Without you

Artposter_WithoutYou

Without you

Author: Julistyjunghaae | Cast: Myungsoo and Krystal

Genre: Romance, Little Angst | Length: Vignette | Rate: PG

….

Tanpamu, bahkan aku tak tau lagi bagimana caranya untuk bernafas

Soojung hanya menatap semangkuk sup daging tanda ada minat untuk menyantapnya. Ia hanya ingin terduduk dikursi dan memandang salju lebat diluar rumah kecilnya. Ia hanya ingin berkhayal ada pangeran tampan yang menembus salju hanya untuk dirinya, hanya dirinya.

Kini ia hanya dapat menatap satu objek yang menarik dimatanya. Ponsel. Ia hanya ingin melihat satu wajah tampan yang terpajang dilayar ponselnya dengan begitu leluasa. Tanpa harus bersembunyi dibalik tembok untuk menatap wajah tampan pria tersebut.

“Pria bodoh” ia hanya bergumam pelan.

Soojung menutup matanya. Waktu sudah menunjukan jam 11 malam. Dan soojung masih diam tanpa ada satu gerakan berarti. Ia ingin bermalas-malasan tapi otaknya sudah tak dapat digunakan dengan baik. Ketika hanya ada satu wajah didalam benaknya.

Kim Myungsoo.

2 kata, satu nama. Hanya ada wajah pria itu yang berada dalam pikirannya. Bahkan ia tak lagi memikirkan rasa dingin yang lebih saat jendela rumahnya terbuka lebar begitu saja. Dengan beberapa salju yang masuk kedalam rumahnya.

Soojung mulai berdiri. Mengambil mantel berwarna coklat gelap miliknya lalu memakai sebuah topi, sepatu, dan tentu saja, sepasang sarung tangan. Tetap saja, masih dingin. Walau otaknya tak dapat mencerna apa itu rasa dingin saat ini.

Soojung membuka pintu lalu dengan cepat membuka sebuah payung, untuk menahan salju yang siap jatuh pada puncak kepalanya. Walau mungkin salju tak selebat beberapa waktu yang lalu. Dengan bodoh ia menembus salju yang dingin dan berjalan pada halte bis.

Ia hanya terduduk dengan rasa cemas yang menyelimutinya. Bahkan dingin tak terasa saat rasa cemas hinggap pada dirinya. Bis tak kunjung datang. Soojung lupa bis sudah tak beroperasi di jam seperti ini. Soojung menghela nafasnya lalu berlari dijalan yang sepi, ditutupi salju yang selalu turun dengan sangat tak santai.

Menembus salju yang dingin dan mengukir satu senyuman saat ia dapat melihat seorang pria yang tengah terdiam didepan sebuah gedung. “Hei, Silly boy, kau tak merasa dingin?” pria yang diajak Soojung berbicara hanya menatap sekilas lalu kembali pada aktivitasnya.

Soojung ikut berjongkok. Menyamakan tubuhnya bersama pria benama Kim Myungsoo itu lalu menatap gedung tinggi. “Kau sangat ingin menjadi bintang Myungsoo-a? Bukankah hanya menjadi sebuah batu kecil saja sudah cukup?”

“Berpikir tidak pernah sesederhana itu”

“Lalu? Haruskah kamu diam disini, berdiam diri berjam-jam hanya untuk meminta sebuah kesempatan kedua?” Soojung meniup tangannya. Dingin. Walau begitu ia tetap saja berdiam diri disebelah Myungsoo bersama dengan salju yang turun, dengan sedikit tak santai.

“Bukan kesempatan kedua, tapi satu keajaiban”

“Maksudmu?” Soojung tak mengerti ucapan Myungsoo.

“Tak ada yang namanya kesempatan kedua, ketiga atau keempatan, yang ada hanyalah satu keajaiban disaat satu kesempatan sudahlah hilang” Soojung terdiam, ia malas menanggapi ucapan Myungsoo yang terlalu rumit dan berbelit-belit.

“Kamu merasa dingin Myungsoo-a?” Tanpa permisi Soojung memegang lengan Myungsoo lalu meniupnya dan mengelusnya perlahan. Dan saat Myungsoo menatap Soojung, Soojung pun sama. Ia menatap Myungsoo dengan senyuman khas yang ia miliki. Senyuman penuh cinta.

“Kenapa kamu ingin menjadi sebuah bintang? Kenapa kamu tidak menjadi satu batu yang berada dipesisir pantai saja? Aku berpikir itu lebih baik”

Myungsoo masih saja menatap Soojung dengan tatapan yang sebenarnya ia sendiri tak tau. Ia dapat melihat Soojung yang berbicara sedari menunduk namun tetap mengelus lengan Myungsoo dan memegang jemari lentik miliknya—Myungsoo.

