Even More [Sequel of I’m Still In Love Sulli-Sehun ver]

even-more1

title: Even More

author: Vi

cast: Sehun-EXO

Sulli-f(x)

other cast: YoonA-SNSD

rating: T

genre: romance

disclaimer: cast milik Tuhan , dan ortu masing2

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain , manga , anime , ada juga yg sesuai imajnasiku

Sorry for bad fanfic and story

poster: cafeposterart.wordpress.com

published: highschoolfanfiction.wordpress.com

I’m Still In Love [Sehun-Sulli ver]

*****

Sehun merentangkan kedua tangannya lebar-lebar , ia merasa lelah setelah seharian mengerjakan tugasnya yang sebanyak ini. Sesekali mata Sehun tertuju pada ponselnya yang terletak tidak jauh darinya.

“andai saja aku tidak membentaknya tadi,” gumam Sehun ketika mengingat bagaimana ia membentak Sulli dan membiarkannya keluar dari ruangannya begitu saja , ia mengacak rambutnya frustasi karena sebenarnya ia tak mau berpisah dengan Sulli , ia merasa kangen pada Sulli meski baru beberapa saat mereka mengakhiri hubungan.

“aishhhh ! aku sadar ini salahku , tidak seharusnya aku membentak Sulli tanpa alasan yang jelas seperti itu,” ungkap Sehun , ia mencoba mengingat mengapa ia membentak Sulli tadi.

“tampaknya aku terlalu emosi karena pekerjaanku yang tidak selesai-selesai ini,” kata Sehun lirih , ia membereskan ruangannya dan menaruh tiap file dengan rapi di tempatnya.

Beberapa saat kemudian , ia telah selesai membereskan ruang kerjanya , iapun keluar dari ruang kerjanya dan berbaring di sofa. Kedua matanya menatap langit-langit rumahnya dengan tatapan kosong , menurutnya selain sibuk , hari ini juga hari yang penuh penyesalan.

“apa aku harus menelpon Sulli ?” gumam Sehun masih dengan tatapan kosong , iapun menggeleng tanda ia tak mau menelpon Sulli , egonya selalu sulit dikalahkan.

TING TONG

Bel rumahnya berbunyi namun ia terlalu malas untuk melihat siapa yang diluar sehingga ia membiarkannya saja seolah-olah tak ada siapa-siapa diluar.

TING TONG

Lagi-lagi bel rumahnya berbunyi , dengan malas Sehun berjalan menuju pintu rumahnya dan memeriksa siapa yang datang ke rumahnya. Rupanya YoonA yang merupakan kakak perempuannya telah pulang dari Tokyo. Sehun tersenyum melihat kakaknya sudah pulang , ia segera membuka pintu dan berlari dengan riang menuju kakaknya.

“YoonA noona , mengapa kau tak mengabariku ? aku kan dapat menjemputmu di bandara , noona,” kata Sehun ceria , beginilah sikapnya jika ia bersama kakaknya.

“keke ~ mian Sehun-ah , noona ingin menjadi kejutan untukmu. lagipula mengapa lama sekali membuka pintunya ?” tanya YoonA bingung sambil mengusap rambut Sehun.

Sehun tertawa sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal , ia bingung harus menjelaskan apa pada noonanya karena sebenarnya ia malas membuka pintu. “noona , barang bawaanmu banyak sekali,” kata Sehun sambil menunjuk barang yang dibawa YoonA , ia berusaha mengalihkan pembicaraan.

Sehun membawa barang-barang YoonA dan memasuki rumahnya yang bisa dibilang ‘cukup’ berantakan itu. YoonA membulatkan matanya melihat keadaan rumahnya yang berantakan , karena sebelum ia ke Tokyo keadaan rumahnya bersih dan rapi.

