangan manis saat kami masih bersama tapi… apa daya sekuat apapun aku berusaha semua itu tak bisa kucapai, dia… masih menguasai hati ini entah sampai kapan. Dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun gadis itu masih saja memenuhi hatiku, ia masih bermain-main dalam benakku, dan aku… masih memikirkannya berharap ia akan kembali padaku walau aku tahu itu tak mungkin terjadi.

Krystal Jung… Mungkinkah aku juga masih ada dihatimu? Mungkinkah kau masih memikirkanku seperti aku yang selalu memikirkanmu? Mungkinkah kau berharap aku kembali seperti aku mengharapkanmu kembali padaku? Mungkinkah semua itu?

Frustasi. Ya, itulah yang aku rasakan saat ini. Betapa bodohnya aku, lelaki yang tak bisa mengendalikan hatinya, malah terpuruk dan semakin terpuruk oleh keadaan, betapa menyedihkannya aku. Hanya karena seorang Krystal Jung aku menjadi seperti ini, betapa memalukan!

+++++

Sore yang cerah, kuputuskan untuk berjalan-jalan sejenak guna mencari udara segar.

 “Ya Kim Suho!”aku tersentak kaget mendengar seseorang memanggil namaku. Aku berhenti melangkah, mengedarkan pandangan ke sekitar guna mencari sosok pemilik suara itu.

“Luhan hyung?”panggilku ragu. Dari kejauhan tampak seorang lelaki yang sedang melambaikan tangan ke arahku, sosok itu seperti Luhan.

Lelaki itu berlari ke arahku, dan dia memang Luhan. “Ne ini aku, Luhan. Sudah lama kita tak bertemu, kau baik-baik saja bukan?”

“Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Dan bagaimana denganmu? Sudah lama aku tak mendengar kabar tentangmu hyung, terakhir ketika kau lulus dan mendapatkan gelar sarjanamu.”

“Sama sepertimu, aku juga baik-baik saja. Mianhae, aku terlalu sibuk dengan praktek di sebuah rumah sakit besar jadi aku tak ada waktu untuk menghubungimu lagi. Tapi beberapa waktu yang lalu aku membuka klinik sendiri dan kesibukanku tentu saja berkurang.”

“Oh begitukah? Ya~ ternyata hyung-ku ini sudah sukses sekarang.”

“Hahaha, kau ini. Hmm, kau sedang apa disini? Sendirian?”

“Hanya berjalan-jalan sebentar, dan iya aku hanya sendirian. Waeyo?”

Ani~ hanya bertanya saja.”

“Dan kau sedang apa disini hyung? Sendirian juga?”

Aniyo~ Aku bersama tunanganku, dan dia ada di dalam sana.”ujarnya sambil menunjuk ke sebuah toko bunga yang terletak tak jauh dari tempat kami berdiri.

“Tunanganmu hyung? Aigo~ kau sudah punya tunangan dan tak memperkenalkannya padaku?”

Luhan tertawa, “Mianhae, tak terpikir olehku unutk memperkenalkannya padamu. Bisa-bisa nanti kau malah merebutnya dariku.”ujarnya bercanda.

Aku ikut tertawa, “Kau takut gadis-mu itu terpesona dengan ketampananku ini hyung?”ujarku sedikit menggodanya.

“Aish hentikan. Baiklah, aku akan memperkenalkannya padamu, kaja~

Aku kembali tertawa, kali ini tawa kemenangan. Setidaknya bertemu dengan Luhan hyung membuatku sedikit terlupa dengan sosok gadis itu, yah walaupun hanya sedikit.

Aku melangkah bersamanya, mendekati toko bunga itu. Ia masuk, sedangkan aku lebih memilih untuk menunggu di luar. Melihat toko bunga kembali membuatku mengingat gadis itu, membuat ingatanku kembali pada saat itu…

+++++

-Flashback-

“Ahjumma, aku minta sebuket mawar putih ya.”ujarku pada seorang penjual bunga langgananku.

“Pasti untuk gadis itu bukan?”ujarnya sambil tersenyum. “Sebentar, aku akan membawakan yang masih segar.”

Tak lama ahjumma itu datang dengan sebuket bunga pesananku. Saat aku ingin membayarnya, lonceng pintu berdenting kecil, menandakan seseorang baru saja masuk. Entah kenapa saat itu aku langsung mengalihkan pandanganku ke arah pintu, dan betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yang baru saja datang, Krystal Jung. Aku terkejut bukan karena kedatangannya, tapi karena seorang lelaki yang berada disampingnya tengah menggenggam erat tangannya.

“Krystal…”panggilku lirih, buket bunga di tanganku terjatuh begitu saja.. Seketika itu pula gadis itu menatapku dan dengan cepat ia melepaskan genggaman tangannya. “Kau… siapa dia?”tanyaku.

