In That Afternoon

inthatafternoon

In That Afternoon  || Mizuky ©  Storyline

Cast: Oh Sehun [EXO-K], Choi Jinri [Sulli F(x)]

Genre:  Romance, Melancholy || Length: Ficlet

Summary:

Sehun dan Sulli merupakan dua orang yang saling mencintai. Namun, kesalahpahaman dalam menunggu, membuat hubungan kedunya terombang-ambing.

.

.

.

Cafe.

Aroma harum bunga lily, menyerbak ke seluruh ruangan di kafe itu. Diiringi alunan musik waltz yang indah dan ringan, menambah ketenangan spirit  untuk seorang Oh Sehun. Berkatnya, Sehun seperti melayang untuk berdansa di atas lantai porselen yang cantik itu.

Seduhan wangi yang ditawarkan oleh harum teh melati, sedikit meringankan pikirannya yang kusut itu.

Pekerjaan treddingnya benar-benar menyita seluruh waktu—atau mungkin seluruh hidupnya. Sehun kira pekerjaan sebagai fotografer sama sekali tidak sesusah ini, terlebih ia memikirkan pasti banyak waktu untuknya bersantai.

Namun, angan-angan berbanding terbalik dengan kenyataan. Yang ia lihat sehari-hari hanyalah tumpukan deadline dari sosok bosnya yang jahanam itu. Sehun pun mendesah panjang.

Sesungguhnya, ia bisa saja memutuskan untuk keluar dari perusahaan itu. Namun, seperti ada penolak, pikirannya selalu saja tak menginginkan keinginannya terwujud.

Entahlah bekerja di perusahaan itu benar-benar mengekang hidupnya. Jangankah untuk tidur, bahkan waktu untuk bernapas saja sungguh sulit ia dapati. Ia merasa seperti budak di sana.

“Aku lelah,” kata-kata itulah yang terus ia gumamkan sepanjang waktu ketika ia mulai berdebat dengan asanya.

“Sehun, mungkin kau butuh ini,” sapaan lembut suara seorang perempuan, menarik Sehun dari dalam mimpinya. Ia pun mendongak, menatap sepasang manik cantik itu dengan kagumnya.

“Sedang apa kau di sini?” pertanyaan bodoh. Tentu saja wanita itu di sini untuk bekerja. Dia ‘kan pelayan restoran—yang entah sejak kapan menjadi—kesukaannya ini.

Benar, pertanyaan Sehun benar-benar konyol. Kini, wanita itu menarik sebuah kursi di depan Sehun, lalu duduk sambil bertopang dagu. Ia fokuskan matanya untuk menatap Sehun. Sebelah alisnya terangkat tinggi, diiringi dengan sebuah senyuman jahil.

“Tentu saja untuk melayani pelanggan, Tuan,” jawab wanita itu dengan nada meledek.

Sehun pun mendengus. “Aku tahu. Sudahlah lupakan.”

“Sedang ada masalah? Kuperhatikan, setiap kali kau ke sini, kau selalu menghela napas. Apa kau sudah mulai muak terhadap pekerjaanmu?” tanya wanita itu langsung seakan dia mengetahui permasalahan yang tengah membelenggu Sehun.

“Yah, seperti itulah, Jinri. Meski aku menyukai fotografi, tapi muak juga kalau sudah dikejar deadline yang sangat tidak manusiawi itu. Memangnya mereka pikir aku itu apa? Robot? Tch, lucu sekali,” olok Sehun. Dia kembali menyeduh teh melatinya perlahan sambil sesekali menyesap aroma teh itu.

“Yah, begitulah. Namanya juga pekerjaan. Risiko menjadi seorang pekerja memang seperti itu. Kalau kau mau bebas, jadilah seorang bos,” tanggap wanita yang bernama Choi Jinri itu, semakin membuat dengusan Sehun mengeras.

“Aku tahu, Choi Jinri! Sejak kapan kau berubah menjadi gadis menyebalkan seperti ini?” protes Sehun.

Jinri pun terkikik geli melihat raut wajah kesal Sehun. Uh, ingin sekali dirinya mencubit gemas kedua pipi itu.

“Oke, kau mau menambah teh itu? Sepertinya kau menyukai aroma melati, ya?”

Sehun tampak menimang tawaran Jinri. “Kalau aku tambah, apa aku harus membayar pula tambahannya?”

“Tentu saja, memangnya restoran ini milik nenekmu!” sungut Jinri.

Giliran Sehun yang tertawa kini. “Ya, mungkin saja. Aku ‘kan dekat denganmu, barangkali dapat diskon,” ledek Sehun.

Jinri pun mendengus sebal. “Hei, aku ini hanya pekerja! Kalau kau berani meminta diskon pada bosku, siap-siap saja kupenggal kepalamu!”

“Baik.. baik, Nona Jinri. Aku hanya bercanda tadi. Baiklah, bawakan aku satu lagi. Mungkin dibungkus saja. Aku harus ke kantor. Nanti bosku bisa-bisa memiliki alasan untuk menyengsarakanku,” ujar Sehun.

Jinri pun mengangguk kecil. Kemudian, pramuniaga itu berbalik ke dapur untuk menyiapkan pesanan Sehun.

Bip.. bip..