“S-Sehun , kau tidak pernah membereskan rumah ya ?” tanya YoonA sambil menunjuk rumahnya yang berantakan itu , Sehun tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya dengan canggung. YoonA mendengus kesal melihat keadaan rumahnya karena ketika ia ingin pulang ke Korea ia berpikir ia dapat melihat rumahnya yang rapi , bersih , dan mewah.

“yuk kita beres-beres,” ajak YoonA , Sehun mendengus kesal mendengar kata-kata YoonA.

“noona , aku baru saja membereskan ruangan kerjaku,” rengek Sehun.  YoonA menggeleng dan menatap kearah Sehun.

“ya sudah , kita beres-beresnya besok saja,” kata YoonA malas sambil melempar tas yang ia bawa ke sofa. Sehun tersenyum mendengar kata-kata YoonA karena artinya ia tak perlu sibuk membereskan rumahnya setelah seharian mengerjakan tugasnya.

YoonA berjalan menuju dapur untuk membuat 2 gelas teh , satu untuknya dan satunya lagi untuk Sehun. YoonA teringat jika Sehun pernah bercerita padanya mengenai Sulli , kekasih Sehun.

“Sehun-ah,” panggil YoonA sambil menyesap tehnya yang sudah jadi , Sehun menoleh kearah YoonA dengan tatapan yang seolah berkata ‘ada-apa’/

“bisakah besok aku bertemu dengan Sulli ? kau pernah bercerita mengenai kekasihmu yang bernama Sulli itu ya sewaktu menelponku beberapa hari yang lalu,” kata YoonA membuat kedua mata Sehun membulat.

“mengapa noona ingin mengenalnya ?” tanya Sehun lirih. YoonA pun tersenyum sambil meneguk tehnya.

“aku ingin berteman dengannya , tampaknya ia orang yang seru dan menarik,” kata YoonA semangat membuat Sehun tidak tega memberitahu noona-nya jika ia sudah putus dengan Sulli. Sehun tersenyum getir , ia tak mau noona-nya merasa kecewa.

“ya besok aku akan mengenalkan Sulli padamu,” kata Sehun pelan namun YoonA sempat mendengarnya.

YoonA melompat dengan semangat layaknya anak kecil , “woohoo !” seru YoonA dengan riang.

“kau tampak kekanakan sekali noona,” kata Sehun pada YoonA dengan tawa menghiasi wajahnya, YoonA hanya mendengus kesal mendengar Sehun memanggilnya kekanakan.

“aku tidak kekanakan,” kata YoonA.

*****

Sehun POV

Bagaimana ini ? YoonA noona ingin sekali bertemu dengan Sulli sementara Sulli tampak sangat marah padaku tadi , apa ia mau berbicara denganku ? Tapi , aku tak mau membuat YoonA noona kecewa juga.

“aissh ! mengapa jadi rumit seperti ini sih ?” seruku frustasi sambil mengacak rambutku dengan kesal.

kulihat ponselku berusaha mencari nomor telpon Sulli , beruntung aku belum menghapus nomor telponnya  , akupun mencoba menelpon Sulli.

DRRTT

nada sambung terdengar di ponselku , aku menunggu Sulli mengangkatnya , tapi bagaimana jika Sulli tak mau mengangkat telponku ?

DRR-

Kurasa sambungan telpon terputus entah karena sinyal yang buruk atau ia menghiraukan telpon dariku , mungkin juga ponselnya tidak aktif.

“kalau begitu , aku minta izinnya sekarang saja,” gumamku sambil mengambil jaket coklatku dan bergegas berjalan menuju rumah Sulli , tak peduli YoonA noona  menanyaiku tentang kemana aku pergi.

*****

Sulli POV

Mengapa Sehun menelponku tadi ? Mungkinkah ia salah sambung ?

TING TONG

Suara bel rumahku berbunyi , dengan malas aku menyibak tirai jendela untuk melihat siapa yang datang , dan rupanya yang datang adalah Sehun. aku berusaha untuk tidak menghiraukannya tetapi kusadari udara diluar sungguh dingin sekarang.

