Macabre (Prolog)

Macabre

Macabre

– Trailer –

Staring by

Kai – Kim Jong In | Nora – Jung Krystal

PG13 | Series | Fantasy, Romance, Thriller, Memories

A/N

Hanya sebuah cerita sederhana dari penulis amatir

[Summary]

Di saat dunia tanpa eksistensi menghampirinya, tak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain bergantung pada kata terakhir di ingatannya-Nora-dan lelaki pembawa pesan kematian.

Knock. Knock.

Oh my, you two just arrived?

My little lady…Nora.

That’s my Nora. My little light…

Oh, oh, my little Nora…

My little gentleman…Kai.

Ah, this one is my cutie messenger…Come on, our dark messenger.

Oh, oh, my little Kai.

Is fate brought you two here?

Oh, how poor…

Fate was bring you to this digusting place.

This is world without existence, you know?

Yes, this is a cruel world.

You can believe nobody.

Please, just believe for each other.

Oh my, my, how poor you two…

Dia tak tahu lagi harus melangkah kemana. Senja sudah di pelupuk mata dan dia masih belum menemukan tempat ia akan tinggal setelah matahari jingga di ujung sana menghilang dan digantikan oleh malam gelap berhiaskan bintang, bulan.

Langkah mungilnya mulai terseok-seok seiring dengan perih hebat yang menyerang kembali luka terbuka di tumitnya. Dengan lemah, ia memaksakan dirinya terus berjalan menelusuri kota asing yang ia rasa pernah ia lihat dan ia rasakan, namun entah kapan.

Ia baru menyadari kepalanya benar- benar kosong kehilangan segala memori yang pernah menghinggap di sana ketika matanya terbuka dari ketidaksadaran dirinya yang ia tak tahu bermula sejak kapan. Hanya sebuah kata kecil yang bisa ia ingat…Nora. Dan ia tak tahu apa itu sebuah nama atau sesuatu yang lain…ia benar-benar tak tahu.

Tapi masa bodoh dengan kata aneh itu, lagipula kata asing tersebut tak akan bisa membantunya menemukan tempat untuk tinggal dan mengisi perut. Lagi dan lagi seseorang menatapnya dengan pandangan jijik seolah dirinya adalah gelandangan yang mencuri dompet mereka. Walaupun dirinya pun mengakui jika penampilannya ini, sangat pantas disebut sebagai gelandangan. Kaos putih dengan tulisan ‘Life’ besar di bagian tengahnya, celana kumal yang dipenuhi oleh bercak debu dan tanah, serta rambut coklat sebahu yang ia ikat asal-asalan dengan karet gelang, sangat gelandangan, bukan?

Seiring dengan langit yang mulai menggelap, ia terduduk di pinggir jalanan tanpa memedulikan hilir mudik orang-orang di sekitarnya. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa untuk membuatnya kembali mengingat tentang dirinya, asal-usulnya, dan rumahnya.

Kembali sebuah kata asing tadi menyusup seakan berbisik begitu pelan di telinga kirinya…Nora.

“Berhenti berbisik di telingaku, bajingan,” desisnya tanpa memikirkan lagi perhatian orang-orang di sekitarnya yang mulai bergumul dan membentuk lingkaran kecil untuk melingkar di sekelilingnya yang kini tengah duduk menunduk sedalam mungkin sambil terus meneriakkan umpatan-umpatan kemarahan.

Rasa perih kembali menyerang luka terbuka di tumitnya, darah terus mengalir dari sana dan ia bahkan tak memiliki waktu untuk mengkhawatirkan hal itu karena saat ini hal terpenting baginya adalah menemukan dimana dan bagaimana ia harus melanjutkan hidupnya.

Tepat ketika bisikan di telinganya berhenti, suara jam besar di tengah-tengah kota berdentang begitu nyaring dan menyakitkan. Suara itu terdengar nyaris seperti raungan raksasa yang berdentang selama puluhan kali seperti hendak menyakiti telinga-telinga yang mendengarnya.

Dong…

Dong…

Dong…

Seiring dengan dentang denyut milik jam raksasa, ia berteriak sekencang yang ia bisa sambil menutupi permukaan telinganya karena suara-suara itu begitu menyayatnya dan membuatnya begitu mual.

My Lady…

This is what us call world without existence.

You. Me. Us.

This is Our new world; without existence, without happiness.

When the sound of clock end…There is a game over.

You. Me. Us.

We’ll disappear like a dust.

Yes, like a dust…

You. Me. Us.

My Lady…

Ia menarik napasnya begitu panjang ketika nyanyian tadi akhirnya berhenti mengalun di telinganya. Nyanyian parau dengan suara seorang lelaki dan dentingan piano yang mengiringi nyanyian itu bahkan masih terdengar di telinganya, mengalun begitu lembut layaknya sebuah instrumental nyanyian barusan…menyeretnya menuju ketakutan yang begitu dalam dan kekalutan yang begitu mengerikan, ia sadar, dirinya tidak hanya mengalami masalah sebatas tersesat atau hilang ingatan, ia sadar bahwa ada alasan di balik semua hal ini.

World without existence…

Dunia tanpa kehidupan. Dunia yang bukan dunia sebenarnya. Dunia yang tak berisi.

Dan kini, ia hanya sendiri di sini…memeluk lututnya dan merasakan betapa kencangnya giginya saling bergemelutuk, seakan menunggu takdir akan merobek tubuhnya dan memisahkan raga dari nyawanya.

Ia begitu ketakutan.

Nora…

Nora…

My Little Lady.

Nora.

Ia menjerit sekeras yang ia bisa di saat nyanyian parau itu kembali berbisik di telinganya dan tepat sebelum tubuhnya tersungkur di atas tanah serta kehilangan kesadarannya, pandangannya menangkap lurus ke arah sosok jenjang di ujung jalan yang sedang mengarah padanya.

Hanya ada dua ingatan yang menempel di otaknya ketika akhirnya ia jatuh tak berdaya terjerembab di atas tanah karena kehilangan kesadaran. Satu, suara nyanyian dan bisikan yang masih terus menggaung di otaknya dan dua, langkah kaki tegap milik sosok tersebut yang mendekatinya…oh, bukan dua, ada tiga yang ia ingat. Dan, yang ketiga adalah topeng putih pucat bergambarkan Vendetta yang menempel di wajah sosok tegap tersebut…

My Little Lady

My Little Gentleman

This is your poor destiny…

Welcome To Macabre…

.

.

TRAILER – END

Tafunazasso’s Storyline, 2013.

This is my first post, right?

Aku tahu kalau ini trailer yang membingungkan, right? Dan untuk tambahan kalau misal kalian bingung untuk membayangkan sosok gadis di atas, cukup bayangkan sosok Krystal-Jung Soo Jung-anggota F(x), oke?

Thanks for coming and have a nice day! Please come to read my fairytale again!

Sincerely, Tafunazasso.

10 thoughts on “Macabre (Prolog)

  1. Pingback: Macabre (1st) | F(X) FANFICTION INDONESIA

  2. Wait a second. OMG.

    This is so asdfghjkl diksi yang menyihir dan HOH.

    Trailernya aja udah kek gini apalagi part selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s