“Apakah kamu lebih suka jika aku setiap hari merasakan ombak yang menerjang ku lalu pada akhirnya aku akan menjadi pasir, berbaur dengan yang lainnya? Apakah kamu yakin, akan tetap mengenaliku jika aku dapat dengan mudah tertiup angin dan menghilang begitu saja?”

Soojung mengulum senyumannya. Begitu samar. Bahkan Myungsoo tak menyadari satu senyuman indah tersebut. “Setidaknya jika kamu menjadi pasir dan bersatu diantara jutaan pasir lainnya, masih ada sebutir debu milikmu disana, namun bintang…itu sedikit sulit…”

“Disaat kamu sudah menjadi satu bintang dengan sinar yang paling terang dan tubuh yang paling besar, disaat itu pula, aku akan cepat kehilangan mu, disaat itu pula kamu akan pergi tanpa aku sadari, saat aku menutup mataku, menunggumu esok hari, disaat malam memakan siang, aku takkan pernah melihatmu lagi, secuil apapun itu”

“Itu adalah resiko menjadi satu bintang yang paling besar dan bersinar” entah dorongan apa Myungsoo menarik Soojung dalam pelukannya, melingkarkan lengan dirinya dengan indah pada pinggang Soojung.

Myungsoo tersenyum, sedikit jahil lalu mengecup singkat bibir berwarna pink itu. Satu tangan Myungsoo membenarkan poni yang menutupi wajah Soojung. “Cinta itu tumbuh dengan sendirinya dan hilang pada waktu yang tak pernah kau sadari, lalu kenapa kau selalu memaksakan bahwa cintamu takkan pernah luntur padaku?”

Myungsoo mulai mengartikan satu senyuman yang tercetak pada bibir Soojung. Senyumannya tak pernah berubah, dari dulu hingga detik ini. “Apakah kau sudah merasa hangat?” Myungsoo tertawa kecil melihat rona diwajah Soojung.

“Sekeras apapun aku berpikir bahwa aku bisa melupakanmu dan pergi begitu saja, tetapi tetap saja, aku tak pernah bisa menghilangkan senyumanmu dari otakku, suaramu, bahkan matamu yang indah itu, Soojung-a”

“Kalau begitu jangan pergi”

Soojung memeluk leher Myungsoo. Merasakan aroma maskulin dari tengkuk Myungsoo. Lalu mengusap rambut coklat milik Myungsoo. Memeluk nya erat hingga tak sadar Myungsoo merasa sesak akan pelukan itu walaupun Myungsoo tak mengungkapkan itu.

“Jika aku berhasil diterima kembali oleh pihak agensi….Aku akan pergi keamerika dan hidup disana selama 4 tahun”

“kan sudah kubilang jangan pergi”

Soojung menjawab sambil menggigit bawah bibirnya. Oh Tuhan, ia sangat tak ingin Myungsoo diterima kembali oleh pihak agensinya. Semoga saja. Soojung mengelus perlahan pipi Myungsoo lalu mengecupnya perlahan.

“Ayolah, bukankah kamu tau bahwa kamu itu adalah canduku, jadi jangan membuatku mati hanya karena tak melihat wajahmu itu Myungsoo-a”

“Soojung-a…”

“Kalau kau pergi, aku tak akan bisa hidup seperti dulu…”

Myungsoo menjauhkan kepala Soojung darinya dengan satu telunjuk. Myungsoo tersenyum ketika melihat wajah bodoh Soojung saat ini. Dia pikir hanya Soojung yang akan merasa kehilangan, tentu saja Myungsoo pun akan merasa kehilangan. Sangat malah.

Soojung itu seperti zat adikitif baginya. Soojung dapat membuatnya hilang kesadaran, membuatnya ketagihan juga membuat otaknya tak dapat berfungsi dengan baik. Soojung segalanya bagi Myungsoo.

“Seperti apa? Coba katakan, apa yang berbeda jika aku tak ada?”

“Aku akan mati”

Myungsoo tertawa pelan mendengar jawaban kekanak-kanakan dari Soojung. Mati? Jangan bercanda, Soojung adalah gadis yang begitu memperhatikan pola hidupnya jadi dia tidak akan pernah mati muda.

“Dengan cara apa?”

“Tentu saja aku akan mati, kau itukan nafasku, jika kau tak ada, bagaimana bisa aku bernafas dan pada akhirnya aku akan mati”

Myungsoo terkekeh pelan. “Hahahaa….kau mau menggombal Soojung-a, biasanya pria yang melakukan itu”

Soojung memukul bahu Myungsoo dengan keras. Disaat seperti ini Myungsoo masih bisa bercanda. Dan, ya, mungkin Soojung tak dapat menahan ungkapan puitis dan menyedihkannya, jadilah seperti itu.