“apa peduliku ?” tanyaku pada diriku sendiri kemudian kembali berjalan menuju sofa untuk menonton TV.

TING TONG

Lagi-lagi bel berbunyi , aku kembali menatap lewat jendela dan yang diluar hanya ada Sehun. kulihat salju mulai turun, dapat kurasakan hawa dingin yang menusuk tulangku. Dengan segera aku membuka pintu rumahku , aku merasa tak tega membiarkan Sehun berdiri diluar sementara salju mulai turun dengan derasnya.

“ada apa kau kemari ?” tanyaku pada Sehun , ia tampak menggigil dan menggosokkan kedua tangannya.

“kau mau balikan denganku tidak ?” tanya Sehun sambil mengeratkan jaket coklatnya , sebenarnya ingin sekali aku mejawab ‘iya’ namun aku masih khawatir jika ia akan menyakiti hatiku lagi.

“bagaimana jika kau menyakiti hatiku lagi ?” tanyaku pada Sehun , tangannya yang serasa membeku meraih tanganku dan mengenggamnya erat.

Sehun tersenyum , “yang tadi hanya emosi sesaat,” jawab Sehun lirih. Salju turun makin deras namun entah mengapa aku hanya terdiam di tempat tanpa bergerak sedikitpun.

“kakakku ingin berteman denganmu , aku tidak mau mengecewakannya dengan mengatakan jika kita sudah putus , dan juga aku masih mencintaimu,” ungkap Sehun sambil tersenyum.

aku tersenyum lebar , suasana hatiku tiba-tiba menjadi riang sepertinya aku masih mencintai Sehun.

“saranghae , Sehun ,” ungkapku pelan dengan semburat merah yang muncul diwajahku , Sehun tersenyum dan mengusap pipiku pelan.

“aku juga,” ungkap Sehun , aku menyadari jika salju turun semakin deras , “Sehun  , sebaiknya kau cepat-cepat pulang , aku tak mau kau terserang flu hanya gara-gara ingin balikan denganku,” kataku , Sehun mengangguk dan berjalan pulang.

*****

Sehun POV

aku berjalan pulang dengan perasaan lega karena artinya besok YoonA noona bisa bertemu dengan Sulli dan aku sudah memperbaiki hubunganku dengan Sulli juga.

“aisshhh ! hujan salju benar-benar dingin,” ungkapku sambil mengeratkan jaket coklatku.

Tak lama kemudian aku sampai di rumahku , aku dapat melihat mata YoonA noona yang menatapku dengan tajam.

“kemana saja kau ?” tanya YoonA noona dengan nada kesal sambil menutup novel yang sedang ia baca.

“aku balikan dengan Sulli , tadi kita baru saja putus, untung saja aku dapat memberitahunya jika aku memarahinya tadi karena emosi sesaat saja. Mianhae aku pergi begitu saja , aku tidak ingin mengecewakan noona,” ungkapku lirih.

kedua mata YoonA noona membulat lebar ketika mendengar kata-kataku , “Sehun-ah , kau benar-benar adik yang baik. kau tidak ingin mengecewakan noona-mu,” kata YoonA noona lirih sambil mengusap air mata yang mengalir dari matanya.

“aku terharu,” ungkap YoonA noona sambil mengusap rambutku pelan.

“Semua berjalan lancar , Sulli kembali denganku dan YoonA noona menganggapku sebagai seorang adik yang baik ..”

*****

END

mianhae gaje , aku lg gak mood buat ff >w< pls komen yaa !

 

9 thoughts on “Even More [Sequel of I’m Still In Love Sulli-Sehun ver]

  1. kyaaaa… baikkan lagi mereka ding…^^
    tapi gitu ya kalau orang pacaran? #maklum, belum pernah
    Sehun mah beruntung, muka ganteng, kakak cantik, pacar cantik. hehehehe
    bagus bagus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s