“Ah, oppa… Kau, kenapa bisa disini?”

“Kenapa aku bisa disini?”aku mengulang perkataannya.

“Eh, maksudku kau… hmm itu kau…”

“Siapa dia Krystal Jung.”potongku cepat.

“Dia… dia… eh, aku…”

“Aku pacarnya.”jawab lelaki itu lantang, membuatku dengan cepat mengalihkan pandangan padanya.

“Ne? Kau bilang kau…. pacarnya?”tanyaku tak percaya. “Krystal Jung… jadi ini yang kau lakukan dibelakangku? Kau… menghianatiku eoh? Tsk! Beraninya kau….”aku menggeram, tanganku sudah terkepal sempurna, entah untuk apa akupun tak tahu.

Sakit. Perih. Sesak. Itu semua yang aku rasakan.

“Aniya~ ini tak seperti yang kau kira oppa. Aku dan dia…. aku tak ada hubungan apa-apa dengannya. Kami hanya…”

“Kau bilang apa? Kau tak ada hubungan apa-apa denganku?”kudengar lelaki disebelahnya itu menyahut perkataannya cepat. “Ya! Apa maksudmu eoh?”

Gadis itu diam membisu, matanya berkali-kali menatapku seakan meminta belas kasihan padaku.

“Mulai sekarang, kita…. sudah tak memiliki hubungan apapun! Terima kasih atas semuanya, termasuk luka yang kau toreh ini.”ucapku datar, tanpa menghiraukan tatapan bingungnya.

Aku melangkah keluar, meninggalkannya bersama lelaki itu. Langkahku terasa berat, pandanganku mengabur. Berkali-kali tubuhku menabrak orang-orang yang kulalui, membuat mereka mengumpat padaku tapi tak kuhiraukan. Aku terduduk lemah disebuah kursi di halte bus, otakku masih belum bisa mencerna kejadian yang baru saja terjadi. Perlahan cairan bening kurasakan membasahi pipiku, aku menangis. Hanya karena seorang gadis sepertinya.

+++++

“Kim Suho.”lagi-lagi sebuah suara mengangetkanku dan berhasil membawaku kembali dari ingatan masa laluku. “Kau menangis?”tanyanya lagi.

Aku baru sadar, kalau airmataku jatuh dengan sendirinya. “Aniyo~ Aku tak menangis hyung.”jawabku cepat sambil menyeka airmataku.

“Huh, lihatlah bahkan aku masih bisa berbohong disaat seperti ini. Pabo!”umpatku dalam hati.

“Benarkah?”tanyanya tak percaya yang aku jawab dengan anggukan.

Hyung, dimana gadis-mu itu?”tanyaku berusaha mengubah topik.

“Ah, dia masih di dalam, sebentar lagi juga keluar. Nah, itu dia…”ujarnya ketika seseorang baru keluar dari sana.

Deg. Jantungku berpacu cepat, dan lagi-lagi hatiku bergetar hebat.

Chagiya~ Perkenalkan, ini Kim Suho teman yang telah ku anggap sebagai namdongsaeng-ku sendiri.”ujarnya pada gadis itu saat ia telah berada di dekatnya.

“Kim Suho?”ulangnya tak percaya.

“Krystal Jung…”panggilku lirih, sama seperti terakhir kali aku memanggil namanya di toko bunga itu. Mataku menatap lekat ke arahnya, sedangkan dia terkesan seperti menghindari tatapanku ini.

Op,oppa~ Kenapa kau bisa disini?”tanyanya lagi, dari nada bicaranya ada sedikit kepanikan disana.

“Kalian sudah saling kenal?”seru Luhan tak percaya. “Aigo~ Bagaimana bisa?”

Kami berdua diam, tak menjawab pertanyaan Luhan barusan.

Waeyo? Kenapa kalian malah diam?”

Hyung… aku ingin bertanya satu hal padamu.”ujarku cepat. “Kenapa kau bisa bertunangan dengan gadis sepertinya.”seruku, tanpa mengalihkan sedikitpun pandanganku darinya.

Ne? Maksudmu, aku…”

“Cepat jawab hyung!”ujarku sedikit membentak. “Kenapa kau bisa bertunangan dengan gadis sepertinya?”aku mengulang pertanyaanku.

“Gadis sepertinya? Sebenarnya apa maksudmu Suho-ah?”

Hyung… kau tahu, gadis ini…”

“DIAM!”bentak Krystal tiba-tiba. “Oppa~ Kumohon, berhenti berbicara. Aku… aku sekarang sudah berubah, aku bukanlah Krystal yang dulu lagi. Aku mencintainya, benar-benar mencintainya…”ucapnya getir.