“kau menyebalkan”

“Tapi kau mencintaiku kan?”

“Ya, ya, ya,,,,sudahlah, terserah kau mau berdiam diri disini sendiri sampai pagi atau sampai mati, yang pasti aku mau pulang”

Soojung mulai berdiri dan menjauh dari Myungsoo. 1, 2, 3, 4, 5…Soojung menghitung berapa langkah yang sudah ia ambil dan ternyata sudah sampi 34 langkah tapi Myungsoo tak mengejarnya atau memanggil namanya.

Soojung memutar bola matanya. Ia berpikir Myungsoo akan mengejarnya, memanggil namanya dan memohon untuk tetap bersamanya, oke itu terlalu seperti drama tapi Soojung suka hal itu. Sayangnya ia dan Myungsoo tak dapat melakoni hal yang disebut seperti drama itu.

Soojung berbalik arah dan kembali pada Myungsoo. Ia menatap tajam Myungsoo yang masih menampakan satu eksrpesi datar. “Kenapa kau tak mengejarku?” Soojung berkata dengan nafas yang memburu.

“Kenapa?” Tanya Soojung sekali lagi dengan wajah yang memerah—marah.

“Tanpa aku kejarpun, kau akan kermbali padaku bukan?”

Soojung yang mendengarnya terdiam. Ia terdiam cukup lama. Ia mulai meniup tangannya, sebenarnya ia tak tau lem apa yang membuatnya tak bisa jauh dari Myungsoo. Dan apa yang membuatnya tak bisa benci pada Myungsoo.

Tiba-tiba Myungsoo memeluk tubuh Soojung. Hangat. Mereka terdiam cukup lama, membagi rasa hangat berdua. “Maafkan aku Soojung-a” Soojung hanya menangguk. Myungsoo tak pernah membuat salah padanya.

“Aku mencintaimu” lagi-lagi Soojung hanya menangguk.

“Jangan marah ya, aku tidak akan memohon untuk diterima lagi kepihakn agensi, ya”

Myungsoo mengecup puncak kepala Soojung. “Benarkah?”

“Kau bisa pegang ucapan Kim Myungsoo”

“Kalau begitu ayo kita pulang”

Soojung menarik tangan Myungsoo namun Myungsoo menolaknya. Soojung menarik lengan Myungsoo dengan keras namun usahanya tetap saja tak berhasil. Ia mulai menatap Myungsoo dengan tatapan penuh Tanya.

 “Ayo pulang” Myungsoo menggeleng.

“Kenapa? Katanya sudah gak mau memohon untuk diterima lagi kepihak agensi”

“Memang tapi aku masih menunggu sesuatu”

“Apa?”

“Keajaiban”

“Apa?” Soojung hanya diam dengan mulut sedikit terbuka.

END

Note: ini FF pasti ngebingungin. tapi yang jelas ceritanya Myungsoo itu ingin kembali pada pihak agensi jadi dia diem digedung deh tapi si Krystalnya gak mau. dan ya pikir sendiri deh. dan aku ini Author baru disini, salam kenal^^

6 thoughts on “Without you

  1. haaai, Julisty^^ Zuky imnida🙂 aku juga author baru di sini..
    oh ya, aku kok ngebayangin Myung di sini itu kaya semacam pengemis gitu ya -__-v hehe, jadi, si Myung itu pengen jadi artis, gitu kan? terus Soojung apa? aku nangkepnya itu, Soojung senasib sama Myung gitu sih disini.. haha /dordor/

    ah aku suka sama covernya dan cerita ini❤ sungguh keren, aku suka sama pemilihan kata, and I REALLY LOVE THE WAY YOU MAKE UP THIS STORY INTO SWEET AND MAKE ME CRAZYY DRIVING!! Ah, ini beneran lho.. aku suka sama perhatiannya MyungJung disini..

    si Soojung yang uh mau dia niupin tangan Myung dengan perhatian, terus Myung yang meluk Soojung juga.. ah ya Tuhaaan, aku jadi gila gini kaaan TT aku bayangin Soojung disini itu waktu dia masih jadi anak SMA, masih polos gitu..

    ah, Soojungieeee ehm, mungkin maksudnya tanpa ya😉 karena, berdasarkan dialog selanjutnya, si Soojung kelihatan ga pengen makan gitu..

    2. ohya, masalah percakapan.. sebenarnya sih kelihatan sederhana, tapi justru banyak author yang salah di bagian ini.

    Percakapan ada dua macam, percakapan dengan lakuan dan percakapan berakhiran langsung.

