Still In Love

stillinlove-oliv

Title : “Still In Love”

Author : Olivia.

Cast : ~Kim Myungsoo / L (Infinite)

           ~ Jung Soojung / Krystal (Fx)

 

Support Cast : ~ Bae Suzy / Suzy (Miss A)

Genre : Romance , Sad , Angst , Hurt.

Length : Oneshoot

 

Selamat Membaca ^^ …

 

***

 

Soojung POV

 

“Kita akhiri saja semua ini.”

 

“Aku merasa.. kita tidak ditakdirkan untuk bersama.”

 

Kalimat  yang keluar darinya masih terngiang-ngiang di pikiranku. Hati ini, terasa begitu sangat sakit mendengarnya berkata bahwa kami tidak ditakdirkan untuk bersama. Walau waktu demi waktu sudah berlalu, tetapi, aku tidak pernah bisa melupakannya.

 

Semua kenangan manis yang sudah kami lewati bersama, masih belum bisa kulupakan. Aku sama sekali tidak bisa melupakan namja itu. Kim Myungsoo. Namja yang memutuskan hubungan yang sudah terjalin diantara kami berdua tanpa ada alasan yang jelas. Ia pergi begitu saja, tanpa mempedulikan rasa sakit hati yang aku rasakan ini.

 

Aku menatap ke arah sekeliling kamarku. Dan pandangan terhenti ketika melihat pigura kecil yang berisikan fotoku dengan Myungsoo. Aku mengambil pigura itu dan melemparnya hingga pecah. Hati ini terasa begitu sakit sekarang.

 

Pikiranku melayang mengingat kenangan manis yang sudah kami lalui bersama. Aku begitu merindukan namja itu. merindukan pelukannya yang membuatku merasa hangat. Merindukan senyumnya yang membuat hatiku merasa tenang. Begitu merindukan sosoknya yang selalu ada untukku.

 

Aku merasakan sesuatu yang sangat janggal ketika mengingatnya. Pelukan yang aku rasakan, terasa begitu sangat dingin. Dan senyuman  itu, palsu.

 

“Kau jahat Myungsoo!” gumamku lirih.

 

Aku menghapus air mataku yang terus keluar dari mata ini. Entah mengapa, aku sangat tidak rela jika dia pergi meninggalkanku. Padahal, dia sudah mendepakku jauh-jauh dari kehidupannya.

 

Dan baru aku tau, dia tidak sepenuhnya mencintaiku. Dia meninggalkanku hanya karena seorang yeoja bernama Bae Suzy.

 

Aku membencimu Kim Myungsoo! Tidak bisakah kau mengerti tentang perasaanku? Hatiku begitu sangat sakit ketika kau meninggalkan. Dan, kau malah membuat hatiku lebih sakit. Hanya karena Suzy, kau bahkan mengakhiri hubungan kita.

 

“Aku sangat membencimu Kim Myungsoo!”

 

***

 

 

Aku melangkah menyusuri koridor sekolahku. Walaupun, tubuhku  ada di tempat ini, tetapi pikiranku melayang kemana-mana. Waktu terasa berputar begitu cepat, hari demi hari berlalu .. tetapi, aku sama sekali belum bisa melupakan namja itu.

 

Namja bernama Kim Myungsoo, yang bisa membuatku jatuh hati padanya hanya dalam jangka waktu dua puluh empat jam saja. Namja sialan yang sudah meninggalkanku dalam reruntuhan bangunan cinta kami. Dan, meninggalkanku begitu saja. Membiarkan aku, yang hampir mati karenanya.

 

Langkahku tiba-tiba terhenti karena melihat sepasang kekasih yang tidak asing lagi bagiku. Kim Myungsoo dan Bae Suzy.  Dadaku terasa begitu sesak saat melihat Myungsoo tersenyum dengan manis. Senyuman itu, seharusnya ditunjukkan padaku. Bahkan, hati ini terasa sangatlah sakit, ketika melihat Myungsoo memeluk Suzy.

 

Tak terasa, air mataku mengalir begitu deras ketika melihatnya. Hatiku terasa seperti ditusuk beribu-ribu pisau yang sangat tajam. Begitu perih rasanya.

Aku segera pergi meninggalkan mereka. Aku tidak mau berada di tempat itu terus-menerus. Hati ini, akan terasa tambah sakit lagi nantinya.

 

***

 

Sekarang sudah waktunya pulang. Aku melangkahkan kakiku, pergi meninggalkan sekolah. Saat berjalan , Pikiranku terus melayang, mengingat apa saja yang aku lakukan hari ini. Hari ini, yang aku lakukan adalah  terus memikirkannya. Seharusnya, aku sudah melupakannya. Tetapi, aku sama sekali tidak bisa melupakannya.

 

Entah mengapa, hati ini terasa begitu sangat sakit ketika mengingat Myungsoo. Seakan-akan, Myungsoo adalah sebuah racun yang dapat menyerangku hatiku setiap saat aku memikirkannya.  Sakit sekali rasanya. Kim Myungsoo, kenapa kau selalu saja muncul dalam pikiranku ketika aku berusaha untuk melupakanmu.

 

“Soojung! AWAS!” 

 

Aku menoleh ke sumber suara. Tapi, belum sempat aku melihat siapa orang yang memanggilku tadi, aku sudah ditarik oleh seseorang ke pinggir jalan agar tidak tertabrak oleh mobil yang melaju kencang ke arahku.

 

“Kau tidak apa-apa?” Tanya orang itu.