“Kau bilang kau mencintainya? Apa kau ingat, kau juga pernah mengatakan hal yang sama kepadaku saat itu, tapi apa? Kau malah menghianatiku Krystal, kau menduakanku!”

Ne? Sebenarnya ada apa ini? Aku tak mengerti dengan arah pembicaraan kalian.”sahut Luhan tiba-tiba.

Hyung, sebaiknya jauhi dia. Kau tahu, gadis ini… telah menghancurkan hidupku, dia menghianatiku hyung!”

Aniya~ dia bohong, aku…aku tak pernah melakukan apa yang dikatakan olehnya.”ucap Krystal cepat. “Oppa, sebaiknya kita pergi sekarang.”ia menggandeng tangan Luhan, hendak membawanya pergi.

“Tunggu.”seru Luhan. “Krystal, benarkah yang dikatakan Suho? Kau menghancurkan hidupnya, kau menghianatinya?”tanya Luhan penuh selidik. “Apa sebelumnya kau pernah menjalin hubungan dengannya?”

Aniyo, dia berbohong, aku tidak….”

“Kau yang berbohong!”potongku cepat. “Ya Krystal Jung, Luhan hyung bukanlah orang yang tepat untukmu, kau… tak seharusnya mendapatkan lelaki sebaik dia. Kau seharusnya mendapatkan orang yang setara denganmu, penghianat!”makiku. Entahlah, bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini membuatku emosi. Aku memang masih mencintainya, tapi ini bukan karena cinta, ini karena aku tak mau hyung merasakan sakit yang sama sepertiku.

“Jelaskan semua maksud perkataannya, Krystal-ssi.”ujar Luhan dingin. “Kau pernah berhubungan dengannya, dan kau menghianatinya? Seperti itukah?”

“Tidak! bukan seperti itu, dia berbohong oppa, dia…”

“KIM SUHO TAK PERNAH BERBOHONG PADAKU!”bentak Luhan marah. Aku sedikit kaget, karena tak biasanya ia membentak orang seperti itu.

Hyung… kau baik-baik saja?”tanyaku pelan. Aku tahu ini pertanyaan bodoh, tapi setidaknya aku berusaha untuk meredam amarahnya itu, mengingat kami berada di tempat umum.

“Bagaimana bisa aku baik-baik saja ketika aku mendapati kenyataan bahwa gadis yang selama ini aku cintai adalah seorang penghianat?”ucapnya getir. “Krystal Jung, kali ini aku memberimu kesempatan terakhir untuk menjelaskan semua ini padaku.”

Gadis itu diam, kulihat perlahan airmatanya jatuh. Hatiku sedikit sakit melihatnya yang seperti itu, tapi hatiku lebih sakit saat mengingat bagaimana ia menghianatiku.

“KRYSTAL JUNG!”bentaknya lagi, kali ini berhasil membuat gadis itu membuka suaranya.

Ne oppa~ Aku mengenalnya, dan aku pernah menjalin hubungan dengannya. Dia memang tak berbohong, aku yang berbohong… aku memang menghianatinya.”ucapnya akhirnya. “Tapi, itu dulu oppa… jauh sebelum aku mengenalmu. Sekarang aku sudah berubah, aku benar-benar mencintaimu. Kumohon percayalah padaku, aku… benar-benar mencintaimu oppa.”ujarnya disela-sela isak tangisnya.

“Mencintaiku? Kau masih bisa mengatakan hal itu ketika aku telah mengetahui seperti apa kau sebenarnya?”

Oppa, sudah ku bilang sekarang aku tak seperti itu lagi, aku sudah berubah dan itu demi kau!”

“Kau berubah demiku? Setelah kau menghianati banyak lelaki di luar sana?”

Oppa~ bukan seperti itu, aku hanya…”ia terdiam, sepertinya tak tahu harus berkata apa lagi.

“Kau hanya apa eoh? Sudahlah, aku sudah tak memiliki kepercayaan terhadapmu! Krystal Jung, aku telah terlanjur kecewa padamu. Mulai sekarang kita sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi, ini…”Luhan terlihat melepas sebuah cincin di jari manisnya. “Benda ini sudah tak ada gunanya lagi, dan aku harap setelah ini aku tak akan melihatmu lagi. Berhenti mendekatiku dan pergilah jauh-jauh dari hidupku!”ujarnya sambil menghempaskan benda berbentuk lingkaran itu ke atas jalanan. “Pergi!”bentaknya.

Oppa…”panggilnya pelan.

“Berhenti memanggilku dan pergilah.”

Gadis itu masih diam di tempat.