    Misal: (a. Percakapan dengan lakuan) “Pria bodoh” ia hanya bergumam pelan. -> dan aku lihat, habis setelah percakapan, kamu ga taruh tanda titik (.) atau koma (,) ya..

    Sebenarnya yang benar: “Pria bodoh” ia hanya bergumam pelan. -> “Pria bodoh,” ia hanya bergumam pelan.

    Nah, kasusnya beda untuk percakapan berakhiran langsung.

    Contoh: “Berpikir tidak pernah sesederhana itu” -> sebenarnya, Berpikir tidak pernah sesederhana itu.”

    Dibedakan ya.. dan terus jangan lupa dikasih tanda akhiran setiap percakapan selesai😉

    3. “Tak ada yang namanya kesempatan kedua, ketiga atau (keempatan),…. : aku agak kurang paham sama dialog ini.. mungkin ke-empat yah^^

    4. …Aku akan pergi (keamerika) dan hidup disana selama 4 tahun” :: Ke Amerika.. oh ya, kalau kalimat yang menunjukkan keterangan tempat (ke mana, di mana, di atas, di bawah, di samping, di sebelah kanan laki-laki itu, di sebelah kiri, dsb) di pisah ya😉

    5. “Jangan marah ya, aku tidak akan memohon untuk diterima lagi (kepihakn) agensi(, ya)” -> mungkin akan lebih enak kalau; “Jangan marah, ya. Aku tidak akan lagi memohon untuk diterima oleh pihak agensi.”😉

    6. …. Kenapa? Katanya sudah (gak) mau memohon untuk diterima lagi kepihak agensi” -> coba: …Kenapa? Katamu sudah ngga mau memohon lagi untuk diterima oleh pihak agensi.”

    Mungkin segitu aja reviewnya😉 maaf kalau aku baru pertama kali komen aja kesannya sok belagu dan udah main kritik TT maaf ya kalau kelihatannya kaya gitu, hanya ingin
    mengeshare ilmu yang aku peroleh😉 karena, aku lihat tulisanmu ini (SANGAT!) bagus lho, sayang kalau itu hanya terhambat oleh penulisannya..

    Kata-kata yang dipakai udah kaliber dewa tingkat tinggi, ga perlu dikomen, dan aku cukup terhanyut oleh suasana di dalam cerita ini, dan aku sukaaaak😀

    Oh ya ada satu dialog favo-ku di sini😀

    “Disaat kamu sudah menjadi satu bintang dengan sinar yang paling terang dan tubuh yang paling besar, disaat itu pula, aku akan cepat kehilangan mu, disaat itu pula kamu akan pergi tanpa aku sadari, saat aku menutup mataku, menunggumu esok hari, disaat malam memakan siang, aku takkan pernah melihatmu lagi, secuil apapun itu”

    Kata-katanya Soojung bener-bener deh :’)) memang sih, menjadi bintang pasti akan lupa setiap yang ada di Bumi karena bintang selalu diidam-idamkan oleh seluruh makhluk hidup 😉 great, aku suka banget😀

    Dan, mungkin agak disayangkan juga kalau misal Myung beneran jadi artis, pasti ntar Soojungie dilupakan TT

    PS (the last): aku suka caranya Myung manggil Soojungie :3

    Sekali lagi maaf kalau aku terkesan menggurui yaaa TT kita sama-sama belajar, oke😉 jangan patah semangat yaa^^ teruslah berkarya, cantik🙂

    • Ah…ne…iya…
      Oke…Juli imnida^^

      huh…maklumin aja ya. aku baru beberapa bulan nulis FF jadi masih banyak kesalahnnya. gak menggurui kok ^^. mungkin aku butuh Beta reader#Oke itu lupakan

      Thanks ya atas review nya ya. jujur sih aku masih punya banyak kesalahan dalam nulis FF dan itu membantu aku banget biar ya lebih baik lagi jadi gak apa-apa kok karena FF aku juga butuh masukan ^^

      ah…kata-kata aku biasa aja. dan yang kalimat itu..ya begitulah/? iya, aku juga suka pas Myungsoo manggil Soojungie^^

      oh ya btw thanks for read, review and comment

  2. Annyeong thor ku readers baru,
    kyaaa ffnya romantis banget cuma endingnya itu buat aku bertanya” ku gak punya gambaran endingnya ha haa tapi sumpah ini bagus so sweet. Ayoo buat ff myungstal yang banyak ya thor ^^

    • Wah…bertanya-tanya? memang sih…aku juga bertanya-tanya….
      gambaran? hmmm…gambarannya sih ceritanya Myungsoo masih pingin dimaafin sama agensinya tapi bakalan buat Soojung setuju^^ itu sih….
      sippo, aku akan usahain^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s