 

Aku menoleh ke arahnya. Dan, aku sangat terkejut ketika tau siapa yang menolongku tadi. Kim Myungsoo. Dia yang tadi menolongku.

 

“Soojung? Kau tidak apa-apa?” Tanya Myungsoo sekali lagi.

 

Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya. Dia begitu kelihatan lega, ketika mendengar jawabanku. Myungsoo.. tidakkah kau tau, aku sangat merindukanmu.

 

“Lain kali, kau harus hati-hati. Jangan melamun terus.” Ujar Myungsoo.

 

Sekali lagi, aku hanya mengangguk saja mendengar perkataannya. Ingin sekali aku berkata, aku seperti ini karenamu. Tetapi, lidah ini terasa begitu sangat kelu. Mulutku terasa dikunci rapat-rapat.

 

“Mau pulang kan? Ayo, biar aku yang mengantarmu pulang. Aku khawatir kau akan seperti ini lagi nantinya.” Kata Myungsoo.

 

Apa yang dia bilang tadi? Dia.. menghawatirkan aku?  Tidakkah aku salah mendengar bahwa dia bilang seperti itu? aku kira.. kau, tidak pernah lagi peduli padaku sejak kau meninggalkanku Myungsoo. Pikirku.

 

Myungsoo akhirnya mengantarkan aku pulang. Sepanjang perjalanan, suasana hening terus menyelimuti kami. Tidak ada satu pun dari kami yang berbicara atau sekedar mengobrol sedikit.

 

“Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Suzy?” tanyaku pelan.

 

Jujur saja, hatiku terasa begitu sakit menanyakan hubungannya dengan Suzy. Bahkan, ingin rasanya aku menangis sekarang. Tetapi, aku tidak bisa menangis di depan Myungsoo. Itu akan membuatku terlihat sangat lemah dihadapannya.

 

“Hubunganku dengan Suzy? Kami .. baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Apakah.. kau sudah menemukan pengganti?” Tanya Myungsoo.

 

Pertanyaan itu bagaikan sebuah pisau yang serasa menusuk dadaku sekarang ini. Pengganti? Myungsoo.. tidakkah kau tau? Aku begitu sangat mencintaimu.  Dan, aku.. tidak pernah bisa menggantikanmu dengan siapapun. Karena, hanya kau lah orang yang aku cintai.

 

“Belum. Aku.. sama sekali tidak bisa menggantikanmu.” Kataku pelan.

 

Myungsoo terdiam begitu mendengar apa yang aku katakan. Andai saja, aku bisa membaca pikirannya. Ingin sekali aku membaca apa yang sedang ia pikirkan setelah mendengarkan perkataanku.

 

“Kau harus segera melupakanku.” Kata Myungsoo datar.

 

Perkataannya membuatku sedikit terkejut. Aku harus segera melupakannya? Bagaimana caranya? Tiap kali aku berusaha untuk melupakanmu.. kau malah terus muncul dalam kehidupanku. Itulah mengapa aku sama sekali tidak bisa melupakanmu.

 

Aku masih terdiam karena mendengar perkataannya tadi. Rasanya, air mataku ingin segera keluar.

 

“Aku dan kau tidak ditakdirkan bersama. Jadi, lupakanlah aku. Jangan pernah sekalinya kau mencintaiku lagi.” Kata Myungsoo sekali lagi.

 

Aku terdiam mendengar perkataannya. Ingin sekali rasanya aku menangis. Tapi, aku tidak mau menangis di depannya.

 

“Tapi, bagaimana jika.. aku tidak bisa?” tanyaku.

 

“sudah sampai.” Kata Myungsoo.

 

Aku sedikit kesal, karena dia tidak menjawab pertanyaanku tadi. Aku menoleh menatap Myungsoo.

 

“Kau belum menjawab pertanyaanku.” Kataku.

 

Myungsoo menghela nafasnya pelan. Kurasa, dia tidak ingin menjawab pertanyaanku ini.

 

“Kau harus mencari orang lain yang begitu mencintaimu dengan setulus hatinya. Kau harus bisa melupakanku. Karena, aku memang seharusnya tidak datang ke dalam kehidupanmu.” Kata Myungsoo dingin.

 

Aku mengangguk mendengar perkataannya. Pandanganku terasa kabur karena air mataku yang akan keluar sebentar lagi.

 

“Terima kasih telah mengantarku pulang. Dan, semoga .. hubunganmu dengan Suzy bisa bertahan lama.” Kataku pelan.

 

Setelah aku keluar dari mobilnya, aku segera pergi masuk ke dalam rumah dan menangis. Sekarang ini, hanya itu yang bisa aku lakukan. Menangis meratapi nasibku yang ditinggalkan oleh orang yang sangat aku cintai.

 

Kim Myungsoo.. tidakkah kau tau? Aku begitu mencintaimu. sangat mencintaimu. bahkan, karena terlalu mencintaimu, aku tidak bisa merelakan kepergianmu

 

Tahukah kau, betapa sakitnya hati ini ketika kau pergi meninggalkanku? Sangatlah sakit, bagaikan ditusuk beribu-ribu pisau. Sama pahitnya, seperti sebuah racun. Aku selalu mencoba tersenyum, tetapi, hati ini tetaplah sakit.

 

Aku sama sekali tidak bisa melupakanmu. Karena, kau adalah cinta pertamaku. Dan aku sangatlah mencintaimu. aku akan tetap mencintaimu. walaupun, kau bukanlah milikku lagi.

 

2 thoughts on “Still In Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s