Geurae. Jika kau tak ingin pergi, maka aku yang akan pergi.”ucapanya lalu melangkah mendekatiku. “Gomawo Suho-ah, kau telah mengatakan kebenaran ini, walau ini seperti pukulan keras bagiku mengetahui sisi buruk gadis yang telah mengisi relung hatiku. Dan mianhae, sepertinya aku harus pergi sekarang.”ujarnya lalu melangkah pergi.

Aku menatap kepergiannya, begitu pula dengan Krystal. Perbedaannya, gadis itu menatapnya dengan tatapan menyesal.

“Krystal Jung… Huh, kau sudah tahu bukan seperti apa rasanya kehilangan orang yang kau cintai? Kau sudah tahu seperti apa rasa sakit itu bukan?”

Oppa… Mianhae~

Ne? Kau bilang apa barusan?”

Mianhae…

“Huh, tak ada gunanya lagi kau mengucapkan kata-kata itu padaku.”

Oppa, sebenarnya aku… aku masih mencintaimu. Kau, masih ada didalam hatiku oppa. Saat itu aku bahkan menyesal karena tak menahanmu. Aku malah membiarkanmu pergi dan itu membuatku menyesal oppa.”

“Tsk, dia bahkan tak berubah sama sekali. Setelah mengatakan bahwa ia benar-benar mencintai Luhan, sekarang ia malah berkata bahwa ia mencintaiku.”batinku.

“Menyesal?”

“Iya, aku sangat menyesal. Bahkan setelah itu aku masih terus memikirkanmu. Aku ingin menemuimu tapi aku terlalu takut, kau saat itu terlihat sangat marah padaku bahkan kau tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya.”

“Kau bilang apa? Memikirkanku?”

“Kembalilah padaku oppa, jebal~

Ne? Apa aku tak salah dengar? Kau memintaku kembali ketika kau telah mencampakkanku? Aku tak sebodoh itu! Aku memang masih mencintaimu, tapi… rasa itu telah tertutupi dengan sakit yang kau berikan ini.”

Jebal~ Aku sangat berharap kau akan kembali bersamaku, aku… masih mencintaimu oppa.”

“Sudah ku bilang, aku bukan lelaki bodoh seperti yang kau pikirkan! Kau mau kembali padaku? Tidak… tidak akan Krystal Jung.”

“Beri aku kesempatan sekali lagi, kali ini aku tak akan menyia-nyiakannya. Aku tak akan mengulang kesalahan yang dulu oppa, aku…”

“Aku akan beri kesempatan itu.”dengan cepat aku memotong perkataannya.

“Benarkah?”serunya tak percaya.

“Iya. Tapi mungkin…”

“Maksudmu?”

“Mungkin aku akan memberikan kesempatan padamu, jika saat itu kau tak menghianatiku. Mungkin aku akan tulus mencintaimu jika saat itu kau tak menduakanku. Mungkin kau akan selalu ada di dalam hatiku selamanya, bukan sebagai gadis yang kubenci tetapi sebagai gadis yang kucintai jika saat itu kau tak melakukan hal bodoh. Mungkin… saat ini kita telah hidup bahagia berdua jika saat itu kau… tidak menghancurkan hidupku. Mungkin…”

Gadis itu terdiam mendengar setiap perkataan yang keluar dari bibirku ini. Wajahnya menunjukkan penyesalan yang amat dalam, tapi aku tak menghiraukannya.

Waeyo?

A-aniya~”ucapnya terbata-bata.

“Kau mendengarnya dengan jelas bukan? Jadi sekarang, sudah tak ada lagi kesempatan untukmu. Selamat tinggal, penghianat!”seruku, lalu mulai melangkah meninggalkannya yang berdiri diam di tempatnya.

Langkahku terasa amat ringan, entahlah mungkin karena sedikit bebanku sudah hilang. Mengatakan hal-hal tadi awalnya sangat sulit, tapi akhirnya perkataan itu keluar dengan sendirinya. Lega. Amat lega. Perlahan bibirku tertarik, membentuk sebuah senyuman atau lebih tepatnya smirk? Entahlah, hanya yang melihatnya saja yang bisa menilainya.

-END-

Kyaaa, ini endingnya apaan coba? -_-) Jeongmal mianhae *bow*

Maaf juga kalau typo masih bertebaran, alur cerita kecepatan, ceritanya juga gaje pake kebangetan dan semuanya yang membuat kalian merasa tak nyaman membaca FF abal-abal ini. Tapi tetap, jangan lupa comment ya, kritik ataupun saran akan aku terima dengan senang hati. Kamsahamnida ^^

4 thoughts on “MUNGKIN…

  1. O.O
    Krystal, jahat sekali kau pada Suhoooo
    untung aja gak jadi nikah sama Luhan, kan Luhan sama aku gitu #pede
    bgus thor, feel sakit hatinya dapet..
    sakiiiiitt banget kayak cekit cekit cekit cekit #iklan promag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s