Merasakan ponselnya bergetar, Sehun segera membuka ponselnya itu. Ia melihat sebuah pesan masuk yang tertera di layar display.

Membaca isi pesannya, membuat Sehun kembali berdesah panjang.

Ia harus cepat-cepat kembali ke kantornya. Uh, bosnya yang satu itu benar-benar minta dibunuh rupanya. Selain sebal harus menguras pikiran dan tenaganya lagi, ia harus menyudahi melihat dewinya di kafe ini.

Siapa lagi kalau bukan wanita yang bernama Choi Jinri itu.

Mengingat nama itu, selalu berhasil menimbulkan semburat merah di kedua pipinya.

Ah, andai saja ia mau menepis egonya jauh-jauh, mungkin Jinri bisa didapatkannya dengan mudah. Andai saja ia tak mementingkan gengsi, mungkin Jinri bisa dimilikinya. Andai saja ia mementingkan perasaannya, mungkin Jinri tidak dimiliki oleh orang lain.

Andai saja.

Tapi, toh itu semua hanya perandaian. Tidak mungkin bisa terwujud.

“Nah, ini pesananmu, Tuan Sehun,” ujar Jinri dengan senyumnya yang selalu berhasil membuat Sehun terpana kagum. Sehun dengan senang hati menerima bungkusan yang berisi teh melati pesanannya. “Berapa?”

“Tak usah. Anggap saja aku sudah melunasi hutangku minggu lalu,” ujar Sulli sambil mengedipkan sebelah matanya.

Sehun tersenyum. Dia kemudian bangkit dari tempat duduknya. “Baiklah, aku permisi dulu.”

Jinri hanya diam mematung. Ia menatap punggung Sehun dengan penuh arti.

“Sehun, sampai saat ini, aku menunggumu untuk merebutku dari Chanyeol. Aku sangat menunggu hari itu tiba, Sehun..” gumam Jinri lirih.

.

.

.

| E N D |

30 thoughts on “In That Afternoon

  1. Apa2an ini😦 Kenapa Sulli sama Chanyeol?! Kenapa?! Kenapa?!!!!!!
    #frustasi #bantingmeja
    Keren zuky! Feel-nya kerasa banget :3 gaya tulisanmu juga udah mendewa banget! xD Wah gak sabar baca A Case. Belum ada waktu sih gara2 perpisahan kampret ini-_- #sumpahinikokcurhat

    • ah kenapa ya sama Chan si Ssul, gatau juga sih.. habis aku liat interaksi mereka yang asdfjshklghsytts banget!
      ah makasih lho🙂 punyamu juga bagus banget malah! lebih keren dari ini :3 ehehe.. eh kamu juga ada latihan untuk perpisahan ya? sama dong kaya aku..
      sekali lagi makasih yaaa xD

  2. Ini ff karyanya Mizu? aigoo Mizu-ya~
    sulli sama yeol gitu ceritanya? kenapa sama yeol coba? -_- /plak!
    aku sukaaaaaa *apalagi kalau pairingnya TaeLli aku bakalan lebih suka :D*
    aduhh feelnya kerasa banget. joha joha😀

    • eh, iya.. ini Kak Anik kan? ehehe, agak lupa-lupa ingat aku sama kakak >< maaf yah kak.. ehehe
      yah gitusih~ wah kakak TaeLi shipper yah? jarang lho yang Taemin's Biased suka sama Ssul, hahaha..
      okeeeh, makasih banyak kak^^

      • ia sayang^^ gwenchana gwenchana
        TaeLli shipper banget dek. oh ia? daripada sama yang lain lebih baik sama sulli —
        ia sama sama ya^^

  3. uh..uh aku kaget tiba-tiba END-_,- mizu eonni (boleh kan manggil ‘mizu’?)! pokoknya tanggung jawab, aku penasaran tingkat dewa loh-_- serius ku kira happy ending._. maap ngerusuh mulu di comment box ff mizu eonni;pp keep writing!!

    • haha.. kaget kenapa? gapercaya yaa? hoho.. aku emang tipikal orang yang suka bikin reader jengkel😄 /gaplok/

      bolehkok mau manggil aku Mizu atau Zuky eonni, tapi eonninya diganti kak aja gabisa?.-. hho.. happy ending? :pp maaf anda kurang beruntung :p /gaplok/
      waduh gapapa kok kamu komen dan menuh-menuhin notifku, aku malah seneng :”)

      makasih ainaaa :DD

      • iya oh ka mizu nih? boleh kok^^ asal jangan ‘mimizu’ aja-_,- iya,eum sebenernya boleh2 aja sih manggil aina, tapi aku elbih sering dipanggil nai:D

  4. Huhuhu…. jadi Sulli eonnie itu pacarnya Chanyeol oppa tapi Sulli eonnie itu cintanya sama Sehun oppa bukan sama Chanyeol oppa
    hmm… I Wish apa yang Sulli eonnie harapkan yaitu untuk merebut Sulli eonnie dari Chanyeol oppa🙂
    Yourr… Storyy… Soo…Good… Authornim…
    Keep Writing nee HWAITING >.<

  5. Sehun “siap laksanakan!” Hahaha. Adooooh manis banget nih ff …walau bukan happy ending tp endingnya bagus. Mantap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s